Muslimah Jatuh Cinta Pada Seorang Lelaki, Apa Yang Harus Dilakukan?

oleh: Muhammad Muafa

Assalamu’alaikum.

Ust, saya butuh nasihat. Bagaimana seharusnya sikap muslimah bila ia jatuh cinta pada seorang lelaki? Mohon nasehatnya ust. Afwan mungkin pertanyaan saya sangat blak-blakan. Afwan ust.

Muslimah- di suatu tenpat

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah.

 Jika seorang Muslimah  merasakan hatinya jatuh cinta kepada seorang laki-laki, maka selama ada jalan  hendaknya diusahakan untuk menikah dengannya. Jika tidak ada jalan yang memungkinkan menikahinya, maka muslimah tersebut wajib Shobr (tabah hati), sampai Allah menggantikan dengan lelaki yang lebih baik,  atau Allah “menyembuhkannya” dari “sakit” cinta tersebut, atau Allah mewafatkannya. Inilah solusi yang lebih dekat dengan petunjuk Nash-Nash Syara’ dan lebih menjaga kehormatan serta dien Muslimah tersebut.

Jatuh cinta kepada lawan jenis, dari segi jatuh cinta itu sendiri bukanlah aib dan juga bukan dosa. Jatuh cinta adalah hal yang manusiawi dan menjadi naluri yang ada secara alamiah pada setiap manusia normal. Nabi, orang suci, orang shalih, dan ulama mengalami jatuh cinta kepada lawan jenis sebagaimana manusia pada umumnya. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ cinta kepada Khadijah dan Aisyah, ibnu Umar cinta yang sangat kepada istrinya, Ibnu Hazm cinta pada wanita yang sampai membuatnya menjadi ulama besar, Sayyid Quthub mencintai wanita namun gagal menikahinya, dll semuanya adalah contoh bagaimana perasaan itu adalah perasaan yang normal, wajar, natural, dan biasa.

Adapun mengapa orang yang jatuh cinta perlu mengusahakan menikah dengan orang yang dicintai, maka hal tersebut dikerenakan Syara’ menunjukkan bahwa solusi cinta terhadap lawan jenis adalah dengan menikah dengannya. Di zaman Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ada seorang lelaki yang jatuh cinta setengah mati dengan seorang wanita. Lelaki tersebut bernama Al-Mughits dan wanitanya bernama Bariroh.  Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang mengetahui cinta tersebut merekomendasikan kepada Bariroh agar berkenan menikah dengan Al-Mughits. Rekomendasi Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ini menunjukkan bahwa solusi jatuh cinta adalah menikah.

Bukhari meriwayatkan;

صحيح البخاري (16/ 332)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا يُقَالُ لَهُ مُغِيثٌ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ يَطُوفُ خَلْفَهَا يَبْكِي وَدُمُوعُهُ تَسِيلُ عَلَى لِحْيَتِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعبَّاسٍ يَا عَبَّاسُ أَلَا تَعْجَبُ مِنْ حُبِّ مُغِيثٍ بَرِيرَةَ وَمِنْ بُغْضِ بَرِيرَةَ مُغِيثًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ رَاجَعْتِهِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَأْمُرُنِي قَالَ إِنَّمَا أَنَا أَشْفَعُ قَالَتْ لَا حَاجَةَ لِي فِيهِ

Dari Ibnu Abbas bahwasanya suami Bariroh adalah seorang budak.  Namanya Mughits. (setelah keduanya bercerai) Sepertinya aku melihat ia selalu menguntit di belakang Bariroh seraya menangis hingga air matanya membasahi jenggot. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abbas, tidakkah kamu ta’ajub akan kecintaan Mughits terhadap Bariroh dan kebencian Bariroh terhadap Mughits?” Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “andai saja kamu mau meruju’nya kembali (menikah dengannya).” Bariroh bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau  menyuruhku?” beliau menjawab, “Aku hanya menyarankan.” Akhirnya Bariroh pun berkata, “Sesungguhnya aku tak butuh sedikit pun padanya.” (H.R. Bukhari)

Pernah juga ada kejadian, seorang lelaki yang mencintai seorang wanita dan wanita tersebut mencintai lelaki itu. Lalu keduanya ingin menikah, namun dihalang-halangi oleh kakak wanita tersebut. Ternyata Allah melarang sikap sang kakak dan memerintahkan agar menikahkan mereka berdua. Kisah ini juga menunjukkan bahwa jatuh cinta antara dua anak manusia solusinya tetap dikembalikan pada pernikahan selama masih memungkinkan. Bahkan Allah mencela sikap menghalang-halangi pernikahan jika kedua belah pihak telah saling ridha.

At-Tirmidzi meriwatkan kisahnya;

سنن الترمذى – مكنز (11/ 217، بترقيم الشاملة آليا)
عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّهُ زَوَّجَ أُخْتَهُ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَكَانَتْ عِنْدَهُ مَا كَانَتْ ثُمَّ طَلَّقَهَا تَطْلِيقَةً لَمْ يُرَاجِعْهَا حَتَّى انْقَضَتِ الْعِدَّةُ فَهَوِيَهَا وَهَوِيَتْهُ ثُمَّ خَطَبَهَا مَعَ الْخُطَّابِ فَقَالَ لَهُ يَا لُكَعُ أَكْرَمْتُكَ بِهَا وَزَوَّجْتُكَهَا فَطَلَّقْتَهَا وَاللَّهِ لاَ تَرْجِعُ إِلَيْكَ أَبَدًا آخِرُ مَا عَلَيْكَ قَالَ فَعَلِمَ اللَّهُ حَاجَتَهُ إِلَيْهَا وَحَاجَتَهَا إِلَى بَعْلِهَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ ( وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ) إِلَى قَوْلِهِ (وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ) فَلَمَّا سَمِعَهَا مَعْقِلٌ قَالَ سَمْعًا لِرَبِّى وَطَاعَةً ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ أُزَوِّجُكَ وَأُكْرِمُكَ.

Dari Ma’qil bin Yasar bahwa pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia menikahkan saudarinya dengan seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu saudarinya tinggal bersama suaminya beberapa waktu, setelah itu dia menceraikannya begitu saja, ketika masa Iddahnya usai, ternyata suaminya cinta kembali kepada wanita itu begitu sebaliknya, wanita itu juga mencintainya, kemudian dia meminangnya kembali bersama orang-orang yang meminang, maka Ma’qil berkata kepadanya; hai tolol, aku telah memuliakanmu dengannya dan aku telah menikahkannya denganmu, lalu kamu menceraikannya, demi Allah dia tidak akan kembali lagi kepadamu untuk selamanya, inilah akhir kesempatanmu.” Perawi berkata; “Kemudian Allah mengetahui kebutuhan suami kepada istrinya dan kebutuhan isteri kepada suaminya hingga Allah Tabaraka wa Ta’ala menurunkan ayat: “Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya.” QS Al-Baqarah: 231 sampai ayat “Sedang kamu tidak Mengetahui.” Ketika Ma’qil mendengar ayat ini, dia berkata; “Aku mendengar dan patuh kepada Rabbku, lalu dia memanggilnya (mantan suami saudarinya yang ditolaknya tadi) dan berkata; “Aku nikahkan kamu dan aku muliakan kamu.” (At-Tirmidzi)

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sendiri bahkan mengajarkan kepada kita bahwa menikah adalah obat yang paling mujarab bagi dua orang yang saling mencintai. Ibnu Majah meriwayatkan;

سنن ابن ماجه (5/ 440)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan.” (H.R.Ibnu Majah)

Nash-Nash ini, dan yang semakna dengannya menunjukkan bahwa menikah adalah solusi Syar’i bagi orang yang jatuh cinta.

Oleh karena itu seorang muslimah yang jatuh cinta kepada seorang lelaki bisa memulai mengusahakan menikah dengan lelaki tersebut dengan cara menawarkan dirinya untuk dinikahi. Cara ini lebih tegas, Syar’i, solutif, dan terhormat. Menawarkan diri kepada lelaki untuk dinikahi bukan perbuatan hina dan tercela. Justru wanita yang menawarkan dirinya kepada seorang lelaki adalah wanita yang mengerti solusi Syar’i terhadap problemnya, tegas dalam mengambil keputusan, terhormat karena tahu cara menjaga kehormatannya dengan ikatan pernikahan yang suci, dan mulia karena  mengetahui kepada siapa dia harus mempersembahkan bakti. Khadijah adalah contoh wanita mulia yang tahu persis kepada siapa beliau mempersembahkan bakti, dan siapa yang pantas jadi imamnya dalam rumah tangga. Dengan ketegasan sikap beliau, maka Khadijah mendapatkan lelaki yang terbaik di alam ini. Justru sikap yang menjauhi ketakwaan jika seorang wanita mencintai seorang lelaki, lalu perasaan tersebut dipendamnya seraya  mengotori hatinya dengan angan-angan tercela. Sesungguhnya angan-angan hati ada yang terkategori dosa sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis dibawah ini;

صحيح مسلم (13/ 124)

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ النُّطْقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

Dari Ibnu Abbas dia berkata; ‘Saya tidak mengetahui  sesuatu yang paling dekat dengan makna Lamam (dosa dosa kecil) selain dari apa yang telah dikatakan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam: “Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla telah menetapkan pada setiap anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan zinanya hati adalah  berangan-anga dan berhasrat, namun kemaluanlah yang (menjadi penentu untuk) membenarkan hal itu atau mendustakannya.” (H.R.Muslim)

Wanita yang menawarkan diri lebih tegas dan jelas sikapnya. Jika hal tersebut bisa berlanjut ke pernikahan, maka hal itu kebahagiaan baginya, namun jika tidak mungkin berlanjut, sikapnya juga sudah jelas dan tinggal menyelesaikan problem sisanya. Wanita yang memendam  rasa sambil berfantasi justru berpeluang untuk lebih menderita dan dekat dengan pelanggaran Syara’, kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah.

Terkait teknis melakukannya, maka wanita bebas memilihnya diantara berbagai cara yang dianggap paling mudah. Bisa melalui perantara atau langsung dirinya sendiri. Bisa secara lisan, bisa juga melalui tulisan. Bisa sekedar memulai untuk menawarkan atau langsung memulai dengan lafadz pinangan.

Hanya saja, solusi menikah ini tidak bermakna bolehnya memaksa lelaki untuk menikahinya.  Hal itu dikarenakan memilih istri adalah hak lelaki yang merupakan pilihan baginya. Sebagaimana wanita berhak memilih calon suami, maka lelaki juga berhak memilih calon istri manapun yang dikehendakinya. Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa lelaki wajib menikahi wanita yang mencintainya. Kisah cinta Al Mughits kepada Bariroh menunjukkan hal tersebut. Betapapun Al-Mughits sangat mencintai Bariroh, dan Nabi juga merekomendasikan Bariroh untuk menikah dengan Al-Mughits, namun Nabi tidak memaksa Bariroh untuk menikah dengan Al-Mughits. Namun, jika cinta itu memang sangat kuat (cinta setengah mati),  memang dianjurkan pihak yang dicintai menikahinya sebagai bentuk rohmah, meskipun dia sendiri belum  mencintainya.

Jika pihak yang dicintai belum berkenan  menikahi dan tertutup semua jalan/kemungkinan untuk menikahi, maka tidak ada jalan bagi muslimah tersebut selain Shobr (tabah hati). Hal itu dikarenakan  Syara’ memerintahkan Shobr pada semua bentuk musibah yang menyedihkan hati secara mutlak dan berjanji memberikan ganjaran yang besar atasnya. Shobr ini terus dilakukan sambil berdoa sampai Allah memberikan ganti lelaki yang lebih baik, atau Allah menghilangkan perasaan tersebut, atau Allah mewafatkannya.

Dengan cara penyikapan seperti ini, maka seorang muslimah akan senantiasa dalam keadaan beramal. Mendapat nikmat suami bisa beramal Syukur, dan jika gagal bisa beramal Shobr. Semuanya adalah kebaikan baginya.

Hanya saja, jika lelaki yang dicintai tersebut haram dinikahi, seperti Mahram, atau musyrik, atau yahudi, atau nasrani, maka Muslimah tersebut tidak boleh menurutinya dan harus menghilangkannya karena menikah dengan mereka hukumnya haram dan tidak sah.

Wallahua’lam.

109 responses

  1. “Allah memberikan ganti lelaki yang lebih baik atau Allah menghilangkan perasaan tersebut”

    saya suka pernyataan ini..😀

  2. ustad,, bagai mana kalau masih remaja, apa kah harus juga menikah, atw bgai mana??? misal nya masih sekolahan, balas ya.

    1. selama ada jalan menikah, menikahlah. jika tidak ada jalan,atau susah jalannya maka shobr solusinya. hilangkan semua faktor yang membuat teringat, dan fokuslah mencari ilmu dan mengamalkannya.

      1. assalamualaikum ust, bagaimana jika wanita dan laki-laki saling jatuh cinta. laki-laki itu berniat menikahi wanita, namun wanitanya belum siap untuk menikah karena masih kuliah. tetapi laki-laki itu mengerti dan mau menunggu sampai wanitanya lulus kuliah dan kerja. dan bagaimana sikap keduanya dalam menunggu masa pernikahan itu. mohon sarannya, terimakasih

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
        Boleh menunggu sampai lulus. Tp jaga interaksi. Jangan berdua2an, jangan bergandengan tangan, jangan mengucapkan/sms/inbox kata2 sayang/mesra/cinta. Buat interaksi sebersih mungkin. Boleh kontak, tapi dg interaksi yg bersih dan jika hanya perlu. Wallahua’lam

  3. bagaimana seorang wanita menyikapi seseorang lelaki yang masih mencintainya namun wanita tersebut telah menikah dengan orang lain yang lebih ia cintai?

    1. tidak boleh diperhatikan, dituruti atau diurus. hal yang seperti ini jika dituruti termasuk fitnah syetan karena berpotensi merusak rumah tangga.

  4. Assalamualaikum ustadz……Bolehkah saya mencari-cari perempuan yg baik untuk dicintai ? Dalam pencarian tersebut tentunya saya harus memandang wajah perempuan…bolehkah hal tersebut ?

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.

      melihat wanita untuk mencari ketertarikan menikahinya dibolehkan, selama niatnya untuk menikah.
      Wallahua’lam.

  5. Assalamu’alaikum wr wb, ustadz

    bagaimana jika seorang wanita tersebut berada dalam dua pilihan, mnyelesaikan studi di negara yang jauh dlm rangka meneruskan pengabdian kpd negara utk mnjd pendidik setelahnya, kemudian ada lelaki yang hendak meminangnya, namun tidak berkenan dengan perginya sang wanita jika suatu saat menjadi isterinya.. Sedangkan keduanya telah sama2 menyimpan perasaan yang tidak mungkin diungkapkan karena tdk berada dalam ikatan pernikahan?

    mohon penjelasannya ustadz.., terimakasih

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah. biknya pinangan diterima, dan segera menikah.

      ada banyak kisah ketika karir yg dipilih, wanita merasa membohongi perasaannya, kemudian setelah itu menjadi sulit ketemu pasangan hidup, dan akhirnya akhir usianya penuh dengan penderitaan.
      tapi hal itu memang kasuistik.
      saran saya bersifat pilihan yg mungkin lebih bak. setelah nikah bisa dimusyawarahkan lagi lebih baik sembari meminta kepada Allah agar dimudahkan untuk yg terbaik bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.
      Wallahua’lam.

  6. Assalamu’alaikum Ustadz,

    bagaimana jika misalnya saya yang masih sekolah ini menyukai seseorang yang masih sekolah juga,kami sudah sering chatting bareng” dan terkadang bisa bercanda karena itu semua, benih-benih cinta itu muncul.Saya menyukai muslim itu…, sedangkan saya tidak tahu apakah dia menyukai saya juga,saya terkesan dengan semua statusnya tentang islami dan ketika chattingan kami sering membahasa tentang islami, nah pernah dia mencandai saya dengan kalimat : ” eheem…”temen deket” atau “temen deket” , waktu itu saya menchat dia dengan kalimat : ” kakak itu udah seperti orang terdekat aku kak ” , dan itu tadi balasannya. Saya harus bagaimana Ustadz ? harus memendam dalam” perasaan ini atau bagaimana ? karena kami masih sekolah dan jarak antara kami itu antara kalimantan dengan pulau jawa ( JaBar ) , dan salahkah saya jika saya sering menyapa dan menanyakan kabar serta berchattingan dengan si kakak ? mohon jawabannya ya Ustadz, terimakasih..

    Muslimah – Dari suatu tempat di Kalimantan Tercinta

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      sepertinya, perasaan cinta itu muncul krn seringnya interaksi lewat chatting.
      jika belum siap menikah, lebih baik interaksinya dihentikan. karena memang alami, seringnya interaksi akan membuat benih2 cinta.

      tapi jika keluarga mendukung, misalnya maka bisa ditindak lanjuti dg pernikahan. jk tdk, dan pintu tertutup saran sy, hentikan interaksi. itu obatnya.
      Wallahua’lam.

      1. aja aja ada jatuh cinta cz sering buat status islami, pas dichating ‘statusnya’ malah gak islami.

  7. Saya mencintai seorang ustadz dan kini saya sudah smsan . Tp saya tidak tau apakah dia juga mencintai saya .
    Bagaimana agar saya tau perasaan dia kepada saya ?? Apakah saya harus mengungkapkannya dulu ? Saya minder karna saya hanya muslimah biasa sedangkan dia ustadz dari keluarga kyai .m0h0n penjelasannya

    1. bilang saja langsung dengan niat nikah. Jk niatnya memang baik, maka mudah2an ada kebaikan. Wallahua’lam.

  8. Muslimah di kota pahlawan | Balas

    Assalamu’alaikum…
    ustadz sya mau tanya. saya mempunyai prasaan dgn tman kantor. Pdhal sya baru brtemu tdk lama, dan tdk trlalu mngenalix, tp entah knapa pda saat prtama ktemu tiba2 ada prasaan yg tdk biasa. klw sya sich, inginx memang menikah, bkn yg lain. tp gmna ya ustad, sya kn tdk tahu bgaimana prasaan dia ke sya? yg bsa sya lakukan hanyalah memendam perasaan ini dan berdo’a yg trbaik kpda Allah. Mohon pencerahanx. Terimakasih

    1. wa’alaikumussalamwarohmatullah. Jk berat bilang sendiri, bisa minta tolong kpd orng lain yg baik agamanya dan bs dipercaya untuk menghubungkan. sy kira itu lebih jelas. jk dia menolak, mak tinggal membuang harapan itu jauh2. Wallahua’lam.

  9. Assalamu’alaikum ust.
    saya mau tanya , saat ini saya dan teman kantor saya sama sama punya perasaan serius ust.,dan insya Allah kami punya rencana hbis lebaran haji tahun ini akan menikah.
    yang sya mau tanyakan ? bagaimana ust. seharusnya sikap saya ke dia untuk saat ini, karena jarak bulan haji yang memang masih jauh dengan saat ini. kurang lebih masih +- 9 bulan lagi.
    apa saya harus menjauh dulu atau bagaimana ?
    Terima kasih.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Tetap jaga interaksi. Jangan sampai terjatuh pada pola2 interaksi seperti pacaran yg umumnya dilakukan muda-mudi zaman sekarang. Bukan menjauh, tp menjaga diri tidak interaksi kecuali hal2 yg diperlukan dan bisa dibenarkan oleh syariat. Wallahua’lam

  10. Assalamualaikum ustadz,
    BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM..
    moga ustadz sntiasa di bwah redha ALLAH S.W.T.
    Bgini ustadz.. sya seorang muslimah yg tlah t’jatuh hati dgan seorang llaki yg seusia.
    Kami sudah b’knalan kurang lbih dlam 1 1/2 thun dri FB. Kmi tdak prnah b’jumpa 4 mata krna kmi tggal b’jauhan dan hnya b’hbung mlalui tlisan.Sya mula suka pda beliau krna dia ..ALHAMDULILLAH tdak prnah b’cinta dan sma sperti sya. Dia jga lgkap solat fardhu 5 kali shari dan bila sya sruh m’ngamalkan m’baca Al-Quran stiap hri.. ALHAMDULILLAH dia m’turuti dan m’nyatakn srnok m’baca Al-Quran. Sya jga m’nyukainya krna dia amat m’hormati kluarganya lbih2 lgi umi-nya.
    Mslahnya skrang sya tdak tahu jika dia m’pnyai prsaan yg sma sprti sya. M’mandangkn usia kmi yg msih belasan thun.. sya ingin mlpakannya dan tkut akn kcewa. Tpi pda msa yg sma sya ingin kmi sling m’pringati Allah S.W.T. dan m’bmbing. Pda p’ngethuan sya jga. dia tdak suka hal cnta dibangkitkn. Dan sya kgum dgannya. Sya jga agak plik krna sya tdak prnah m’lyan llaki lain dgan baik sprti dgn dia dan dia kurang m’lyani muslimah lain tdak sprti dia dgn sya. Sya prnah b’doa di dlam sjud … m’minta Allah m’hentikn sketika prsaan cinta sya t’hdap dia apbila sya t’lmpau m’ingatinya. Smpai skrang sya tdak m’luahkn isi hati sya kpdanya dan trus b’shabat sprti biasa dan cuba m’jrakkn tmpoh p’bualan kmi. Krna tkut dihsut utk m’buat prkara yg bkan2 dan yg pling sya tkuti tnpa sya sdari, p’buatan sya akan m’goda dia. Slalu sya b’doa agar d’prtmukan dgan seorang llaki yg lbih b’usia dri sya scpat mgkin krna sya fkir dia lyak utk m’dpat jdoh yg lbih baik.
    Adakah sya prlu pndam dan trus b’shbat.. atau b’trus trang? (Atau m’biarkn wktu dan Allah S.W.T. yg m’nntukn?) — maaf ya ustadz, pnjang sngat tinta sya ini .

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Jk sudah siap nikah, bilang saja terus terang. Jk ternyata sama perasaan bs segera dilanjutkan ke pernikahan. Jk ternyata tdk ada perasaan suka dr laki2 tsb maka perkaranya lebih jelas. Segera hentikan interaksi dan putuskan kontak agar tdk tersiksa. Wallahua’lam

  11. Assalamualaikum pa ustadz… saya seorg mualaf.. saya mau penjelasan tentang kalimat ini :
    Hanya saja, jika lelaki yang dicintai tersebut haram dinikahi, seperti Mahram, atau musyrik, atau yahudi, atau nasrani, maka Muslimah tersebut tidak boleh menurutinya dan harus menghilangkannya karena menikah dengan mereka hukumnya haram dan tidak sah.

    Mengapa di sebut haram? Bukankah Allah swt tidak membeda2kan kita manusia yg diciptakannya? Bukankah seharusnya kita menerima dan merangkulnya supaya mereka bisa hidup dijalan Allah? Terimakasih
    Wassalam

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Semoga Allah menambah petujuk dan kebaikan kpd saudaraku seiman bapak yg muallaf.
      Menikahi pria kafir, nasrani, yahudi, musyrik adl haram krn Allah melarangnya. Memang semua makhluk Allah sama, tetapi Allah berhak mengatur mana yg boleh dan tidak terkait makhluk2nya. Semua hewan halal, kecuali babi misalnya. Ini adl contoh hak Allah membuat syariat bg hambaNya untuk menguji sejauh mana ketaatan mrk.
      Mengajak orng masuk islam hrs sesuai syariat yg telah ditentukan Allah. Wallahua’lam

  12. Assalamu’alaikum ust,, sy seorang muslimah, janda dg 2 anak, saat ini bhubungan dg muslim duda 1 anak, pceraian kami sama2 krn adanya pihak k3.. Kami jg bhub hny mll media sosial, &kbetulan dl kmi bteman d masa kuliah. Kami ingin skali bs mnikah, hanya saja ibu dr pihak muslim tdk berkenan dkarenakan status sy😦 meski skalipun blm prnh mngenal/mlihat sy. Apa yg sbaikny saya, kami lakukan ? Trmksh..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Perjuangkan terus. Sampai berhasil. Selama niat orng menikah krn ALLAh, maka layak diperjuangkan sampai “titik darah penghabisan”

      1. ustadz sudah tahu

        apakah kalau ingin menikahi seseorang karena memiliki perasaan cinta padanya termasuk kategori menikah karena Allah ustadz? dan bagaimana contoh2 menikah yg tidak karena Allah?

      2. Itu perasaan manusiawi saja. Menikah krn wnitanya cantik, krn bangga dg pekerjaan istri, krn mengangkat status adl contoh2 nikah krn duniawi, jd bukan krn Allah. Contoh menikah krn Allah; wnita cantik yg konon di zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم menikahi lelaki jelek, hitam, tapi shalih krn Rasulullah صلى الله عليه وسلم yg memerintahkannya. Wallahua’lam

  13. alhamdulillah dapat wawasan🙂

  14. Assalamu’alaikum wr. wb.

    saya seorang muslimah, sudah hmpir 1 tahun memendam perasaan dgn seorang ikhwan, tdk pernah dekat, tdk prnh ngobrol, hanya sekedar kenal saja, nmun sprtinya ikhwan tsb sudah tau krn banyak kawan yg scr tdk langsung mmberi tau dia. tapi tidak ada respon apakah iya atau tidak. seringkali saya brfikir utk jujur menyatakannya langsung, supaya jelas. tp mengingat prjalanan studi yg masih sgt panjang, shg lebih baik utk fokus studi lebih dulu. mungkin dia juga brfikir sama sprti itu. ingin sekali rasanya fokus ke studi saja, namun tetap saja teringat perasaan terus, pdhl tidak pernah ada interaksi sdikitpun antara kami, sudah mncoba hilangkan perasaan tsb tp tetap saja ada lagi. jd bagaimana ust. saya harus menyikapinya?

    syukran utk jawabannya..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Mintalah kepada Allah setelah shalat tahajjud; Ya Allah jika dia memang baik untukku, mudahkanlah menjadi suamiku. Jk bukan, maka hilangkan kerisauan hatiku, dan gantilah aku dg sesuatu yg lebih baik.
      Insya Allah jk serius doanya, hasilnya akan cepat kelihatan. Wallahua’lam

      1. tapi bagaimana caranya berterus terang ustadz?
        apakah sebaiknya bicara langsung atau lewat teman?

      2. Langsung dinyatakan sendiri bisa, tp menurut sy yg terbaik adl minta tolong orng terhormat nan berwibawa yg bs menjaga rahasia untuk menyampaikan dg penuh ilmu dan kebijaksanaan. Orng tersebut hendaknya juga dikenal lelaki tsb. Jangan teman biasa. Nilai wibawanya kurang.

  15. Assalamualaikum..pak saya mau curhat..saya sudah 3 bulan dekat dgn seorang pria..pria tersebut memberi saya harapan.mengumbar kata2 sayang,rindu dsb. saya sbg wanita ya luluh hati saya.,,krn memang saya mencintai dia saat pandangan pertama,,,namun dia mulai berubah ketika saya menanyakan kejelasan..dia bilang “saya tdk ingin terburu-buru mengambil keputusan apalagi untuk kejalur lebih jauh lagi..dan sampai saat ini dia berubah seperti menjauh dr saya,,saya bingung harus bagaimana,,krna saya begitu mencintai dia..dia begitu baik dan mempunyai sipat yang baik untuk menjadi seorang imam…saya tidak ingin kehilangan dia pak ustad,,sekarang saya minta pendapat bagaimana seharusnya saya bersikap..apakah saya harus tetap menunggu sesuatu yg belum jelas arah dan tujunannya,,? terima kasih..waasalamualaikum

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Tinggalkan.
      Lelaki demikian lebih nampak keinginannya hanya menikmati wanita, bukan serius menikahinya.

      1. kasih tau gak ya...

        jawabannya cool !!!

  16. asslamualaikum ustad..

    saya mau tanya tahun ini saya ada rencana untuk menikah diusia 19th dengan pria pilihan saya,orang tua saya merestui tapi orang tua masih berfikir terlalu terburu-buru sedangkan dari pihak pria sudah setuju kalau pernikahannya tahun ini,gimana pak ustad?..trmksh

    wassalamualaikum ..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Selidiki, mengapa ortu berpendapat terburu2. Krn ortu menilai demikian pasti ada sebabnya. Tanyakan; apa kriteria jk tdk dikatakan terburu2. Kesiapan apa saja yg seharusnya menurut ortu dikatakan sudah matang dan tdk terburu2.

  17. asslmkm wr wb..

    ustadz mohon pertimbangan..
    sy seorang muslimah yg menyukai pria yg lbh muda 7 th dibawah sy,
    kami satu lingkungan pekerjaan dan posisi sy lbh senior..problemnya adalah sy tdk tahu pasti bgaimana perasaannya krn sprtinya dia membatasi diri, entah krn sdh punya pacar atau krn posisi sy yg jauh lbh tinggi..
    tp sy tau ada sesuatu dr cara pandangnya..
    apa yg hrs sy lakukan ustadz?
    secara finansial dan usia sy sdh siap menikah, tp dia spertinya msh prioritas menyelesaikan pndidikan dulu…
    mohon saran ustadz….trimakasih sebelumnya..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Terus terang saja mengajaknya menikah. Ini lebih tegas, jelas dan tdk menganggu hati. Jika gayung bersambut Alhamdulillah. Jk tdk, maka hati bisa lebih tenang setelah itu krn tdk lagi harap2 cemas. Wallahua’lam

  18. assalamualaikum.wr.wb

    ustad mohon pertimbangan .
    saya seorang muslimah yang pernh menjalin kasih dengan seorg pria.
    kami membina hubungan selam 8thn dn setelah itu kami pisah .
    tiba-tiba saya ketemu sma seorg pria dan syapun kmbali mnjalin hubungan selama 6bln dan akhirnya sayapun menikah ..
    sekarang saya sudah menikah tapi selama pernikahannya suami saya gk pernah nengok atau menjenguk saya … itu hukumnya gimana ? dan kalau seandainya saya ingin bercerai dengan dia , gimana caranya dan apakah saya salah ???
    mohon sarannya ustand .. terima kasih

    wassalamualaikum.wr.wb

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Maaf baru balas.
      Jangan berfikir cerai. Komunikasi dulu baik2 dg suami ada masalah apa. Cerai adl fitnah syetan yg besar bg manusia. Jd sedapat mungkin hindarilah cerai. Wallahua’lam

  19. assalamualaikum.. sy mau tanya ustad,
    saya perna jatuh cinta tapi perasaan itu saya buang jauh-jauh .krn saya dulu takut jika mama saya tau.hal ini terus saya lakukan.melihat kondisi keluarga saya yang serba kekurangan itu menambah keyakinann saya untuk tidak boleh pacaran. pda hal saat itu ada yang lagi dekat ma saya.
    hal itu terus berlangsung hingga saya dewasa.sekarang umur sya 21 tahun. apalagi skrg saya mulai merubah diri saya ke arah lebih baik. saya terus di tanya
    “kenapa kamu gak mau pacaran, takut lelaki ya? kata-kata itu terus menyakiti saya
    jujur ustad mulai bertambah ke dekatan saya kepada allah. saya hanya ingin menjadi wanita sholeha.apa itu salah?
    saya percaya kalau jodoh di tangan allah,saya hanya ingin orang datang melamar saya dan menghormati saya.dan itu alasannya kenapa saya selalu menjaga hati saya,dan tidak mau membiarkan hatiku salah mencintai seseorang.
    apakah aku gak normal jika aku terus menahan cinta yang mau menghinggap di hati saya
    temanku terus berkata” kamu gak normal kali.
    aku hanya bisa tersenyum.gimana ustad apa hal yang ku lakukan salah?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Maaf baru balas.
      Bahkan sy ajungi jempol pd mbak yg memutuskan tdk pacaran. Itulah jalan hidup terbaik bagi muslimah. Lebih suci, lebih terhormat, dan lebh dekat dg cara hidup wanita2 shalihah. Pacaran adl sunnah orng barat bukan sunnah orng islam. Jd lanjutkanlah cara bergaul seperti itu. Mudah2an kelak ada lelaki shalih yg langsung datang melamar mbak. Jk sudah siap nikah, Boleh kontak Hp saya yg ada di blog. Siapa tahu sy bs mengkontakkan dg lelaki yg baik2. Insya Allah.

      1. amin…ya rabbal alamin

  20. Ustadz, bagaimana seandainya ada laki” hafidz jatuh cinta pd seorang muslimah, namun keduanya masih dalam usia sekolah. Kemudian layaknya remaja lainnya laki” tersebut mengajak muslimah utk pacaran. Apa yg harus muslimah lakukan utk menghormati krn dia seorang hafidz yg pastinya harus menjaga maksiat sedangkan muslimah tsb jg memiliki rasa yg sama saling mencintai. Bagaimana menurut ustadz ?

    1. Sekali2 jangan pacaran lagi. Pacaran bukan jalan suci untuk memperoleh pasangan hidup. adik tidak usah pacaran. Pacaran adalah gaya hidup dan “sunnah” orng barat. Adik msh sangat muda. Belajarlah yg rajin. Banyak2 ikut kegiatan islam. Rajin2lah ikut pengajian. Rajin2lah baca buku2 agama. Dengarkan banyak ceramah agama. Nanti pada saatnya, mudah2an Allah mengirim lelaki shalih yg akan menjadi suami.

  21. assalammualaikum wr.wb..pk.ustadz sya mw brtnya,cra apa yg hrus sya lakukan ketika sya tlah d pinang oleh laki2 lain..tpi hati dan perasaan sya tlah d mlki oleh se2org yg sangat sya cintai,sya bingung sya ada pda posisi spa? Tindakn ap yg hrus sya ambil?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Wanita bebas menntukan sipa calon suaminya. Bebas menrima pinangan atau menolaknya. Tp hati2lah. Pilihlah yg baik agamanya, meski awalnya tdk cinta. Wallahu’alam.

      1. Assalamualaikum.Saya mau nanya ustadz.Saudara perempuan saya telah dilamar seorang lelaki dan saudara perempuan saya menerima pinangan lelaki tersebut.Sebelumnya mereka tidak pernah berpacaran karena mereka sama2 tahu bahwa berpacaran itu haram. Mereka sudah saling kenal lama karena bekerja di kantor yang sama.Tapi sebulan kemudian setelah melamar, si lelaki membatalkan nya tanpa memberi alasan kepada kami.Yang ingin saya tanyakan,apakah kami berhak untuk menanyakan alasan nya agar kami tenang.Mohon jawaban ustadz.Terima kasih.

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
        Dari sisi hak, boleh2 saja menanyakan. Namun, saya khawatir ada kesan mengejar2 sehingga dihinakan. Jadi baiknya diterima saja dg ridha dan ikhlash, lalu meminta Allah ganti yg lbh baik. Tdklah seseorang diuji dg hal yg menyakitkan melainkan Allah hendak memberinya nikmat yg sangat besar. Yakinilah itu. Wallahua’lam

  22. Saya famel ingin berta
    Wasallam .nya tentang masalah saya ustad tolong di bantu ustad suami saya tidak pulanq” dan tidak ngasih nafkah selama 3bulan apakah itu sudah jatuh talak ustad tetapi suami saya tidak menjatuh kan talak kepada saya dan dia minta rujuk kembali kepada saya apakah harus nikah kembali ustad dan nanti kalo saya berhubungan dengan nya apa jinah hukum nya ustad tolong balas ustad biar saya tau apa yang harus saya lakukan terimakasih Assalamualaiqum ustad,

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Periksalah buku akad nikah. Di situ ada sighat ta’lik. Lihatlah apakah suami tanda tangan di sana. Jika tanda tangan, maka tdk memberi nafkah selama tiga bulan bs dihitung jatuh talak. Tapi syaratnya ibu hrs menggugat cerai dulu baru sah talak. Jk ibu tdk menggugat cerai, maka talak blm jatuh meski suami tdk menafkahi 3 bulan. Krn blm jatuh takak, maka tdk perlu rujuk. Berhubungan suami istripun masih halal. Bukan zina.

  23. Assalamualaikum ustad ..
    Saya seorang wanita muslim yg sedang gundah gelisah dg perasaan ini ..perasaan diantara kagum atau mencintai ustad .. saya brlakangan ini sdg mengaggumi seoarng laki2 dewasa dan sepertinya dia laki2 yabg beriman soleh banyak trtangga yangg slalu bilang bahwa pria ity pria yg baik kesehariannya krbanyakan menghabiskan waktu di musolla ..subhannallah ustad hati saya sungguh gemetar mendengarnya ..saya menyukainya ustad ? Apa saya dosa ? Tp saya tdk ingin merusak kepribadiannya dg pacaran ustaf lalu apa yg harus sya lakukan ustad ?umur saya 22tahun dan dia 34 tahun ..insyallah jika jodoh sudah dekay saya siap menikahbustad tp yg menbuat saya ragu untuk bilang ke ortu karna dia blm mempunyai pekerjaan ygncukup kelak , tapi ustad bukannya rezeki sudah ALLAH yg mengaturnya .?bagaimana ustad ..?saya meminta pendapat ustad trmksh.
    Wassalamualaikum

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Siapkan diri dulu sampai siap menikah. Sebelum siap menikah, jaga hati agar jangan sampai jatuh cinta. Krn umumnya akan membuat hati menjadi sakit.
      Menyukai seseorang krn agamanya adl motif terbaik untuk menikah. Masalah pekerjaan, tdk penting. Yg penting bg lelaki itu adl punya rasa tanggungjawab. Mayoritas shahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم adl lelaki yg kerjanya serabutan. Kadang bertani, kadang jadi buruh, kadang berdagang dll.
      Setelah siap menikah, dan ternyata lelaki tsb juga blm menikah, segera saja sampaikan niat baik tersebut. Yakinlah, jk niatnya memang baik, bukan maksiat, yakinlah Allah pasti menolong. Wallahua’lam

      1. Iya ustad trmksh tapi bagaimana cara saya membentengi hati agar tidak terbelenggu dg perasaan ini ustad ?saya sangat takut menimbulkan maksiat ustad ..lalu saya dan dia berjarak 14 tahun ustad apa itu mungkin ustad ? Trmksih banyak ustad atas nasihatnya

      2. bisa.
        putuskan kontak dengannya. setiap mu cul ingatan, alihkan dg kegiatan positif; mengaji, baca buku agama, dengarkan ceramah, oleh raga, membantu orang lain dll.

  24. Assalamualaikum Ustad, saya seorang pemuda. Alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa menjaga diri untuk tidak pacaran. Dan saya selalu berusaha untuk menjadi pemuda yang soleh. Saya percaya orang yang baik pasti mendapat jodoh yang baik. Bahkan saya sudah menetapkan kriteria untuk mencari wanita soleha. Pertanyaan saya ustad, saya malah jatuh cinta kepada gadis yang (maaf) sedikit “liar”, bahkan dia jarang mengenakan jilbab. Apa yang harus saya lakukan ustad???

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Alhamdulillah. Selamat krn sanggup menahan diri untuk tdk pacaran.
      Mintalah kpd Allah agar diberi sifat zuhud, krn jatuh cinta kpd wanita yg “liar” pertanda diuji dg manisnya dunia. Artinya keterpesonaan tampilan luar wanitalah yg sedang dominan menguasai hati. Obatnya adl sifat zuhud. Wallahua’lam

  25. Assalamualaikum Ustad,

    Tante saya mengenalkan saya dengan keponakan sahabatnya. Kita dikenalkan melalui chat karena berbeda kota. Sebulan setelah kita berkenalan dia mengajak saya untuk berpacaran. Saya tolak karena saya merasa itu terlalu cepat dan hal itu malah membuat saya tidak nyaman. Selama ini saya pun belum pernah berpacaran. Setelah itu saya menjaga jarak dengan dia karena saya masih bingung dengan pilihan saya. Hingga suatu saat dia menanyakan kemabali mau dibawa kemana hubungan ini. Dia mengatakan dia sudah ingin mencari hubungan yang serius dan dia bingung dengan perlakuan saya. Saya pun menjawab dengan jawaban yang sama bahwa saya masih merasa belum terlalu mengenal dia. Akhirnya dia tidak pernah mengcontact saya lagi. Masalahnya kadang2 saya merasa menyesal, apakah tindakan ini salah? sebenarnya dia lelaki baik, agama dan keluarganya baik. Akan tetapi saya merasa belum yakin. Apa yang harus saya lakukan pak ustadz?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Untuk mencari suami jangan melalui metode pacaran. pacaran bukanlah jalan suci untuk memperoleh pasangan hidup. pacaran adl “sunnah”nya orng Barat, bukan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, para shahabat, para ulama dan orng2 shalih. Jd menolak pacaran adalah benar. Tapi motivasinya hrs diubah; tdk mau pacaran krn bukan cara islami memperoleh pasangan hidup.
      Mengenal seseorang, cara yg paling adil adl melalui saksi2 Allah di muka bumi. Selidiki tentang dia dari ayah ibunya, tetangganya, kawannya, teman satu kosnya, teman baiknya, orng2 yg berbisnis dengannya, dan kalau perlu musuhnya. Jk semua sepakat tentang satu hal mk itu adl karakter asli dia.
      Kemudian jk mengalami kebimbangan, shalatlak istikhoroh meminta petunjuk kepada Allah. Mana yg dimantapkan dlm hati dan dimudahkan maka itulah yg insya Allah terbaik. Wallahua’lam

  26. bismillahirrahmanirrahim… Assalamu’alaikum ustad..
    saya seorang muslimah, semenjak saya baligh saya alhamdulillah belum pernah pacaran karena saya takut Allah murka, takut dosa. Namun saat ini saya masih bersekolah, saya ada rasa kagum dengan senior saya, tapi sungguh saya hiraukan perasaan itu. Tapi setiap kali ada waktu luang, bayang2 senior saya muncul dalam benak saya. Jujur saya merasa risau dan terganggu. Saya tidak ingin perasaan ini berlanjut, saya takut timbulnya maksiat dan saya juga takut ada orang lain yg tahu. Saya sudah berdoa kpd Allah berulang kali untuk dpt memberi saya pertolongan tentang hal ini, namun hati saya masih risau dan masih terbayang2 senior saya itu. Bagaimana caranya ustad supaya saya bisa menghilangkan rasa risau ini? Mohon saran dan nasihatnya ustad. Terimakasih…

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Cara meghilangkannya, blokir semua stimulus yg membuat ingat kepadanya. Musnahkan semua foto dia yg dimiliki yg mungkin terlihat. Hapus pertemanan FB. Upayakan sedikit mungkin bertemu dgnya, bercakap2 dengannya,smsan, WA-an, BBm-an dll. Setiap ada godaan terbayang segera lakukan olehraga, membantu ortu, membaca buku, ikut pengajian, mengerjakan soal2 latihan ujian, dan semisalnya. Wallahua’lam

  27. assalammua’laikum ustad

    ustad,pacaran itu hukumnya haram kan?tapi jika sdh terlanjur menjalani bgaimana?dan lagi sy mnjalani dg lelaki yg sdh matang usianya untuk menikah. Saya sangat ingin memutuskan hbungan pcaran ini dan niat sy sangat bulat untuk menikah..meski umur sy bru menginjak 20 thn,tp sy hanya ingin cinta yg diridhoi Allah swt. saat sy katakan keinginan sy pd lelaki itu,dia menolak ustd..dia mnyuruh sy mnunggu 2 thn lgi,dan sy tdk mau mmbuat dosa akbat pcran ini. dia mengaku belum siap karena alasan blum mapan.. tp mau smpai kpan klau menunggu mapan ustad?mohon pencerahannya ustad.. apa yg harus sy lakukan?
    syukron.jazakallahu khairan

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Berarti segera putuskan adik.
      Jk blm siap menikah lebih baik tdk menjalin hubungan papaun dan tdk jatuh cinta. Jk sdh siap, barulah bs langusng melamar. Wallahua’lam

  28. assalamu alaikum ustad,

    sy muslimah, 24 tahun dan sy baru sj menyelesaikan kuliah saya. Sejauh ini alhamdulillah sy blm pernah pacaran. dulu pernah ada beberapa org yg tertarik dan ingin mengenal saya lbh dekat, namun sy tolak krn menurut sy orgx blm pas dan sy msh kuliah jg. Namun, skrg teman2 saya bakal nikah satu persatu dgn pacarx masing2, dan saya jg kaget ibu saya tiba2 menanyakan ttg nikah dsb. ibu saya sedih krn sampai skrg sy blm pernah punya tmn dekat pria. Sy langsung shock dan tersadar, namun sebenarnya sy menghindari mengenal pria lbh jauh krn sy takut dibilangin lugu dsb, sy ga ingin dipermainkan ustad. actually, sahabat2 sy rata2 pd bilangin sy lugu, dan mmg sy gampang bgt percaya sm org, makax sy takut jatuh cinta. sy takut jatuh cinta sm org yg salah😦
    saat ini hati sy lg kosong. dulu sempat suka sm pria namun sy selalu mengabaikan ustad, sy slalu merasa blm pantas aja. dan saat ini jg sy slalu kepikiran sm kata2 ibu sy.
    alhamdulillah sy nemu blog ini, mohon solusinya ustad. wassalamu alaikum wr wb

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
      Jk mbak berkenan, berilah sy biodata, profil singkat dan foto. Barangkali sy bs mengkontakkan dg lelaki yg baik. Insya Allah.

  29. salam’alaikum ustadz.. Barakallahu fiik..
    ada ikhwan yang sudah menyampaikan niatnya untuk menikahi ana ustadz, tapi orang tua ana menyarankan lebih baik menyelesaikan study dulu yang insya Allah 2 tahun lagi. ana sudah utarakan pada ikhwan tsb, tapi dia masih tetap ingin menunggu dan meminta ana untuk menunggu juga. dia terkadang sering menanyai kabar dan mengirim sms kepada ana, yang kadang dengan sms itu hati ana mulai terusik, bagaimana sikap saya kepada ikhwan tsb ustadz. ana mempunyai perasaan yg sama dengan nya, tapi ana belum bisa menghalalkannya. mohon saran dari ustadz. jazaakallaah..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Biasa saja sikapnya. Seperti kpd muslim lainnya. Jangan terlalu jd pikiran selama belum melamar. Bersikaplah seperti kepada pak sopir angkot. Tentu ukhti tdk pernah mengingat2 pak soipir setelah naik angkot. Wallahua’lam

  30. Assalamu’alaikum.
    saya kan masih anak sekolah dan mencintai seseorang, yang mana saya sudah memendam perasaan ini sngat lama, sampai membuat hati saya dan diri saya dihantui rasa khawatir dan cemas. saya ingin melegakan hati saya dengan mengungkapkan yang sebenarnya pada dia. tpi aku khawatir setelahnya itu harus apa yang aku lakukan.? pacaran tidak mungkin…! apa solusinya. karena yang saya fikirkan hanya mengungkapkannya tdk pacaran. agar fikiran dan hati ini bisa lega. agar seterusnya bisa menjalani hari-hari dengan tenang, semangat. tidak dihantui oleh perasaan yang tdk menyamankan saya.

    terimakasih ustadz, mohon pencerahannya,
    dan saya tdk tau kenapa mengharap jawaban untuk boleh mengungkapkannya.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Adik msh sangat muda. Jangan mikir cinta dulu. Nanti jk sdh siap menikah baru memikirkan cinta. Belajarlah yg rajin. Banyak2 ikut kegiatan islam. Rajin2lah ikut pengajian. Rajin2lah baca buku2 agama. Dengarkan banyak ceramah agama. Nanti pada saatnya, mudah2an Allah mengirim lelaki shalih yg akan menjadi suami

  31. Assalamualaikum ustad, saya ingin bertanya, usia saya saat ini 19tahun, sudah bekerja dan sedang kuliah, saya belum pernah pacaran, tetapi sering banget mengagumi sosok seorang laki2, dan kali ini saya mengagumi sosok laki2 karna ibadah nya dan wajah nya yg insya allah soleh, dia sering curi2 pandang dengan saya, dan saya pun juga akhirnya memandang balik, dan saya berdoa kpd allah agar saya bisa dipersatukan dengan dia yg insyaallah dia adlh laki2 soleh, apa yg harus sy lakukan, apakah saya salah tegur sapa duluan sama dia, agar saya pun tidak berangan2 agar bisa dekat dengan dia, mohon solusinya ustad, syukron…

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Pastikan dulu, sdh siap menikah apa belum. jk sdh siap mk bs mengajaknya emnikah. Jk blm huang perasaan itu jauh2. Wallahua’lam

  32. Assalamu’alaikum ustadz..
    sy seorang istri namun baru2 ini ada perasaan tertarik dihati sy dgn seorang pria single yg usiax 3thn dbwh sy.
    yg ingin sy tanyakan, bgmn dgn keadaan perasaan sy itu? sy sdh coba tuk meyakini hati sy kl rasa itu salah tp tetap perasaan itu ada.
    mohon pencerahan n solusinya ustadz..
    syukron..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Itu syetan. Jd lenyapkanlah. Buang semua hal yg memicu ingatan kpdanya.

  33. Assalamu’alaikum wr wb..
    Selamat malam ust..
    bagaimana jika seandainya sy seorg mahasiswi menyukai kk tingkat syaa,
    kami baru 2 minggu knlan.. sudah sering chattingan… berawal dri chattingan itulah akhirnya benih” cinta itu muncull.. Sya sempat bertanya kpd dy mempunyai temen deket atau tdk? jwbnnya “punya tpi saat ini msh belum mau pcran”
    terus bagaimana sikap sy untuk menghadapi perasaan ini ust? apakah sy hrus diam dan memendamnya atau bgaimna..?
    Dan bagaimana cranya agar sy tau klo dy bner” suka sya atau tidak..?
    mohon dijawab ust..
    maksh sblumnya
    wassalamu”allaikum wr wb

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
      Jk adik msh blm siap menikah, jangan jatuh cinta. Itu sakit sekali rasanya. Perasaan akan tergantung, kecewa, dan mungkin sakit hati.
      Mnrt sy buang perasaan itu jauh2. Jatuh cintalah pd saatnya, yaitu ketika telah siap menikah. Wallahua’lam

  34. Assalamu’alaikum ustadz,
    sudah hampir 5th saya dekat dengan seorang ikhwan, perknalan kami diawali dari bangku kuliah. secara tidak sengaja kami sering dipertemukan dengan berbagai aktivitas perkuliahan yang sama, sampai akhrinya kami menjadi dekat & timbul perasaan yang sama. kami memiliki kecocokan & bisa dibilang membutuhkan satu sama lain tapi tak jarang kami juga sering bertengkar. kami sudah sering mengutarakan niat utk berpisah karena takut dengan Allah. tapi entah knpa slalu saja ada hal yang menyatukan kami kembali. sampai skrg setelah lulus kuliah pun Allah menakdirkan kami utk bekerja di kantor yang sama & mengharuskan kami bertemu & berinteraksi setiap hari.
    saya selalu berusaha mengendalikan perasaan saya & ingin fokus mendekatkan diri pada Allah, tapi sulit utk istiqomah dalam waktu yg lama. sy ingin menikah tp ikhwan itu belum siap & sepertinya tidak ingin menjadikan sy istrinya meskipun dy memiliki perasaan terhadap saya. sy sudah berusaha utk menghapus rasa ini tp knapa ya Allah selalu pnya cara utk mendekatkan kami? itu pertanda apa ya ustadz? & apa yang sbaiknya harus saya lakukan? mohon masukkannya. terima kasih
    Jazakumullah

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Itu ilusi perasaan saja. Jangan dituruti. Jk tdk ada niat nikah segera lupakan dan mintalah kpd Allah ganti yg lbh baik. Bs jadi itu hanya cobaan sj untuk mengtahui apakah bs menahan diri dr godaan maksiat ataukah tdk.

  35. Assalamualaikum ustadz, saya mau tanya saya suka dengan teman sekelas kampus saya, sya suka sih karena wjahnya dan agamanya yang sama2 baik tp sya juga pasti dia gk akan suka sma saya krna sy tidak telalu cantik,, dn ap yng hrus sy lakukan pk?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Jk blm siap nikah, lupakan. Itu mengganggu studi saja.

  36. Assalaamu’alaykum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ustad, ada seorang ikhwan yang ingin melamar saya. Kami sudah sama-sama saling memiliki perasaan dan kami ingin menghalalkan perasaan kami tersebut dengan menikha. Ikhwan itu juga benar-benar serius untuk menemui orang tua saya. Tapi, orang tua saya tidak mengizinkan ikhwan itu ke rumah. Mereka menolak dengan alasan tidak tahu siapa ikhwan itu. Padahal mereka belum menemuinya dan tidak mau menemuinya.
    Sementara, kami yang benar-benar telah mempunyai perasaan satu sama lain dan ingin menghalalkannya benar-benar bingung apa yang harus dilakukan. Ikhwan itu juga sudah siap jika orang tua saya memberikan syarat selama masih dalam kebaikan.
    Kami benar-benar dilema menghadapi orang tua saya yang bahkan tak mau menemui ikhwan itu.
    Saya dan dia benar-benar tersiksa.
    Awalnya saya telah bilang bahwa orang tua tidak izinkan dia untuk datang ke rumah dengan alasan harus orang tua yang memilihkan suami untuk saya. Mereka tidak mengizinkan saya memilih sendiri. Si ikhwan berusaha menerima, tapi ia langsung jatuh sakit. Perasaan kami tak bisa membohongi. Akhirnya kami berusaha untuk mencoba lagi, mencari cara agar orang tua saya mau menemuinya dan merestui kami.

    Mohon bantuan saran dan jawaban ustad.
    Jazakumullaahu khoyrn katsiron.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
      Langusng saja ikhwan tsb datang ke rumah. Sy kira org tua akan susah menolak tamu yg datang tiba2.

  37. Ass. Ustadz…
    Sy mau bertanya.. jika kita menyimpan foto lawan jenis apa hukumnya ustadz? Dan apakah boleh jika kita rindu lalu kita melihat fotonya? Terimakasih sebelumnya

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Tdk boleh. Itu mengantarkan pd perzinaan hati. Wallahua’lam

  38. Ust bagaimana kalau saya sdh terlanjur mengatakan bahwa saya mencintai laki2 tsb ?

    1. asalkan untuk mengajak menikah, mk sy kira tdk mengapa

  39. assalammualakum ustd, saya ingin bertanya.
    saya sedang dekat dengan seorang pria yg sudah beristri. Namun pria itu mendatangi saya. Sebelum dia menikah,kami juga sempat berpacaran. Sekarang dia sudah menikah dan dia mendatangi saya kembali. Dia mendatangi saya dengan alasannya dia kalo dia ingin serius dengan saya. Dia berjanji akan menceraikan istrinya. Ustad,saya sangat sayang dan mencintainya dari dulu kami berkenalan. Sampai sekarangpun perasaan saya tidak brubah. Dia mencintai saya juga. Dia memberikan waktu kpd saya kalo dia akan menyelesaikan urusan dengan istri dgn jangka waktu 2 bulan. Ustad, apa yang harus saya lakukan ? Saya hanya menginginkan dia ustd. Wassalammualaikum.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Keliru. Kalau dilanjutkan itu namanya merusak rumah tangga orng lain. Mbak tentu juga tdk mau jk punya suami yg dicintai lalu suami mbak menceraikan mbak demi menikah dg wanita lain. Hentikanlah.

  40. assalamualaikum
    saya mau bertanya ??
    saya mempunyai pasangan,dan sudah ada ancang2 untuk menikah,ibu saya sangat setuju karna pasangan saya menurut beliau baik,begitupun ayah saya sudah pernah menanyakan mau menikahi saya atau tidak,lalu di jawab iya oleh pasangan saya,saya sungguh merasa amat beruntung org yg saya cintai mau menikahi saya .

    nah yg membuat saya stres sampai sekarang ayah saya ternyata selama ini hanya setuju lewat omongan jika di depan saya dan pasangan saya,beliau lebih percaya kepada teman2yg meramal/katanya bisa melihat latar belakang calon suami saya,yg katanya main jin,dukun,memang ayah saya memang seperti itu sering menuduh org2 bahkan ibu saya sendiri di tuduh berrzinah dengan jin
    saya bingung saya selalu di posisikan dalam pilihan sulit
    satu sisi saya sangat ingin di nikahkan dengan laki2 yg baik2 sayang dengan keluarga saya

    tapi di sisi lain ayah saya sangat menentang niat baik calon suami saya di karnakan dia lebih percaya kepada teman2nya yg sudah meracuni pikiran nya

    saya org yg sangat sensitif terkadang saya sampai melawan org tua karna saya merasa saya benar ,
    saya bingung saya takut,durhaka kah saya ?
    apakah saya harus merelakan org yg sangat saya cintai dan sangat mencintai saya ?? tolng balasan nya karna ini selalu jadi fikiran setiap hari

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Berbeda pendapat dg ayah dlm masalah calon suami bukan durhaka selama sikapnya tetap baik, lembut dan hormat. Jd perjuangkan terus. Yg penting jangan pacaran.

  41. Assalamu’alaikum. Pak ustadz, saya wanita berumur 18th, saat ini sedang berada di bangku kuliah. Sejauh ini, saya selalu berusaha untuk menjaga hati saya untuk tidak mengenal pacaran ataupun hal lain yang mengarah mendekati zina. Namun, ada hal yg tak diduga, saat baru masuk bangku kuliah, salah seorang teman lelaki di bangku sma mengatakan bahwa ia ingin mengkhitbah saya. Ia mengatakan bahwa dia serius dan menyuruh saya untuk menunggu sampai waktunya nanti tiba. Saya tau, ia dan saya sama-sama dari background yg sama, mengerti akan aturan antarlawan jenis dalam islam. Tapi selama kurang lebih satu bulan kmrn, kami saling berkomunikasi dan menurut kami akhirnya menyadari bahwa ini adalah hal yang salah. Hingga ia mengirim email dan mengatakan bahwa aku harus melupakan dia dan melupakan semua yg sudah terjadi. Seketika saya setuju akan hal itu, karena sadar bahwa kami hampir berada pd jalan yang sangat dibenci oleh Allah. Tapi ustadz, ada satu hal yang masih terus menghantui pikiran saya, saya masih sering berpikir ttg ia, padahal saya selalu berusaha dan meminta pd allah untuk menjauhkan pikiran ttg dia. Dia datang dengan menaruh banyak harapan pada saya, kemudian pergi begitu saja, seolah saya yg mengantarkan ia ke jalan yg salah. Bagaimana menyikapi hal ini ustd, apakah langkah saya ini salah? mhn solusinya , terima kasih.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Wa’alaikumussalam Warohmatullah. adik masih muda. belum saatnya untuk menikah. jadi tahanlah hati jangan sampai jatuh cinta. itu hanya akan menyiksa. lupakan lelaki itu. jangan berusaha mengingatnya lagi. kelak, jk sudah siap menikah adik bisa jadi akan menertawakan perasaan2 yg muncul saat ini.

  42. assalamualaikum ustadz

    mau nanya.
    kalo seorang muslimah mencintai seseorang lelaki, sudah 2 tahun dia mencoba melupakan lelaki tersebut tp tidak bisa, dia bahkan tidak merasakan luka saat hati lelaki yang dia cintai tersebut bersama wanita lain dia malah ikut bahagia.
    lelaki itu yang mengajarkan dia sedikit tentang agama.
    itu cinta yang benar2 datang dr Allah atau hanya nafsu yang datang dr syetan
    terima kasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Itu cinta yg datang dr hawa nafsu biasa. Wallahua’lam

  43. assalamualaikum ustad, saya seorang muslimah yang masih kuliah dan saya mencintai seorang muslim, saya ingin menjadi yang halal untuknya, bagaimana saya harus mengatakan padanya ustad,saya malu..saya ingin menikah di usia muda karna saya ingin menjaga diri agar terjauh dari fitnah.syukron ustad

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Bilang saja mbak. Lewat surat misalnya. Atau lewat orng yg bs dipercayai. Ajak baik2 menikah dg bahasa yg terhormat.

  44. assalamu’alaikum ustadz saya ingin bertanya
    saya mencintai pacar saya. dan kita sudah menjalani ini semua sudah setengah tahun, dan tiba2 pacar saya mutusin saya hanya gara2 saya mau kuliah di luar kota ustadz, padahal tujuan saya hanya thollibul ilmi, saya sangat mencintainya ustadz, tapi dia tidak mau mengerti saya, dan dia menyuruh saya untuk kuliah bareng dia dan mondok bareng dia, tapi keinginan saya ingin mencari pengalaman yg lebih luas lagi.
    dan dia memutuskan untuk menyudahi ini semua, saya sangat kaget ustadz saya masih suka sama dia, dia begitu baik terhadap aq. dikemudian hari kita bener2 udah pisah tapi kita adek,kakak.an kita masih berkomunikasi, dan dia berkata sama saya; kalau dia ingin fokus ke kuliah dan mondoknya ustadz. dan saya mau menerima semua ini/. tapi saya blm bisa menerima kenapa dia tiba2 mutusin saya. sampai saya bingung dan saya syok berat ustadz, saya kebingungan sekali mau apa. saya sangat terganggu oleh fikiran ini. dan saya juga ingin fokus sekolah dulu karena saya sudah kelas 3 MAN. saya sangat bingung ustadz, saya butuh ketenangan untuk bisa menghilangkan rasa cinta saya trhadapnya.😦

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Pertama: jangan pacaran. pacaran benar2 sangat berbahaya. Pacaran bisa dikatakan hampir selalu menyeret pelakunya ke perzinaan. Krn itu tak hentinya2nya sy mengingatkan para muda-mudi untuk meninggalkan pacaran, krn pacaran adl “sunnah”nya orng Barat, bukan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, para shahabat, para ulama dan orng2 shalih.
      Kedua; adik masih muda dan nampaknya belum siap menikah. jadi sekrang lupakan lelaki. Fokuslah belajar. Kelak jk sdh siap menikah baru buka mata lebar2 untuk mencari lelaki yg shalih. lelaki yg baik tdk selalu hrs adik cintai. Bs jadi awalnya adik blm cinta, tp adik yakin lelaki tsb bisa menjadi imam. Lihatlah nanti pd saatnya cinta akan tumbuh dg sendirinya. Insya Allah. Wallahua’lam

  45. Assalamu’alaikum ustad,

    Umur saya 23 tahun, saya selama ini belum pernah pacaran karena saya lebih mementingkan studi dan jujur saya merasa sedikit kecewa dengan figur pria-pria di sekeliling saya (keluarga dekat) yang tidak/kurang bertanggung jawab terhadap istri/keluarga nya jadi jangankan pacaran ada banyak pria yang berusaha mendekati saja saya tolak karena memang saya tidak yakin dengan akhlaknya. Saya sadar laki-laki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik dan saat ini berusaha memperbaiki diri walaupun masih sangat jauh dari kriteria wanita sholehah. Akhir-akhir ini saya suka mendengarkan murottal Al-Quran yg saya download dan sangat mengagumi orang yang membacanya walaupun saya tidak kenal orang tersebut. Saya juga menyimpan beberapa fotonya di HP karena begitu melihat foto tersebut bisa membuat saya semangat ketika sedang sedih atau malas beribadah. Apakah yang saya lakukan salah? Haruskah saya hapus foto-foto di HP saya?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Bagus. Di zaman rusak seperti sekarang adalah luarbiasa seorang wanita bs menahan diri untuk tidak pacaran.
      Kecintaan terhadap Qur’an adalah bagus. Menyimpan foto2 ulama juga boleh. Asalkan jangan sampai dipasang didinding yg lama2 bs mengantarkan pd pengkultusan. Wallahua’lam

  46. Assalamualaikum, ustad,
    Saya mau tanya ni
    Sya mau Menikahi seseorang yg saya cintai,
    Tapi keluarga sya tak merestui,kerna usia sya terlalu muda,
    untuk menikah d’saat ini
    apa kah saya harus turut kan apa kata Hati sya?
    Kata Hati sya,sya mau menikahi dya

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Berkomunikasilah dg baik dg ortu. Krn menikah tnp komunikasi yg baik memberi peluang masalah yg semakin ruwet. Jk ada keberatan, bicarakan bersama solusi yg disepakati semua pihak.

  47. Assalamu’alaikum ustadz, saya seorang muslimah yg siap menikah. Saya berprinsip tidak ada pacaran sebelum menikah. Beberapa bulan yg lalu saya sering mendengar mengenai kebaikan akhlak seorang muslim, dia jg tahfiz Al-Qur’an dan sdg menjalani kuliah s2nya dgn beasiswa, dia lebih muda 2 th dari saya. Begitu sering namanya disebut2 saya jd penasaran. Dan saya ingin tahu lebih banyak mengenai dia dari teman2 yg membicarakannya, terkadang saya tanya bagaimana dia dalam pergaulan n apa aja kegiatannya. Tidak pernah bertemu sebelumnya, bukan teman juga. Namun rasa tertarik itu semakin kuat. Apalagi setelah sholat istikharah, sayapun semakin yakin yang lalu mengambil langkah mengajaknya ta’aruf dgn niat pernikahan. Lalu saya melaksanakan niat itu ( sangat diusahakan dgn cara sesuai syari’at ), responnya baik dan hati saya tenang selama proses ta’aruf. Tapi ternyata orangtuanya msh belum memberikan respon terhadap niatnya menikah dan kamipun berhenti sampai disitu, krn bagi kami ridho orangtua itu sangat utama tuk hal ini. Dia juga merasa masih belum mapan secara financial, krn terkdg masih minta sama orangtuanya krn uang gajihnya msh blm cukup ( tp saya tdk mempermasalahkan hal itu sejak awal ). Dan kami msh menjalin silaturahmi sampai skrg ( seperlunya saja). Tapi hati n pikiran saya tdk bisa lepas dari bayangannya, selalu meminta agar Allah menyeimbangkan rasa di hati ini agar tenang n sabar menjalani skenarionya.
    Yg ingin saya tanyakan, Apakah pantas jika saya kembali bertanya n meminta dia untuk menanyakan apa alasan orangtuanya sehingga tdk memberikan respon terhadap keinginannya tuk menikah? saya hanya ingin tahu alasannya bersifat syar’i atau krn hal lain. n saya ingin sekali memperjuangkannya hingga akhir (benar2 jodoh hingga akad atau tdk sama sekali ) krn baru kali ini saya begitu tenang n merasa nyaman menjalani proses dgn org yg sama sekali belum pernah bertemu n berteman sebelumnya. Wallahu’alam. mohon maaf jika tulisannya kebanyakan.
    Atas jawaban ustadz saya ucapkan terima kasih banyak.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Yg benar bukan menanyakan alasannya. Krn itu tdk penting. Yg paling penting skrng adl ukhti memastikan bahwa fulan benar2 mantap dg ukhti dan siap ‘memperjuangkan sampai titik darah penghabisan” agar bs menikah dg ukhti. Setelah mndapatkan kepastian itu, percayakan kpd lelaki untuk melobi dan berjuang. Beri support dan tawakkallah kpd Allah.
      Ingat semua kenikmatan dunia membutuhkan perjuangan.
      Untuk mendapatkan ijazah S1 saja orng hrs kuliah dan “menderita” selama 4 tahun. Wallahua’lam

  48. Assalamu’alaikum ustadz..
    Bagaimana jika seorang murid mempunyai rasa lebih kpd gurunya dan sering memperhatikan tingkah laku sang guru?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Jagalah pandangan mata. Memperhatikan lebih hanya boleh jk ada tujuan pernikahan.

  49. Assalamualaikum ustad,
    Saya seorang muslimah, berusia 23 tahun, saya baru saja menyelesaikan kuliah saya, dan sudah bekerja skrg, saya sebelumnya pernah berpacaran, sewaktu masih SMA, karena belum begitu mengenal agama secara mendalam, begitu lulus sekolah, saya jadi mengerti, kalau berpacaran itu tidak diperbolehkan dalam islam, jadi sampai sekarang saya tidak berpacaran lagi, mengingat umur saya sekarang, dan teman-teman seusia saya sdh bnyk yg menikah, saya jadi kebingungan sendiri, saya yakin kalo jodoh itu sdh diatur, dan akan datang dengan sendirinya, tapi temen-teman, dan terutama ibu saya bilang, jodoh memang sudah diatur, tapi kita juga harus berusaha untuk mencarinya, saya jadi bimbang, karena kenalan saya tidak banyak dikalangan muslim, dan saya juga bingung harus memulai “usaha mencari” itu bagaimana, apalagi, dalam benak saya, saya menginginkan pria yang sholeh dan pendidikan setara dengan saya, dan selain agamanya, bagi saya kemapanan juga yang paling utama. Jadi sebaiknya apa yang harus saya lakukan pa ustad, terima kasih sebelumnya atas jawaban pa ustad.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah
      Jika mau, boleh mengirimkan biodata dan foto pada saya. Siapa tahu ada orng baik yg mau berkenalan lwt saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: