Hukum Talak Lewat Surat

oleh: Muhammad Muafa

Assalammualaikum…

Ustadz apakah syah bila talak tiga yg dijatuhkan pada istri tanpa suami pernah mengucapkan kata talak tiga secara lisan? Hanya lewat tulisan berupa surat pernytaan karena sang istri yg memintanya? Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum…

 

Fulan-di suatu tempat

 

 

Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.

Talak dengan tulisan dihukumi jatuh sebagaimana talak dengan ucapan.

Talak, dalam syariat Islam adalah sesuatu yang harus mendapatkan perhatian lebih dan harus hati-hati dalam menerapkan hukumnya. Hal itu dikarenakan talak termasuk perkara yang tidak membedakan antara keseriusan dan gurauan. Maksudnya: talak dihukumi jatuh, baik serius maupun canda. Demikian pula nikah dan rujuk, semuanya jatuh baik serius maupun canda. Abu Dawud meriwayatkan;

سنن أبى داود – م (2/ 225)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ ».

 

dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga perkara, seriusnya adalah serius dan candanya adalah serius, yaitu; nikah, perceraian, dan Rujuk.” (H.R.Abu Dawud)

 

Selama keinginan talak masih belum diekspresikan, maka tidak ada konsekuensi hukum. Namun jika  keinginan talak tersebut telah diekspresikan baik dengan ucapan maupun tulisan, maka jatuhlah talak dan berlaku hukum-hukum seputar talak. Bukhari meriwayatkan;

صحيح البخاري (16/ 316)

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ تَعْمَلْ أَوْ تَتَكَلَّمْ

 

dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan apa yang dikatakan oleh hati mereka, selama tidak melakukan atau pun mengungkapnya.” (H.R.Bukhari)

 

Talak yang ditulis dihukumi seperti ucapan karena tulisan hakekatnya adalah simbolisasi bunyi-bunyi bahasa yang memiliki makna dan bisa difahami oleh orang yang membacanya. Sebagaimana ucapan ketika diucapkan yang bisa difahami oleh pendengar, maka tulisan yang dibaca juga bisa difahami oleh orang yang membaca. Karena itu secara fakta, tulisan mewakili ucapan sehingga hukum tulisan sama dengan hukum ucapan.

Adapun dalil dari Nash, sesungguhnya Allah memerintahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk berdakwah kepada seluruh umat manusia. Allah berfirman;

{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا} [سبأ: 28]

28. dan Aku tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan (As-Saba';28)

 

Rasulullah صلى الله عليه وسلم melaksanakan perintah ini dengan dakwah lisan sebagaimana beliau juga berdakwah melalui tulisan. Bukhari meriwayatkan hadis yang menceritakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengirim surat kepada Heraklius untuk mengajaknya memeluk islam. Isi surat Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang diriwayatkan Bukhari adalah sebagai berikut;

صحيح البخاري (1/ 8)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ سَلَامٌ عَلَى مَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الْإِسْلَامِ أَسْلِمْ تَسْلَمْ يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الْأَرِيسِيِّينَ وَ{ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لَا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ }

“Bismillahir rahmanir rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius. Penguasa Romawi, Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb selain Allah”. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (H.R.Bukhari)

 

Aktivitas tabligh Rasulullah صلى الله عليه وسلم melalui tulisan ini menunjukkan bahwa tulisan sama dengan ucapan dan dihukumi sama dengan ucapan. Oleh karena itu, talak dengan tulisan sah sebagaimana talak dengan ucapan.

Hanya saja, disyaratkan tulisan yang sah sebagai talak haruslah berupa الكتابة المستبينة (tulisan yang jelas). Maksud tulisan yang jelas adalah tulisan yang meninggalkan jejak yang terindra, seperti tulisan pada kertas, kayu,kulit, batu, dinding, tanah, dll. Termasuk pula seluruh tulisan elektronik seperti SMS, email, facebook,twitter, dll. Jika tulisanya termasuk yang tidak jelas, maksudnya tidak meninggalkan jejak terindra seperti tulisan pada udara atau air, atau tulisan yang tidak terbaca, maka talak tersebut tidak sah.

Sebagian Fuqoha berpendapat jika talak ditulis, maka harus ada niat. Jika tidak ada niat talak, misalnya menulis lafadz talak sebagai latihan menulis indah, atau menulis kutipan ucapan orang lain dan niat-niat lain yang semisal, maka tulisan yang demikian tidak membuat jatuh talak. Ibnu Qudamah mengatakan;

 

المغني (16/ 480)

إذَا كَتَبَ الطَّلَاقَ ، فَإِنْ نَوَاهُ طَلُقَتْ زَوْجَتُهُ وَبِهَذَا قَالَ الشَّعْبِيُّ ، وَالنَّخَعِيُّ ، وَالزُّهْرِيُّ ، وَالْحَكَمُ ، وَأَبُو حَنِيفَةَ ، وَمَالِكٌ وَهُوَ الْمَنْصُوصُ عَنْ الشَّافِعِيِّ

 

Jika suami menulis talak, jika dia meniatkan talak tersebut maka istrinya tertalak. Ini adalah pendapat Asy-Sya’by, An-Nakho’iy, Az-Zuhry, Al-Hakam, Abu Hanifah, Malik, dan statemen yang dikutip dari Asy-Syafi’I (Al-Mughni, vol. 16 hlm 480)

 

About these ads

6 responses

  1. mksh ats penjelasan nyaa..:D

  2. terimakasih atas penjelasannya ya pak ustadz ;)

  3. Assalamu’allaikum,pak ustadz maaf sya mw nnya. Sya adalah seorang laki laki yg tlah menikah sudh 1thn lebh prnikhn sya tiba tiba istri sya meningglkn sya dn mmilih tinggl dgn orangtuany,sya sudh coba menjemput dya untuk pulang dn hidp brsama lgi tp dya tidk mau lg ikut dgn sya malhn dya ingn menggugat cerai sya ke PA dgn alasn dya sudh tdk mncintai sya,tpi smpai saat ini sudh 3 bln lebh tak ada surat cerai ataupn surat panggiln dri PA.

    Yg ingin sya tnyakn sma pak ustadz:
    1). Apa yg harus sya lakukan
    untuk hal ini?
    2). Apakh hal ini sudh menjatuhkan talak pda istri sya,wlwpun sya belum prnah mengucapkn kata kata talak ataupn cerai sekalipun pada istri sya?
    3). Apakh sya masih di wajibkan memberi NAFKAH pda istri sya,smentara dy tidk mau tinggl brsama sya dn bahkan mw mnggugat cerai pda sya?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      1.sebisa mungkin pertahankan rumah tangga. Jangan sampai bercerai. Cerai adalah diantara fitnah Iblis dan tentaranya yang terbesar.
      2.tidak jatuh talak. Talak suami hanya jatuh jk suami mengucapkan.
      3.tdk wajib, krn istri nusyuz (membangkang). Jk sampai diperkarakan di pengadilan agama, bapak bisa menjelaskan masalah nusyuz tsb

      Berdoalah, agar rumah tangga menjadi baik. Doa suami terkait istrinya insya Allah didengar. W

  4. Assalamu’alaikum wr wb
    Saya ingin menanyakan sah / tidak nya ucapan talak melalui SMS yang isinya berbunyi ” Aku Ceraikan kau” lalu istri membalas “Aku minta talak 3″ lalu suami membalas lagi “Iya. Talak 3″. dan itu pertama kalinya suami ucap talak ke istri.
    yang ingin saya tanyakan ke Pak Ustadz yaitu apakah itu sudah sah jatuh talak 3? dan ternyata sang istri sedang dalam masa haid pada waktu itu.
    Terimakasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
      Benar . Sudah jatuh talak tiga dan tdk bisa rujuk kembali. Meski istri dlm keadaan haid.
      Menjatuhkan talak dlm keadaan istri haid adl dosa tapi talaknya tetap jatuh. Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 558 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: