Monthly Archives: September, 2012

Aqiqah Setelah Dewasa, Adakah?

oleh: Muhammad Muafa

Tidak ada aqiqah setelah baligh. Aqiqah disyariatkan hanya untuk bayi, bukan untuk yang sudah baligh atau dewasa. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda;

مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافَأَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

 

“Barangsiapa diantara kalian ada yang suka berkurban (mengaqiqahi) untuk anaknya, maka silakan melakukan. Untuk satu putra dua kambing dan satu putri satu kambing” (H.R.Ahmad)

Ketika Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menganjurkan Aqiqah dalam Hadis di atas, beliau menyebut Aqiqah itu adalah untuk walad (anak) dengan ketentuan anak lelaki (ghulam) du kambing sementara anak wanita (Jariyah) adalah satu kambing. Penyebutan istilah Ghulam, dan Jariyah adalah istilah untuk menyebut anak yang belum baligh.

Continue reading →

Berkurban Atau Aqiqah? Mana Yang Didahulukan?

oleh: Muhammad Muafa

Assalamu’alaikum.

 Ustadz jika kita belum pernah di aqiqohkan orang tua pada saat bayi namun pada saat ini sbg anaknya telah punya kemampuan ,petanyaan saya mana yang harus didahulukan qurban dulu atau Aqiqah dan apakah pelaksanaan Aqiqah msh tetap d tuntut kewajibannya sampai seumur hidup jika belum d aqiaohkan orang tua.tks.

Wass.ww.

Hp 08569227xxxx

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Hukum menyelenggarakan Aqiqah adalah Sunnah, bukan wajib. Dalil yang menunjukkan adalah hadis yang diriwayatkan Ahmad dari ‘Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwasanya Rasulullah SAW  bersabda;

مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافَأَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Barangsiapa diantara kalian ada yang suka berkurban (mengaqiqahi) untuk anaknya, maka silakan melakukan. Untuk satu putra dua kambing dan satu putri satu kambing” (H.R.Ahmad)

Continue reading →

Berkurban Dengan Cara Patungan, Bolehkah?

oleh: Muhammad Muafa

Assalamu’alaikum ,

Saya Moh. Rosyad dari Pondok Kelapa Jakarta Timur. Ustadz mohon Fatwanya boleh nggak kurban sapi atas nama 5 atau 6 orang. Mohon juga kalau ada referensi dalilnya. Syukron

Moh. Rosyad

HP +62811829xxx

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah.

 Tidak mengapa berkurban unta dan sapi dengan cara patungan/iuran/ditanggung bersama  antara 2 orang, 3,5, 6 dan maksimal sampai 7 (tujuh) orang, tanpa membedakan apakah anggota yang berpatungan itu satu rumah ataukah berbeda rumah, memiliki hubungan kerabat  maupun tidak. Semuanya sah selama hewan yang dikurbankan adalah unta atau sapi. Adapun jika hewan yang dikurbankan adalah kambing, maka hanya boleh untuk satu orang dan tidak sah jika dengan cara patungan. Terkait orang yang diikutkan/diserikatkan  dalam pahala, maka tidak ada batasan. Boleh  tujuh orang, sepuluh, seratus, sampai tak terbatas.

Continue reading →

Kadar Air yang Dipakai Mandi oleh Rasulullah

oleh: Muhamad Muafa

Assaalamu’alaikum wr.wb. Pak kiyai saya mau tanya, kalau mandi wajib itu kadar air yang disiapkan untuk mandi berapa banyak? Terima kasih.

Dari hamba Allah.

Hp +6287876055xxx

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tidak ada ketentuan kadar air yang disiapkan untuk mandi besar (mandi Janabah/Junub), sebagaimana juga tidak ada ketentuan kadar air yang disiapkan untuk berwudhu. Teladan kesederhanaan dari Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ terkait kadar air yang disiapkan untuk mandi adalah sebanyak  satu Sho’ sementara untuk wudhu adalah sebanyak satu Mudd.

Continue reading →

Hukum Menyusui Dan Bersetubuh Saat Hamil

oleh: Muhammad Muafa

Pertanyaan

Wanita hamil dimakruhkan menyusui anaknya. Sebab kehamilan bisa merusak air susu. Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam menyatakan ada sepuluh hal yang dibenci (dimakruhkan), satu diantaranya adalah menyusui  anak ketika hamil (Hadis  riwayat Abu Dawud Dan An-Nasai, hlm 83). Sumber; Buku Mendidik Anak Bersama Nabi, By ,M.Suwaid

Bagaimanakah kedudukan masalah ini sebenarnya?

Ligia- Pandeglang

Jawaban

Wanita hamil Mubah hukumnya menyusui anaknya sebagaimana Mubah pula dijimaki (disetubuhi) suaminya baik dalam kondisi menyusui saja atau hamil sekaligus menyusui.

Continue reading →

Bolehkah Mengkombinasikan Variasi Bacaan/Qiro’at Al-Qur’an dalam Tilawah?

oleh: Muhammad Muafa

Pertanyaan

Dulu saya pernah mempelajari beberapa contoh perbedaan Qiro’at yang tujuh. Subhanallah begitu kayanya perbendaraan tsaqofah islam. Namun yang menjdi pertanyaan saya bolehkah kita mengkombinasikan lebih dari satu Qiro’at dalam satu surat?misalkan dalam ayat satu kita menggunakan Qiro’at ‘ashim, ayat kedua membaca dalam Qiro’at ibnu katsir, dan seterusnya?karena saya pernah diberitahu bahwa yang demikian itu tidak diperbolehkan. Hanya saja saya belum mendapatkan dasar hukumnya. Mohon kiranya ustadz berkenan untuk menjelaskan hal tersebut.

Yuli- Alumnus Ma’had Abdurrahman bin ‘Auf

Jawaban

Tidak mengapa mengkombinasikan berbagai variasi bacaan/Qiro’at Al-Qur’an yang Mutawatir pada saat Tilawah, tanpa membedakan apakah Tilawah tersebut di dalam Shalat ataukah diluar Shalat, dalam satu Rokaat ataukah dalam dua Rokaat asalkan kombinasi variasi Qiro’at tersebut dibaca dalam kapasitas Tilawah, bukan riwayat Qiro’at. Namun, jika kombinasi variasi Qiro’at tersebut membuat makna menjadi rusak, atau membuat adanya penambahan lafadz Al-Qur’an, maka yang demikian terlarang.

Continue reading →

Anak diberi nama Rohman Atau Rohim, Bagaimana Hukumnya?

oleh; Muhammad Muafa

Assalamu’alaikum ustadz.

 Bolehkah seorang ayah memberi nama anaknya dengan nama yang diambil dari asmaul husna seperti Ar-Rohman atau Ar-Rohim?

Jazakumullah khoiron

Priya- di malang

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah.

Tidak boleh memberi nama anak dengan nama Ar-Rohman dan semisalnya, tetapi boleh memberi nama anak dengan nama Rohim dan yang semakna dengannya.

Continue reading →

Hukum Memakai Emas Putih Bagi Lelaki

oleh: Muhammad Muafa

Hukum laki-laki memakai perhisan emas putih (platinum) bukan emas (gold/aurum) bagaimana ustadz?

 

Akhmad Y. – Blitar

 

Jawaban

Jika yang dimaksud emas putih adalah Platinum, maka tidak mengapa bagi lelaki untuk memakainya selama tidak menyerupai wanita. Adapun jika yang dimaksud emas putih adalah emas (gold/aurum) yang disepuh/dilapisi dengan Platinum, atau dicampur dengan Palladium, nikel, Zinc, Rhodium,Mangan, Ruthernium, Osmium, Iridium, perak, dan tembaga maka hukumnya haram dipakai lelaki.

Continue reading →

Qiroat Dalam Surat Al-Fath ayat 10: Kenapa Dhomir Ha’ dibaca Dhommah

oleh; Muhammad Muafa

asslm wr wb.

Pada Surat  Al Fath pada  ayat 10 بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ (..bima ^aahada ^alaihullaha)….bisa  dijelaskan kenapa dibaca  “hu”?sebelum dan  sesudahnya jazakumullah atas bantuannya.

Nova Zahra

Pangkal Pinang-Sumatra Selatan

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dhomir Huwa/هُوَ  dalam ayat tersebut boleh dibaca dengan harokat Dhommah sebagaimana juga boleh dibaca dengan Harokat Kasroh. Dua-duanya adalah bacaan yang benar baik secara Ilmu Qiroat maupun ilmu bahasa Arab.

Continue reading →

Jangan Merusak Rumah Tangga Orang

oleh: Muhammad Muafa

 

Assalamu’alaikum ustadz,
Dengan segala hormat, saya mohon bantuan ustadz untuk membantu saya memberikan solusi permasalahan rumah tangga saya saat ini,
Saya wanita, 28 tahun, memiliki anak 3tahun. saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Surabaya, sebenarnya saya ingin sekali menjadi ibu rumah tangga seperti wanita lainnya, namun suami saya melarang saya berhenti karena adik-adik saya  masih kuliah sehingga sewaktu-waktu adik-adik butuh biaya saya bisa membantu, karena penghasilan suami saya saat itu juga tidak besar.
Dalam perjalanan waktu kami mengarungi kehidupan rumah tangga yang bahagia, namun saat pernikahan adik saya permasalahan ini akhirnya muncul, saat itu ketika pernikahan, adik saya menolak ucapan selamat dari suami saya dengan berjabatan tangan, hal itu dilakukan di depan keluarga kami, akhirnya suami saya merasa malu dan langsung pulang, keesokan harinya saya juga di telepon disuruh pulang juga, sayapun akhirnya menuruti permintaan suami saya.

Setelah itu kamipun akhirnya bertengkar masalah itu, karena saya juga menghormati sikap adik (I) saya mengenai prinsipnya haram berjabat tangan meskipun dengan ipar, akhirnya kamipun rukun setelah berhari-hari tidak bertegur sapa, namun  tidak ada solusi mengenai permasalahan ini, dan sayapun tidak mengungkit-ungkit juga karena takut kami akan bertengkar lagi.

Namun suatu saat  pada acara selamatan dirumah Ibu saya di desa, suami saya tidak mau datang ke rumah,dia hanya mengantarkan ( naik Bis)  sampai di ujung jalan rumah,  alasannya karena dijika pulang maka akan bertemu adik 1 saya suami saya akan malah marah dan takut malah menambah dosa, karena sikapnya. Sayapun berusaha memahaminya, karena saya kira dia akan datang pas acaranya, namun ternyata juga tidak datang, dia hanya mengirimkan sms dengan isi permohonan maaf tidak bisa datang karena berat melangkah ke rumah saya di desa, dia juga meminta saya pulangnya minta antar saja sama adik ke 2 saya.

Karena musim liburan Bis sangat penuh, akhirnya oleh adik @ saya, saya dipesankan  tiket kereta, ternyata juga habis, sayapun akhirnya ditawari sepupu( wanita) saya yang juga akan berangkat ke Surabaya bersama menggunakan sepeda motor. Dan sayapun tidak meminta adik saya mengantarkan saya karena dia juga akan kembali ke Malang, saya kasihan karena transportasi bis sangat ramai.

Sebelum saya berangkat sayapun memberi kabar kepada suami saya bahwa saya berangakat bareng sepupu saya, namun mendengar kabar saya suami saya malah  marah dan menelfon adik saya, karena tahu suami saya sedang marah saya melarang adik saya mengangkat telepon tersebut, namun berungkali suami saya tetap menelpon, akhirnya diangkat juga oleh adik saya, dengan marah serta memaki adik saya dengan mengatakan adik saya tidak memiliki etika, karena sudah dibantu biaya kuliah diminta bantuan mengantarkan saja adik saya tidak mau, tidak tahu terima kasih.  Mendengar makian itu saya juga sangat marah, dan sayapun mebela adik saya, ketika suami saya bertanya sebenarnya siapa yang salah, saya jawab bahwa yang salah suami saya, kenapa harus memaki. mendengar itu suami saya menuduh saya telah menginjak-injak harga dirinya.

Dan permasalahan inipun berlanjut sampai sekarang, suami saya meminta saya segera berhenti bekerja dan akan mengatur semua keuangan saya, sayapun menolak karena dia memerintahkan saya dalam keadaan sangat marah, saya takut saat saya benar-benar berhenti permasalahan ini berujung pada perceraian, karena kata-kata suami saya sudah sangat kasar. Saat ini suami saya juga  mendiamkan saya, membiarkan saya entah pulang ke rumah atau tidak,  dia sama sekali sudah tidak memperhatikan saya, dan terus terang saya masih sangat mencintai suami saya, saat kami rukun dia selalu memanjakan saya, saya juga sempat melihat dia sangat bersedih dan menitikkan air mata,

Di sisi lain keluarga saya meminta saya berpisah saja, jika terus-terusan bertengkar dan suami saya tidak bisa akur dengan adik-adik saya, saya sangat bingung saat ini karena dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, jika seandainya bersujud pada  manusia diperbolehkan  beliau akan memerintahkan istri bersujud pada suami, di sisi lain suami saya tidak bisa akur dengan adik karena permasalahan di atas.
Ustadz bagaimana saya menyikapi permasalahan ini, apa yang harus saya lakukan saat ini ustadz? Mohon bantuan Ustadz
Terima kasih sebelumnya.
Wassalamu’alaikum wr. Wbr.

Fulanah-di Suatu Tempat

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Semoga ibu dan suami senantiasa dihimpun Allah dalam kebaikan dan berkah.

Ibu,

Tidak ada satupun rumah tangga di kolong langit ini yang bebas sama sekali dari problem dan permasalahan. Tidak satupun rumah tangga yang terlepas dari perselisihan. Tidak ada satupun rumah tangga yang tidak pernah ada pertengkaran (meski kecil). Rumah tangga Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pun tidak bebas dari pemasalahan. Problem dan masalah justru menjadi “alat pengukur” untuk menguji kualitas iman pasangan suami istri.

Continue reading →