Menafsirkan Lafadz Talak Suami

oleh: Muhammad Muafa

 

Pertanyaan

Assalammu’alaikum.
Saya ingin bertanya tentang Talak muallaq. Teman saya pernah menduakan calon suami nya. Dan setelah menikah dia mengakui kesalahan nya itu pada suami nya,kemudian suami nya bertanya “apakah kamu melakukan nya sebelum kita menikah,karena jika kamu melakukan nya stelah kita menikah kamu jangn pernah menemuiku lagi” teman saya menjawab “saya tidak pernah melakukan itu setelah kita menikah” suami nya juga pernah berkata “saya tidak akan pernah berniat berpisah/bercerai dg mu kecuali kamu macam macam” pernah juga “kalau kamu macam macam kamu jangan menemuiku lagi” saat itu pengertian teman saya dg kata macam macam itu sebatas berselingkuh dan berbuat zina. Suami nya juga tidak menjelaskan kalimat macam macam itu bagaimana. Setahun kemudian teman saya teringat dg kata2 suaminya itu kemudian bertanya pengertian macam macam suami nya itu bagaimana tanpa mengingatkan perkataan nya stahun  lalu. Suami nya bilang macam macam itu punya arti luas. Teman saya bertanya lagi “apakah dg membuka facebook mantan kekasih ku juga perbuatan macam macam?” suaminya bilang “ya.” teman saya bilang “tapi saya tidak berniat untuk macam macam” suami nya berkata “saya tidak menuduh mu macam macam yg saya takutkan kamu berbuat macam macam” lalu teman saya mengingatkan kata2 suami nya setahun lalu “kalau kamu macam macam kamu jgn menemuiku lagi” suami nya bilang sudah lupa pernah berkata seperti itu. Teman saya bertanya “apa makna macam macam saat kamu mengatakan perkataan itu?” suami nya berkata “aku pikir kamu tau maksudnya saat itu” teman saya berkata lagi “aku mengerti nya sebagai berselingkuh dan menemui mantan kekasih ku itu dg sengaja” suami nya bilang “itu kamu tau” teman saya bertanya “apa pengertian ku itu benar?” suami nya menjawab “ya” kemudian teman saya bertanya “apakah membuka facebook mantan ku juga termasuk macam macam?” suaminya bilang “tidak” pertanyaan saya apakah jatuh Talak pada teman saya itu karena dia pernah beberapa kali membuka facebook mantanya,tanpa niat macam2?

(masih pertanyaan senada dari penanya yang sama, dikirim sehari kemudian);
Assalammualaikum.
Saya mau tanya apakah Talak muallaq itu jatuh jika istri salah mengerti syarat/kondisi yg disyaratkan suami nya dalam mengucapkan Talak muallaq? Misal suami berkata “kalau kamu macam macam kamu jgn menemuiku lagi” istri mengartikan kata macam macam itu seperti berzina dan berselingkuh saja karena sebelum mengatakan itu suami memulai dg membahas tentang hubungan istri nya dg mantan pacar istrinya waktu pacaran dlu pernah ciuman. Apakah jatuh Talak pda istrinya setiap kali perbuatan istrinya dianggab macam2 oleh suaminya? Atau Talak hanya jatuh saat istrinya berbuat zina (berciuman lagi dg mantanya) atau berselingkuh seperti pengertian nya tentang macam2 yg diucapkan suaminya saat itu? Atau Talak juga jatuh jika istrinya membuka facebook mantan nya itu tanpa niat apa2 dan istrinya menganggab itu tidak termasuk pengertian kata macam2 yg diucapkan suaminya saat itu?

Hatipah Fahmi

fhatipah@yahoo.com

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah.

Benar. Talak tersebut terkategori Talak Mu’allaq (pembahasan lebih panjang Talak Mu’allaq lihat; https://abuhauramuafa.wordpress.com/2012/04/27/hukum-Talak-muallaq-Talak-tergantung ) , karena suami menggantungkan jatuhnya Talak pada kondisi tertentu, yakni dilakukannya suatu perbuatan oleh istri. Dalam pembahasan hukum Talak, Talak jenis ini dihukumi jatuh jika syarat yang diancamkan suami terealisasi.

Adapun batasan jangkauan makna lafadz Talak mu’allaq yang diucapkan dengan lafadz umum, maka hal itu dikembalikan pada niat suami. Yang demikian dikarenakan Syara’ memberikan hak Talak kepada suami sehingga lafadz apapun yang diucapkan suami sebagai ancaman Talak semuanya dikembalikan pada niat suami, bukan penafsiran istri apalagi penafsiran orang lain. Dalil yang menunjukkan bahwa Talak adalah hak suami adalah Nash-Nash berikut;

{وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ} [البقرة: 231]

 

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula). (Al-Baqoroh; 231)

{لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً } [البقرة: 236]

Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu mentalak isteri-isteri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya (Al-Baqoroh; 236)

{وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ } [البقرة: 237]

Jika kamu mentalak isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, Padahal Sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, Maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu (Al-Baqoroh;237)

Dalam seluruh ayat diatas, Allah menyandarkan aktifitas Talak kepada suami. Karena itu hal ini menunjukkan Syara’ memberikan hak Talak hanya kepada suami saja.

Riwayat hadis dalam Sunan Ibnu majah juga menguatkan hal tersebut. Ibnu Majah meriwayatkan;

سنن ابن ماجه (6/ 269)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ سَيِّدِي زَوَّجَنِي أَمَتَهُ وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يُفَرِّقَ بَيْنِي وَبَيْنَهَا قَالَ فَصَعِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَا بَالُ أَحَدِكُمْ يُزَوِّجُ عَبْدَهُ أَمَتَهُ ثُمَّ يُرِيدُ أَنْ يُفَرِّقَ بَيْنَهُمَا إِنَّمَا الطَّلَاقُ لِمَنْ أَخَذَ بِالسَّاقِ

Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Seorang lelaki datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tuanku mengawinkan aku dengan budak perempuannya, lalu ia ingin memisahkan aku dari dia.” Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian naik ke mimbar dan bersabda: “Wahai manusia, kenapa salah seorang dari kalian menikahkan budaknya dengan budak perempuannya, kemudian dia ingin memisahkan keduanya?! Talak itu hanya menjadi hak bagi orang yang (halal) menjamah betis.” (H.R.Ibnu Majah)

Orang yang halal menjamah betis wanita adalah kinayah dari suami. Jadi hadis ini menguatkan makna ayat-ayat dia tas bahwa Talak hanya menjadi hak suami.

Hanya saja, niat yang dipertimbangkan hanyalah niat pada saat mengucapkan Talak Mu’allaq, bukan niat sesudah diucapkan,  apalagi niat sesudah berbulan-bulan/bertahun-tahun Talak diucapkan. Jika suami telah lupa apa niatnya, maka makna bahasa dan konteks diucapakannya Talak yang dijadikan ukuran. Jika konteks ucapan menunjukkan bahwa suami memang memaksudkan lafadz “macam-macam” itu dengan perzinaan, berarti hanya perzinaan saja yang membuat Talak jatuh. Tetapi jika konteks ucapan tersebut bermakna semua interaksi/tindakan yang membuat cemburu, berarti semua interaksi/tindakan yang membuat cemburu termasuk sekedar membuka Facebook membuat Talak tersebut jatuh.

Wallahua’lam.

87 responses

  1. “Ass.ustdz ada pertanyaan lg yang mau saya tanyakan. Ada sebuah cerita, seorang istri sedang berbincang2 dengan sang suami, sang istri menasehati suami tentang suatu hal,tp suami tidak menerimanya, lalu sang istri berkata, “ya udah klo gak mau dibilangi, hidup aja sendiri2”, lalu sang suami menjawab “ya udah klo gitu,kita hidup sendiri2 aja”, lalu sang istri bertanya kpd suami “maksudnya apa?”, si suami menjawab, “kan kamu yang bilang”. Apakah hal tersebut menyebabkan terjadinya jatuh talak?klo misalnya jatuh talak,lalu apa yg harus dilakukan suami istri ini,karena peristiwa ini sudah berlangsung lama.
    lalu apakah talak bisa jatuh dengan kalimt2 sindiran?seperti apa contohnya?
    Atau apakah talak akan jatuh dengan ucapan yang jelas “aku talak kamu” saja?
    Mohon untuk segera dijawab ya ustdz ,karena ini menyangkut halal haram.”

    1. wa’alaikumussalam. salamnya jangan disingka ya..”ass” dlm bhs inggris telah diketahui maknanya. lafadz tersebut sudah termasuk talak, meski diucapkan secara canda jk memang dimaksudkan talak. jd kembali ke maksud istri hidup sendiri2 itu bermaksud cerai atau bukan . talak dg sindiran jatuh, yakni jk memaki lafadz yg scr bhs berakna talak, mislanya; ‘ku kembalikan kau pd ortumu”, “kau tdk bukan istriku lg sekarang” dan semisalnya.. wallhua’lam

  2. Bagaimana caranya untuk mensucikan kembali hubungan suami istri jika seorang suami yg sering berkata mengancam cerai kepada istrinya? Apakah harus menikah kembali? Bagaimana caranya, saya bener” butuh jawabannya segera

    1. suami harus menjaga lisannya. tidak ada manfaatnya mengulang nikah berkali2 jika masih suka mengancam. krn ancaman yg terkategori talak mu’allaq jatuh tanpa bisa dibatalkan. jk ancaman tsb termasuk talak mu’allaq lalu istri melanggar ancaman maka jatuhlah talak dan suami masih berhak merujuknya selama belum habis masa iddah. untuk memahami lebih jauh talak mu’allaq dan tatacara rujuk, baca link berikut https://abuhauramuafa.wordpress.com/2012/04/27/hukum-talak-muallaq-talak-tergantung/ dan https://abuhauramuafa.wordpress.com/2012/05/10/tata-cara-rujuk-dalam-islam/

  3. assalammu’alaikum.
    mohon di jawab pak ustadz
    saya pernah melakukan kesalahan,dan kesalahan itu sangat sangat sepele,sehingga istri saya marah dan mengancam. tapi belum sempat menjelaskan ancamannya.
    sehingga saya sempat bertanya kepada istri saya,
    “saya”= apa kamu mau ngancem apa sama saya? kamu mau menceraikan saya?
    dan itu sempat terucp 2x,
    dalam hati saya tidak ada sdikitpun niat atau kemauan untuk memberi pernyataan talak.
    pak ustadz saya butuh sekali penjelasanya, dalam hal ini ucpan tersebut semua di lakukan dg SMS.
    sebelum saya sms saya sudah berfikir matang matang, kalau saya cuma ingin membuatnya takut. dan dalam hati saya sama sekali bukan menyatakan talak.
    tolong penjelasanya apa termasuk talak atau bukan. dan kejadian ini lewat sms.
    dan apa yang perlu saya lakukan.

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      kalimat;
      apa kamu mau ngancem apa sama saya? kamu mau menceraikan saya?
      kalimat ini tidak termasuk talak sehingga tidak berlaku hukum talak.
      hati2 dengan kalimat ancaman, karena kalimat ancaman bisa jatuh talak jika termasuk talak mu’allaq.
      contoh talak mu’allaq: JIka kamu tidak pulang malam ini, maka talak saya jatuh”
      maka ketika istri tdk pulang, jatuhlah talak tersebut (lebih detail tentang talak mu’allaq, baca artikel talak mu’allaq dalam blog ini)
      jik ada masalah, jangan lekas mengancam. tapi pakailah cara yang diajarkan Rasululllah.
      beri nasihat dengan lembut dan halus.
      Wallahualam

      1. asalammu’alaikum.
        menanggapi jawabn pak ustadz, trmakasi atas jawabnya.
        berarti saya sama sekali belum menalak istri saya pak uztadz?
        sebelum saya mengucpkanya pun sya sudah berfikir matang2, tapi sungguh dalam hati saya hanya bertanya kepada istri saya, dan tidak ada niat sama sekali.
        kalau kita bertanya “apakah kamu mau menceraikan saya” it pertanyaan saya kepada istri saya. sama sekali bukawm talak kan pak ustadz. sungguh menyesal saya mengucpkanya.
        semoga allah membukakan pintu dan menunjukan jalan bagi hamba.
        tlong di jelaskan lagi pak ustadz.

      2. wa’alaikumussalam warohmatulllah.
        jika ucapannya adalah seperti yang ditanyakan, maka belum termasuk talak. pertanyaan tentang talak bukan talak.

        tapi saran saya, pelajari seluruh tulisan tentang talak dlm blog ini maupun sumber2 yang lain. agar di masa yg akan datang bs lebih berhati2.

  4. Assalamu’alaikum,
    Ustadz saya dan suami bingung dengan banyaknya berbagai pendapat mengenai talak, saya ingin menanyakan pada Ustadz apa hukum dari sms suami saya berikut :
    “Kalau kamu balas sms ini jatuh talak 2 dari saya” (ketika itu saya membalas smsnya).
    Ketika itu saya dan suami dalam keadaan emosi dan marah. Dia mengatakan kalau waktu itu dia sms seperti itu supaya saya tidak membalas smsnya lagi dan dalam pikirannya seandainya saya balas berarti yg jatuh adalah talak ke-2.
    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Yang jatuh talak berapa, masih talak ke-2 atau talak 2x yg berarti sudah talak 3 dan artinya kami tidak bisa rujuk lagi?
    2. Jika memang yg jatuh masih talak ke-2, mohon diberikan dalilnya yg shahih.

    Saya mohon pencerahan dari Ustadz, karena sekarang keluarga kami sedang memperdebatkan permasalahan boleh/tidaknya kami rujuk kembali. Semoga ALLAH SWT membalas semua kebaikan Ustadz.

    Wassalamu’alaikum wr wb

    1. Wassalamu’alaikum wr wb.
      jatuh talak dua. krn itu talak mu’allaq istilahnya.
      kenapa jatuh talak dua? karena suami pernah menjatuhkan talak satu. setelah itu rujuk kembali. lalu mengucapkan talak mu’allaq, lalu ibu melanggar syarat yang disebutkan dalam talak mu’allaq. krn itu jatuhlah talak yg kedua, sehingga msh bs rujuk lagi. wallahua’lam.

  5. assalammualaikum ustad,
    sy mau ty,apakah jika saat bertengkar dan suami berkata “emangnya aq tidak berani menceraikan mu” atau “mau ditalaq?” apakah telah jatuh talak kepda istri dgn kalimat tersebut?
    mohon jawabanya ustad.
    terimakasih.

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah.
      belum mentalak, tapi ancaman talak.
      sy sarankan hati2 dengan katab talak. begitu sudah diucapkan tdk bs ditarik lagi.Wallahua’lam

  6. Assalamualaikum Ustaz,

    Soalan saya; Jika seorang suami ketika sedang mengisi borang mahkamah dan ketika dia menulis lafaz “AKU CERAI KAU ROGAYAH (nama isteri)” dia secara tak sengaja terlafaz di mulut pada masa yang sama..dia yakin lafaz tidak ditujukan kepada isteri, dan BUKAN niat ingin menjatuhkan cerai kali ke-2. Tujuannya adalah untuk mengisi borang sahaja, tapi oleh kerana ada nama isteri dalam lafaz itu, dia jadi risau. Apa pendapat ustaz? Adakah jatuh talak kali ke-2? Adakah nama isteri di situ memberi apa2 kesan walaupun tidak ditujukan kepadanya?

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah. tidak jatuh cerai karena tidak ada niat. hal ini sama seperti orang yang berlatih menulis kaligrafi yang kebetulan memakai lafaz talak dan tidak dihukumi jatuh karena tidak berniat mencerai sebagaimana keterangan para Fuqoha’.
      Wallahua’lam.

  7. Assalamualaikum

    Uztadz sy mau nnyak apkah talak mu’allak itu akan jatuh kalau seorang istri lupa dan melanggar talak mu’allak yg diberikan suami dahulu ny….

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah; benar tetap jatuh. Wallahua’lam.

  8. Assalamualaikum Wr Wb…
    Maaf Pak Ustadz masih membahas pertanyaan saya diatas…
    1. bila maksud suami merencanakan talak, apakah telah jatuh talak kepada saya??karena kejadiannya sudah lama… dan saya / suami sudah lupa…
    2. bila suami lupa tentang niat mengirim sms tsb (maksud me-talak/tidak), bagaimana hukumnya apakah tetap talak??
    3. bila sms tsb dikirimkan kepada saya, bukan ke orang tua saya apakah sama hukumnya?? karena kejadiannya sudah lama… dan saya sudah lupa…
    4. bila suami saya mengucapkan kata cerai lagi (jelas), maka yg terjadi apakah talak ke-1 atau ke-2??

    Maaf pak Ustadz klo boleh pertanyaan saya yang pertama dihapus saja.. tidak diperlihatkan…

    Wassalamualaikum Wr. Wb

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      1.kalau rencana berarti blm talak.
      2.bila lupa niatnya apa, maka kembali ke hukum asal; belum talak
      3.dikirimkan ke ortu, ke istri, ke teman suami atau siapapun hukumnya sama. Selama suami niatnya talak, mk jatuh talak, jika niatnya msh rencana, mk blm jatuh talak.
      4.tergantung status talak lewat sms sebelumnya. Jika lupa mk kembali ke hukum asal, yakni blm jatuh talak, sehingga ucapan jelas talak dihitung talak satu.
      Wallahua’lam

  9. Assalamualaikum Wr. Wb

    terima kasih banyak atas kesediaan ustadz untuk menjawab…
    semoga ustadz selalu dirahmati Allah SWT… amiin…

    Wassalamualaikum Wr. Wb

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh. Aamiin. terimakasih doanya.

  10. Assalamualaikum Wr. Wb…
    begini pak ustadz, waktu itu saya pernah membahas tentang perceraian..trus saya menjelaskan kalo talak itu ada beberapa macam, ada yg shorih dan ada yang kinayah. trus istri bertanya kalo yang shorih seperti apa sich ?? trus saya langsung mencontohkan pak uztad, sebelum mencontohkan saya ngomong dulu.ini bukan kemamah ya..hanya contoh,,trus saya juga ngomong gini,,ya ALLAH ini hanya contoh kalo shorih seperti ini:…misalnya ada seorang suami berkata seperti ini”kamu aku ceraikan” atau kamu aku talak..” itu adalah contoh lafaz yg shorih,,sya bilang keistri..gimana hukumnya pak ustadz?? apakah jatuh talak saya keistri saya ketika saya mencontohkan seperti itu,saya jadi kepikiran terus pak ustad..saya tunggu jawabannya pak ustadz…wassalam…..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh. Krn contohnya jelas hanya mencontohkan, mk tdk jatuh talak. Wallahua’lam

      1. Assalamualaikum Wr. Wb…
        Sebelumnya terimakasih atas jawabannya ustadz, begini pak ustadz, sudah sebulan ini pikiran saya gak tenang, setelah saya lebih mengetahui tentang hukum perceraian dalam islam, saya jadi flashback kemasa lalu, awal2 pernikahan, saya dan istri sering ribut saya orang yang tempramen, istri juga keras kepala.kita ribut sampe keluar kata2 seperti ini dari mulut saya, “ya udah kita pisah aja, kamu keras kepala gak mau dengerin kata suami, besok biar saya ngomong sama ayah dan kamu ngomong sama mama” (lebih kurang kalimatnya seperti itu karena kejadian itu udah lama jadi saya udah gak bisa mengingatnya lagi secara detail), apakah kata2 seperti itu telah jatuh talak pak ustadz?? sya bener2 tidak mengerti mengenai perceraian pada waktu itu. setahu saya cerai itu kalo ada kata cerai dengan tegas, saya ngomong seperti itu hanya untuk menakuti istri agar dia lebih nurut lagi kesuami. sekarang saya bener2 bingung, saya takut kata2 seperti itu udah sering keluar dari mulut saya, ada yang bilang kata pisah sama saja dengan cerai/ talak, ada yg bilang nggak, saya takut entah berapa kali kata pisah keluar dari mulut saya uztadz, saya cuma bisa mengingat sekali doang ustadz,,karena kejadiannya sudah lama, sekarang keluarga saya udah harmonis, semenjak anak kami lahir,,saya jadi pribadi yg lebih sabar, istri juga lebih nurut.mohon kasih pencerahannya pak ustadz agar bahtin saya lebih tenang…saya tunggu jawabannya ustadz..wassalam….

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
        Semoga Allah mengampuni perkataan2 di masa lalu yg diucapkan krn tidak tahu.
        Mulai hari ini bapak hrs benar2 hati2 jika hendak mengucapkan kata2 yg berhubungan dg talak.
        Kalimat “ya udah kita pisah aja” memang cukup jelas sebuah talak, sehingga dihukumi jatuh talak satu.
        Jika ingatnya hanya satu itu, maka dihitung jatuh satu dan yang ragu2 tidak dianggap (kembali pada hukum asal bahwa perkawinan masih sah)
        Krn kejadiannya sudah lama, mk saya sarankan mengulang akad nikah dg mahar baru, wali serta saksi.
        Tidak usah ramai2 untuk menyelenggarakan akad baru ini. Cukup beberapa keluarga saja yang diundang, sekedar menegaskan keabsahan pernikahan.

      3. Assalamu’alaikum Wr. Wb…
        Terimakasih pak uztads atas pencerahannya,,kejadiannya memang sudah sangat lama, jadi saya bener2 tidak bisa meningat lagi.dan sebelum saya bertanya keuztads, saya pun sudah membahasnya bersama istri saya tentang kejadian yang lalu2, dan seingat istri saya juga cuma sekali.tapi uztads, kenapa ya seperti selalu ada dorongan didiri saya agar coba mengingat dan mengingat lagi…terkadang itu memeras pikiran saya. tapi demi ALLAH saya tidak bisa mengingatnya lagi.kalo ternyata kata2 itu sudah lebih dari 3 kali terucap, apakah ALLAH mengampuni saya uztads ?? apakah dimata ALLAH pernikahan saya masih sah? oya ustadz, apa itu hukum asal ?? maaf ustadz kalo saya banyak bertanya…..wassalam….

      4. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
        Allah itu mah pengampun bapak Heru saputra. Yakinlah bahwa Allah maha pengampun. Jangan ragu sedikitpun. Dosa membunuh 100 orang saja diampuni jk sungguh2 bertaubat apalagi dosa yg lebih ringan daripada itu.
        setiapkali ada ingatan ke masa lalu ucapkan ‘Audzubillahiminasy syaithonirrojim” krn semua itu godaan syetan dan jangan dituruti. Insya Allah lama2 hilang.
        Hukum asal bermakna hukum yg berlaku secara “default” sebelum ditimpa kondisi2 yg lain. Misalnya orng yg telah berwudhu, hukum asalnya adl suci. Jk dia ragu2 apakah buang angin atau tidak, maka hukum asalnya tetap suci dan tdk perlu wudhu lagi sebelum mendapatkan bukti pasti bahwa memang buang angin. Wallahua’lam

      5. Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh..Terimakasih uztad atas pencerahannya. ada satu hal lagi yang mau saya tanyakan, kalo kata2 seperti ini “kalo kita cerai aja gimana, kamu siap gak?” saya pernah berantem sama istri dan keluar kata seperti itu dari mulut saya, sementara saya tidak ada niat untuk menceraikan.saya hanya ingin memastikan aja, apakah istri saya masih mau hidup bersama saya, dan semua itu terjadi dalam keadaan emosi.istri saya hanya menjawab sadar aa,,sadar..trus tiba2 saya seperti tertampar oleh kata2 itu..saya langsung istighfar…dan berdiam diri. bagaimana hukumnya uztad….mohon pencerahannya..?? wassallam……

      6. Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
        Kata2 “kalau” menunjukkan masih belum mentalak, tapi baru menawarkan. Jd belum jatuh talak. Wallahua’lam

      7. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh..
        Terimakasih atas jawabannya selama ini ustad, ingin rasa bertemu langsung dengan ustad, karena banyak hal yang ingin saya tanyakan,,pengetahuan agama saya masih dangkal ustad,, saya ingin jadi pribadi yg lebih baik lagi, jadi suami dan ayah yang lebih baik lagi..apakah ustad sering meberi ceramah atau pengajian disekitar jabodetabek..?? wassalam….

      8. keinginan yg sungguh mulia bapak.
        lanjutkan. ikutlah pengajian dan banyaklah membaca buku agama.
        kalau saya tinggal di malang, jawa timur.
        majelis2 pengajian yg saya isi juga di malang.

      9. Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh..
        Ustad tiba2 saja, saya teringat suatu hal, dulu istri pernah bilang seperti ini,, kalo aa macem2 saya tidak akan pernah memaafkan aa selamanya dan jangan pernah aa ketemu saya lagi, dan saya tanpa pikir panjang langsung mengiyakan, jujur aja ustad, saya khilaf, saya pernah datang kesalah satu tempat maksiat,( maaf ustad, tapi saya tidak sampai melakukan hub badan) tapi saya melakukan zina ustad, dan sampai detik ini istri saya tidak tahu, saya pengen jujur tapi bingung,,bagaimana hukumnya ustad ? apakah jatuh talak, apa bagaimana? sementara saya pernyataan seperti itu sebuah talak, hanya janji doang,,,mohon pencerahannya ustad..wassalam…

      10. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh .
        Tidak disebut talak dan tdk jatuh talak. Talak itu ditangan suami, dan suamilah yg menjatuhkan bukan istri. Kecuali jk bapak berniat talak, maka bs dihitung jatuh talak. Selama bapak hanya berniat menjauh, pisah ranjang, menghukum secara mental dan yg semakna dengannya maka tidak dihitung talak. Wallahua’lam.

      11. Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh..
        Terimakasih atas penjelasannya ustad. benar sekali ustad, saya tidak menganggap pernyataan/perjanjian itu sebagai ucapan sebuah talak bila saya langgar. Oya ustad, akhirnya saya mengakui kesalahan saya, dan pastinya istri saya marah, ngamuk, tapi Alhamdulillah sekarang udah agak mendingan..intinya istri saya butuh untuk melupakan itu semua. bagi saya yang penting istri saya udah memaafkan saya..dan saya tidak mengulanginya lagi…
        Wassalam….

  11. Assalaamu’alaikum ustadz. Saya mohon tanggapan ustadz lagi.
    1.Terkait status jatuh atau tidaknya talak saya dari kasus saya yg awal. Krn setelah ingat ingat lg, insyaAllah saya Haqqul Yaqin, Bahwa pada saat istri saya meminta cerai kepada saya dan minta urus perceraian ke pengadilan agama, saya jawabnya seperti ini “Iya Ntar saya urus” (iya disini maksudnya bukan mengiyakan permintaan cerai istri saya ustadz, karena saya tahu kalau langsung saya iyakan permintaan istri maka akan jatuh talak, ini saya lakukan cuman buat menenangkan suasana saja), walaupun istri saya nangkapnya saya mengiyakan, dalam hatipun saya saya tidak menceraikan dia krn tahu konsekuensinya, namun apabila nanti masalahnya ternyata sampai ke pengadilan agama hati saya pasrah apakah ntar bercerai atau tidak, dan saya pun tahu bahwa untuk talak sebenarnya hak suami tidak menunggu putusan pengadilan agama, makanya saya gantung permintaan talak dari istri saya dengan bilang “Iya Ntar saya urus” (iyanya saya gantung)

    Dalam kasus diatas jatuh talak ataukah tidak ustadz??

    2. Untuk pertanyaan selanjutnya: “Kadang2 pas bertengkar dari pada bikin panas suasana, saya biasa bilang saya pergi aja, maksudnya supaya bikin tenang pikiran, makanya saya jalan keluar sambil merenung, nah saya coba ingat ingat pergi saya disini untuk menjauh dulu dari istri saya (perginyapun paling sekitar setengah jam an sambil merenungkan dan menenangkan perasaan, niat pada waktu mengucapkan sudah lupa krn sudah lama, saya juga baru mengetahui terkait ketentuan talak kinayah (dimana niat si suami yg menentukan jatuh tidaknya talak), saya khawatir itu kayak jadi semacam talak kinayah yg tidak saya sadari, bagaimana pendapat pak ustadz? saya takut hidup dalam keragu raguan

    1. Assalaamu’alaikum waro’hmatullohi wabarokatuh ustadz. Saya ada pertanyaan dan mohon tanggapan ustadz lagi.
      Ini ada tambahan informasi pak ustadz setelah saya flashback kejadian waktu itu dan ini seingat saya jadi moho hanya pertanyaan ini yg dijawab:

      1.Terkait status jatuh atau tidaknya talak saya dari kasus saya yg awal( sekitar 3 tahun yg lalu pada saat awal awal pernikahan) Krn setelah ingat ingat lg, insyaAllah saya Haqqul Yaqin, Bahwa pada saat istri saya meminta cerai kepada saya dan minta urus perceraian ke pengadilan agama, saya jawabnya seperti ini “Iya Ntar saya urus” (iya disini maksudnya bukan mengiyakan permintaan cerai istri saya ustadz, karena saya tahu kalau langsung saya iyakan permintaan istri maka akan jatuh talak, ini saya lakukan cuman buat menenangkan suasana saja dan istri terkesan memaksa), walaupun istri saya nangkapnya saya mengiyakan, dalam hatipun saya saya tidak menceraikan dia krn tahu konsekuensinya, namun apabila nanti masalahnya kelak ujung ujungnya ternyata sampai ke pengadilan agama hati saya pasrah apakah ntar bercerai atau tidak, dan saya pun tahu bahwa untuk talak sebenarnya hak suami tidak menunggu putusan pengadilan agama, makanya saya gantung permintaan talak dari istri saya dengan bilang “Iya Ntar saya urus” (iyanya saya gantung) (iya disini maksudnya bukan mengiyakan permintaan cerai istri saya ustadz, karena saya tahu kalau langsung saya iyakan permintaan istri maka akan jatuh talak, ini saya lakukan cuman buat menenangkan suasana saja)

      Dalam kasus diatas jatuh talak ataukah tidak ustadz??

      2. Untuk pertanyaan selanjutnya: “Kadang2 pas bertengkar dari pada bikin panas suasana, saya biasa bilang saya pergi aja krn saya orang nya suka ngambek, maksudnya supaya bikin tenang pikiran, makanya saya jalan keluar sambil merenung, nah saya coba ingat ingat pergi saya disini ada 2 kali :
      1. untuk menjauh pada istri saya, niat pada waktu mengucapkan kata kata”saya pergi saja dari sini” (atau yg serupa dgn itu), saya lagi galau trus saya tinggalkan istri saya pada malam saat bertengkar istri saya nangis jgn pergi cuman saya tetap pergi krn seingat saya ngapain saya ada kalau tidak dihargai dan saya merasa gak dianggap, beberapa saat setelah merenung juga nangis sambil seingat saya begini pak ustadz “apakah saya harus bercerai dan mengalami nasib yg sama dgn orang tua saya yg juga bercerai” dan 1 jam an setelah saya jalan pakai motor dan melamun td saya balik ke rmh istri saya krn dia berapa kali nelpon dan gak sy angkat, saya balik ke rmh masih dlm keadaan marah dan bercampur kasihan sama istri saya, saya balik lg ke istri saya dan bilang saya tidak tidak akan pergi dengan syarat apabila dia tidak mau nurut sama saya terkait berhenti bekerja setelah kontraknya habis..maka dia saya cerai (ini flashback kejadian sblm saya jatuhkan talak mu”allak saya). Nah ustadz, baru baru ini saya mempelajari dan mengetahui terkait ketentuan talak kinayah (kata kiasan) (dimana niat si suami yg menentukan jatuh tidaknya talak), saya khawatir saya pergi itu  kayak jadi semacam talak kinayah yg tidak saya sadari krn kejahilan masalah agama (krn yg saya tau talak jatuh apabila hanya diucapkan dgn sharih diluar itu tidak jatuh) bagaimana pendapat pak ustadz terkait hal ini, krn saya coba ingat ingat niat pas saya berucap “saya pergi itu” SAYA BENAR BENAR LUPA NIATNYA apakah hanya untuk memberi shock terapi atau lainnya? saya takut hidup dalam keragu raguan dan kadang kadang ada bisikan keraguan dihati saya ustadz saya takut murka Allah SWT 

      2. untuk menjauh pada istri saya, niat pada waktu mengucapkan kata kata”saya pergi” sambil mau ngemasin bareng cuman istri saya bilang mau pergi kemana..jawabnya terserah karena saya pas bertengkar merasa dipojokkan, saya lagi galau cuman waktu yg ke 2 ini saya tidak jadi pergi dan pada waktu itu keluarlah tawaran talak saya kepada istri saya…yg intinya apabila dia tidak terima dengan sikon keluarga saya yg tidak menghargai dia dan anak kami, apabila dia minta cerai saya siap menceraikan dia..yg alhamdulillah dia tidak mengiayakan (ini flashback kejadian sblm saya menawarkan talak saya kepada istri) (krn yg saya tau talak jatuh apabila hanya diucapkan dgn sharih diluar itu tidak jatuh). Pak ustadz, baru baru ini saya mempelajari dan mengetahui terkait ketentuan talak kinayah (kata kiasan) (dimana niat si suami yg menentukan jatuh tidaknya talak) setelah membca blog pak ustadz terkait menafsirkan lafadz talak suami dan dari pertanya dan jawaban ustadz dlm tema tsb, saya khawatir ” kata kata saya pergi”itu  kayak jadi semacam talak kinayah yg tidak saya sadari krn kejahilan masalah agama, bagaimana pendapat pak ustadz terkait hal ini, krn saya coba ingat ingat sekuat pikiran saya terkait apakah niat saya pas bilang kata “saya pergi itu” SAYA BENAR BENAR LUPA NIATNYA apakah sebagai shock tetapi atau lainnya?

      saya takut hidup dalam keragu raguan dan kadang kadang ada bisikan keraguan dihati saya ustadz, saya takut murka Allah SWT.
      Demikian pertanyaan saya ustadz, akhir kata  

      1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
        1.jk blm niat talak, maka lafaz yg memungkinkan ditafsiri dua makna: jatuh atau tdk, maka dihukumi blm jatuh. Krn keterangan suami dan niatnya yg jd pegangan.
        2..jk lupa, mk kembali ke hukum asal; masih terikat pernikahan sah, belum jatuh talak. Wallahua’lam

    2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      1.jk blm niat talak, maka lafaz yg memungkinkan ditafsiri dua makna: jatuh atau tdk, maka dihukumi blm jatuh. Krn keterangan suami dan niatnya yg jd pegangan.
      2.blm jatuh. Krn dr ceritanya hanya berniat menjauh, tdk berniat talak. Wallahua’lam

      1. Assalaamu’alaikum waro’hmatullohiwabarokatuh pak ustadz. Alhamdulilllah terimakasih pak ustadz atas jawabannya . Sedikit pertanyaan tambahan pak ustadz yg semoga selalu dirahmati Allah SWT. khan waktu sebelum jawaban ini..saya tau nya sdh jatuh talak 2 krn waktu itu saya konsultasi ttg info yg kasus talak 1 masih blm lengkap shg menurut pak ustadz dianggap jatuh talak 1 nya (maaf pak ustadz yah krn waktu itu saya masih sangat galau shg agak susah berpikiran jernih) plus talak mu’allaq yg jatuh shg totalnya 2 talak yg 2 2 nya sdh dirujuk dlmasa ‘iddah. Nah saya sama istri waktu tau sdh total jatuh talak 2, kami berkomitmen utk tidak terjadi yg ke 3 dgn seraya hanya mengharap pertolongan dan ridho Allah SWT. Nah saya bilang ke istri saya..yank..khan kita sudah talak 2 (sebelum dihitung jumlah talak berdasar jwban pak ustadz skrg alhamdulillah cuman 1 yg jatuh yakni yg talak mu’allaq) maka kita hrs komitmen utk menjaga pernikahan kita dgn berusaha hidup menurut tuntunan Rasululloh SAW, misal kalau ada masalah musyawarah dulu dan belajar menahan marah sesuai hadist Rasululloh SAW. Nah dgn saya bilang ” khan kita sdh jatuh talak 2″ dulu itu.. apakah talak saya saat ini tetap terhitung 1 atau 2 krn pada saat saya bilang 2 berdasar infonya sdh talak 2 (yg skrg ternyata talak 1). Mohon jawabannya ustadz

      2. Update pertanyaan welvi pada 16 Februari 2014 pukul 7:38 pm

        Assalaamu’alaikum waro’hmatullohiwabarokatuh pak ustadz. Alhamdulilllah terimakasih pak ustadz atas jawabannya . Sedikit pertanyaan tambahan pak ustadz yg semoga selalu dirahmati Allah SWT. khan waktu sebelum jawaban ini..saya tau nya sdh jatuh talak 2 krn waktu itu saya konsultasi ttg info yg kasus talak 1 masih blm lengkap shg menurut pak ustadz dianggap jatuh talak 1 nya (maaf pak ustadz yah krn waktu itu saya masih sangat galau shg agak susah berpikiran jernih) plus talak mu’allaq yg jatuh shg totalnya 2 talak yg 2 2 nya sdh dirujuk dlmasa ‘iddah. Nah saya sama istri waktu tau sdh total jatuh talak 2, kami berkomitmen utk tidak terjadi yg ke 3 dgn seraya hanya mengharap pertolongan dan ridho Allah SWT. Nah saya bilang ke istri saya..istri q..khan kita sudah talak 2 dan saya juga pernah bilang keistri saya bahwa saya yakin jatuh talak utk kasus 1 dengan alasan saya pernah ada baca hadist bahwa talak walaupun bercanda tetap jatuh…karena saya kira kata2 “iya Nanti” atas permintaan cerai istri saya itu, dlm logika saya bisa jadi hal tsb masuk kategori bercanda, padahal niat saya supaya nenangin istri saya yg lg emoai berat, logika saya ini krn keawaman saya mslh agama (sebelum dihitung jumlah talak berdasar jwban pak ustadz skrg alhamdulillah cuman 1 yg jatuh yakni yg talak mu’allaq) maka kita hrs komitmen utk menjaga pernikahan kita dgn berusaha hidup menurut tuntunan Rasululloh SAW, misal kalau ada masalah musyawarah dulu dan belajar menahan marah sesuai hadist Rasululloh SAW. Nah dgn saya bilang ” khan kita sdh jatuh talak 2″ dulu itu.. dan untk kasus 1 saya bilang ke istri saya bahwa saya yakin jatuh talak berdasarkan logika memaknai hadist bahwa talak jatuh walaupun serius atau bercanda, apakah talak saya saat ini tetap terhitung 1 atau 2 krn pada saat saya bilang 2 berdasar infonya sdh talak 2 (yg skrg ternyata talak 1). Mohon jawabannya ustadz

      3. update pertanyaan welvi 24 Februari 2014 pukul 12:52 pm dan
        Update pertanyaan welvi pada 16 Februari 2014 pukul 7:38 pm

        Assalaamu’alaikum waro’hmatullohiwabarokatuh pak ustadz. Alhamdulilllah terimakasih pak ustadz atas jawabannya . Sedikit pertanyaan tambahan pak ustadz yg semoga selalu dirahmati Allah SWT. khan waktu sebelum jawaban ini..saya tau nya sdh jatuh talak 2 krn waktu itu saya konsultasi ttg info yg kasus talak 1 masih blm lengkap shg menurut pak ustadz dianggap jatuh talak 1 nya (maaf pak ustadz yah krn waktu itu saya masih sangat galau shg agak susah berpikiran jernih) plus talak mu’allaq yg jatuh shg totalnya 2 talak yg 2 2 nya sdh dirujuk dlmasa ‘iddah. Nah saya sama istri waktu tau sdh total jatuh talak 2, kami berkomitmen utk tidak terjadi yg ke 3 dgn seraya hanya mengharap pertolongan dan ridho Allah SWT. Nah saya bilang ke istri saya..istri q..khan kita sudah talak 2 dan saya juga pernah bilang keistri saya bahwa saya yakin jatuh talak utk kasus 1 dengan alasan saya pernah ada baca hadist bahwa talak walaupun bercanda tetap jatuh…karena saya kira kata2 “iya Nanti” atas permintaan cerai istri saya itu, dlm logika saya bisa jadi hal tsb masuk kategori bercanda, padahal niat saya supaya nenangin istri saya yg lg emosi berat dan istri saya juga haqqul yaqin waktu itu telah jatuh talak 1 walaupun dia bilang dia lupa bgmn saya mengiyakan talak dia apakah cuman bilang “iya” atau “iya nanti”, logika saya ini krn keawaman saya mslh agama (sebelum dihitung jumlah talak berdasar jwban pak ustadz skrg alhamdulillah cuman 1 yg jatuh yakni yg talak mu’allaq) maka kita hrs komitmen utk menjaga pernikahan kita dgn berusaha hidup menurut tuntunan Rasululloh SAW, misal kalau ada masalah musyawarah dulu dan belajar menahan marah sesuai hadist Rasululloh SAW. Nah dgn saya bilang ” khan kita sdh jatuh talak 2″ dulu itu.. dan untk kasus 1 saya bilang ke istri saya bahwa saya yakin jatuh talak berdasarkan logika memaknai hadist bahwa talak jatuh walaupun serius atau bercanda, apakah talak saya saat ini tetap terhitung 1 atau 2 krn pada saat saya bilang 2 berdasar infonya sdh talak 2 (yg skrg ternyata talak 1) namun istri saya juga haqqul yaqin waktu itu telah jatuh talak 1 walaupun dia bilang dia lupa bgmn saya mengiyakan talak dia apakah cuman bilang “iya” atau “iya nanti”. Mohon jawabannya ustadz

      4. Maaf ustadz update lagi pertanyaab saya
        update pertanyaan welvi 24 Februari 2014 pukul 12:52 pm dan
        Update pertanyaan welvi pada 16 Februari 2014 pukul 7:38 pm

        Assalaamu’alaikum waro’hmatullohiwabarokatuh pak ustadz. Alhamdulilllah terimakasih pak ustadz atas jawabannya . Sedikit pertanyaan tambahan pak ustadz yg semoga selalu dirahmati Allah SWT. khan waktu sebelum jawaban ini..saya tau nya sdh jatuh talak 2 krn waktu itu saya konsultasi ttg info yg kasus talak 1 masih blm lengkap shg menurut pak ustadz dianggap jatuh talak 1 nya (maaf pak ustadz yah krn waktu itu saya masih sangat galau shg agak susah berpikiran jernih) plus talak mu’allaq yg jatuh shg totalnya 2 talak yg 2 2 nya sdh dirujuk dlmasa ‘iddah. Nah saya sama istri waktu tau sdh total jatuh talak 2, kami berkomitmen utk tidak terjadi yg ke 3 dgn seraya hanya mengharap pertolongan dan ridho Allah SWT. Nah saya bilang ke istri saya..istri q..khan kita sudah talak 2 dan saya juga pernah bilang keistri saya bahwa saya yakin jatuh talak utk kasus 1 dengan alasan saya pernah ada baca hadist bahwa talak walaupun bercanda tetap jatuh…karena saya kira kata2 “iya Nanti” atas permintaan cerai istri saya itu, dlm logika saya bisa jadi hal tsb masuk kategori bercanda, padahal niat saya supaya nenangin istri saya yg lg emosi berat yg bilang “pokoknya aq minta cerai dia mengucapkan beberapa kali ustadz dan saya seingat saya ada 2 kali bilang “1. Iya nanti” namun karena emosi istri saya dia pengen waktu itu juga minta cerai terus saya bilang yg ke 2. “khan sudah kubilang iya nanti” maksud kata kata nya ini cuman menegaskan aja ustadz karena dia pengen bgt cerai ” (bukan krn talak 2) dan istri saya juga haqqul yaqin waktu itu telah jatuh talak 1 walaupun dia bilang dia lupa bgmn saya mengiyakan talak dia apakah cuman bilang “iya” atau “iya nanti”, logika saya ini krn keawaman saya mslh agama (sebelum dihitung jumlah talak berdasar jwban pak ustadz skrg alhamdulillah cuman 1 yg jatuh yakni yg talak mu’allaq) maka kita hrs komitmen utk menjaga pernikahan kita dgn berusaha hidup menurut tuntunan Rasululloh SAW, misal kalau ada masalah musyawarah dulu dan belajar menahan marah sesuai hadist Rasululloh SAW. Nah dgn saya bilang ” khan kita sdh jatuh talak 2″ dulu itu.. dan untk kasus 1 saya bilang ke istri saya bahwa saya yakin jatuh talak berdasarkan logika memaknai hadist bahwa talak jatuh walaupun serius atau bercanda, apakah talak saya saat ini tetap terhitung 1 atau 2 krn pada saat saya bilang 2 berdasar infonya sdh talak 2 (yg skrg ternyata talak 1) namun istri saya juga haqqul yaqin waktu itu telah jatuh talak 1 walaupun dia bilang dia lupa bgmn saya mengiyakan talak dia apakah cuman bilang “iya” atau “iya nanti”, dengan redaksional permintaan cerai istri saya kurang lebihnya seperti ini“pokoknya aq minta cerai dia mengucapkan beberapa kali ustadz dan saya seingat saya ada 2 kali bilang “1. Iya nanti” namun karena emosi istri saya dia pengen waktu itu juga minta cerai terus saya bilang yg ke 2. “khan sudah kubilang iya nanti” maksud kata kata nya ini cuman menegaskan aja ustadz karena dia pengen bgt cerai ” (bukan krn talak 2). Mohon jawabannya ustadz

  12. Assalaamu’alaikum waro’hmatullohiwabarokatuh pak ustadz. Alhamdulilllah terimakasih pak ustadz atas jawabannya

    Pak ustadz untuk pertanyaan saya tgl 16 sama 24 februari 2014 saya singkat aja sbb berikut (mohon maaf dan ampun ustadz):

    Ini setelah saya ingat ingat lg kasus talak 1, Alhamdulillah ingatan saya terkait kejadian itu sudah mulai kembali insyaAllah (dan ini saya sudah berusaha mengingatnya sebisa saya sambil berdo’a kepada Allah dan juga sholat istikharah). Jadi waktu kejadian kurang lebih 3 tahun yang lalu itu”Istri saya marah hebat sama saya pas saya baru pulang dari rumah nenek dan kakak perempuan saya, alasan istri saya bahwa saya selalu menomor satukan keluarga saya dan dia kayak dianggap tidak ada, walaupun sudah saya beri penjelasan kpd istri saya bahwa saya sebenarnya tidak menomor 2 kan dia, cuman waktu itu menurut saya yg prioritas utama menyelesaikan permasalahan yg timbul di keluarga saya walaupun kerap kali permasalahannya berulang itu itu saja (dan saya pikir istri saya bakalan mengerti dan memakluminya…waktu itu umur saya + 31 tahun dan istri + 19 tahun).

    Nah waktu marah besar itu dia ngamuk dan minta cerai sama saya, dia sudah tidak tahan hidup dengan saya dan keluarga saya katanya, buku nikah juga dia lempar, , saya waktu itu sangat sedih pak ustadz dan juga menangis atas permintaan istri cerai dari istri saya, dia tetap merengek rengek minta cerai, seingat saya saya waktu itu saya diamin aja permintaan istri saya, dan krn dia terus mendesak minta cerai, saya pernah bilang (seingat saya) ke dia bahwa saya tidak ingin cerai dengan istri saya sambil saya menghiba dia, dan istri saya bilang pokoknya dia pengen cerai dari saya walaupun saya tidak mau bercerai dengan dia.
    Nah kemudian dia mau pergi keluar rumah, saya kemudian menahannya, knp kamu mau pergi, dia bilang ini bukan rumah dia lagi, saya bilang tidak ini rumah kamu, harusnya saya yang pergi, waktu itu (seingat saya) dia bilang kalau mau urus cerai ke pengadilan agama (PA). Nah untuk menenangkan dia saya bilang “iya nanti saya yg urus ke PA” (seingat saya saya tidak ada niat menceraikan dia, cuman pasrah kalau nantinya memang PA memutus cerai pernikahan kami ya saya nerima aja). kemudian dia bilang dia mau cerainya sekarang, saya bilang “khan sudah saya bilang iya nanti” gmn bisa urus cerai sekarang khan PA nya libur (waktu berantem seingat saya hari libur).
    Habis itu dia nangis aja dikamar, dan saya juga nangis sambil berserah diri kepada Allah SWT pasrah kalau nantinya memang PA memutus cerai pernikahan kami ya saya nerima aja, kemudian krn dia nangisnya gak berenti..saya hibur istri saya..dan pas udah turun emosi nya ..saya Tanya ke dia “kamu masih sayang gak sama aku” dia bilang iya dan saya juga bilang sebaliknya. Trus saya bilang ke istri saya “kamu jgn minta cerai lagi yah” dia mengiyakan, trus saya tanya ke istri (ini seingat saya) “jadi gmn untuk cerainya masih perlu saya urus tidak ke PA, dia bilang tidak usah. Trus saya bilang ke istri saya bahwa dia masih istri saya dan saya masih suami dia khan, dianya mengangguk.
    (Nah untuk cerita diatas ini hanya dari sisi saya pak ustadz, krn istri saya lupa, namun dia ngangap dan yakin jatuh talak 1 dari kasus 1 dan dia bilangnya hal ini waktu kami pas masalah waktu kejadian tawaran talak dan talak muallak yg pernah saya tanyakan ke ustadz, jadi versi dia ada 2 talak yg jatuh, yakni yg kasus diatas sama yg talak muallak, sedangkan waktu itu saya kaget kok dia bilang jatuh 2 karena seingat saya tidak untuk kasus 1 saya tidak ada mentalak dia).
    Dan saya pun juga setelah konsultasi dgn beberapa ustadz bahwa talak kasus 1 tetap jatuh termasuk juga pak ustadz sendiri namun memang untuk kasus talak 1 yg diatas saya informasinya belum sedetail sekarang krn baru ingat dan redaksional pertanyaan saya ternyata salah atau belum informatip seingat saya (Maaf kan saya pak ustadz krn saya baru lebih ingat skrg), berikut pertanyaan saya waktu itu:
    ASSALAAMU’ALAIKUM WRWB Yth ustadz, saya ada pertanyaan yg sangat membebani pikiran saya sbg berikut : 1. Pada saat awal masa pernikahan, saya sempat ribut sama istri saya. Akar permasalahannya adalah krn saya kurang bgt perhatian sama dia dan lebih kekeluarga saya. Saya info kan bahwa saat itu sikon keluarga saya kurang kondusif, nenek yg merawat saya sejak kecil sakit dan yg biasanya menjaganya adalah kaka saya. Nah saat bertengkar hebat itu istri saya minya cerai sama saya sampai melempar buku nikah kami, trus saya jawab kalau kamu pengen cerai ntar kita urus di pengadilan agama (nah yg saya bold miring ini redaksionalnya seingat saya skrg salah pak ustadz, kalaupun sama redaksionalnya ada penjelasan seperti ini yg tidak saya informasikan waktu itu krn saat itu saya masih galau dan gak terlalu ingat detil kejadiannya “dimana harusnya waktu nanya dulu say informasikan bahwa, saya waktu itu tidak menerima permintaan talak istri saya bahkan saya menolak permintaan cerai istri saya, namun saya juga pasrah menerima permintaan dia untuk mengurus cerai di PA sampai dia bilang saya dia minta nya sekarang dan saya juga bilang gimana mau ngurusnya sekarang, kan skrg hari libur dan kalau dalam hati saya berkata kalau memang nanti jadi ke PA dan PA memutuskan cerai menerima permintaan cerai istri saya, saya nerima ikhlas, krn seingat saya istri bisa ngajukan gugat cerai kepada suaminya), namun kami tidak pernah ngurus perceraian ke PA, bgmn status talak dimaksud apakah jatuh atau tidak. Dan jawaban pak ustadz sebagai berikut (ini di tema talak mu’allaq) berdasarkan informasi saya kepada pak ustadz yg mungkin belum menggambarkan cerita yg detail (mohon maaf pak ustadz)
    1.
    multaqith 27 Januari 2014 pukul 4:54 pm
    Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
    1.status jatuhnya talak atau belum, standarnya bukan mengurus ke pengadilan ataukah tidak. Tapi lafaz yang diucapkan suami. Jika seorang istri bilang “ceraikan aku” kemudian suami bilang “ya” atau “ya, kamu kucerai” atau “ya, telah jatuh talakku” atau yg semakna maka jatuhlah talak.

    Nah saya juga nanya keustadz lain dgn versi pertanyaan yg tidak detil diatas (mohon maaf par ustadz), juga sama jawaban nya bahwa jatuh talak satu untuk kasus 1,

    Nah dari semua informasi diatas dan jawaban ustadz yg terakhir bahwa untuk talak 1 tidak jatuh (Alhamdulillah),
    Namun sebelum ini jawaban ustadz yg terakhir bahwa untuk talak 1 tidak jatuh, saya pernah bilang keistri saya dan istri saya juga mengiyakan, bahwa untuk kasus talak 1 diatas saya yakin jatuh (krn jawaban dari para ustadz waktu itu juga jatuh berdasar pertanyaan saya yg kurang informative krn saya baru ingat skrg pak ustadz, mohon ampun dan mohon maaf, dan termasuk juga untuk yg talak muallaq juga jatuh talaknya, berarti totat kita sudah 2 talaknya, itu saya bilang ke istri saya.

    Nah krn yang kasus talak 1 ternyata tidak jatuh, berapa total talak saya kpd istri saya pak ustadz apakah jatuh 1 atau 2, krn saya pernah bilang keistri saya sebelum ini ada jawaban bahwa kasus talak 1 ternyata blm jatuh sbb: “istriku untuk kasus yg talak 1 kata para ustadz ternyata jatuh dan krn itu saya bilang saya yakin jatuh untuk yg talak satu” demikian juga untuk yg talak mu’allaq.

    1. Assalaamu’alaikum Pak ustadz, pertanyaan saya diatas tidak perlu dijawab, krn saya baru ingat saya ada mengucapkan bahwa saya menerima permintaan cerai dari istri saya walaupun saya rasanya tidak ikhlas dan sangat sedih

  13. Assalaamu’alaikum pak ustadz….terkait was was/ragu/lupa apakah seorang suami sudah mentalak istrinya atau tidak baik itu secara shorih maupun kinayah, baik untuk kejadian di masa lampau atau sekarang…Salah satu ketakutannya adalah disisi Allah tetap dikenai pertanggung jawaban. Nah kalau ternyata disisi Allah”tidak jatuh talak” alhamdulillah, cuman kalau ternyata jatuh talak disisi Allah ini yg menjadi ketakutan utama. Bagaimana tuntunan syariat mengenai hal ini

  14. Asalamualaikum pak ustadz, saya mau tanya apakah jatuh talak ketika kita mengucapkan kata kata menjurus ke arah berpisah seperti ” nanti sepulang dri sya bekerja kita urus”, ”nanti kita bagi anak satu ikut saya satu ikut kamu”, ”rumah tangga kita tak bisa dipertahankan lagi”, dalam pengucapan kata kata itu saya tidak ada niat untuk mentalak istri, hanya untuk memberi pelajaran. Dan pak ustadz saya melafaskan kata kata tersebut dalam keadaan emosi. Apakah perbuatan saya ini sudah jatuh talak pak ustadz, mohon jwabanya, saya bimbang pak ustadz. Trima ksh.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Jk niatnya bukan mentalak, maka jelas bukan jatuh talak, alhamdulillah. Wallahua’lam

  15. assalamu’alaikum..
    Ustad,gimana hukumnya seorang suami mengiyakan permintaan cerai istrinya ??
    Percakapannya seperti ini :
    istri : udah lah,mending cerai saja !!
    Suami : y udah,klo itu memang maunya kamu.
    Waktu itu sedang terjadi ribut besar,dan kejadiannya sudah sekitar 2 bulan yg lalu.
    Apakah saya sudah menjatuhkan talak kepada istri saya ?? Dan apakah hubungan suami istri kami sesudah pertengkaran itu haram ?? Jujur,saya masih kurang begitu paham. Karna yg saya tahu selama bukan suami yg minta cerai,berarti belum jatuh talak. Terimakasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Benar jatuh talak satu. Tdk boleh bersetubuh setelah jatuh talak. Jk bersetubuh, hukumnya haram. Hrs segera melakukan rujuk agar bs sah menjadi suami istri lg. Wallahua’lam

  16. assalamu’alaikum ustad
    sya mau tanya
    sya seorang istri, apakah talaknya sah?
    1. akhr2 ini sering brtengkar dengan suami
    pernah saya blg minta cerai saking emosinya dan suami jwb urus aja suratnya kalau itu membuatmu bhagia(lewat sms)
    2.pas betengkar suami bilang urus surat saja biar kamu bebas
    itu semua lewat sms
    apakah sah semua?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Semuanya belum jatuh talak. Tp jk ibu benar2 mengurus, mk saat keluar surat cerai baru jatuhlah jatuh talak. Ini adl jenis talak takhyir (memberi pilihan kpd istri untuk melepaskan diri dr ikatan suami). Wallahua’lam

      1. Asaalamu’alaikum ustad mau tnya lagi umpma ustad ada seorang suami pas btengkar dengan istrinya bilang gn :
        1.terus saja kamu susah diatur nanti mlh cpet qt bubar trus bpk ibuk qm bs dpt mnantu g pengangguran
        2.untuk apa diteruskan umpma kamu masih susah diatur
        3.lebih baik kamu mencari lelaki lain yg lbh mengerti apa maumu

        Mohon jawabannya ustad….

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
        Semuanya msh samar. Jadi harus dipastikan niatnya suami mentalak atau sekedar mengancam.

      3. Ustad apakah rujuk harus diucapkan

        Dan umpma suami mengucapkan talak berkali2 tp beda hari tnpa rujuk dan tnpa hubungan badan apakah termasuk talak 3?

      4. 1.rujuk hrs diucapkan. Tdk sah jk tdk diucapkan
        2.benar, termasuk talak 3
        Wallahua’lam

  17. Kalau bicara seorang diri. Bicara apakah aku sudah mentalak istriku? Apakah sudah jatuh talak

    1. kata tanya tidak menunjukkan talak. Wallahua’lam.

      1. Berarti tidak jatuh talak ya ustadz?

      2. jika bilang: “Apakah aku mentalak istriku?” maka blm jatuh talak krn ucapannya adl kalimat tanya. jika bilang “aku mentalak istriku” maka jatuh talak Wallahua’lam.

      3. Mau tanya lagi ustad. Kalau sendirian trus setelah membaca artikel talak. Trus bilang, talak. Apa jatuh talak? Pdhl tidak ada niat.

      4. kalau tdk ada niat, tdk jatuh talak.

  18. Kalau hanya bilang. Talak. Apa jatuh talak ustadz?

    1. tergantung niatnya.

      1. Gak dah niat pp ustad. Cuma habis mikir mslh talak trus gk sngaja bilang talak. Mau nanya lagi ustad kalau bilang kalimat cerai tegas tp pas ngucap gak ada suaranya apakah jatuh talak? Pdhl gk dah niat cuma mikir saja

  19. asalamualaikum ustadz, mau nanya jika setelah membaca artikel tentang talak trus saya tanpa sadar mengucap ” kenapa muhalil yang disalahkan, seharusnya yang disalahkan orang yang menalak itu” pas waktu itu saya sendiri. Apakah jatuh talak ustad? Mohon semua pertanyaan sàya dijawab ya ,terima kasih.

  20. Maaf ustad nanya lagi soal talk tulisan. Seperti kita tahu terkandang seaeorang mencari berita,artikel,dll pasti secara tidak sadr mengetik kata2 sharih, trus bagaimana hukumnya apakah jatuh? Krena ada sbagian ulama atau ahli fiqih kalau tulisan dihukumi seperti ucapan? Mohon penerangan.

  21. Nanya lagi ustad? Kalau istri nanya kau sdh menalk aq. trus krn suami sudah lelah menjelaskan klau dia tdk mnalk. Tp krn lelah suami menjawb trserah. Apa jatuh talak ustad?

    1. sy khawatir bapak terkena was-was

      1. Mungkin sdikit was2 ustad. Saya mau nanya ustad. Apa kalimat. Ayo crai saja. Itu jatuh talak?

  22. Saya juga mau nanya ustad. Apa menjawb permintaan crei dri istri itu bisa jatuh talak.?

  23. Mohon semua prtanyaan saya dijawab ya ustad? Saya ucapkan terima kasih.

  24. Mau nanya ustad? Kalau si A bercerita sama si B. Dan ngomongin si C.
    Contoh. Si A bicara: dulu si C pernah menikah Terus bercrai sma istrinya.
    Prtnyaan saya apa jatuh talak ustad pda istri si A karena si A bilang gitu?

    1. masih ada hawa “was2” dlm pertanyaanya. krn itu saran sy ihtiarlah sembuhkanlah was2nya.

      1. Tolong ustad pertanyaan saya dijwb semuanya ya.

      2. Asalamualaikum ustadz. Kata nduk dalam bahasa jawa adalah kata panggilan untuk anak perempuan. Lh saya mau nanya, jika seseorang Menanggil istrinya dengan sebutan nduk ketika marah atau tidak marah apa termasuk zihar ustad? Dan gimana kalau seseorang itu belum punya anak?

  25. Asslm Ustad,,
    Ada yg ingin saya tanyakan,, apa hUkumnya jika sUami memBeri talak 3 sekaligus lewat email,, kebetuLan 3 hari kmarin suami mengirimi saya email dan dia menulis seperti ini “saya akan menggugat cerai kamu k pengadilan agama dan saya jatuhkan talak tiga” kurang lbh seperti itu,, suami sdh memilih kLuar rumah sejak maret 2014 yg lalu karena ada org k’3 dlm RT saya,, saya tdk pernah merasa d talak sebelum2nya,,tp. Kata suami, dia sudah menjatuhkan talak 1 dan 2,, makanya dia bisa biLang skrg meNjadi taLak 3, setau saya hukumnya haram/tdk sesuai syariat agama jika mentalak lgsung 3 sekaligus,, seTau saya miniMal harus ada 2x talak 2x rujuk untk bisa menjatuHkan talak 3,, yg mau saya tanyakan k ustad, apa yg saya harus omongkan dgn suami perihal ini? Suami tdk mau bertemu saya, oleh karena itu dia hub.in saya via email.. Knapa ya ustad lelaki dgn mudah menguCap talak hanya lewat email, sepertinya perempuan tdk ada harga dirinya seKali, knapa tdk d temui saja istrinya,, toh waktu kita memuLai rumah tangga smua dgn baik2,smua dgn tatap muka.. Sedih ustad😦, wassalam..

  26. tanya pak ustadz, saya gak pernah mengucapkan kata cerai/talak. tapi berhubung ada sesuatu dan lain hal, saya langsung mengurus surat cerai ke PA dan sudah keluar surat cerainya. pertanyaannya itu termasuk talak keberapa? terima kaasih.

    1. Jk sudah tanda tangan mk itu mewakili ucapan cerai. Jatuh talak satu. Wallahua’lam

  27. Assalamu’alaikum ustadz
    ada yang ingin saya tanyakan : apakah perkataan ” apa kita pisah ae dek, mas nrimo” itu termasuk talak, tujuan saya agar istri saya berhenti menangis….karena sebelumnya istri saya menangis karena tdk jadi jln2 dan juga saya kecewa karena menangisnya keras dan waktu itu jam 9 mlm, dan banyak tetangga yg masih ngobrol2 didepan rumah.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Itu msh tawaran jd blm jatuh talak. Setelah ini hati2lah, jangan gampang bilang pisah/cerai

  28. assalamualaikum ustad…

    saya mau bertanya..
    1. saya mentalak istri saya talak 3 langsung tanpa ada sebelum nya jatuh talak 1 dan 2, apakah itu sah talak 3 nya?

    2. pada saat mentalak itu saya hanya menulis di kertas dan tidak saya lafaz kan, awal penulisan saya menjatuh kan talak 1 tetapi istri saya minta talak 3 langsung dan saya turutin. dan tulisan itu di baca oleh istri saya di depan mama nya, dan itu terjadi dalam keadaan emosi/ marah, dan sebelum masa idah berakhir kami menyesal dan ingin memperbaiki hubungan kami, apakah itu sah jatuh talak 3 nya?

    3. saya bertanya sama orang pengadilan agama tentang kasus saya dan beliau berkata itu jatuh talak 1, karena sebelum nya tidak ada jatuh talak 1 dan 2, apakah itu benar karena ada juga ustad yang berpendapat bahwa itu sah talak 3 dan ada juga yang berpendapat bahwa itu jatuh nya talak 1, mohon penjelasan nya karena saya sangat bingung.
    sebelum nya saya ucap kan terima kasih.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      1.benar, sah. Jatuh talak 3
      2.benar sah, krn tulisan sama dengan ucapan hukumnya
      3.memang ada yg berpendapat talak 3 hrs diawali talak satu dan dua, tp sy menguatkan pendapat talak 3 sekaligus tetap jatuh 3.
      Wallahua’lam

  29. Asskum ustad sy seorg istri:1.suami marah marah lalu ngajak ke pengadilan agama utk bercerai tp sy mnolak. 2.suami pernah juga saat marah blg skrg kita masing2, dan sdh lbh sethn kami pisah ranjang,tp msh minta brhubungan intim. 3. Saat marah lg suami mengancam jika suatu saat dia akan mentalak sy. Sejak kejadian ke3 suami tdk lg minta utk hubungan intim. Pertanyaan sy apakah yg dilakukan dan dibilang suami itu termasuk talak, klo ya talak brp? Mohon dijawab. Mksh ustad

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Blm ada yg jatuh talak. Krn semuanya baru ancaman dan tawaran. Hanya saja untuk kasus kedua, suami hrs ditanya niatanya apa. Jika niatnya cerai dg kata2 “masing2” maka jatuh talak. Jk hanya mengancam mk tdk jatuh talak. Wallahua’lam

  30. Assallamualaikum maaf ustad satu lg, saat kami menikah jg pake wali hakim pdhl kedua org tua sy msh hidup. Apakah pernikahan sy sah? Mksh ustad, mohon dibalas

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Tdk boleh menikah dg wali hakim saat wali/ayah mash ada. Nikah itu rusak dan harus diulang. Wallahua’lam

  31. assalammuallaikum bapak.
    saya mau bertanya tentang jatuh talak.
    apabila suami menyampaikan niatnya kepada istri untuk mengurus surat perceraian tetapi belum juga dikerjakan/diurus sampai saat ini apa itu sudah termasuk jatuh talak?
    mohon penjelasannya.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Blm. Krn itu baru rencana talak. Blm mentalak. Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: