Jangan Merusak Rumah Tangga Orang

oleh: Muhammad Muafa

 

Assalamu’alaikum ustadz,
Dengan segala hormat, saya mohon bantuan ustadz untuk membantu saya memberikan solusi permasalahan rumah tangga saya saat ini,
Saya wanita, 28 tahun, memiliki anak 3tahun. saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Surabaya, sebenarnya saya ingin sekali menjadi ibu rumah tangga seperti wanita lainnya, namun suami saya melarang saya berhenti karena adik-adik saya  masih kuliah sehingga sewaktu-waktu adik-adik butuh biaya saya bisa membantu, karena penghasilan suami saya saat itu juga tidak besar.
Dalam perjalanan waktu kami mengarungi kehidupan rumah tangga yang bahagia, namun saat pernikahan adik saya permasalahan ini akhirnya muncul, saat itu ketika pernikahan, adik saya menolak ucapan selamat dari suami saya dengan berjabatan tangan, hal itu dilakukan di depan keluarga kami, akhirnya suami saya merasa malu dan langsung pulang, keesokan harinya saya juga di telepon disuruh pulang juga, sayapun akhirnya menuruti permintaan suami saya.

Setelah itu kamipun akhirnya bertengkar masalah itu, karena saya juga menghormati sikap adik (I) saya mengenai prinsipnya haram berjabat tangan meskipun dengan ipar, akhirnya kamipun rukun setelah berhari-hari tidak bertegur sapa, namun  tidak ada solusi mengenai permasalahan ini, dan sayapun tidak mengungkit-ungkit juga karena takut kami akan bertengkar lagi.

Namun suatu saat  pada acara selamatan dirumah Ibu saya di desa, suami saya tidak mau datang ke rumah,dia hanya mengantarkan ( naik Bis)  sampai di ujung jalan rumah,  alasannya karena dijika pulang maka akan bertemu adik 1 saya suami saya akan malah marah dan takut malah menambah dosa, karena sikapnya. Sayapun berusaha memahaminya, karena saya kira dia akan datang pas acaranya, namun ternyata juga tidak datang, dia hanya mengirimkan sms dengan isi permohonan maaf tidak bisa datang karena berat melangkah ke rumah saya di desa, dia juga meminta saya pulangnya minta antar saja sama adik ke 2 saya.

Karena musim liburan Bis sangat penuh, akhirnya oleh adik @ saya, saya dipesankan  tiket kereta, ternyata juga habis, sayapun akhirnya ditawari sepupu( wanita) saya yang juga akan berangkat ke Surabaya bersama menggunakan sepeda motor. Dan sayapun tidak meminta adik saya mengantarkan saya karena dia juga akan kembali ke Malang, saya kasihan karena transportasi bis sangat ramai.

Sebelum saya berangkat sayapun memberi kabar kepada suami saya bahwa saya berangakat bareng sepupu saya, namun mendengar kabar saya suami saya malah  marah dan menelfon adik saya, karena tahu suami saya sedang marah saya melarang adik saya mengangkat telepon tersebut, namun berungkali suami saya tetap menelpon, akhirnya diangkat juga oleh adik saya, dengan marah serta memaki adik saya dengan mengatakan adik saya tidak memiliki etika, karena sudah dibantu biaya kuliah diminta bantuan mengantarkan saja adik saya tidak mau, tidak tahu terima kasih.  Mendengar makian itu saya juga sangat marah, dan sayapun mebela adik saya, ketika suami saya bertanya sebenarnya siapa yang salah, saya jawab bahwa yang salah suami saya, kenapa harus memaki. mendengar itu suami saya menuduh saya telah menginjak-injak harga dirinya.

Dan permasalahan inipun berlanjut sampai sekarang, suami saya meminta saya segera berhenti bekerja dan akan mengatur semua keuangan saya, sayapun menolak karena dia memerintahkan saya dalam keadaan sangat marah, saya takut saat saya benar-benar berhenti permasalahan ini berujung pada perceraian, karena kata-kata suami saya sudah sangat kasar. Saat ini suami saya juga  mendiamkan saya, membiarkan saya entah pulang ke rumah atau tidak,  dia sama sekali sudah tidak memperhatikan saya, dan terus terang saya masih sangat mencintai suami saya, saat kami rukun dia selalu memanjakan saya, saya juga sempat melihat dia sangat bersedih dan menitikkan air mata,

Di sisi lain keluarga saya meminta saya berpisah saja, jika terus-terusan bertengkar dan suami saya tidak bisa akur dengan adik-adik saya, saya sangat bingung saat ini karena dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, jika seandainya bersujud pada  manusia diperbolehkan  beliau akan memerintahkan istri bersujud pada suami, di sisi lain suami saya tidak bisa akur dengan adik karena permasalahan di atas.
Ustadz bagaimana saya menyikapi permasalahan ini, apa yang harus saya lakukan saat ini ustadz? Mohon bantuan Ustadz
Terima kasih sebelumnya.
Wassalamu’alaikum wr. Wbr.

Fulanah-di Suatu Tempat

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Semoga ibu dan suami senantiasa dihimpun Allah dalam kebaikan dan berkah.

Ibu,

Tidak ada satupun rumah tangga di kolong langit ini yang bebas sama sekali dari problem dan permasalahan. Tidak satupun rumah tangga yang terlepas dari perselisihan. Tidak ada satupun rumah tangga yang tidak pernah ada pertengkaran (meski kecil). Rumah tangga Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pun tidak bebas dari pemasalahan. Problem dan masalah justru menjadi “alat pengukur” untuk menguji kualitas iman pasangan suami istri.

Ada kalanya problem rumah tangga muncul dari pasangan, kadang dari orang tua/kerabat, dan kadang pula dari orang lain. Semuanya adalah ujian untuk meningkatkan kualitas iman, senyampang disikapi menurut cara yang diajarkan Allah dan RasulNya.

Hal yang harus diwaspadai saat terjadi masalah antara suami dengan istri adalah adanya pihak ketiga yang berusaha mengipas-ngipasi/mengkompori dengan target memisahkan antara suami istri tersebut. Aktivitas merusak rumah tangga orang dengan berupaya memisahkan pasangan suami istri adalah dosa besar (Kaba-ir), kemunkaran berat, perbuatan para penyihir, dan diantara program utama Iblis berikut tentaranya untuk menimbulkan fitnah dan kerusakan di tengah-tengah manusia. Abu Dawud meriwayatkan;

سنن أبى داود – م (2/ 220)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا أَوْ عَبْدًا عَلَى سَيِّدِهِ ».

dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukan dari golongan kami orang yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya, atau seorang budak terhadap tuannya.” (H.R.Abu Dawud)

Lafadz imam Ahmad berbunyi;

مسند أحمد (46/ 454)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ حَلَفَ بِالْأَمَانَةِ وَمَنْ خَبَّبَ عَلَى امْرِئٍ زَوْجَتَهُ أَوْ مَمْلُوكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا

dari ‘Abdullah bin Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak termasuk golongan kami orang yang bersumpah dengan amanah dan barangsiapa merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya atau budak dengan tuannyanya, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (H.R.Ahmad)

Orang yang berusaha merusak hubungan istri dengan suaminya dalam hadis di atas di vonis tidak termasuk golongan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Jika bukan golongan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ maka menjadi golongan siapakah selain golongan kaum Kuffar, Munafik, Fasik, ahli maksiat dan semua yang tidak menempuh jalan yang lurus? Cukuplah hadis ini menajdi dalil bahwa merusak rumah tangga orang termasuk hitungan dosa-dosa besar dan kemungkaran yang berat.

Merusak rumah tangga orang juga termasuk perbuatan para penyihir berdasarkan ayat berikut ini;

{وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ } [البقرة: 102]

dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya (Al-Baqoroh;102)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa diantara aktivitas sihir yang dipelajari dari Harut dan Marut adalah sihir untuk memisahkan antara seorang lelaki dengan suaminya. Sihir menyeret pada kekufuran, dan sudah diketahui dalam Islam bahwa perbuatan sihir termasuk salah satu dari tujuh dosa besar yang pelakunya dihukum bunuh. Dalil ini semakin menguatkan bahwa merusak rumah tangga orang adalah dosa besar (Kaba-ir) dan kemungkaran yang berat.

Memisahkan pasangan suami istri dan merusak rumahtangga mereka juga menjadi program utama Iblis dan tentaranya utnuk menimbulkan fitnah dan kerusakan di muka bumi. Imam Muslim meriwayatkan;

صحيح مسلم (13/ 426)

عَنْ جَابِرٍ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

dari Jabir berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya, (setan) yang kedudukannya paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar godaannya. Salah satu diantara mereka datang lalu berkata: ‘Aku telah melakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab: ‘Kau tidak melakukan apa pun.’ Lalu yang lain datang dan berkata: ‘Aku tidak meninggalkannya hingga aku memisahkannya dengan istrinya.’ Beliau bersabda: “Iblis mendekatinya lalu berkata: ‘Bagus kamu.” (H.R.Muslim)

Tampak jelas dalam hadis di atas, bahwa Iblis meremehkan banyak “prestasi” tentaranya yang menimbulkan fitnah dan kerusakan ditengah-tengah manusia. Namun ketika diberitahu “prestasi” memisahkan pasangan suami istri, iblis begitu gembira, mendekatkan Syetan tersebut di sisinya dan memujinya. Dari sini bisa difahami, siapapun yang terlibat upaya memisahkan pasngan suami istri dan merusak rumah tangganya (meski dia bersorban besar), sesungguhnya dia adalah bagian dari tentara iblis, yang merealisasikan program-programnya, dan menjadi “anteknya” baik sadar maupun tidak.

Ibnu Taimiyah berkata;

الفتاوى الكبرى (2/ 313)

فَسَعْيُ الرَّجُلِ فِي التَّفْرِيقِ بَيْنَ الْمَرْأَةِ وَزَوْجِهَا مِنْ الذُّنُوبِ الشَّدِيدَةِ، وَهُوَ مِنْ فِعْلِ السَّحَرَةِ، وَهُوَ مِنْ أَعْظَمِ فِعْلِ الشَّيَاطِينِ.

Upaya seseorang untuk memisahkan istri dengan suaminya adalah diantara dosa-dosa berat, termasuk perbuatan tukang sihir, dan sebesar-besar perbuatan Syetan (Al-Fatawa Al-Kubro, vol.2 hlm 313)

Merusak rumah tangga orang variasi caranya beragam. Kadang orang melakukannya dengan mengadu domba pasangan suami istri tersebut, memprovokasi istri agar minta cerai kepada suami dengan cara mencitraburukkan suami, memprovokasi suami agar menceraikan istri dengan cara mencitraburukkan istri, intervensi saat terjadi masalah rumah tangga sehingga api kian membesar, meminta istri tua dicerai sebelum menikahi istri muda, dll. Semuanya termasuk hukum merusak rumah tangga yang hukumnya haram dan dihitung dosa besar.

Sikap yang bijak yang menunjukkan kafakihan dalam dien, jika pihak ketiga melihat ada permasalahan/pertengkaran dalam rumah tangga maka dia tidak boleh berbicara sebelum terealisasi dua hal; pertama: Pasangan suami istri tersebut mengizinkan  dan ridho pihak ketiga itu menjadi Hakam (penengah) terhadap perselisihan mereka dan, kedua: Pihak ketiga tersebut tidak berbicara kecuali setelah mendengar dengan seksama curahan hati dari kedua belah pihak (bukan hanya satu pihak).

Jika dua hal ini tidak terealisasi, maka tidak ada hak apapun bagi pihak ketiga untuk turut campur/mengintervensi urusan rumah tangga orang (meskipun dia kerabat dekat). Hal itu dikarenakan Syariat telah mengajarkan mekanisme penyelesain rumah tangga yang berpulang pada pasangan suami istri, bukan pihak ketiga. Islam telah menempatkan secara bijak dan hati-hati terhadap peran pihak ketiga untuk ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan rumah tangga. Peran pihak ketiga hanya bisa dilakukan dengan permintaan, bukan intervensi.

Rumah tangga harus dihormati, karena rumah tangga punya kepala keluarga yang mendapatkan hak dari Allah untuk mengatur rumah tangganya sesuai dengan kebijakannya. Suami adalah kepala keluarga. Ia bagaikan nahkoda bagi sebuah kapal. Membiarkan pihak ketika mengintervensi urusan rumah tangga  secara fakta membuat ikatan pernikahan menjadi tidak ada gunanya.

Jadi, sikap keluarga ibu yang menganjurkan untuk bercerai adalah sikap yang tidak benar. Hal tersebut sudah terkategori intervensi (meski diatasnamakan nasihat), merusak rumah tangga, dosa besar, kemunkaran berat, perbuatan tukang sihir, dan bagian tentara Iblis. Hal tersebut harus dihentikan, dan merka wajib diingatkan untuk tidak turut campur. Seorang istri tidak boleh mendengarkan ucapan provokasi/memanas-manasi/mengompori dari pihak manapun yang jelas berefek rusaknya hubungan suami-istri.

Jika ada pihak ketiga yang telah diketahui ucapan/perbuatannya mengarah pada perusakan hubungan dalam rumah tangga, maka mereka harus dijauhi dan suami berhak melarang istri bertemu dengan mereka. Namun, menjauhi bukan bermakna memutus Shilaturrahim atau memutus Ukhuwwah Islamiyyah. Menjauhi tidak lebih sekedar meminimalisasi interaksi, dan membatasi interaksi pada hal-hal selain urusan rumah tangga. Jika pembicaraan/tindakan sudah mengarah para urusan rumah tangga maka dihindari/dijauhi.

Ini adalah penyikapan terhadap keluarga dan pihak ketiga.

Adapun penyikapan terhadap suami, jangan sampai salah ibu. Bersikap terhadap suami yang paling baik adalah sikap yang diajarkan Allah dan RasulNya, bukan berdasarkan pertimbangan akal, selera, dan perasaan.

Syara’ mengajarkan bahwa asas perlakuan seorang istri terhadap suaminya adalah Tholabur Ridho/طَلَبُ الرِّضَى (mencari Ridho). Dalil yang menunjukkan adalah hadis berikut ini;

سنن النسائي الكبرى (5/ 361)

عن عبد الله بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ألا أخبركم بنسائكم من أهل الجنة الودود الولود العؤود على زوجها التي إذا آذت أو أوذيت جاءت حتى تأخذ بيد زوجها ثم تقول والله لا أذوق غمضا حتى ترضى

Tidaklah aku kabarkan pada kalian wanita-wanita kalian yang termasuk penghuni surga? Wanita-wanita yang penyayang dan subur,  yang apabila ia mendzalimi atau didzalimi ia berkata,”tidaklah aku merasakan dapat memejamkan mata hingga engkau ridho” (H.R.An-Nasai)

 

Dalam hadis di atas diterangkan bahwa istri calon penghuni surga diantara sifatnya adalah jika menyakiti suami atau disakiti suami maka dia akan meminta maaf kepada suami dan tidak bisa tidur sebelum suaminya ridho/memaafkannya. Meminta maaf saat menyakiti suami dalam hadis di atas tidak diterangkan apakah penyebabnya adalah kesalahan suami ataukah istri. Yang jelas, ketika suami merasa disakiti oleh istri, baik dengan ucapan maupun perbuatan lalu istri meminta maaf, maka sifat tersebut dipuji syariat. Lebih hebat lagi ternyata pujian Syara’ bukan hanya saat sang istri yang menyakiti suami. Saat dia disakiti suami, (artinya suaminyalah yang zalim) istri juga meminta maaf, dan sifat ini juga dipuji Syariat. Oleh karena itu, hadis ini bukan sekedar bermakna wajibnya istri yang berbuat zalim untuk meminta maaf, tetapi lebih dari itu hadis ini menunjukkan asas perlakuan seorang istri kepada suami yaitu berusaha selalu mencari ridha/kerelaannya.

Dalil yang menguatkan adalah hadis berikut ini;

سنن الترمذى (2/ 99)

 أَبَا أُمَامَةَ يَقُولُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ آذَانَهُمْ الْعَبْدُ الْآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ

Dari Abu Umamah r.a beliau berkata, Rosuullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,” tiga orang yang sholat mereka tidak melampui telinga-telinga mereka yaitu seorang budak yang melarikan diri hingga ia kembali, seorang wanita yang bermalam sementara suaminya marah kepadanya,  dan seorang imam suatu kaum sementara kaumnya membencinya”(H.R.At-Tirmidzi)

 

Dalm hadis di atas, diterangkan bahwa istri yang membuat suaminya marah maka shalatnya tidak naik ke langit. Penyebab marah dalam hadis di atas juga bersifat mutlak dan tidak diterangkan. Maknanya, Syara’ tidak berkehendak istri membuat suaminya marah, sehingga bisa difahami berdasarkan hadis ini pula bahwa Tholabur Ridho/طَلَبُ الرِّضَى (mencari Ridho) adalah asas seluruh perlakuan Istri kepada suami.

Dalil yang menguatkan adalah hadis tentang kecemburuan Hurul ‘In/Wanita surga/bidadari berikut ini;

مسند أحمد – (ج 45 / ص 78)

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ لَا تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

            Dari Mu’adz bin Jabal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di sunia melainkan istri-istri suaminya dari kalangan bidadari di surga berkata, “engkau jangan menyakitinya, Allah melaknatmu, sesungguhnya ia (suami) di sisimu hanyalah tamu yang hampir-hampir meninggalkanmu dan pulang kepada kami”.(H.R.Ahmad)

Secara implisit hadis di atas juga mengajarkan kepada para wanita agar jangan sampai membuat suaminya tersakiti. Maknanya Tholabur Ridho/طَلَبُ الرِّضَى (mencari Ridho) adalah asas seluruh perlakuan Istri kepada suami.

Berdasarkan alas fikir ini, peristiwa-peristiwa rumah tangga Insya Allah bisa disikapi secara lebih tepat dan bijaksana yang lebih dekat dengan syariat yang diperintahkan Allah dan RasulNya.

Ketika terjadi  kesalahfahaman antara suami dengan sebagian kerabat istri, maka langkah pertama agar masalah tidak meruncing dan memanas adalah taatnya istri terhadap semua perintah dan pengaturan suami. Istri selalu berusaha mendapatkan ridha suami. Namun hal ini tidak bermakna istri “berkubu” suami dan memusuhi kerabat. Namun sekedar menjalankan perintah syara’ menaati suami dan mencari ridhanya seraya berusaha mendialogkan kesalahfahaman tersebut dengan tetapn menjaga Shilaturrahim. Jangan sampai istri memaki suami, memarahi apalagi merendahkannya. Karena hal tersebut terhitung dosa besar, bertentangan dengan perintah syara’ dan malah akan memperkeruh keadaan.

Bukankah ibu sendiri telah merasakan bahwa suami sungguh sayang pada ibu?bukankah beliau telah bersedia mengantar pergi, mengontrol kepulangan, mengkhawatirkan keselamatan, dll yang semuanya adalah diantara tanda betapa suami mencintai istri? Terhadap suami yang jahat dan zalim saja Syara’ masih memerintahkan taat, hormat, dan mencari ridhanya, bukankah suami yang mencintai, menyayangi, memanjakan, memperhatikan (sampai kadang-kadang menitikkan air mata) lebih punya alasan untuk ditaati, dihormati, dan dicari ridhanya?

Terakhir, perbanyaklah membaca doa berikut ini agar segala permasalahan dunia maupun akhirat lekas selesai;

صحيح مسلم (13/ 249)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa sebagai berikut: “ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan’AADZII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN “Ya Allah ya Tuhanku, benahilah untukku agamaku yang menjadi benteng urusanku; benahilah untukku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; benahilah untukku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan!” (H.R.Muslim)

Wallahua’lam.

About these ads

75 responses

  1. Penjelasan yang jelas dan detail, smoga Allah membalas sebagai amal shalih

      1. Assalamualakum ustadz,,sya anak pertama dari 2 bersaudara sya Seorang wanita yg mngkin baru beranjak Dewasa umur sya masih belum terfikir untuk nikah, sya baru berusia 20thun dan sya juga masih menempuh bangku kuliah… Begini ustadz sya dijodohkan oleh orang tua sya dengan seorang laki- laki yg umurnya sudah cukup sekitar 40thun sebaya hampir seperti umur ayah sya.. sya juga sudah melaksanakan pertunangan dg orang pilihan orang tua sya…
        tp sya sama skali tidak mencintainya ustadz smpai sya dibawah ke Orang- orang yg mgkin ahli agar sya bisa mencintai orang itu tp tetap saja sya tidak bisa menerimanya, tiap kali sebut saja (ali) datang ke rumah sya tidak pernah mau untuk menemuinya, sempat sya terfikir untuk mencoba untuk mencintainya tp hati sya tetap tidak bisa ustadz sampai akhirnya orang tua sya memukuli sya dan mengusir sya dan setelah itu sya pun memutuskan untuk meninggalkan rumah sudah hampir 1 blan sya meninggalkan rumah org tua sya tk ada yg peduli dan pada akhirnya waktu sya berangkat ke kampus sya di tunggu didepan gerbang kampus sya ustadz sya dipaksa pulang tangan saya di cakar sma bunda sampe telapak tangan sya berdarah ustad,,,saya wktu itu mempunyai seorang kekasih yg kerjanya di luar pulau dia tidak bisa pulang untuk membantu saya ustad dia hanya bisa kirim uang untuk keperluan sya saat sya berada di luar rumah waktu itu…
        sya amat teramat mencintainya ustadz,,selama 2thun ini kami berhubungan jarak jauh…
        setelah sya pulang kerumah tak ada yg memarahi sya tp tetap sja orang tua sya membawa sya ke paranormal yg mungkin lenih bisa merubah jalan pikiran sya tp tetap sja hati saya tak ada perubahan,,sya tetap pada pendirian sya…alasan sya tidak bisa mencintai ali krna sikap kasarnya ke sya ustad dia sering hampir mukul sya jika sya tidak bisa menjadi seperti apa yg dia mau,,dan dia juga selalu memamerkan ke kayaanya mungkin krna sya bukan orang mampu..
        sya kuliah sambil kerja ustadz,,sya bekerja sbagai seorang penyanyi yg berpindah pindah dari kampung ke kampung semua itu semata- mata hanya untuk biaya kuliah dan menghidupi keluarga sya,,pekerjaan ayah sya tidak cukup untuk membiayai sya kuliah…
        mngkin alasan mereka menjodohkn sya dengan orang itu krna dia terlahir dri keluarga kaya sehingga dalam pikiran mereka sya bisa bahagia hidup dg orang yg sama sekali tidak sya cintai,dan kalo memang ali mencintai sya seharusnya dia gak pernah mencoba untuk menyakiti saya ustad,,bukan sya egois tapi pada kenyataany dia selalu ingin memukuli sya bahkan ketika sya menangis ketika sya teriak waktu orang tua saya memukuli saya dia tiada peduli malah dia menyalahkan sya krna sya tidak mau denganya. sekarang sya harus gimana ustad sya tidak mungkin menghianati kekasih sya meskipun kekasih sya hanya seorang duda dan terlahir dri keluarga yg biasa..
        orang tua saya juga tau kalo sya berhubungan dengan kekasih sya itu samapi orang tua sya mendatangi kedua orang tua kekasih sya agar menyuruh kekasih sya untuk tidak menghubungi sya lagi tpi yg namanya jodoh mana biasa dipisahkan ustadz meski cacian makian telah diterima kekasih sya tpi kita tetap mempertahankan itu ustad…

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
        Wanita bebas memilih calon suaminya, tapi jangan pacaran. pacaran benar2 sangat berbahaya. Pacaran bisa dikatakan hampir selalu menyeret pelakunya ke perzinaan. Krn itu tak hentinya2nya sy mengingatkan para muda-mudi untuk meninggalkan pacaran, krn pacaran adl “sunnah”nya orng Barat, bukan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, para shahabat, para ulama dan orng2 shalih.
        Kemudian, mintalah kdp Allah sumber rizki yg lain. Krn menyanyi tdk baik bagi wanita.
        Fokuslah belajar dan dalamilah agama. Menolak perjodohan ortu tdk dosa, tp jagalah hubungan, jangan dg cara kasar. Wallahua’lam

  2. Assalamualakum ustadz, sy seorang ibu jg seorang wanita karir beranak 2, kebetulan baru seminggu melahirkan anak ke 2.Suami jg kerja di perbankan. Sudah beberapa bulan ini suami berselingkuh dgn teman kantornya, dan ini sdh jelas diketahui dn dipandang miring oleh teman2 kantornya hmpir di seluruh wilayah daerah itu dimana suami sy kerja di luar kota dan plg seminggu sekali kerumah.Semakin hari suami makin sering berbohong dan suka keluar malam smp plg subuh jika sedang plg libur ke rumah. Sementara di tempat kerjanya,suami bersma teman wanitanya sering jalan berdua.Selama ini sy tetap berpikir positif trhp kelakuan suami, akan tetapi gangguan pihak ketiga makin menjadi dn jelas wanita tsb sdh berani scr lgsung mnganggu rmh tngga kami. Hal ini sdh sampai pd batas kesabaran sy sbg istri jg sbg seorang ibu yg sedang hamil tua, karena perhatian suami kpd sy maupun anak yg sedang sakit sdh tdk ada.Akhirnya sy menghadap kepada kepala cabang kantor suami sy utk mencoba memohon mutasi suami sy ke kota kami dn sekaligus melapor gangguan pihak ketiga dlm hal ini tmn kantornya.Kemudian mereka di proses dn diinterogasi mngnai kebenaran hubungan mreka, tetapi keduanya mengaku hanya berteman dn di lain pihak wanita ini jg mengaku bhw suamiku yg tdk mw melepaskannya.lalu sy inisiatif mengajak suami mengajak suami utk berdiskusi dg kepala kantornya yg memang sngat dekat dg keluarga kami, apa yang dikehendaki oleh suami sy mengenai rmh tangga kami. Dari hasil pembicaraan suami mengaku salah dan berusaha memperbaiki kesalahannya asalkan sy mw mengklarifikasi laporan sy ke instansinya bhw benar2 tdk ada hubungan apa2 antara dia dn wanita tsb, dlm hal ini dia mau melindungi wanita tsb agar tdk dipecat.Sy iyakan syaratnya dg komitmen bahwa setelah pembicaraan malam itu,dia tidak akan berhubungan lg dg wanita tsb,suami menjawab dg ragu2 dn dia akan mncoba krn msh sbtas tmn kantor. Akhirnya tiba saat sy melahirkan sy minta suami utk menunggu saat persalinan dn menyaksikan perjuanganku utk melahirkan agar tergugah perasaannya kpdku krn wktu anak pertama dia cm mengandalkan orang tuanya utk menemaniku. Setelah melahirkan sy perhatikan gelagat suami belum jg berubah dn masih ada niat berbohong, kmdian sy menyadap telp suami dn terbukti dia janjian kembali utk bertemu dg wanita tsb pdhal alasannya mw kerumah tmnnya.Sy sngat kecewa sekali kmudian sy ungkapkan smw bhw kebohongannya tlh terungkap dg bukti yg nyata,tp tetap tdk mw mengakui. llu sy katakan bhw telpnya sdh sy sadap dn jelas bhw suami mengajak wanita tsb utk bertemu.Alasannya mw bertemu dg wanita tsb hnya untuk bercerita bgamana kondisi mreka masing2 skr, dan jika sy melarangnya utk bertemu dg wanita tsb malam itu,dia mengancam akan berbuat hal lbh gila jika dia di sdh di luar kota tmpatnya bekerja.Di sini sy sadar bhw suami sy telah jatuh cinta buta kpd wanita tsb..tapi dia juga tdk mw melepaskan sy krna kami msh tinggal dg org tuaku dn hanya rmh tsb tmpatnya utk plg beristirahat. Kemarin kami bertengkar hebat krn semua uneg2 sdh sy keluarkan scr langsung smpai sy tuntut mslsh tanggung jawabnya sbg suami dan ayah dr anak2 terutama perhatian dn komunikasi antar kami. Sy sdh ckup bersabar mengadapi ulah suami krn sudah 2 kali berselingkuh, yg pertama dulu dia mengaku dn tdk berhubungan lg, sy sdh maafkan dn cb memperbaiki apa yg kurang dlm hubungan kami sbg suami istri.tp ini yang kedua kali, suami sangat keras hati dan keras kepala,sdh bbrpa kali sy nasehati,ajak untuk jdi imam dn ingt akan masa depan rmh tangga kami.tapi smpai detik ini dia cm berpikir utk saat sekarang dn menikmati saat skr, sy merasa jiwa suami sy sangat kosong dan tanpa pegangan hidup krn hanya memikirkan kesenangan duniawi sj dn belum berpikir dewasa apalagi takut akan dosa dan maksiat..Sy selalu mendoakanya dlm setiap kesempatan baik shalat fardhu,shalat sunnah pagi dn malam,sllu berdzikir agar Allah SWT Membukakan pintu hati suami sy..Skr hatiku sngat sakit tetapi masih berusaha sabar dan berpikir rasional,sy yakin ada rahasia Allah dibalik ujian ini. Disini sy mohon petunjuk dari Ustadz apa yang harus sy perbuat lagi agar suami benar terbuka hatinya, krn dia sdh gampang sekali mengucapkan kita berpisah dlm keadaan marah entah dia tahu itu artinya talaq atw tidak, tetapi dia jg tdk mau meninggalkan rmh orang tuaku, dn beberapa kali sdh begini kami cm saling diam slama seminggu utk berpikir..lalu suami balik lgi sprt tdk trjadi apa-apa. Pak ustadz hati dn pikiranku sdh sngt lelah menghadapi ulah suami krn jika sdh baik sy ingin ada solusi mngenai hubungan kami apakah kmi msh hrus mempertahankan atau kami berpisah sja utk membuat dia sadar akan rasa kehilangan keluarganya…Mohon petunjuk dan boleh di balas dlm tanggapan ini.Terima kasih
    Wassalam..

    1. Mohon maaf ibu, baru sempat menengok blog.
      Sebelumnya saya berdoa Semoga duka yg dirasakan ibu menjadi sebab bertambahnya kedekatan ibu kepada Allah, bukan malah menjauhkan dariNya.
      Mencintai manusia memang akan banyak mendatangkan kecewa, sebaliknya barangsiapa mencintai Allah sepenuh hati maka, pasti Allah tidak akan mengecewakannya.

      Membaca persoalan ibu, kika memang benar demikian masalahnya, saat ini yang bisa saya sarankan adalah mengamalkan doa.
      Doa nabi yunus.
      perbanyaklah doa yang yang dibaca oleh Nabi Yunus berikut ini dalam keadaan berbaring, duduk, maupun berjalan. Terutama sekali di waktu sujud dalam shalat. Doa ini adalah doa yang jika dibaca maka orang yang kesusahan akan dilepaskan dari kesusahannya. Doanya berbunyi;
      لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ

      LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya)
      Riwayat doa ini ada dalam Sunan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi meriwayatkan;
      سنن الترمذى (11/ 410)
      عَنْ سَعْدٍ قَالَ
      قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

      dari Sa’d ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah; LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R.At-Tirmidzi)
      Doa kami dari kejauhan; mudah-mudahan segera dilepaskan dari kesusahannya. Amin.

      1. assalamu’alaikum ustadz

        nama saya riri ,saya mohon pendapatnya ustadz,,,,
        saat ini saya menjalin hubungan dengan seseorang laki laki yg masih berstatus suami orang lain,awalnya saya tidak mau menjalani hubngan denganya karna sayapun tidak mau merusak rumah tangga orang lain,lagipula disisi lain saya sudah memiliki seorang tunangan dan kami berencana akan menikah diakhir tahun ini,tapi laki laki yg saat ini bersama saya (aaf)trus mengejar saya dan trus memohon ,pada akhirnya saya mengetahui apa alasan mengapa aaf trus mengejar saya,ternyata sudah 6 bulan kebelakang kehidupan rumah tangganya sudah tidak bagus lagi,kebutuhan dan haknya sebagai seorang suami tidak pernah terpenuhi lagi dikarenakan istrinya sibuk bekerja.setelah mengetahui hal itu saya prihatin pada aaf ,pada saat itu aaf adalah atasan saya jd setiap hari kami selalu bertemu,hari semakin hari saya akrab dengan aaf ,tapi dibalik keakraban saya dengan aaf saya ada niat untuk mengembalikan keharmonisan rumah tangganya lagi dengan cara membuat istri aaf cemburu,tapi usaha saya gagal karna saat istrinya berhasil saya buat cemburu istri aaf malah bilang’ya sudah lagian perasaan saya ke kamu kalau nilainya itu 100 maka saat ini hanya tersisa 10 jadi terserah apa maumu’saya sedih mendengar itu karna ternyata memang istrinya tidak mencintai aaf lagi dan tidak menghargai aaf lagi,sejak saat itu saya semakin perhatian dengan aaf dan aaf pun sangat berterimakasih pada saya akan hal itu,tapi petaka bagi saya saat tunangan saya mengetahui perhatian saya pada aaf sudah berlebihan .karna merasa tidak terima akhirnya tunangan saya memutuskan untuk meninggalkan saya dan membatalkan semua rencana pernikahan kami :(,sejak saya dan tunangan saya berpisah aaf semakin dekat dengan saya,dan disaat saya mulai menerima aaf dengan tulus dan ada rasa ingin memiliki aaf tiba tiba istri aaf berontak dan mengatakan tidak ingin pisah,padahal 1 bulan yang lalu istrinya mau menggugat cerai aaf,tapi aaf tidak mau menerima istrinya lagi karna merasa tiak bisa lagi rumah tangga mereka diperbaiki dan aaf sudah merasa kecewa dengan istrinya,karna hal itu istri aaf menuduh saya lah penyebab kehancuran rumah tangganya,saya ingin meninggalkan aaf tapi saat ini saya dan aaf sdg menjalankan usaha kecil2an bersama sehingga tidak mungkin dari kami berdua ada yang pergi karna modl dari usaha tersebut murni patungan saya dan aaf,karna tidak bisa membuat kami berpisah istrinya aaf menyebar2kan saya dilingkungan saya sebagai wanita perusak rumah tangganya sampai sampai dia memperngaruhi keluarga aaf dan menjelek jelekkan saya didepan keluarga aaf sampai keluarga aaf mendatangi saya dan memaki maki saya,,,,saya tidak tau apa yang harus saya lakukan ustadz mohon pendapatnya karna saya sudah tidak sanggup menahan ini semua sendirian

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
        Yg paling tepat dan paling logis saat ini memang meninggalkan aaf. Lalu membuka lembaran hidup baru. Membina diri menjadi muslimah shalihah yg menjaga interaksi dg lelaki, menjaga kehormatan dan menjaga kesucian.
        Masalah uang modal usaha bisa dibicarakan bgmn cara pembagian modalnya.
        Seburuk2 kondisi yg mungkin terjadi, misalnya uang tdk kembali, maka terimalah dg ridha dg niat menghapus dosa.
        Rizki itu ditangan Allah. Sangat mudah bagi Allah mengembalikan harta kita dengan cara yg dikehendakiNya.
        Jk memang benar ceritanya demikian, maka apa yg mbak lakukan itu tidak benar.
        Mbak tdk tepat dijadikan tempat curhat. Tempat curhat seharusnya ulama yg berilmu yg bs dijadikan pedoman. Jk seorang pria beristri curhat kpd wanita lajang, tentu niatnya sdh wajar lg.
        Cara menyelesaikan masalah ada panduannya dlm islam. Rumah tangga yg mengalami masalah ada metodenya untuk menyelesaiakannya.
        Masih mending jk aaf curhat pd wanita, tp wanita yg dicurhati adl nenek2 yg memamah susur dan punya pengalaman yg banyak. Kita bs yakin niatnya memang minta nasihat.
        Masalahnya, yg dicurhati adl wanita muda, yg mungkin cantik, atau minimal menarik selera kelaki2annya. Mbak tahu sendirilah bgmn suasana hati lelaki dlm kondisi seperti itu.
        Akibat perbuatan yg tdk benar, maka wajr jk muncul masalah2 yg menyusahkan hati.
        Jd sekali lg.
        Tinggalkan lelaki itu. Buka lembaran hidup baru. Taubatlah. Dan jadilah wanita yg shalihah. Wallahua’lam

  3. Assalamualaikum Pak Ustadz, Alhamdulillah selama ini sy sdh mengamalkan doa tsb disertai dg zikir dan yaasin walaupun saat ini sy sdg nifas…3 hari yg lalu saat dini hari suami saya menelpon dn mengatakan ia tdk ingin berpisah dg sy dn meminta maaf kpd sy ats perbuatannya, ia ingin memperbaiki hubungan kami yg ia rasa sdh tdk sprt wktu pcaran dulu dlm arti ia ingin merasa cemburu kpd sy dn rasa cintanya kembali bergairah kpd sy..tp sy mengatakan ingin berpisah sj dri dia krn sdh tdk tahan dg perbuatannya kpd sy yg sdh sgt menyakitkan hatiku bgtu jg dg hati ibuku yg sngt kecewa dg perbuatanny kpd sy krn berdampak pd anak2 kami yg msh kecil..krn sy slm ini hnya bgtu mmprhatikan sgla kebutuhan suami pdhal suami tdk memperhatikan sy dn anak2..Skr sy bingung menghadapi masalah ini krn ibuku sdh tdk bs membantu lgi walaupun skdar sy hny bertanya krn sdh terlnjur kecewa dg mslah rmh tangga kami..

    Sampai hari ini setiap subuh suami sllu menelponku skedar menanyakan kbr anak2 dn ingin memperbaki hub. kami…tapi yg ingin sy tanyakan bagaimana dg kata2 pisah dn cerai yg selama ini suami katakan kpd sy setiap kli bertengkar, dn bbrp kali kmi kembali lg sbg suami istri, tp kata ia ingin menceraikan sy kembali terulang pd saat pertengkaran terakhir kami minggu lalu. Suami sdh mengisi smw pakaiannya dlm koper tp tdk membawanya pd saat meninggalkan rmh utk ketempat kerjanya…krn sy tau dia pasti akan berpikir kmbali ats pertengkaran kmi kmdian akan meminta maaf lg..Sy telah membaca berbagai artikel dlm blog mngenai rujuk dn cerai walaupun dg kata2 suami, tapi bgmana dg suami yg tidak paham akan hukum rujuk,cerai dlm pernikahan..ia msh menganggap pernikahan kami sprti pacaran sj yg bgtu gmpang utk berkata berpisah saja tetapi akan baik kembali setelah ia meminta maaf..Saya takut akan dosa krn ketidaktahuan kami akan talaq dn rujuk yg bgtu gmpang oleh kata-kata..

    Mohon solusinya bgmanakah kondisi rmh tangga kmi sbnarnya, apakah sdh otomatis trjadi talaq dg kata2 cerai atau pisah yg selama ini sdh bbrpa kali suami katakan dn kmudian hnya bbrpa hari kmi slg berpikir kmdian baikan lgi..Mohon petunjuk …Wassalam.

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      benar, yang harus hati2 sekali adalah terkait dengan lafadz talak suami.
      karena jika dilanggar akibat ketidah tahuan, konsekuensinya hubungan suami istri atau pembukaannya bisa terhitung dosa bahkan zina.
      coba ibu baca dulu artikel2 dalam blog ini seputar talak dan juga jawaban2 sy terhadap komentar2 dibawahnya.

      terutama pada link;

      http://abuhauramuafa.wordpress.com/2012/05/05/menafsirkan-lafadz-talak-suami/

      http://abuhauramuafa.wordpress.com/2012/04/27/hukum-talak-muallaq-talak-tergantung/

      http://abuhauramuafa.wordpress.com/2012/05/10/tata-cara-rujuk-dalam-islam/

      ibu bisa memeriksa kira2 yg pernah diucapkan suami yg mana.
      jika msh ada kebingungan, ibu bisa menjelaskan lebih detail ucapan2 yg telah dilakukan suami lengkap dengan data waktu kejadiannya. agar sy bs memahami situasinya lebih baik.

  4. Assalamualaikum Pak Ustadz, seingat sy yg pertama waktu suami mengaku selingkuh yg pertama kali dia berkata “kita pisah saja ya?” tp sy jwab sy tdk mau krn udh ad anak..dan dia mnta wktu berpikir slm 1 bln utk memilih sy atau pacarnya,dmna akhirnya kmi bersatu lagi dn dia meninggalkan pacarnya…yang kedua saat dia ingin pergi ke bali bersama tmna2nya tp sy tdk mengizinkannya krn sy sdg hamil tua dan dia shrusnya brpikir utamakan keluarga drpda bersenang2 dg temannya..akhirnya ia mengatakn ‘kita pisah saja” llu sy blng iya klw mmg dia ttp ingin prgi ke bali, jd plg dr bali jgn brtemu dg sy dan anaknya lg nnt…kmudian kmi tdk slng bcra atw komunikasi slma 4 hri dn tiba2 dia dtg ke kntorku brsma anakku dn menjemputku makan siang…kmdian dia kmbali lg ke rumah, stlah kmi shalat jamaah brsma sy jlaskan jng prnh smbrngan mngucapkan kata2 pisah atw cerai kepd istri krn akan jth talaq,lalu sy mengajarkannya mngucapkan kata mengajak rujuk kpd sy jika dia mmg msh mw brsmaku..kmdian yg ketiga dia ucapkan saat pertengkaran kami krn dia sdh berbohong dan berselingkuh lg dg tmn kantornya..dn itu ketahuan oleh sya…dia mrsa sy mata-matai dan awasi gerak geriknya shg tdk bbs bergaul dg sp sj..tp intinya sy melakukan itu krn bbrpa bln trkhir suami sdh srg berbohong dn tdk plg krmh aplg saat anak2 sakit..bhkn jk waktunya plg krmh krn dia krja diluar kota, mlm minggu sllu di habiskan brsma pacarnya..dn sllu plg dini hari..saat prtngkaran itu dia mngatakan kpd sy “kw mau cerai? ayo klw mau cerai…” sy mngtakan iya sy ingin berpisah sj krna dia sdh tdk bs dipercaya dn sdh mnkhianati cintaku, aplgi org tuaku sdh kcewa akan sikapnya krn sdh menyia-nyiakan sy dn anak2…kmdian 2 hr kmdian suami menelpon dn meminta maaf dn ingin kembali kpd sy…..sy bngung bgmn ya hukumnya Pak Ustadz?

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah.
      ucapan yg pertama; “kita pisah saja ya?” belum termasuk talak, karena baru bertanya dan menawari.
      ucapan yg kedua; ‘kita pisah saja” sudah termasuk talak, jadi sdh jatuh talak satu.
      jk sudah mengucapkan kata rujuk berarti sudah sah lagi menajdi suami istri.
      ucapan yg ketiga; “kw mau cerai? ayo klw mau cerai…” ini seperti ucapan yg pertama.
      patut diketahui, talak tdk tergantung persetujuan istri, cukup keputusan tegas suami.
      jadi itu yg perlu diperhatikan.

  5. asalamualikum pak ustad sya mau nanya sya d madu oleh suami sya tp sya trma yg sya tdk trma dr suami sya it knpa dia gk mau terbuka sdang yg sya tau istri yh sdang hamil knp dia blng kalo istri yh gk hamil sbnr yh ap yg dia mau dari sya,sya mhon solusi yh dr pak ustad wasalam

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      Ibu, lebih baik sibuk memikirkan upaya mendekat dengan Allah daripada meresahkan sesuatu yg belum tentu kita dapatkan.
      barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan mempeerbaiki hubungannya dengan manusia.
      Wallahua’lam.

  6. assalamualaikum, ustadz saya mohon doa nya saat ini saya sedang menghadapi sebuah masalah, suami sya menceraikan saya pd saat saya sdang nifas baru melahirkan anak kami yg pertama, alasannya adalah karena beliau tersinggung dengan ucapan orangtua saya bahwa ketika saya hamil saya kurang banyak vitamin, secara pribadi saya telah meminta maaf dan saya beserta keluarga saya telah meminta maaf kpada kluarganya tp sampai saat ini mereka msih dendam tidak mau memaafkan. apa yg sebaiknya saya lakukan selama 3 bulan saya bertahajud teteapi Allah belum memberikan jawaban suami saya orangnya keras hati ustadz, dan yg sy tau cerai saat istri nifas hukumnya haram, akan tetapi suami sy telah menyerahkan sy kpd orgtua saya, mohon doanya uistadz agar saya dan anak sy yg msih brusia 3 bln dberi kekuatan dan yg terbaik

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah..
      Subhanallah.. inggih ibu, saya ikut berdoa.. semoga ibu senantiasa diberi ketabahan, dan segera dilepaskan dari kesusahan..Allah akan memberi yang terbaik, Insya Allah..

      1. aamiin terima kasih banyak ustadz, mohon doanya.

  7. assalamualaikum warahmatullah… usadz maaf sya brtanya lg, apakah yg dilakukan suami sy dan kluargany tsb adalah termasuk zolim, dan bagaimana doanya agar hati saya tenang ustadz? trimaksh bnyak ustadz

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh. suami tdk zalim, krn talak adl haknya. cuman suami berdosa krn mentalak dimasa nifas. keluarganya tdk ada sangkut paut. namun jk memprovokasi agar cerai memang bs termasuk kezaliman.
      doanya adalah minta ketabahan: “Allahumma afrigh ‘alayya shobron” (ya Allah, tuangkanlah ketabahan pada hatiku). bacalah setiap kali rasa sedih itu datang.

  8. iya ustadz, suami sy tidak menengok atau paling tdk menanyakan kabar anaknya ustadz seperti dibuang begitu saja ustadz bagaimana itu ustadz

    1. itu yg tdk benar. anak adl kewajiban suami sampai baligh, meski sdh cerai.

  9. apakah itu zolim ustadz kpd anak, dan sampai saat ini sdh 4bln suami sy tdk mau mngurus surat cerai dgn alasan ga mau ktemu lawan ulun..sperti menggantung ustadz dan orangtuanya jg begitu tidak mau menengok atau menanyakan cucunya, mreka mmutuskan slaturahmi ustadz. apa yg sbaiknya hrus sy lakukan ustadz,

    1. sepertinya yg paling mungkin saat ini adl banyak berdoa dan bersedekah. mudah2an ada keajaiban.

  10. aaamiin.. terimakasih banyak ustadz atas penjelasannya selama ini… saya mohon bantuan doa dari ustadz

  11. Assalamu ‘alaikum udstad,dulu saya sering mendzalimi istri saya,sy sering minta pisah,nyuruh dia pulang kerumahx,bhkn pernh aq sakiti badanx,terlebih lagi ketika aq pux selingkuhan tambh menjadi2 aq,menghinanya,mengumpatnya,mengusirnya,tapi istriku tetap sabar dan tabah trhdp perlakuanku,dia terus mndoakanku,hingga skarang semuanya sdh berubh udstdz,aq bgt menyayangi istri dan anakku,alhmdulillah shalat 5 waktu pun tdk prnh kami tinggalkn,kami trus saling mengingatkn dlm kebaikan dlm mencari ridho Allah Swt.yg jd pikiran aq,masihkh kami sah sebagai suami istri ?,mengingat seringx aq dulu mengucapkn kata pisah,mengusir dia,nyuruh pulang ke orang tuax,dan apa yg harus kami lakukan..mohon jawabanx udstadz,waalaikum salam.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Jik pernah mengucapkan kata “aku cerai kamu” atau “pulang sana ke rumah orang tuamu” atau yg semakna dngan ini, maka itu dihitung talak. Jika sampai tiga kali maka tdk boleh rujuk lagi sblm istri menikah dg pria lain dg pernikahan wajar/bukan sandiwara, lalu dicerai dg wajar juga.
      Jika ucapannya ” aku ingin pisah” atau “aku ingin cerai”, atau yg semakna dengannya mk ini belum dihitung cerai, krn masih rencana.
      Jk lupa bagaimana persisnya ucapan, mk semoga Allah mengampuni dan bapak tetap sah saat ini menjadi suami istri.
      Dan berhati2lah sesudah hari ini dg ucapan apapun yg bermakna talak. Wallahua’lam

  12. Saya terlahir sebagai seorang wanita muslim dan mengalami perceraian karena mantan suami (muslim yang memiliki group muslim garis keras) melakukan KDRT kepada saya dan anak2 serta memilih perceraian karena mantan suami selalu berniat poligami dan selalu berselingkuh dan jajan. Saat ini anak-anak saya juga diambil dengan jalan dibeli dengan uang. Kewajiban sebagai mantan suami tidak dijalankan dan tidak ada harta gono gini yang diberikan kepada saya dari harta yang berlimpah. Semua habis.Dan janji-janjinya mengenai pemenuhan ekonomi untuk saya sebagai mantan istri hanya sebatas janji. Saya berjuang tanpa uang menghidupi anak- anak selama mantan menikah dengan selingkuhan yang merusak rumah tangga saya. Saat ini mantan suami telah kaya raya dan anak-anak dibeli dengan uang dan pekerjaan. Anak-anak bisa hidup mewah sementara saya hidup susah. Anak-anak dipaksa ketemu dengan wanita perusak rumah tangga saya dengan dalih sebagai ibu tiri mereka. Hal ini tidak bisa saya tolerir. Saya tidak masalah anak-anak bertemu dengan ayahnya tetapi saya tidak perbolehkan anak-anak menemui wanita tersebut. (Sampai saya tinggalkan rumah saya sebagai tempat ayah anak bertemu) Anak-anak tidak berani bilang ke ayahnya karena sudah terbeli dengan uang. Saya memilih untuk tidak ada hubungan dengan anak-anak lagi karena mereka memilih uang daripada ibu mereka sendiri. Sejak perceraian dan ketidakadilan yang saya rasakan selama menikah dan pasca cerai, saya tidak beragama. Agama Islam saya rasakan tidak sejalan dengan nurani saya. Dua tahun setelah perceraian saya mempunyai hubungan dengan suami orang yang beragama muslim. Saya sangat cinta dia. Keluarga mereka bermasalah besar dan ditambah lagi dengan karena kehadiran saya, mereka sepakat cerai. Padahal saya tidak pernah setuju mereka bercerai dan saya ingin mereka memperbaiki keluarganya dan apabila saya harus pergi dari keadaan ini saya harus siap. Dan perceraian tetap terjadi. Setelah bercerai laki-laki tadi minta saya menjadi istrinya. Saat ini kami hidup bersama tanpa ikatan agama. Untuk ketenangan jiwa saya yang terus gundah saya mulai menjalankan sholat dan berdoa dengan cara Kristiani .walaupun hati saya takut dengan keislaman dan juga belum mantap di kekristenan. Pertimbangan saya ragu untuk menjadi istrinya adalah hukum merusak rumah tangga orang yang saya baca di media dan apakah pernikahan saya dan dia adalah kedzaliman bagi keluarga mereka. Mohon pencerahan. Apakah menikah jalan terbaik atau justru menambah masalah baru Terima kasih

    1. Ibu, merusak rumah tangga adalah dosa besar.
      Perbuatan beribadah dengan agama nasrani adalah kesalahan terbesar dan paling fatal.
      Jika Allah tidak melindungi, merahmati dan menyayangi, itu bisa menyeret kepada kesengsaraan yang terus menerus, bahkan setelah mati nanti.
      Pakailah sudut pandang “mencari Allah” ketika menghadapi masalah hidup.
      Jangan sudut pandang “bagaimana membuat diri menjadi nyaman”
      Siapa yang “mencari” Allah, maka Dia akan “menemuinya”, dan akan diberi kebahagiaan dunia melebihi apa yang diangankan.
      Taubat adalah program utama ibu saat ini.
      Taubat membersihkan diri, mensucikan jiwa dari segala dosa dan kesalahan.
      Carilah guru yang benar dalam islam.
      Yang Fakih (benar2 mengerti agama), zuhud (tidak cinta dunia), dan shalih

  13. ass. P ustad sya mnikah sdh 2thn.di awal prnkahn smpai skarang rmah tngga kami selalu di cmpuri oleh mertua dan kakak ipar sya,awalnya sya cma mkir ya udhlah mgkin mmg lebh baik klo dbmbing org tua..tp lma2 k jdi trlalu msuk rmahtgga kami..bahkn msalah uang sja tdak bleh dbrikan kpda sya.alasnnya ada sya br0s,sya g bsa pgang uang,cma bsa f0ya2..y sdh sya bsa trima slma 2thn uang slalu suami yg pgang.bahkan uang gaji saya suami yg pgang.kan hrusnya mslah keuangan istri yg ngtur..skrg q dh g prnah ja2n,bli2,jlan2 jd q blg sm suami klo q brhak mengatur keuangn pda awlnya suami memberikan upah gji kpd q,wlaw cma dkasih 50rb untk smggu q snag skali..q sdh brsykur..tp lma2 gk dksh lg..kan p0sisi ka2k iparq lg hmil..suamiq nyuruh q mw tggal dstu q nurut aja..tp pas dstu q pgen plg pgen liat keadaan rmah kan ibukq nkah lg jdi cma ada q suami dan adik2..tp sma skali g dblehkan,mlah kakak iparq ska blg kalau kluargaq brantakan kelaparn…dstu q cma bsa dngerin hinaannya..lalu pas dkmar q blg sma suami pgen plg pgn liat rumah smpai q nangis klo g nangis g d blehin,suamiku mau plg pas mw pmitan sma ibux sma kaka ipar mlah pda marah pda prgi.lalu kami plg nah pas smpai rumah kaka ipar suami sms isinya menjlek2n q..q g pntez jd istri dan blg klaw smua kluarga dstu g ad yg stju..si kakak slalu blg sma suami untk nggalin q,,sruh blik m ibuxnya lg..pdhal q g prnh sruh suamiq drhaka wlau tggl dsni q g prnh lrang k tmpat ibuxnya bhkan stiap mggu kmi slalu dtg..p ustad gmana msalah kakak dan mrtua yg slalu ikut cmpur smpai mengingin kami brcerai

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Mencampuri urusn rumah tangga orng lain adalh kezaliman, kemungkaran, dan dosa. Apalagi berusaha memisahkan, itu termasuk dosa besar, perbuatan tukang sihir dan program utama Iblis. Maslah ini intinya pad suami. Jk suami mau tegas dan melarang semua orng mencampuri urusan rumah tangganya, mk semua urusan selesai. Jk suami lembek, maka selama itu pula maslah akan selalu ada. Wallahua’lam

  14. assalam..
    Maaf p.Ustad mw tnya kluarga sy skrg sdn karam awalx ad pihak k tiga dr ipar sy.Dy slu nyuruh suami sy krumahx trz sdgkn suamix pergi k jkarta tentux sy pnx prsaan curiga pd kakak ipar sndiri tp dsmping tu sy perlu bantuan suami jg krn tiap hari kakak iparx tidak henti sms suamiq akhirx sy sms kakak iparx tu jgn trllu sring nyuruh suami krn suamiq pnx kluarga jg tp kakak iprx malh telp suami sy kl sy sms dy trs suamiq lgsung marah sm q ddpan ibu sya dy blang q lbh baik mlih kuarga dr pd sy istrix. Dy trz pergi mnggat dr sni smp sbulan skrg blm pulng.sdgkn sy sdh mnta maaf kpd suami sy.apa skrg yg hrs sy lakukn pak ustad? mhon pencerahanx..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Datanglah ke ibu/ortu suami. Bicaralah baik2 dan ceritakan kejadiannya apa adanya. Minta maaflah jk memang merasa bersalah. Mintalah bantuan agar membenahi urusan rumah tangga putranya. Semoga dimudahkan. Wallahua’lam

  15. assalam… ustad saya wanita usia 32 th. sudah 5 tahun menikah dan dikaruniai anak satu dan insyaalah akan bertambah satu lagi. hubungan saya dgn suami awalnya baik baik saja, hingga kehamilan saya yg kedua. Saya menyuruh suami untuk bekerja, karena selama ini suami hanya membantu sedikit sedikit usaha saya. Saya mengatakan sedikit karena dari waktu bekerja saya yg dr jam 7 sampai jam 5, suami hanya membantu paling lama 2 jam selanjutnya sisa waktu dia habiskan dirumah orang tuanya.

    ketika saya mengungkapkan keinginan sy agar dia bekerja yg ternyata tidak membuahkan hasil juga… akhirnya saya mencoba berbicara dgn ibu mertua dgn maksud supaya beliau menasihati suami akan kewajibannya, Namun ternyata ibu mertua malah mengadu domba sy dgn suami. Dan justru menyuruh suami bekerja membantu dia saja.

    Setelah peristiwa itu terus terang sy jadi mati rasa terhadap ibu mertua. Rasanya malas sekali utk bertemu dgnnya.
    Sekarang pun suami masih tiap hari disana. padahal dr dia membantu ortunya itu tdk pernah memberi saya nafkah.

    Tolong ustad apa yg harus sy lakukan agar suami menyadri kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Bahwa ada istri dan anak yg harus dia fikirkan juga selain ortunya.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Berat memang posisi ibu.
      Tp ini hrs difahami sebgaai cobaan hidup yg hrs tegar dihadapi.
      Mungkin diantara saran yg bs dicoba; mengajak suami mengundang ustadz di derah tersebut untuk dimintai konsultasi secara rahasia. Mudah2an dengan pertemuan 6 mata, hati suami bs tergugah akan kewajibannya. Wallahua’lam

  16. Assalamualaikum wr.wb

    Maaf ustad, saya mau tanya dengan ustad masalah Troublematika di dalam rumah tangga saya. Saya nikah pada tanggal 12 Januari tahun 2012. Pernikahan saya direstui oleh kedua oranag tua masing-masing. Dan selama kami nikah itu tidak ada masalah sama sekali dan saya sangat bahagia dan senang. Waktu sebelum menikah saya mempunyai persetujuan bahwa “siapa yg mau keluar kerjaan” kalau sudah meniikah dan sah menjadi suami istri. Waktu itu sebelum nikah saya sudah bekerja di kampung sendiri di jawa tengah dan calon istri juga sudah bekerja di bandung (Dia Asli bandung). Waktu pas hari H nya kami nikah istri ternyata sudah memutuskan keluar dari kerjaan nya dan ikut suami di jawa tengah. Selama itu istri ikut di jawa hampir 3 bulan lebih. Waktu sehabis nikah beberap hari kemudian saya bebincang-bincang dengan istri bahwa saya menginginkan punya keturunan secepatnya, tapi istri menjawab dia tidak mau / di pending terlebih dahulu 1 thn. Dan saya langsung jawab ke istri saya tidak mau dipending untuk mempunyai keturunan, karena saya mempunyai alasan sendiri bahwa perempuan kalau usia sudah kepala 30 susah mendapatkan keturunan. Waktu itu istri usia nikah 30 ke atas dan saya usia 33 keatas. Langsung saya jawab kembali begini aja masalah dapat keturunan ato tidak itu masalah ke hendak ALLAH SWT, kita serahkan aja kepadanya. Di kasih kepercayaan ya Alhamdulillah dan kalau tidak ya kita berusaha dan berdoa. Tetapi ternyata Allah mengkabulkan doa saya terkabul kan lah doa ku untuk mendapatkan keturunan. Dan istri menerima-nya. Ustad selama istri belum hamil dan ikut dengan saya di jawa istri minta pisah rumah dari mertua (Ibu saya) dan ingin kontrak rumah sendiri dan saya tadinya tidak mau diturutin karena kita baru saja menikah dan berjalan 1 bln, dan saya coba cari-cari info kontrakan rumah ke temen dalam waktu 1 bln, 2 bln ternyata tidak dapat-dapat dan tidak cocok dengan harga nya dan saya juga ada alasan untuk dipending mengkontrak rumah karena istri selalu ingat ama kedua orang tuanya. Saya jadi serba binggung kalau pun saya jadi ngontrak lalu istri tidak betah karena masih ingat ama kedua orang tuanya kalau sakit siapa yg ngurus. Beberapa bulan kemudian istri minta pulang ke Bandung kerumah katanya kangen ama orang tuanya, lalu saya ijinkan untuk istri pulang ke rumah dan saya antarkan istri pulang ke Bandung. Beberapa hari kemudian saya mendapatkan kabar bahwa istri positif Hamil dan saya merasa senang dan bahagia karena istri hamil. Setelah itu saya mempunyai pikiran bahwa kalau perempuan hamil pasti ingin dekat ama orang tua nya sendiri. Waktu itu istri pulang pertengahan bulan April dan tahun 2012. selama istri hamil tidak ada masalah sama sekali tetapi setelah istri melahirkan beberapa bulan kemudian terjadilah gejolak di dalam rumah tangga ku diantaranya seperti ini Ustad permasalahan awalnya :

    1. Istri ingin punya rumah sendiri sehabis nikah, karena istri lihat teman nya waktu
    sehabis nikah langsung di boyong kerumah baru nya, waktu itu saya bilangin dan
    jawab ya nanti dan sabar nama nya juga kita baru nikah.dan kalau temen langsung
    punya rumah itu tergantung orang tua laki-laki itu kaya ato tidak, kalau kaya ya
    wajar dan kalau tidak ya tidak mungkin langsung punya rumah. Lalu istri memahami
    nya ucapan ku itu.

    2. Istri tidak mau ingin punya anak secepatnya, ingin nya di pending 1 thn. Lalu saya
    langsung jawab, masalah dapat ato tidak itu tergantung dari Allah SWT. Lalu Istri
    menyadarinya.

    3. Masalah penghasilan ku setiap bulan nya, sepertinya istri tidak mensyukurinya
    (kurang). Ustad, saya seorang Guru Honorer SMK di sekolahan swasta, saya sudah
    mengajar hampir 5 tahun di daerah kampung sendiri (Jawa Tengah). Ustad saya
    mendapatkan gaji itu sekitar 850 Ribu per bln dan istri saya kasih 600 Rb dalam
    setiap saya gajian kadang lebih dan sisa nya saya pegang untuk keperluan saya
    untuk beli Bensin dan menservice sepeda motor yang saya pakai untuk beraktifitas
    mencari nafkah. Lalu istri bisa memahami.

    4. Istri ingin pisah dari mertua (Ibu saya) supaya mandiri, dan saya turutin untuk
    mencari kontrakan rumah, tapi selama saya cari kontrakan rumah istri selalu bilang
    kangen ama orang tua-nya dan saya jadi binggung. Apabila saya mandapatkan
    kontrakan takutnya istri tidak betah dan ingin pulang, dan istri pernah bilang ke
    saya kalau orang tua sakit siapa yang ngurus dan menjaga nya. Lalu saya jawab ya,
    kalau orang tua sakit ya silakan pulang dan tengok.

    5. Beberapa bulan kemudian persisnya di bulan April istri minta pulang, katanya
    kangen ama orang tua nya dan saya kasih ijin untuk pulang. Dan saya anter istri
    pulang kerumah (Bandung Jawa Barat). Selama itu saya selalu komunikasi gimana
    perkembangan-nya? POSITIF apa TIDAK (Hamil), lalu istri kasih kabar yang
    menggembirakan saya bahwa istri positif hamil. Lalu saya mengucapkan
    Alhamdulillah istri ku hamil, hati saya sangat senang karena mempunyai keturunan.
    Selama hamil saya mempunyai pendapat bahwa seorang perempuan yg sedang
    hamil selalu ingin deket ama orang tua-nya. Dan saya membiarkan istri di Bandung
    ama orang tuanya, dan saya selalu berkomunikasi terus. Bebrapa bulan kemudian
    yg di tunggu-tunggu terwujudlah istri saya melahirkan seorang anak perempuan yg
    cantik pada tanggal 13 Bulan Januari 2013 hari Minggu jam 17:58 WIB.Ustad ini kado
    ultah pernikahan ku 1 thn jalan yang terindah buat rumah tangga ku yg baru di bina.
    Ustad sayang nya saya tidak mendapainggi istri melahirkan karena posisi saya ada
    di Jawa Tengah. Waktu itu istri ku sebelum melahirkan dia kasih kabar bahwa hari ini
    Waktu nya kontrol kandungan (periksa ke Bidan), lalu istri kasih kabar lagi harus
    menginap sudah waktunya untuk melahirkan, lalu saya panik dan binggung sebab
    saya posisi sedang ada di jawa tengah, langsung saya siap-siap pergi ke bandung
    dan saya sampai di bandung sekitar jam 23:55 WIB. Kemudian saya jam 00:30
    langsung ke Rumah bersalin untuk menegok istri dan anakku. Alhamdullilah Istri dan
    anakku sehat walafiat. Dan istri minta saya ngendong anak, tapi saya tidak mau
    sebab ada alasan-nya takut KECETIT namanya juga anak baru lahir kan masih rawan.
    Tadi-nya istri marah tapi istri juga menyadarinya. Ustad setiap Bulan saya selalu
    pulang ke Bandung untuk meneggok istri dan anak. Dan setiap bulan saya selalu
    menafkahinya (Transfer uang).

    6. Beberapa bulan kemudian persisnya bulan Mei saya pulang dan saya menginginkan
    Hubungan Intim, tapi istri menolak-nya dan saya memahaminya (Berarti istri lagi
    tidak gairah ato nyaman). Lalu kemudian hari nya saya pulang di karenakan aktifitas
    saya sehari-harinya di Jawa Tengah untuk mengajar. Beberapa bulan kemudian saya
    pulang lagi ke bandung dan beberapa harinya saya meminta lagi ke istri untuk
    Hubungan Intim, istri tetap tidak mau, lalu saya diem dan tidak di permasalahkannya.
    Beberapa bulan kemudian setiap saya pulang, saya selalu minta tapi istri selalu
    menolaknya sampai saya berfikir ada apa di balik ini semuanya, kenapa istri menolak
    untuk hubungan intim. Sudah 4 bulan (4x) nya istri menolak untuk hubungan intim,
    dan persisnya di akhir bulan Agustus saya meminta ke 5 x nya tetapi istri menolak
    nya sampai hati saya sakit, kenapa istri selalu menolaknya padahal itri tidak ada
    halangan apapun dan selalu sholat 5 waktu setiap harinya. Sampai akhirnya saya
    marah dan mengucapkan ”TERNYATA SAYA SALAH PILIH” Langsung saya tidur dan
    didalam hati saya marah banget dan tidak saya tidak terima seperti ini, lalu besok
    nya saya pulang. Ustad, apa ucapan ku itu sama aja dengan ucapan cerai atau talak?
    Dalam hati saya sebenranya ucapanku itu untuk menyadarkan istri kenapa suami
    bilang seperti itu. Kalau istri yg sholeha pasti memahami apa hukumnya kalau istri
    menolak hubungan intim dengan suami. Bulan berikutnya saya datang lagi dan coba
    meminta lagi, ehh… ternyata tetap sama istri menolaknya. Dan setiap bulan-nya saya
    pulang dan saya selalu minta tapi istri tidak mau, sampai muncaklah kemarahanku
    ke istri waktu saya meminta hubungan intim persisi nya di bulan November hari
    malam Jumat jam 00.30, muncaklah kemarahan ku ke istri karena tidak mau untuk
    hubungan intim. Sampai saya terkejut dan sakit banget istri menolak waktu saya
    ingin menciumnya dan istri menjauhi sambil ngucap saya sudah tidak ada rasa lagi
    untuk hubungan intim. Langsung saya bilang ya sudah kita selesaikan sekarang
    juga dengan orang tua istri. Setelah saya mengutarakan permasalahan dari A – Z
    (Istri tidak mau melayani suami lagi dalam hubungan intim) ke orang tuanya istri,
    langsung orang tua terkejut.kenapa baru sekarang di utarakan. Langsung saja saya
    bilang ” tadi-nya saya mau menyelesaikan kita berdua, ternyata tidak bisa di selesai
    kan berdua. Saya utarakan semuanya ke mertua dari A- Z, dan orang tua tidak bisa
    memberikan solusi yg baik, malah kasih solusi yg tidak baik ” menyuruh saya pisah
    (Bercerai) ”. Langsung saya jawab saya tidak mau berpisah atau pun bercerai
    dengan istri, dikarenakan saya sangat mencintainya dan sekarang sudah
    mempunyai keturunan dari darah daging saya (Anak Perempuan) kasihan nanti
    besarnya gimana. Lalu saya bilang ke Mertua, Bapak dan Ibu pasti tahu dan
    memahami apa hukumnya istri menolak hubungan Intim dengan suaminya? Lalu
    saya kasih tau, DOSA BESAR dan malam itu juga 1000 malaikat turun kebumi untuk
    melaknat istri tersebut di karenakan menolak ajakan suami.Terus tidak ada solusi yg
    baik dari orang tua istri dan lalu keluarlah istri dari kamar sambil bilang ”Katanya
    salah pilih” , Langsung saya jawab, iya… karena saya menginginkan istri yg sholeha
    dan penurut sama suami, tidak seperti ini. Sampai akhirnya tidak ada solusi juga
    sama sekali dari pihak orang tua dan istri, dari pihak istri ingin-nya pisah (Cerai),
    saya langsung bilang saya tidak akan melepaskan istri atau Bercerai. Terus dari
    orang tua istri mendesak terus untuk berpisah, langsung saya jawab dengan tegas
    sampai kapanpun saya tidak akan berpisah dengan istri dan anak ku, kasihan nanti
    anak ku besar gi mana ? Dengan berat hati dan membaca Bismilla, sampai saya
    mengucap ke Orang tua dan istri kalau istri membutuhkan tanda tangan saya, ”saya
    minta 100 juta” baru saya tanda tangani. Saya meminta seperti itu sejujurnya saya
    tidak untuk mengancam cuman supaya istri dan pihak keluarga perempuan untuk
    berfikir dan tidak mendesak saya untuk berpisah (Bercerai). Salah ku apa, kenapa
    istri minta pisah. Padahal setiap bulan saya selalu menafkahi dan saya juga tidak
    berbuat macam-macam. Ustad apakah saya minta 100 juta itu termasuk sudah
    dikatakan cerai atau Talak ? Lihat permasalahan awalnya gimana dulu. Ustad,
    sampai detik ini istri ku selalu menjauhi dan mendiamkan ku kalau saya datang ke
    bandung untuk menengok anak ku. Dan semua keluarga menjauhi ku. Tapi
    Alhamdulillah Ustad setiap bulan saya selalu menafkahi (Mentransfer Uang) untuk
    kebutuhan Istri dan anakku. Walau pun istri selalu bilang Terimakasih kirimannya,
    buat dede. Alhamdullah dedeh sehat dan baik2. Salam Buat Ibu. Setiap saya kirim
    selalu istri bilang seperti itu. Dan saya selalu meminta maaf dan kasihlah
    kesempatan untuk ayah Bun, untuk memperbaikinya. Tapi istri tetap tidak mau dan
    bilang sudah tidak ada kecocok lagi.

    7. Ustad saya mau tanya lagi pernah Mertua (Bapak) bilang seperti ini ustad, dia
    pernah menyuruh saya untuk melepaskan istri (Cerai) dan kamu bebas cari
    perempuan lain dan kalau saya tidak melepaskan istri (Cerai) katanya saya DOSA
    Besar. Apa benar Ustad kalau suami tidak mau menceraikan istri itu DOSA ? Bapak
    ilang juga kalau tidak percaya tanya aja ke Kiyai / Ustad.Bukan dari Bapak aja ustad
    tapi dari pihak ibu juga sama. Tadinya dari pihak ibu pernah bilang seperti ini ustad,
    ”yang sabar yah menghadapi anak ibu ini, emang sifatnya seperti itu kalau minta A
    ya harus A dan tidak bisa berubah. Lalu ibu juga bilang terakhirnya seperti ini ya
    sudah lepasin aja anak ibu, dan kamu bebas cari perempuan lain. Lalu langsung
    saya jawab, saya tidak akan melepaskan istriku sampai kapanpun karena saya
    sangat mencintai istriku dan ada sebab lain juga karena saya sudah mempunyai
    seorang anak perempuan yang cantik yang berusia sekarang 1 tahun lebih 5
    bulan, kasihan nanti besarnya gimana. Seperti itu ustad saya jawab ke mertua saya.

    Ustad Mohon pencerahan-nya yang detail mungkin dan sejelas mungkin. Biar saya bisa intropeksi diri dan mengikhlaskan nya kalau emang saya salah.

    Mohon maaf ustad pertanyaan ku panjang sekali (Troublem) Rumah Tangga ku panjang. Saya baru berunah tangga menginjak 2 thn lebih dan gejolak sudah hampir mau 1 tahun. Mohon bantuan nya ustad. Dengan cara apa saya bisa berkumpul kembali dengan istri dan anak ku, kalau pun saya itu benar.

    NB : Ustad mohon balasan nya di kirmkan melalui alamat email saya

    Wasalam’ualikum wr. Wb.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh. Iya, Insya Allah sy balas lewat email

      1. Assalamualikum wr.wrb. Maaf ustad, ko balasan lewat email belum masuk. saya butuh penjelasan dari ustad untuk renungan dan koreksi diri saya. mohon di balas melaui email.

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
        Maaf baru balas.
        sepertinya sudah sy balas lewat email. silakan dicek lagi

  17. Assalamualaikum ustadz, dulu saya gagal menikah karena orang tua tidak lagi merestui karena saya kehilangan pekerjaan. Sekarang dia sudah 3 tahun menjadi istri orang, dosa juga kah saya yg cuma mengirimkan pesan bahwa saya masih mengharap dia untuk jadi istri saya? Saya takut bukan golonganya beliau rosulullah muhammad, teimakasih ustadz wassalamualaikum..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Hentikanlah mengirim pesan seperti itu. Wanita yang telah menjadi istri laki2 lain adl wanita terhormat dan kehormatan bagi suaminya. Tentu bapak juga tdk suka jika ada lelaki yg mengirimi pesan pada istri bapak dengan mengharap cintanya sementara bapak mencintai istri bapak.
      Aktivitas seperti itu bs termasuk dosa besar jk berakibat wanita jadi bertengkar dg suami dan menuntut cerai, krn hal demikian termasuk upaya merusak rumah tangga orng lain.
      Untuk lebih mendalami bisa dibaca artikel sy yg berjudul “jangan merusak rumah tangga orng lain”. Wallahua’lam

  18. Pak ustad.

    Mohim maaf sebelumnya. Saya baca2 di tulisan pak ustad sepertinya tidak pernah ada solusi yang diberikan untuk semua pertanyaan yang diajukan ya? Sebenernya pak ustad menguasai materi apa tidak sih?
    Terimakasih. Dan mohon maaf

    1. :-) zaadakallahu ‘ilman…

  19. BismiLLAH..
    ustadz …safwan ana mau tanya..
    pernah tetangga bilang bahwa ipar saya dan istri saya gemuk2,lalu saya mengiyakan…setelah itu saya ngomong bahwa semua menantu ibu saya mirip ibu saya gemuk2.. beberapa bulan kemudian saya mendengar ceramah tentang jihar dan setelah itu saya sadar bahwa kata2saya waktu itu bisa termasuk jihar..apakah benar kata2 ini termasuk jihar….

    1. Tdk termasuk dhihar. Krn jelas konteksnya bukan niat mengharamkan istri untuk digauli. Wallahu’alam.

  20. Assalamualaikum pak ustadz, sebelumnya saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pak atas waktunya untuk membaca permasalahan saya. Alhamdulillah saya sudah tunangan dan tidak lama lagi saya menikah. Tapi pak, ada masalah yg membuat saya ragu untuk meneruskannya. Calon saya, saya peringatkan soal cara berhubungan dan berkomunikasi dengan laki-laki lain, dia malah marah2 pak, menuduh saya tidak percaya dia, menuduh saya menganggap dia bukan wanita baik2 dan lain lain.Dalam pikiran saya, tidak ada satupun pikiran buruk tentang dia pak. Saya hanya merasa tidak suka dan tidak nyaman, merasa tidak dihargai sebagai lelaki yg menyeriusi. Saya tegur dia kalau dengan laki lain komunikasinya seperlunya aja. Pernah pak suatu ketika saya memergoki teman lakinya menyapa calon saya pakai kata ‘sayank’ lewat facebook, langsung saya tegur sekaligus berkenalan bahwa saya adalah tunangannya. Tapi calon saya malah marah pak. Kedua, calon saya punya sahabat laki laki namanya Nando. Sahabatnya itu, meski jarang (2-3 hari sekali, setengah bulan sekali), tapi berulang-ulang pak, suka menyapa menggoda calon saya: eh ada bu eka.. eeeeehh aaaada bu eka…. nggoda bu eka ah… Lalu saya sampaikan ketidaknyamanan hati saya atas perlakuan sahabatnya itu ke calon saya, saya minta calon saya untuk menegur sahabatnya itu, tapi calon saya belum kunjung menegur sahabat laki-lakinya itu hingga sahabatnya menggoda2 calon saya lagi. Lalu saya tegur Nando (nama sahabat laki2 yg suka menggoda calon saya itu) kalau berkomunikasi seperlunya saja. Nando marah2. Menjelaskan pada saya bahwa nando dan calon saya itu sudah bagaikan saudara. Sudah lama berhubungan dekat. Lalu saya bilang, teman ya teman, saudara ya saudara, tapi ya tolong mengerti batas. Lalu Nando marah2 bahwa dia merasa tidak menggoda, cuma tegur sapa aja. Calon saya pun ikut marah2 ke saya pak. Saya merasa tidak punya hak sama sekali untuk mengatur dan menentukan cara calon saya berinteraksi dengan teman lawan jenis. Sedikitpun calon saya tidak mengikuti perkataan saya pak. Sudah saya jelaskan pada calon saya bahwa rasanya seperti: andai saya sering menceritakan masa2 saya dulu dengan wanita lain, pasti perasaan calon saya merasa tidak nyaman. Saya tahu itu hanya sekedar merasa tidak nyaman, bukan mencurigai saya berhubungan dengan wanita2 masa lalu.
    Pada dasarnya saya percaya dengan calon saya tidak akan mudah jatuh hati dengan laki lain, namun saya tidak suka, merasa tidak nyaman dengan caranya berinteraksi dengan teman2 laki-lakinya. Mohon pencerahannya pak. Apakah tunangan ini baik untuk dilanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi? Terima kasih sebanyak-banyaknya pak. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan bapak. Amin.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Masalahnya adl wanita tsb memang blm paham batas2 berinteraksi dengan lawan jenis. Krn itu perlu di upgrade pengetahuan islami tentang hal tersebut. Carilah artikel2 yg menerangkan bgmn seharusnya berinteraksi lawan jenis dalam islam. Anjurkan juga ikut pengajian2 yg membahas mslh tsb. Anjurkan juga datang ke ulama meminta ilmu terkait maslah tsb. Mungkin melalui pihak ketiga yg dihormati, ucapan lebih didengarkan.

  21. Assalamu’alaikum Wr.Wb….
    Ustadz,saya gadis berumur 19 thn.. Sekarang saya bekerja disebuah restaurant dipulau terpencil.. Begini ustadz,saya mempunyai kekasih,hanya saja kekasih saya ini sudah memiliki istri ustadz… Bisa dibilang saya ini simpanan kekasih saya,sudah hampir 7 bulan saya menjalin kasih dengan dia.. dan keberadaan saya pun sudah diketahui oleh istri dia.. awal.nya istri.nya hanya memaki2 saya dengan kata2 kasar,dan saya pun hanya diam saja.. namun yang terakhir ini kami ketahuan tengah didalam kost saya bersama suami dia,dia marah2 dan mencakar2 saya ustadz.. istrinya menginginkan saya untuk pulang ke kampung halaman saya agar saya tidak hadir dalam kehidupan mereka lagi.. Aku sering berfikir untuk meninggalkan dia ustadz,karena aku lelah hidup dalam ketakutan,tapi kekasihku sering meyakini aku untuk percaya dan yakin dia sedang tidak main2 dengan saya bahwa niat dia mau menjadikan saya istri kedua dia ustadz.. dan misalkan saya untuk benar2 pergi dari dia pun saya tidak bisa ustadz,karena maaf keperawanan saya sudah diambil oleh dia.. dan aku pun nggak bisa kalo harus berpisah dengan dia sedangkan dia sudah mengambil keperawanan saya,saya berfikir dia harus tanggung jawab kepada saya…

    aku sering merasa kasihan dengan istrinya,ditambah istrinya yg lagi hamil usia 6 bulan ustadz.. dan anaknya yang pertama pun sangat dekat dengan saya ustadz,dia sangat menganggap bahwa saya ini mama kedua dia…

    Namun disisi lain,dia berbeda agama dengan saya ustadz,dia beragama khatolik.. namun dia menginginkan aku untuk memberikan pengetahuan islam kepada dia.. dia sering meminta belajar qur’an terhadap saya,sering minta diajari bagaimana kalimat syahadat itu.. dan rupanya dia berniat untuk masuk agama islam… aku awalnya ragu terhadap dia dengan apa yg dia inginkan itu,tapi sekarang dia benar2 serius dan aku pernah mengingatkan dia untuk tidak bermain2 dengan agama maupun dengan Tuhan dan dia pun memang tidak sedang bermain2 dengan ini semua… aku melihat keseriusan pada diri dia ustadz,keseriusan untuk berkeluaga dengan saya maupun keseriusan dia untuk menjadi mualaf… namun yang saya pikirkan bagaimana dengan istri dan anak dia yg memang beragama khatolik… Bukankah setau saya dalam agama khatolik tdk bisa beristri dua.. apa yang harus saya perbuat ustadz? tidakan seperti apa yg pantas saya ambil??? mohon penjelasan yang sangat detail ustadz… terima kasih…

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Pertama sy menyoroti pacarannya mbak. Tinggalkanlah pacaran. Krn pacaran bukan jalan suci untuk mendapatkan pasangan hidup.
      Ajaran islam tdk melarang orng jatuh cinta, tp jalannya bukan pacaran.
      Saran saya hentikan pacaran. Putuskan status menjadi pacar. Telah banyak bukti pacaran adalah diantara cara paling cepat menuju perzinahan.
      Mbak wajib bertaubat dg taubatan nasuha, lalu tinggalkan lelaki itu.
      Jelas haram bg wanita muslimah menikah dg lelaki kafir. Jangan mendramatisasi cinta. Krn cinta juga bs menyeret orng ke dalam neraka.
      Msh banyak lelaki muslim yg baik dan shalih yg lbh bs menjadi imam dlm keluarga.
      Jk memaksa menikah dgnya, mbak bs menghancurkan rumah tangga orng lain dan itu juga dosa.
      Relakan. Pergilah darinya dan mulailah hidup baru.

  22. Ass ustadz sy mengalmi mslh dlm rmh tangga sy ,sblmx kmi tdk ada mslh dngn istri sy,awalx sy drmh mertua sy slalu dsayang oleh mertua sy krna sy menolong (alm) bapak mertua sy tanpa pamrih bliaw kena penyakit strock sy yg mmbwa berobat ksna ksni slma 3 tahun lebih,smpe akhirny bliaw meninggal dunia,dan sy brhnti bekrja dprsuhaan pertambangan batu bara lalu sy bkerja mandri dan stlh itu Allhamdullillah lancar dan sblikx dpihak kaka ipar sy ada yg tdk senang dgn kbrhasilan sy lalu imbasx k istri sy dan mertua sy kasarx dkompori lalu mertua sy marah2 ksy smpe2 dmaki dhina d usir dan istri sy dpksa membuka sidang cerai ,tp sy tdk ingin brcerai krna bru melahirkn anak baru bermur 2 bulan stgh,dan stlh melahirkn sy dlarang mertua sy tidur brsma istri dan anak sy krna istri sy trmakan hasutan mereka lalu membenci sy ,lalu bagaimana sy menjalnix ustadz dan apkh berdosa mereka yg ikut campur ,bagaimana sy mendidik istri sy kejalan yg benar ,trimakasih,

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Jk benar ceritanya demikian, mk siapapun yg berusaha memisah suami istri mk dia telah melakukan dosa besar. Dalil2 nya bs bapak baca dlm artikel ini. Saat suami melihat gelagat itu idelanya langung mengajak istri menjauh dr mereka dan memutus kontak total untuk sementara sampai suasana mereda. Tapi silaturrahim tetap dijaga. Jd cobalah mengajak istri bersama dulu. Itu kuncinya. Setelah itu ajak menjauh dan ajak rutin ikut pengajian2 islam yg baik. Wallahu’alam.

  23. Ea betul ustadz ceritax begtu ,sy tdk berdaya dgn istri sy dy tdak mau dbwa balik ktmpt kmi dmna dia bekrja malah dsruh berhnti alsanx anak jauh dri keluarga kaka ifar dan mertua sy yg berperan dlm mslh saya,dan dsruh kerja dkt tmpt tggl org tua sy,,dan istri sy dlarang untuk ikut sy ,sy sdh bbrpa x mengajak tuk pisah rmh tp slalu menolak dgn makian hinaan ,dan apkh sy berdosa klo tidk ingin bercerai ,

    1. justru mempertahankan pernikahan adl sikap yg paling benar. tegar dan teguhlah. mudah2an Allah segera memberikn jalan keluar.

  24. Amiennnn,,,,,,mksh ustadz pncrahanx moga dbri kemudahan ,amiennn,

  25. Ass , , ,ustadz 1 Lg sy taxakan ke ustadz sy slalu dlarang untuk ,mengendong ,menimang anak sy oleh mertua sy dan parahx lagi sy ingin mmbwa anak sy ktmpt org tua sy melainkn nenekx sendiri ,dan sy dmaki juga oleh mertua sy,klau sy brsikeras tuk mbwa anak sy wlu hrus bertengkar dgn mertua sy apkh brdosa sy?krna org tua sy ingin mliat cucu sy,sy sdh bcra bael2 dgn istri sy tp mertua sy mndengar pmbcraan kmi,lalu berkata suruh aja dtg ksni btp skitx haty sy tp sya bri sexuman dan brkata insya Allah,istri sy sdh trmakan hasutan org tuax smpai dy berselingkuh dgn lelaki laen,haty sy sakit tp sy syng ank istri sy bagaimana dgn smua ini ustadz?bagaimana dosa istri sy,dan apa sy berdosa?sdh mmperingati tuk jngn maen2 laki2 tp msih z,trmaksh

  26. Aslmlkm pak ustad sebelumnya saya mau perkenalkan diri saya seorang wanita yang masih gadis sedang menjalani hubungan dengan seorang laki-laki yang sudah beristri. apakh saya berdosa pak ustad suda mengganggu rumah tangga orang dan ap yg hrus saya lakukan?? sebelum saya menjalin hubungan dengannya dia juga sudah bermasalah dengan istriya dan salah satu pemicu masalahnya krna mereka belu d karuniai keturunan….dan stelah bertemu saya dia berniat ingin mnceraikan istrinya. mohon jawabannya ustad….

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Jika caranya demikian. Itu kurang baik. Posisi mbak seolah2 menjadi provokator rumah tangga orng lain. Segera putuskan hubungan dengannya. Mintalah dia menyelesaikan rumah tangganya baik2. Sarankan mempertahankan rumah tangga. Jika mau poligami, mk semua hrs dilakukan terang2an, jantan, dan kumunikasi baik2. Bukan main belakang. Wallahua’lam

      1. saya sudah bicara dgn nya untuk mundur dan mempersilahkan dia blek ke istrinya ttapi dia tdk mw psk ustad…dia sudah coba ngmg baik2 pada istrinya klw dia ingin berpisah baik2 tp istrinya tdk mw pk ustad….jd intinya saya hrus putusksn hubungan dgnnya pk ustad….

  27. Assalamualaikum
    Ustad saya wanita 21 th dn tengah hamil 5bln,, saya ingin bertanya kpd ustad,,suami saya baru sj keluar dri penjara,setelah keluar dri penjara sesampainy dy drmh di hujat pukulan bertubi2 oleh om saya dan menyuruh uami saya membasuh kaki ibu saya karana suami saya sudah mencoreng nama baik dari ibu dan ayah saya lalu suami saya di minta untuk meminta maaf kepada saya,,setalah itu suami saya meminta maaf kepada ayh saya,,dalam percakapn antara ayah saya dan suami saya kesimpulannya ayh saya memberi waktu 5bln untuk suami saya mencari kerja dan berubah dan saya tidak di perkenankan bertemu dengn suami saya tanpa seijin orang tua saya sekrang kami di pisah ntah sampai kapan kami tidak boleh serumah,tidak boleh tidur bersama jika suami say ingin bertemu saya dy boleh ke rumh org tua saya tp dgn 1syarat dy tdk boleh menginap begitupun sebaliknya,, padahal orang tua saya tau pasti klo saya ingin mendampingi suami saya dan ingin memeberi kesempatan ke2 untuk suami saya karna saya yakin suami sy dpt berubah,,tpi di hati saya dilema jika saya ikut dgn suami saya akn menyakiti hati org tua saya yg sudah membantu suami sy klr dari penjara jika saya tidak ikut dgn suami saya saya takut saya akn menjadi istri durhaka,,apa yang harusnya saya lakukan?dan apakan orang tua saya berhak membatasi kami?sedangkan saya tidak ingin terpisah dari suami saya?mohon sarannya
    Wass

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Sejahat apapun suami, selama dia masih muslim istri wajib taat kepadanya. Keluarga istri tdk berhak ikut campur dlm urusan rumah tangga tsb. Jd dlm kasus ini, mbak wajib taat kpd keputusan suami. Jk melanggar perintah ortu/keluarga besar, maka itu tdk salah, bukan durhaka, dan bukan maksiat. Wallahua’lam

  28. Assalamualaikum ustad,
    Saya mau bertanya, apa hukumnya suami mempersilahkan tetangga yg bukan muhrimnya bertamu kedalam rumah tanpa izin dan sepengetahuan istrinya?
    Pasalnya, beberapa bulan lalu saya dan suami tinggal terpisah. Saya di jakarta, sedangkan suami mengontrak sebuah rmh di luar kota karna pekerjaan. Sering kali tetangga saya, yg tinggal bersebelahan (hanya terpisah oleh tembok), sebut saja mba dewi (29th) bersama anak2nya yg masih kecil (7bulan dan 4tahun) sering mengunjungi suami saya yg tinggal sendiri. Berdasarkan cerita suami atau mba dewi, dan sepengamatan saya setelah saya tinggal disana, mba dewi sering datang untuk mengobrol banyak hal, dari rasa kesepiannya karna suaminya jarang pulang, ataupun masalah rumah tangga, dll. Mba dewi memang sering kali mengirimi suami sy makanan, bahkan membuatkan kopi dan setelah itu berbincang panjang lebar saat saya tidak tinggal disana.
    Ustad yg baik, saya merasa khawatir. Pasalnya sebulan saya mengamati prilaku mba Dewi, dan mendengar cerita tentangnya melalui dirinya ataupun suami, saya takut terjadi hal2 yg tdk baik.
    Sejauh ini, saya dan tetangga masih bergubungan baik. Namun sering bertengkar dgn suami karna masalah ini.
    Mohon bantuannya ustad, semoga ustad senantiasa dilimpahkan kebahagiaan dunia akhirat. Amin

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      memang rawan jika terus berdua2an. Dlm hadis nabi, laki2 yg berdua2an dg wanita yg bukan mahramnya maka yg ketiganya adl syetan. Artinya syetan akan mengipas2i mrk berdua sampai mrk akan melakukan pelanggaran syariat.
      Semua tergantung ketakwaan suami dan wanita tersebut. Ibu banyak2 berdoa sj semua suami dn keluarga selamat dunia akhirat.

      1. Assalamualaikum Ustad,
        Terimakasih banyak atas jawabannya..
        Ustad, selain mendoakan, dan mengharapkan ketaqwaan suami. Apakah minta suami pindah rumah adalah solusi terbaik? Mengingat saya tidak selalu tinggal bersama suami, dikarenakan sedang hamil muda, dan insyAllah akan melahirkan di Jakarta.
        Ditunggu jawabannya Ustad, dan terimakasih banyak.
        Wassalam

      2. Wa’alaikumussalam warohmatullah. yah bisa dicoba juga. jangan lupa selalu berusaha mempercantik diri semaksimal mungkin.

  29. ass.wrb ustaz saya anak yg berusia 14 tahun saya ingin saran dari pak ustaz.. bgini pak ustaz sudah 5 bulan bapak saya selingkuh bersama perempuan yg tidak benar atau disebut(lonte) sudah 5 bulan pun ibu saya menderita. sudah banyak org yg manesehati bapak saya tpi blum jga berhenti selingkuh. saya kasihan melihat ibu saya yg tiap hari semakin kurus grgr memikirkan ini,sebagai anak sayak tdk tega melihat keluarga saya hancur cuma grgr wanita itu. saya mohon sarannya pak bgaimana agar bpk saya berheni melakukan perbuatan yg di benci allah. wassalam!

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Coba berdoalah bacaan berikut;
      ALLAHUMMAJ’AL LI ABII AAYATAN
      “ya Allah, buatkan bagi ayahku suatu pertanda”

      Baca sebanyak2nya dalam sujud saat shalat tahajjud. Tujuannya meminta kepada Allah agar Allah memberi teguran dg suatu peristiwa pertanda kepadanya. Mudah2an dg cara demikian ayah berubah menjadi lebih baik. Wallahua’lam

  30. Assalamualaium ustad.saya mau bertanya,ketika saya bertengkar dengan suami saya karena perselingkuhan.saya berucap “jika kamu terbukti selingkuh,ceraikan saya” .lalu suami saya bilang”terserah,kalaumau cerai cerai saja” namun sejujurnya saya&suami tidak ada niat untuk bercerai.apakah itu termasuk kata talak, karena ketika saya bertanya lagi kepada suami saya ,suami saya bilang saya tidak ada niat untuk bercerai

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Blm cerai, krn suami baru menawarkan. Wallahua’lam

  31. curhat.. knp gw kalau krja sering dijahati org tp kalau nganggur tdk ditolong org supaya krja. gw kalau nyari jodoh sering dijahati org tp kalau jomblo tdk ditolong org supaya nikah. shg gw nganggur dan jomblo sngt lama. gw di perantauan (di jabar ) gw sering dijahati org, kmdian gw pulang kampung dan minta tlng kpd org kampung gw (di jateng) tp gw malah dibodohi dan diolok olok oleh org kampung gw. contoh: org ada yg bilang tentang diri gw, org lugu dan klemar klemer spt gw kalau naksir cewek paling cuma diketawain cewek.

    1. Menjeritlah pd Allah. dekatkan diri kepadaNya. Jadilah orng shalih. Semua penghinaan akan berubah menjadi pemuliaan insya Allah. Wallahua’lam

  32. Assalamualaiku
    ustad saya ada satu pertanyaan,begai bana hukumny orang suami bling cerai ,sama orng lain,bukan sama si istiri,tpi lama kelamaan si istri di bagi tahu sama orng yg suami tdi bilang’mohon jawabannya ustad

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Jk bilang pd orng lain menceraikan istrinya mk jatuh talak juga. Wallahua’lam

  33. pak ustad…tolong beri saya nasehat….. n apa yg harus saya lalukan.

    ..
    saya sudah berumah tangga kurang lebih 2thn…dn dr mlai prnikhan smpai sekarang masih sering ribut…n sekarang suami saya mau berpisah dgn saya…. tpi saya g mau brpisah n saya mau suami saya membri saya kesempatn untuk merubah sikap saya slama ini…n saya juga ingin brbah agar jd lbih baik…. tp suami saya tetap pada pendirianya …mohon solusinya pak ustad….saya harus bagaimana agar rumah tangga saya bisa di selmatkn

    wasalam…..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Coba minta tolong keluarga suami agar mrk menahan keinginannya untuk mencerai.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 580 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: