Berfantasi Seks, Bagaimana Hukumnya?

oleh: Muhammad Muafa

 

Pengantar

Naluri ketertarikan terhadap lawan jenis yang ada secara alami pada setiap manusia terkadang membuat seorang pemudai/i secara sengaja berfantasi berhubungan badan/seks dengan lawan jenis sebagai pemuasan sesaat. Pasangan suami istripun kadang juga yang melakukannya, baik yang dibayangkan adalah lawan jenis yang “pernah singgah” di hatinya, atau orang asing yang menarik secara fisik. Bagaimanakah sebenarnya pandangan Syariat terhadap masalah ini? Tulisan berikut ini berusaha menjawabnya.

Pembahasan

Memiliki  hati yang bersih dan suci, yang terbebas dari nafsu haram, yang terhindar dari fantasi seksual yang liar, yang “perawan” dari jamahan lelaki meski hanya dalam mimpi adalah nikmat yang hanya diberikan Allah  kepada hamba-hambaNya yang dikasihi, yang tidak bisa lagi digoda oleh manisnya dunia yang sementara, yang hatinya dipenuhi cinta hanya kepada Rabbnya, yang shalatnya, pengorbanannya, jiwa raganya, hidup matinya semuanya dipersembahkan hanya untuk penciptanya, Allah Robbul Izzati Dzul Jalali wal Ikrom. Merekalah hamba-hamba Allah yang menjadi Wali-WaliNya. Merekalah para kekasih-kakasihNya yang tidak pernah merasa takut dan duka cita. Merekalah hamba-hamba yang memiliki Himmah (semangat) raksasa dan memiliki pengendalian diri yang luar biasa. Merekalah pemilik jiwa-jiwa yang tenang yang disebut Allah dalam firmanNya;

{ يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي} [الفجر: 27 – 30]

 

27. Hai jiwa yang tenang.

28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

29. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,

30. masuklah ke dalam syurga-Ku. (Al-Fajr;27-30)

Allahumma ya Robbana jadikan kami termasuk golongan mereka.

Membayangkan berhubungan seksual, berfantasi melakukan hubungan intim, dan  berimajinasi melakukan persetubuhan dengan lawan jenis (apalagi sesama jenis) yang tidak halal termasuk perbuatan dosa tanpa membedakan apakah pelakunya belum menikah ataupun sudah menikah. Fantasi seorang suami yang membayangkan wanita lain ketika bersetubuh dengan istrinya, atau fantasi seorang istri yang membayangkan lelaki lain ketika bersetubuh dengan suaminya juga termasuk dosa. Namun dosa jenis ini tidak seperti dosa perzinaan secara langsung yang dihukumi dosa besar (Kaba-ir). Dosa jenis ini termasuk dosa yang disebut Al-Quran dengan istilah Lamam. Allah berfirman;

{ الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ} [النجم: 32]

 (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari Lamam -kesalahan-kesalahan kecil- (An-najm;32)

 

Menurut As-Syaukani, makna asal Lamam secara bahasa adalah sesuatu yang sedikit dan kecil. As-Syaukani berkata;

فتح القدير للشوكاني (7/ 76، بترقيم الشاملة آليا)

وأصل اللمم في اللغة : ما قلّ وصغر ،

 

“Makna asal Lamam secara bahasa adalah; Sesuatu yang sedikit dan kecil (Fathu Al-Qodir, vol.7 hlm 76)

Jadi berdasarkan makna bahasa ini, Lamam adalah jenis dosa yang dianggap kecil dan sedikit. Penafsiran paling indah tentang makna Lamam diberikan oleh Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim;

صحيح مسلم (13/ 124)

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ النُّطْقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

Dari Ibnu Abbas dia berkata; ‘Saya tidak mengetahui  sesuatu yang paling dekat dengan makna Lamam (dosa dosa kecil) selain dari apa yang telah dikatakan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam: “Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla telah menetapkan pada setiap anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan zinanya hati adalah  berangan-anga dan berhasrat, namun kemaluanlah yang (menjadi penentu untuk) membenarkan hal itu atau mendustakannya.” (H.R.Muslim)

Jadi, berdasarkan riwayat ini berfantasi sex termasuk zina juga, namun bukan Zina hakiki. Berfantasi sex sebagaimana memandang dengan syahwat, atau mengucapkan kata-kata porno, atau meraba, mencium dan semisalnya termasuk zina Majazi yang dihukumi dosa, namun terkategori dosa Lamam. Imam An-Nawawi menafsirkan hadis Ibnu Abbas di atas sebagai berikut;

شرح النووي على مسلم (16/ 206)

معنى الحديث أن بن آدم قدر عليه نصيب من الزنى فمنهم من يكون زناه حقيقيا بادخال الفرج في الفرج الحرام ومنهم من يكون زناه مجازا بالنظر الحرام اوالاستماع إلى الزنى وما يتعلق بتحصيله او بالمس باليد بأن يمس أجنبية بيده او يقبلها او بالمشي بالرجل إلى الزنى اوالنظر او اللمس او الحديث الحرام مع اجنبية ونحو ذلك او بالفكر بالقلب فكل هذه انواع من الزنى المجازي

“Makna hadis tersebut adalah, bahwasanya anak Adam ditetapkan bagian zinanya. Diantara mereka ada yang perzinaannya secara hakiki yakni dengan memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan yang haram, dan diantara mereka ada yang perzinaannya Majazi, yakni dengan memandang yang haram, atau mendengar perzinaan –dan semua yang berhubungan dengn upaya mendapatkannya-, atau menyentuh dengan tangan –yakni menyentuh wanita asing dengan tangannya-, atau menciumnya, atau berjalan dengan kaki untuk berzina, atau memandang atau meraba, atau ngobrol haram dengan wanita asing dan yang semisal, atau berfantasi dengan hati. Semuanya termasuk varian-varian zina Majazi” (Syarah An-Nawawi ‘Ala Muslim, vol.16 hlm.206)

Atas dasar ini, haram berfantasi sex dengan orang yang tidak halal baginya karena termasuk zina majazi. Berfantasi sex hanya diizinkan dengan orang yang halal baginya (suami istri atau budak). Berfantasi sex dengan orang yang tidak halal termasuk dosa jenis Lamam sebagai mana dosa memandang dengan syahwat, menyentuh dengan syahwat, mencium, mendengar ucapan porno, berbicara mesum, berjalan untuk berzina dan yang semakna dengannya. Lamam akan diampuni Allah dan dihapuskan jika perzinaan hakiki dihindari karena rasa takut kepada Allah. Allah berfirman;

{ الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ} [النجم: 32]

(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari Lamam (kesalahan-kesalahan kecil). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya (An-Najm;32)

Berikut doa indah yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk mensucikan diri dan hati;

صحيح مسلم (13/ 251)

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ

لَا أَقُولُ لَكُمْ إِلَّا كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَانَ يَقُولُ … اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

Dari Zaid bin Arqam dia berkata; “Saya tidak akan mengatakan kepada kalian kecuali seperti apa yang pernah diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam doanya yang berbunyi: …. ALLOOHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA, WAZAKKIHAA ANTA KHOIRU MAN ZAKKAAHAA, ANTA WALIYYUHAA WAMAULAAHAA, …..Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik Dzat yang dapat mensucikannya, Engkaulah yang menguasai dan yang menjaganya” (H.R.Muslim)

Wallahua’lam.

19 responses

  1. نعوذ بالله من ذلك..
    Semoga Allah menjauhkan kita semua dari dosa2 besar dan dosa dosa2 kecil…

    Subhanallah sungguh beruntung orang2 yang diilhami oleh Allah untuk senantiasa menjaga hati agar tidak bermaksiat kepada-Nya dalam segala keadaan..

    Terkait pernyataan penulis..

    “Jadi, berdasarkan riwayat ini berfantasi sex termasuk zina juga, namun bukan Zina hakiki. BERFANTASI sex sebagaimana memandang dengan syahwat, atau mengucapkan kata-kata porno, atau meraba, mencium dan semisalnya termasuk zina Majazi yang dihukumi dosa, namun terkategori dosa Lamam.”

    Begitu pula dengan judul artikel di atas adalah “BERFANTASI Seks, Bagaimana Hukumnya?”

    Maka, pertanyaan saya adalah mengingat kata berfantasi itu tergolong kata kerja, maka apakah aktivitas berfantasi itu tidak hanya dilakukan dalam kondisi terjaga namun bisa juga terjadi ketika sedang tidur alias pada saat mimpi?

    Sebab ada pernyataan penulis sebagai berikut…

    “Memiliki hati yang bersih dan suci, yang terbebas dari nafsu haram, yang terhindar dari FANTASI seksual yang liar, yang “perawan” dari jamahan lelaki MESKI HANYA DALAM MIMPI adalah nikmat yang hanya diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang dikasihi,..”

    Sehubungan juga dengan pernyataan tersebut , apakah orang-orang yang ketika mengalami persenggamahan dalam mimpi (mimpi basah) itu berarti orang tersebut sedang tidak dikasihi oleh Allah sehingga Allah tidak menghindarkan orang tersebut tuk melakukan hal demikian dalam mimpi?

    Padahal setahu saya seorang laki2 salah satu tanda bahwa ia telah memasuki waktu dewasa ialah ketika ia mengalami mimpi basah alias bersenggama dalam mimpi (am I right?!, please CMIIW) dengan begitu berarti mimpi bersenggama adalah sesuatu yang bisa jadi terkategori fitrahnya manusia khususnya seorang lelaki..pun juga ternyata mimpi bersenggama itu bisa jadi juga dialami oleh wanita sebagaimana hadits berikut:

    “Ummu Sulaim pernah bercerita bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tentang wanita yang bermimpi (bersenggama) sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Apabila perempuan tersebut melihatnya, maka dia wajib mandi hadas.” Ummu Sulaim berkata, “Aku malu untuk bertanya perkara tersebut”. Ummu Sulaim bertanya, “Apakah perkara ini berlaku pada perempuan?” Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Ya (wanita juga keluar mani, kalau dia tidak keluar) maka dari mana terjadi kemiripan?. Ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih, sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning. Manapun mani dari salah seorang mereka yang lebih mendominasi atau menang, niscaya kemiripan terjadi karenanya.”

    Nah, bagaimana pula mengkompromikan pernyataan penulis
    “…yang “perawan” dari jamahan lelaki meski hanya dalam mimpi adalah nikmat yang hanya diberikan Allah…”

    Dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

    رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الْمُبْتَلَى حَتَّى يَبْرَأَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَكْبُرَ
    “Diangkat pena dari tiga golongan: orang yg tidur sampai ia bangun orang gila sampai kembali akal atau sadar dan anak kecil hingga ia besar.”

    Apakah ketika kita melakukan pelanggaran syariat Allah dalam keadaan mimpi itu terkategori dosa?..soalnya terus terang saya pernah bermimpi berjalan di kerumunan banyak orang dalam keadaan tidak berkerudung…Jadi, apakah sy berdosa?

    1. Jazakumullah komentarnya..bermimpi berhubungan badan tentu saja tidak berdosa karena diluar kuasa manusia.. yang dibahas di sini adalah yang berada di area kesengajaan. tentang statemen MIMPI dalam artikel, maka yang dimaksud adalah ungkapan sastra yakni berimajinasi…”hari-hari kulewati dengan membangun mimpi.agar bisa selalu bersama.” maksudnya saya berimajinasi ,berkhayal dan membayangkan agar bisa bersama

  2. نعوذ بالله من ذلك
    Semoga Allah menjauhkan kita semua dari dosa2 besar dan dosa dosa2 kecil…

    Subhanallah sungguh beruntung orang2 yang diilhami oleh Allah untuk senantiasa menjaga hati agar tidak bermaksiat kepada-Nya dalam segala keadaan..

    Terkait pernyataan penulis..
    “Jadi, berdasarkan riwayat ini berfantasi sex termasuk zina juga, namun bukan Zina hakiki. BERFANTASI sex sebagaimana memandang dengan syahwat, atau mengucapkan kata-kata porno, atau meraba, mencium dan semisalnya termasuk zina Majazi yang dihukumi dosa, namun terkategori dosa Lamam.”

    Begitu pula dengan judul artikel di atas adalah “BERFANTASI Seks, Bagaimana Hukumnya?”

    Maka, pertanyaan saya adalah mengingat kata BERFANTASI itu adalah tergolong kata kerja, maka apakah aktivitas berfantasi itu tidak hanya dilakukan dalam kondisi terjaga namun bisa juga terjadi ketika sedang tidur alias pada saat mimpi?

    Sebab ada pernyataan penulis sebagai berikut…

    “Memiliki hati yang bersih dan suci, yang terbebas dari nafsu haram, yang terhindar dari fantasi seksual yang liar, yang “perawan” dari jamahan lelaki meski hanya dalam mimpi adalah nikmat yang hanya diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang dikasihi,..”

    Sehingga seolah-olah kata berfantasi itu adalah aktivitas yang dilakukan dalam keadaan terjaga dan juga pada saat tidur (mimpi)..sebab jika dalam keadaan terjaga boleh jadi kita memang berencana untuk melakukan aktivitas berfantasi sex namun bagaimana jika dalam kondisi tidur apakah kita bisa merencanakan untuk melakukan aktivitas fantasi (berfantasi sex)?

    Sehubungan juga dengan pernyataan tersebut , apakah orang-orang yang ketika mengalami persenggamahan dalam mimpi (mimpi basah) itu berarti orang tersebut sedang tidak dikasihi oleh Allah sehingga Allah tidak menghindarkan orang tersebut tuk melakukan hal demikian dalam mimpi?

    Padahal setahu saya seorang laki2 salah satu tanda bahwa ia telah memasuki waktu dewasa ialah ketika ia mengalami mimpi basah alias bersenggama dalam mimpi (am I right?!, please CMIIW) dengan begitu berarti mimpi bersenggama adalah sesuatu yang bisa jadi terkategori fitrahnya manusia khususnya seorang lelaki..pun juga ternyata mimpi bersenggama itu bisa jadi juga dialami oleh wanita sebagaimana hadits berikut:

    “Ummu Sulaim pernah bercerita bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tentang wanita yang bermimpi (bersenggama) sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Apabila perempuan tersebut melihatnya, maka dia wajib mandi hadas.” Ummu Sulaim berkata, “Aku malu untuk bertanya perkara tersebut”. Ummu Sulaim bertanya, “Apakah perkara ini berlaku pada perempuan?” Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Ya (wanita juga keluar mani, kalau dia tidak keluar) maka dari mana terjadi kemiripan?. Ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih, sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning. Manapun mani dari salah seorang mereka yang lebih mendominasi atau menang, niscaya kemiripan terjadi karenanya.”

    Nah, bagaimana pula mengkompromikan pernyataan penulis

    “…yang “perawan” dari jamahan lelaki meski hanya dalam mimpi adalah nikmat yang hanya diberikan Allah…”

    Dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

    رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الْمُبْتَلَى حَتَّى يَبْرَأَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَكْبُرَ

    “Diangkat pena dari tiga golongan: orang yg tidur sampai ia bangun orang gila sampai kembali akal atau sadar dan anak kecil hingga ia besar.”
    Apakah ketika kita melakukan pelanggaran syariat Allah dalam keadaan mimpi itu terkategori dosa?..soalnya terus terang saya pernah bermimpi berjalan di kerumunan banyak orang dalam keadaan tidak berkerudung…Jadi, apakah sy berdosa?

  3. Jika berfantasi sex itu adalah dosa..maka sepertinya orang2 di zaman kapitalis ini akan sangat sulit tuk menghindar darinya sebab fantasi itu muncul awalnya bisa jadi dari mata turun ke hati pun juga dari pendengaran turun ke hati (pornolinguistik) alias dari faktor luar ditambah dengan hati yang jauh dari Robb-nya..sementara media cetak maupun elektronik khususnya TV yang setiap harinya mulai dari program iklan, sinetronnya, dsb itu terus menerus mengumbar aurat sehingga bisa memancing semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa tuk berfantasi yang aneh2..Apakah penulis punya tips agar kita semua bisa dengan mudah terhindar dari dosa khususnya dosa karena berfantasi sex ini?

    1. na’am, beristighfar setiap tergelincir dan memperbanyak doa yang dikutip diakhir tulisan. Wallhua’lam

  4. Alhamdulillah..jazakallah atas penjelasan Pak Ust…hal tsb penting tuk saya tanyakan agar tidak terjadi ketimpangan dalam berpikir alias biar jelas dan agar tdk terjadi was-was..sebab saya ini masih sangat awam pemahaman agamanya..

    Sebelumnya saya sudah melihat di KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA yang berwarna merah (edisi ketiga)..🙂
    Mimpi itu diartikan n 1. Sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur; 2. ki angan-angan
    Bermimpi v 1. Melihat (mengalami) sesuatu di mimpi; 2. berkhayal; berangan yang bukan-bukan

    sy mendunga yang dimaksud penulis itu mungkin yang di artian no. 2.
    Tapi tuk sebuah kejelasan maka saya tanyakan..

    Alhamdulillah…^_^

  5. firmansyah budianto | Balas

    Alhamdulillah, Allahu Akbar!

    file-file yang bagus, firmansyah grup dan jajaran translator mengucapkan selamat kepada Ust. Muhammad Muafa yang konsisten untuk memberikan jalan dengan memudahkan umat islam dlm melakukan konsultasi via online.

    barakallah.

    Direktur Jasa Translate Online.
    Firmansyah grup :08970682498 : Three
    081217493815 : Simpati

  6. tentang tulisan yang “Lamam akan diampuni Allah dan dihapuskan jika perzinaan hakiki dihindari karena rasa takut kepada Allah.”, apakah maksudnya jika hanya melihat, meraba, berkata porno dan zina2 majazi lainnya akan diampuni jika tidak sampai terjadi zina hakiki?, apakah pendudukan dosa zina majazi hanya jika sampai berlanjut ke zina hakiki sehingga jika hanya meraba, melihat dengan syahwat, berkata porno serta zina majazi lainnya otomatis dosanya terampuni?

    1. tidak demikian. lamam tetap dosa. dan jika terus2an dilakukan maka akan menjadi dosa besar. seorang mukmin tidak pernah meremehkan dosa sekecil apapun. maksud ayat diatas; jika seseorang mencium, meraba dll yang menjadi pengantar zina,maka saat itu juga langsung dihitung dosa. jika dilanjutkan dg zina, mk dia melakukan dosa besar. tetapi jk tdk dilanjutkan krn rasa takut kpd Allah, lalu menyesal dana bertaubat, maka lamam akan diampuni. wallhua’alam

  7. ganti identitas lagi | Balas

    ustadz, jika yang dimaksud zina hakiki adalah memasukkan kemaluan laki2 ke kemaluan wanita, apakah termasuk zina hakiki juga jika kemaluan laki2 itu HANYA ditempelkan ke kemaluan wanita dan tidak sampai dimasukkan?

    maaf pertanyaannya terang2an ustadz.

    1. kok sampai ada pertanyaan seperti ini kasusnya bagaimana.

  8. ganti identitas lagi | Balas

    ada yang bertanya ke saya ustadz, saya belum berani jawab langsung.

    1. jk ujung kmaluan (glans) sdh masuk, berarti masuk zina. meski tdk masuk sempurna. jk baru nempel luar mk blm.

  9. Subhanallah ustadz
    saya ingin bertanya
    1. Jika fantasi tetap memandang istri kita tetapi memakaikan, atau kita menyuruh dandan istri kita lain dari biasanya, bagimana hukumnya?

    2. masih bingung dengan zina majazi dan zina hakiki, apakah ciuman, meraba, dan bergandengan tangan (tanpa masuknya kemaluan) itu termasuk zina majazii atau zina hakiki, karena bukan muhrim?

    Terima kasih

    1. 1.jika fantasi ke istri, maka hal itu tidak mengapa. karena istri halal dalam kondisi riil, maka fantasi dengan lawan istri tentu tidak tercela
      2.ciuman,meraba, gandengan tangan, berfantasi dengan wanita bukan mahrom termasuk zina majazi. yang dinamakan zina hakiki itu hanya satu kondisi; memasukkan kemaluan secara riil.
      Wallahua’lam.

      1. Subhanallah
        Maaf pertanyaan dengan kata yang sedikit jorok
        Mau bertanya lagi ustadz, jika suami dan istri terpisah jarak yang jauh, dan sudah lama tidak berjima’, sudah berpuasa untuk menghilangkan nafsunya tetapi masih belum bisa menahannya karena terlalu lama dan tidak kuasa biaya menemuinya
        Dewasa ini ada yang namanya (maaf) Phone Sex, Chat Sex, sambil masturbasi, apakah itu diperbolehkan ustadz?
        jika tidak diperbolehkan, bagaimana cara kita menahan nafsu itu agar terhindar dari zina

      2. berkata2 yang merangsang jika dg istri tidak apa. tetapi jangan sambil onani, masturbasi.
        sy mendapati puasa sajalah solusi dlm hadis terhadap nafsu yg bergejolak.
        solusi lain; nafsu bangkit jk ada rangsangan, jadi tuk menghilangkannya, jangans ampai terpicu oleh rangsangan, baik dr luar ataupun yg diciptakan sendiri. jk muncul segera alihkan.
        Wallahua’lam

  10. ada seorang laki2 beristri bertanya pada teman wanitanya yg telah bersuami tentang hbgn sek, si wanita bersuami lalu menjelaskan tentang hbgn seknya pada laki2 yg beristri. bolehkah hal itu dilakukan oleh wanita yg beristr menjawab sex pada laki2 lain yg beristr ?

    1. tdk boleh. Itu aurot. Jk konsultasi, mestinya ke dokter. Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: