Monthly Archives: April, 2012

Hukum Mengkonsumsi Kopi Luwak

oleh: Muhammad Muafa

 

Pertanyaan

 Assalamu’alaikum wr wb.

Ustadz, bagaimana pandangan ustadz terkait dengan meminum dan memperjualbelikan Kopi Luwak ? Mengingat kopi Luwak berasal dari kopi asli yang dimakan Luwak dan keluar bersama kotoran Luwak setelah melalui proses pencernaan. kemudian kopi yang ada bersama kotoran Luwak tersebut diambil dan dibersihkan, selanjutnya diproses sebagaimana kopi pada umumnya..? syukron atas jawabannya ustadz.

Kedai Kuliner

<kedai_kuliner_halal@yahoo.com>

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Mubah mengkonsumsi kopi Luwak termasuk memperjualbelikannya.

Continue reading →

Hukum Mengadopsi Anak

oleh: Muhammad Muafa

 

Islam mengharamkan mengadopsi anak karena mengadopsi anak bermakna mengambil (mengangkat) anak orang lain secara sah menjadi anak sendiri, sementara penisbatan Nasab kepada orang yang tidak ada hubungan Nasab dicela keras dalam Islam. Dalam kamus besar bahasa  Indonesia dinyatakan;

Continue reading →

Menghadapi Suami Jahat

oleh: Muhammad Muafa

 

Pertanyaan

Ass.wr.wb,ustad/ustadzah….sy adalah wanita muslimah berusia 35th,sy sdh menikah dan mempunyai 3 anak.perkawinan sy telah brjalan selama 14th,suami sy brasal dr sumatra,sangat kasar,sering memaki sy (maaf)goblok atau anjing pdhal sy tdk melakukan kesalahan yg prinsip.suami jg sangat pelit,semua keuangan dia yg pegang,sy bhkan tdk tau brapa tabungannya.sy tdk tahan lg,apakh atas dasar diatas sy bs mngajukan cerai??trmaks

(nama dan alamat penanya ada pada kami)

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ibu yang semoga mendapat limpahan rahmat Allah,

Pertama; Mari melihat ke bawah

Continue reading →

Hukum Talak Mu’allaq (Talak Tergantung)

oleh: Muhammad Muafa

 

Assalamu ‘alikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ustad yang saya hormati,

Terus terang saja saya mempunyai perasaan yang bikin hati nggak tenang,
dan sampai saat ini kepikiran terus, masalahnya adalah:

Saat ini saya sudah melakukan cerai rujuk 2x, berarti  kalau saya
bercerai lagi pasti tidak ada kesempatan untuk rujuk (saya akui
perbuatan saya sangat jelek sampai2 ua saya yang kiayi terkenal di
Sukabumi bilang ke saya “tidak bagus suka mengobral talak”.  padahal
talak saya dikeluarkan agar istri saya menjadi baik dan nggak melakukan
banyak kesalahan seperti berbohong dan suka pinjam2 uang ke orang lain,
dan sekaligus membentengi istri saya agar jangan begitu begitu lagi,
dengan harapan kalau dibentengi talak dia akan takut ).

Nah yang jterakhir,  apakah saya sudah jatuh cerai yang ke tiga atau
belum ? karena saya pernah berucap sama istri saya ” kalau kamu nggak
ikut sama saya pergi ke acara di ibu (kandung) saya maka jatuh talak “.
Ternyata sampai  batas waktu terakhir yang ditentukan, istri saya nggak
mau ikut dengan saya ke acara ibu (kebetulan istri saya mempunyai acara
sejenis dengan yang di ibu kandung saya).
Karena ada gelagat dia pasti
nggak mau ikut, maka saya ralat sendiri ucapan saya (pararun ya Allah
saya ralat ucapan talak saya itu).

Ustad yang baik, karena kegundahan hati saya ini saya ingin ada jawaban
yang syar’i agar rumah tangga saya kedepan dengan istri saya tidak
menyalahi aturan agama Islam.  Tentu saja  bagi saya sendiri selalu
kepikiran terus sedangkan istri ketika ditanya oleh saya soal pernah
berucap tersebut atau tidak dia tidak ingat sama sekali.

Sebagai gambaran, memang selama rumah tangga dirasakan kurang harmonis
walaupun sdh berumah tangga 24 tahun dan dikaruniai 6 anak (1 perempuan
, 5 laki2), kalau diistilahkan bahasa sunda mah AWET RAJET (rumah tangga
jalan tapi cekcok melulu).

Sekali lagi ustad, saya mohon petunjuk dengan jawabannya.

Terima kasih banyak atas bantuannya.

Wassalamu ‘alikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Nama dan alamat penanya ada pada kami)


Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Talak tersebut telah jatuh, sehingga jatuhlah talak yang ketiga yang berkonsekuensi tidak halalnya istri kembali kepada suami  sampai istri menikah lagi dengan pria lain dengan pernikahan wajar (bukan pura-pura/sandiwara/perkomplotan), kemudian diceraikan.

Continue reading →

Hukum Poligami Dan Nikah Siri

oleh: Muhammad Muafa

 

Pertanyaan

 

 Bisakah kita menikah secara hukum bila calon suami kita telah menikah, apa hukum Nikah Siri

Nama : Alenia
Email : aleniakanahaya@yahoo.com
Alamat : Surabaya

Jawaban

Boleh hukumnya dalam Syariat  Islam bagi seorang wanita untuk menikah dengan lelaki yang telah menikah/beristri. Hal itu dikarenakan, menikah dengan seorang lelaki yang telah beristri bermakna lelaki tersebut hendak melakukan poligami, sementara poligami dihalalkan oleh Islam. Allah berfirman;

Continue reading →

Hukum Senam Dalam Islam

oleh: Muhammad Muafa

 

Pertanyaan

Assalamu’alaykum.

Ust, muhammad muafa yang saya hormati, menarik sekali pembahasan fantasi seks dalam kacamata Islam, semoga menuai barokah pada para remaja Muslim. Saya juga sangat senang sebab admin dari konsultasi syariah online membolehkan pertanyaan apapun dari aqidah hingga syariah., nah pertanyaan saya simpel= bagaimana hukum senam  dalam Islam?bagaimana senam yang benar?bagaimana pua senam yang salah?dan bagaimana juga realitas senam di masyarakat?

rasya43@yahoo.co.id

Jawaban

Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Menciptakan dan melakukan senam untuk kesehatan dengan berbagai macam dan variasinya, hukumnya Mubah baik dilakukan Muslim maupun Muslimah, ditempat yang bersifat privat maupun umum selama terikat dengan ketentuan-ketentuan Syara’ ketika menjalankannya.

Continue reading →

Hukum Meminjam Harta Zakat Dan Menunda Penyalurannya

oleh: Muhammad Muafa

 

Pertanyaan

Salam. Ust, siapa sajakah yang berhak mendapatkan Zakat Mal?apakah boleh Zakat Mal tidak langsung disalurkan tapi dipinjamkan dahulu (untuk kepentingan pribadi/lembaga sosial semisal pondok). Kemudian apakah boleh menunda penyaluran Zakat tersebut dalam jangka waktu tertentu. Syukron atas jawabannya. (syabab.hizb@gmail.com)

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah.

Yang berhak mendapatkan harta Zakat, tanpa membedakan apakah Zakat Mal (Zakat harta) maupun Zakat Fithri (Zakat yang dikeluarkan khusus di bulan Ramadhan) adalah delapan golongan ( 8 Ashnaf) yang disebutkan Allah dalam Al-Quran, yaitu; 1.Fakir 2.Miskin  3.Amil  4.Mu-allaf 5. Untuk Pembebasan budak 6. Ghorim 7.untuk Jihad Fisabilillah, dan 8.Ibnu Sabil. Dalil delapan golongan ini adalah Firman Allah;

Continue reading →

Profesi Nabi Muhammad SAW (bagian 2)

oleh: Muhammad Muafa

5.Hadiah

Sumber rizki Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang lain adalah Hadiah-hadiah. Para Shahabat karena kecintaan mereka kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan inginnya mereka dicintai Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mereka memberikan hadiah-hadiah. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berkenan menerima hadiah-hadiah tersebut dan berusaha membalasnya. Bukhari meriwayatkan;

Continue reading →

Profesi Nabi Muhammad SAW (bagian 1)

oleh: Muhammad Muafa

Pengantar

Istilah Profesi Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ barangkali akan menimbulkan perdebatan. Namun tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memicu debat, karena  yang dimaksud profesi dalam tulisan ini adalah pekerjaan/mata pencaharian Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  untuk menghasilkan harta yang pernah beliau lakukan. Lebih tepatnya, tulisan ini sebenarnya hendak mengupas aspek sumber pemasukan harta Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang pernah tercatat dalam sejarah selama peri kehidupan beliau. Tentu topik  ini cukup layak dibahas, minimal menjadi jawaban dari sebuah pertanyaan; Jika Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menghabiskan umurnya untuk perjuangan dakwah, berjihad, mengajar,  memenangkan  Dienullah dan meninggikan kalimatNya sepanjang hidup, lalu bagaimana cara beliau memenuhi kebutuhan sehari-hari, nafkah istri, dan orang-orang yang ditanggung? Mudah-mudahan dengan tulisan ringan ini kita lebih mengenal beliau dan bertambahlah cinta dalam hati kepada beliau.

Dari cinta kita bermula, sebelum akhirnya awali segala.

Continue reading →

Hukum Mengumpulkan Rambut Saat Haid

oleh: Muhammad Muafa

 

Pengantar

Entah darimana sumbernya, barangkali seorang wanita Muslimah pernah mendengar  sekali atau dua kali tentang aturan yang mengharuskan dikumpulkannya rambut rontok  saat wanita sedang haid. Aturan tersebut juga mengingatkan, sedapat mungkin jangan memotong kuku selama haid dan kalaupun terpaksa harus dikumpulkan kemudian dimandikan Janabah jika waktu berhenti haid sudah tiba. Termasuk pula dilarang mencukur bulu kemaluan, mengeluarkan darah, atau memisahkan anggota tubuh dari badan dengan alasan yang sama. Bagaimanakah sebenarnya penjelasan masalah ini? Benarkah wanita wajib mengumpulkan rambutnya yang rontok saat haid?

Continue reading →