Menghadapi Suami Jahat

oleh: Muhammad Muafa

 

Pertanyaan

Ass.wr.wb,ustad/ustadzah….sy adalah wanita muslimah berusia 35th,sy sdh menikah dan mempunyai 3 anak.perkawinan sy telah brjalan selama 14th,suami sy brasal dr sumatra,sangat kasar,sering memaki sy (maaf)goblok atau anjing pdhal sy tdk melakukan kesalahan yg prinsip.suami jg sangat pelit,semua keuangan dia yg pegang,sy bhkan tdk tau brapa tabungannya.sy tdk tahan lg,apakh atas dasar diatas sy bs mngajukan cerai??trmaks

(nama dan alamat penanya ada pada kami)

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ibu yang semoga mendapat limpahan rahmat Allah,

Pertama; Mari melihat ke bawah

Terkait dengan urusan dunia, sikap terbaik yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah selalu melihat ke bawah, bukan ke atas. Mendapat nikmat duniawi atau tertimpa kesusahan duniawi sikap terbaik adalah melihat ke bawah, karena jika seorang hamba mendapat nikmat lalu dia melihat ke atas, maka akan timbul ketidakpuasan dan iri hati, sementara jika mendapat kesusahan lalu melihat ke atas, maka akan timbul sikap keluh kesah dan meratapi nasib. Sikap-sikap semacam ini dicela syariat karena merupakan cermin kegagalan bersyukur dan ketidaksanggupan untuk bersikap tabah.

Jika seorang hamba mendapat nikmat sepeda motor, maka jangan melihat orang yang punya mobil, karena hal itu akan menimbulkan ketidakpuasan atas kepemilikan sepeda motor tersebut dan sikap iri hati atau malah dengki dengan pemilik mobil. Yang lebih tepat adalah melihat orang yang berjalan kaki, yang tidak sanggup membeli sepeda motor, karena sikap ini akan menimbulkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah dengan sepeda motor tersebut.

Jika seorang hamba diberi wajah pas-pasan, maka jangan melihat kepada orang  berwajah rupawan, karena itu bisa membuat iri hati dan meratapi nasib, tetapi lihatlah kepada orang  lebih buruk rupa, cacat permanen, atau ditimpa penyakit mengerikan tak tersembuhkan. Sikap ini akan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat rupa wajah  yang diberikan Allah tersebut.

Demikian pula menghadapi suami yang kasar dan tajam lidah, lihatlah ke bawah. Lihatlah di sana bahwa diantara sekian banyak rumah tangga ada banyak para suami yang jauh lebih jahat dan kejam. Ada yang gemar  meludahi istrinya, memukul, menendang, bahkan menyetrika sampai membunuh. Lebih kejam lagi setelah dibunuh masih dimutilasi dan dibakar. Boleh jadi jika ibu menjadi istri dari suami jenis itu, saat ini ibu sudah tinggal nama saja karena telah berpindah ke alam baka. Yakinlah, bahwa sejahat-jahat suami, masih ada yang lebih jahat lagi. Sejahat-jahat suami, kejahatannya tidaklah sejahat fir’aun yang menyiksa sendiri istrinya; Asiyah. Fir’aun menyiksa istrinya dengan mengikat  tangan dan kakinya memakai empat tonggak, lalu memanggangnya di bawah sinar matahari, dan menindihkan batu penggilingan di atas dadanya sampai Asiyah menemui ajalnya. Seperti inilah cara bersikap yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; melihat ke bawah, agar seorang hamba selalu bisa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan tidak meremehkan nikmat pemberianNya betapapun kecilnya nikmat tersebut. Imam Muslim meriwayatkan;

صحيح مسلم (14/ 213)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

 

dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Pandanglah orang yang berada dibawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, karena hal itu lebih layak  membuat kalian tidak meremehkan  nikmat Allah (H.R.Muslim)

Kedua; mari mengingat bahwa hidup ini adalah untuk beramal

Jangan lupa bahwa semua yang dialami, yang dirasakan, yang didapatkan dan yang hilang, semuanya itu tidak lebih hanyalah “alat’ untuk menguji amal seorang hamba. Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan hidup dan mati adalah untuk menguji manusia. Allah berfirman;

{الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا } [الملك: 2]

Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (Al-Mulk;2)

 

Semua pemberian dunia dari Allah  kepada seorang hamba adalah untuk dilihat bagaimana hamba tersebut beramal dengan cara yang diperintahkan Allah. Mobil, tanah, tabungan, suami, anak, kedudukan dan semua yang bersifat duniawi diberikan Allah untuk menguji apakah seorang hamba sanggup menggunakan dan semua pemberian itu untuk beramal shalih yang diridhai Allah atau tidak. Imam Muslim meriwayatkan;

صحيح مسلم (13/ 286)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

 

dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menunjuk kalian sebagai Khalifah (dengan cara membuat kalian menguasainya) didalamnya. Kemudian Allah memperhatikan bagaimana kalian beramal (H.R.Muslim)

 

Kesusahan, kesedihan, kegalauan, kesengsaraan, keperihan, ketakutan, kecemasan, kekhawatiran, dll yang muncul akibat berinteraksi dengan sesama hamba juga tidak lepas dari pesan amal. Semua perasaan yang muncul akibat berinteraksi dengan sesama hamba adalah bentuk ujian untuk menguji ketabahan. Allah berfirman;

{وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ} [الفرقان: 20]

dan Aku jadikan sebahagian dari kalian cobaan bagi sebahagian yang lain. Bisakah kalian tabah? (Al-Furqon; 20)

 

Jadi, kalaupun Ibu susah, maka ingatlah bahwa Ibu bukan satu-satunya orang yang susah di dunia ini. Jika ibu merasa tersiksa, ingatlah bahwa ibu bukan satu-satunya orang yang tersiksa di dunia ini. Jika ibu merasa menderita ingatlah bahwa ibu bukan satu-satunya orang yang menderita didunia ini apalagi paling menderita. Allah tahu semua itu. Allah mengawasi semua gerak-gerik hambaNya. Tidak ada satupun yang luput dari pengawasan Allah di bawah kolong langit ini. Sehelai daun yang jatuh dari pepohonanpun Allah Maha mengetahui.

Ingatlah ibu, sesungguhnya di dunia ini ada jutaan orang menderita dan sengsara, tetapi tidak semuanya menjadi mulia disisi Allah.

Seorang hamba yang beriman, bisa menyulap penderitaan menjadi kemuliaan, empedu menjadi madu, dan luka menjadi ceria.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam harus dicaci, dimaki, dituduh sinting, difitnah, diusir, dan dihinakan sebelum beliau berhijrah ke madinah, dilu-elukan, dan dicintai milyaran orang dikalangan penduduk bumi. Nabi Yusuf harus dimasukkan dalam sumur oleh saudara-saudaranya, dijual sebagi budak, difitnah berzina dengan istri pejabat, dijebloskan ke dalam penjara sebelum diangkat menjadi bangsawan dan memperoleh kemuliaan Nubuwwah. Imam As-Sarokhsi dicemplungkan ke  dalam sumur sebelum mengarang kitab fikihnya yang terbesar Al-Mabsuth yang terdiri dari 30 juz, Hamka dipenjara sebelum akhirnya menerbitkan karya terbesarnya tafsir Al-Azhar,dst..semuanya adalah orang-orang yang diuji dengan kesusahan dan penderitaan, tetapi sanggup melewatinya dengan cantik  dan menjadi orang-orang yang mulia karena benar menyikapinya; yakni dijadikan sebagai medan amal.

Jangan sampai kita rugi dunia akhirat. Di dunia menderita, diakhirat juga rugi. Orang-orang yang tergolong kelompok ini adalah orang-orang yang menyikapi hidup tanpa iman dan tidak menjadikan cara penyikapannya sebagai amal. Tujuan hidupnya hanya memburu kebahagiaan duniawi tanpa peduli bagaimana membangun rumahnya di akhirat.

Pertanyaannya; Amal apakah yang bisa dilakukan seorang wanita jika kebetulan memiliki suami yang jahat? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan ini harus diketahui terlebih dahulu hak suami atas istri menurut Allah dan RasulNya.

 

Ketiga; memahami hak suami atas istri menurut syariat.

Sesungguhnya syariat Islam menjadikan amal berbakti kepada suami sebagai amal utama bagi seorang wanita yang telah menjadi  istri dan terikat dalam ikatan pernikahan. Imam Ahmad meriwayatkan;

مسند أحمد (4/ 85)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

dari Abdurrahman bin Auf berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta’at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan (H.R.Ahmad)

Dalam hadis di atas dijelaskan jika seorang wanita menunaikan hak Allah dengan melakukan Shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan dan menjaga kemaluannya, lalu menunaikan hak hamba dengan berbakti kepada suaminya, maka amal tersebut sudah cukup menjadi tiket untuk memasuki surga dari pintu manapun yang dikehendaki. Hal ini menunjukkan bahwa amal berbakti kepada suami adalah amal terbesar seorang wanita, karena hak hamba yang wajib ditunaikan wanita adalah banyak seperti hak orang tua, hak kerabat, hak tetangga, hak fakir miskin, hak anak yatim,hak kaum muslimin dll. Namun diantara sekian hak hamba yang seharusnya ditunaikan seorang wanita, pelaksanaan salah satu hak hamba yaitu hak suami untuk ditaati ternyata sudah cukup untuk menjamin wanita masuk surga setelah dia menunaikan hak-hak Allah seperti shalat dan puasa.

Dalam hadis yang lain, Nabi juga mengajarkan kepada wanita bahwa suami adalah surga dan neraka istri. Artinya, jika seorang istri benar dalam memperlakukan suami, maka dia berhak mendapatkan surga, tetapi jika salah dalam memperlakukan suami maka dia layak dijebloskan ke dalam neraka. Imam Ahmad meriwayatkan;

مسند أحمد (55/ 350)

عَنْ حُصَيْنِ بْنِ مِحْصَنٍ

أَنَّ عَمَّةً لَهُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ فَفَرَغَتْ مِنْ حَاجَتِهَا فَقَالَ لَهَا أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ فَأَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ قَالَ يَعْلَى فَكَيْفَ أَنْتِ لَهُ قَالَتْ مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ قَالَ انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

 

“Dari Husain bin Mihshan bahwa bibinya datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan keperluannya, beliau lalu bertanya: “Apakah kamu memiliki suami?” Dia menjawab, “Ya.” Beliau bertanya lagi: “Bagaimana sikapmu terhadapnya?” dia menjawab, “Aku tidak menunda-nunda (memenuhi kebutuhannya) kecuali karena aku sudah tidak mampu lagi.” Kemudian beliau bersabda: “Lihatlah di mana posisimu darinya karena sesungguhnya dia adalah Surga dan Nerakamu.(H.R.Ahmad)

Nabi menginformasikan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, dan sebab yang membuat mereka masuk neraka kebanyakan adalah karena kufur terhadap suami. Bukhari meriwayatkan;

صحيح البخاري (1/ 50)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

 

Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita yang  kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur terhadap  Allah?” Beliau bersabda: “ (tidak tetapi) Mereka kufur terhadap suami, dan kufir terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu (H.R.Bukhari)

Begitu besarnya hak suami, sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengumpamakan seandainya beliau diizinkan memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain niscaya beliau akan memerintahkan seorang wanita bersujud kepada suaminya. Ahmad meriwayatkan;

مسند أحمد (25/ 199)

عَنْ حَفْصٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ

كَانَ أَهْلُ بَيْتٍ مِنْ الْأَنْصَارِ لَهُمْ جَمَلٌ يَسْنُونَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الْجَمَلَ اسْتُصْعِبَ عَلَيْهِمْ فَمَنَعَهُمْ ظَهْرَهُ وَإِنَّ الْأَنْصَارَ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا إِنَّهُ كَانَ لَنَا جَمَلٌ نُسْنِي عَلَيْهِ وَإِنَّهُ اسْتُصْعِبَ عَلَيْنَا وَمَنَعَنَا ظَهْرَهُ وَقَدْ عَطِشَ الزَّرْعُ وَالنَّخْلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ قُومُوا فَقَامُوا فَدَخَلَ الْحَائِطَ وَالْجَمَلُ فِي نَاحِيَةٍ فَمَشَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ فَقَالَتْ الْأَنْصَارُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّهُ قَدْ صَارَ مِثْلَ الْكَلْبِ الْكَلِبِ وَإِنَّا نَخَافُ عَلَيْكَ صَوْلَتَهُ فَقَالَ لَيْسَ عَلَيَّ مِنْهُ بَأْسٌ فَلَمَّا نَظَرَ الْجَمَلُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ نَحْوَهُ حَتَّى خَرَّ سَاجِدًا بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَاصِيَتِهِ أَذَلَّ مَا كَانَتْ قَطُّ حَتَّى أَدْخَلَهُ فِي الْعَمَلِ فَقَالَ لَهُ أَصْحَابُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ بَهِيمَةٌ لَا تَعْقِلُ تَسْجُدُ لَكَ وَنَحْنُ نَعْقِلُ فَنَحْنُ أَحَقُّ أَنْ نَسْجُدَ لَكَ فَقَالَ لَا يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ وَلَوْ صَلَحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ كَانَ مِنْ قَدَمِهِ إِلَى مَفْرِقِ رَأْسِهِ قُرْحَةً تَنْبَجِسُ بِالْقَيْحِ وَالصَّدِيدِ ثُمَّ اسْتَقْبَلَتْهُ فَلَحَسَتْهُ مَا أَدَّتْ حَقَّهُ

“Dari Hafs dari pamannya, Anas bin Malik berkata, “Ada sebuah keluarga dari kaum anshar yang memiliki seekor unta yang mereka gunakan untuk menyiram ladang, hanya saja unta tersebut tiba-tiba merasa sulit bagi kami untuk mejinakkannya dan mengelak dari kami untuk ditunggangi, maka orang-orang anshar datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan berkata: “Wahai Nabi Allah! sesungguhnya ada seekor unta yang kami gunakan untuk menyiram ladang hanya saja tiba-tiba unta tersebut merasa sulit bagi kami untuk menjinakkannya dan mengelak dari kami untuk ditunggangi, padahal tanaman-tanaman serta pohon-pohon kurma kami dilanda kekeringan.” Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Berdirilah kalian “, lalu mereka berdiri, dan masuk ke dalam kebun sedangkan unta tersebut telah berada di sebuah tepi, maka Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam berjalan ke arahnya dan orang-orang anshar berkata: “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya unta tersebut menjadi seperti anjing yang galak dan kami takut jika dia menerjang tuan”, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Saya tidak ada masalah dengan unta ini”, dan tatkala unta tersebut melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dia berjalan ke arah beliau Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam kemudian jatuh dengan bersujud di depannya lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam menyentuh ubun-ubunnya dan menjinakkannya dengan suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga beliau Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam mempekerjakan unta tersebut. Maka para sahabat berkata kepada beliau Shallallahu’alaihi wa Sallam: wahai Rasulullah sesungguhnya binatang ini tidak memiliki akal namun dia bersujud kepada Tuan sedangkan kita adalah manusia yang berakal maka kita lebih berhak untuk bersujud kepada Tuan, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak boleh seorang manusia bersujud kepada manusia, dan jikalau boleh seorang manusia bersujud kepada manusia niscaya saya akan memerintahkan seorang wanita untuk bersujud kepada suaminya karena besarnya hak suami terhadapnya, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya seandainya seorang suami memiliki luka dari ujung kaki hingga ujung kepala yang mengalirkan nanah atau darah kemudian sang istri menghadapinya hingga menjilatinya, maka hal itu belum memenuhi seluruh haknya kepadanya” (H.R.Ahmad)

Nabi memuji wanita yang selalu berusaha memperoleh ridha suaminya baik dalam keadaan zalim maupun dizalimi. An-Nasai meriwayatkan;

سنن النسائي الكبرى (5/ 361)

 عن عبد الله بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ألا أخبركم بنسائكم من أهل الجنة الودود الولود العؤود على زوجها التي إذا آذت أو أوذيت جاءت حتى تأخذ بيد زوجها ثم تقول والله لا أذوق غمضا حتى ترضى

“Dari Abdullah bin Abbas beliau berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; Tidakkah aku beritahu kalian tentang wanita-wanita kalian yang termasuk penghuni surga? Yang penyayang, subur, dan banyak memberi manfaat kepada suaminya…yang jika menyakiti atau disakiti dia datang lalu mengambil tangan suaminya kemudian berkata; demi Allah, aku tidak bisa tidur sebelum engkau ridha” (H.R.An-Nasai)

Sebaliknya beliau juga mencela wanita yang tidak bisa berterima kasih kepada suaminya dengan mengatakan bahwa wanita-wanita semacam itu tidak dilihat dan diperhatikan Allah. An-Nasai meriwayatkan;

سنن النسائي الكبرى (5/ 354)

عن عبد الله بن عمرو قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : لا ينظر الله إلى امرأة لا تشكر لزوجها وهي لا تستغني عنه

“Dari Abdullah bin  ‘Amr beliau berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; Allah tidak melihat seorang wanita yang tidak bisa berterima kasih kepada suaminya padahal dia membutuhkan suami” (H.R.An-Nasai)

Nabi menjamin, jika seorang wanita benar dalam memperlakukan suaminya, lalu wanita tersebut mati dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, maka wanita tersebut akan dimasukkan ke dalam surga. At-Tirmidzi meriwayatkan;

سنن الترمذى (4/ 388)

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الْجَنَّةَ

 

dari Umu Salamah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wanita manapun yang meninggal dan suaminya dalam keadaan ridha (kepadanya), niscaya dia masuk surga (H.R.At-Tirmidzi).”

Dengan besarnya hak yang dimiliki suami seperti ini maka wajarlah jika Islam memberikan hak memilih suami itu sepenuhnya kepada wanita. Siapapun tidak berhak mengintervensi pilihan suami seorang wanita, apalagi memaksanya. Jika seorang wanita  menikah karena dipaksa (meski oleh orang tuanya), maka syariat memberi  hak Khiyar (memilih) antara melanjutkan pernikahan atau membatalkannya. Ketidaktaatan seorang wanita kepada orangtuanya dalam hal memilih calon suami tidak tergolong kedurhakaan, dan malah jika ayah (yang menjadi wali wanita) menghalang-halangi wanita menikah dengan lelaki pilihannya maka ayah tersebut dianggap telah melakukan ‘Adhl (mempersulit pernikahan) yang diharamkan syariat, dan statusnya menjadi orang fasik yang ditolak persaksiannya dan gugur hak perwaliannya. Allah berfirman;

{فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ} [البقرة: 232]

Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat saling ridho di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. (Al-Baqarah;232)

Karena itu, dengan memahami paparan nash diatas bisa difahami bahwa hak suami adalah hak yang besar, dan amal utama seorang wanita yang telah berumah tangga adalah berbakti kepada suaminya. Seorang wanita bebas memilih siapapun yang akan jadi suaminya, tetapi jika sudah menikah dengan lelaki pilihannya, maka dia terkena tanggung jawab berbakti semaksimal mungkin kepada suaminya. Wanita sulit menyalahkan orang lain jika suami jahat yang ditemuinya adalah adalah hasil pilihannya sendiri.

Namun, masalahnya sekarang tentu bukan menyesali pilihan, kerena pernikahan sudah terjadi dan anak-anak telah lahir. Lebih bijaksana jika memahami bahwa suami yang jahat adalah bentuk ujian, dan ujian apapun yang dihadapi pasti berada diarea yang disanggupi karena Allah tidak pernah membebani hamba kecuali sekedar kesanggupannya, dan setiap jiwa akan mendapatkan sesuai yang diusahakannya.  Allah berfirman;

{ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ} [البقرة: 286]

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Al_Baqarah-286)

 

Selanjutnya, setelah mengetahui besarnya hak suami dan amal utama seorang wanita untuk berbakti, harus diketahui bekal utama untuk menjalankan amal tersebut yaitu; Shobr (ketabahan)

Keempat; menghadapi dengan Shobr

Harus difahami terlebih dahulu bahwa jahatnya pasangan tidak menunjukkan buruknya kita. Jahatnya pasangan juga tidak boleh menjadi alasan agar kita tidak menjadi shalih. Asiyah, suaminya jahat yaitu Fir’aun, tetapi Asiyah adalah wanita shalihah yang jelas dijamin masuk surga oleh Allah. Nabi Nuh istrinya Kafir, namun hal itu tidak menjadi alasan Nabi Nuh menjadi tidak shalih. Pasangan hidup tidak lebih hanya ujian hidup. Apa yang didapatkan itulah yang dihadapi.

Memang menjadi idaman setiap wanita untuk mendapatkan suami yang shalih, yang lembut, setia, pengertian, bertutur kata halus, berimu, membimbing, bertanggungjawab dan kriteria-kriteria ideal lainnya. Namun harus diingat, saat ini kita hidup di dunia, bukan di surga. Dunia adalah negeri ujian, bukan negeri pembalasan. Karena itu sebaik-baik suami tentu tetaplah ada celah kekurangannya, dan seburuk-buruk suami tentu tetaplah ada sisi kebaikannya. Setiap kali wanita bertemu dengan kondisi tidak ideal dalam rumah tangga yang menyusahkannya akibat perlakuan suami, maka sebaik-baik sikap adalah Shobr (tabah). Kesusahan yang dihadapi dengan Shobr karena semata-mata ingin memperoleh ridha Allah, akan menghapuskan dosa dan kesalahan seorang hamba. Bukhari meriwayatkan;

صحيح البخاري (17/ 374)

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

 

dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.(H.R.Bukhari)

 

Terhapusnya dosa bermakna bersihnya diri. Bersihnya diri dan kesucian jiwa akan membuat seorang hamba dicinta Rabbnya. Jika seorang hamba sudah dicintai Rabbnya maka doanya akan didengar, kebutuhannya akan dipenuhi, dilindungi dari marabahaya, dan dibela jika disakiti. Boleh jdi juga dengan kedekatan kepada Allah seorang wanita bisa membuat keajaiban, yakni menjadi perantara suaminya menjadi orang shalih sebagaimana dirinya. Kisah-kisah keajaiban dalam rumah tangga semacam ini cukup banyak di masyarakat.

Jadi yang dilakukan bukan meratapi nasib dan menyesali diri, tetapi berbuat, beramal, dan beraksi semaksimal mungkin sebatas yang dimampui  dan kapasitas yang didapatkan. Asiyah istri Firaun adalah contoh terbesar seorang wanita yang berhasil beramal dengan benar, meskipun bersuamikan orang jahat. Asiah telah berhasil melewati episode hidup di dunia ini dengan sempurna dan telah dijamin masuk surga karena dengan sikap hidupnya yang benar. Hendaknya Asiyah ini benar-benar menjadi teladan. Allah berfirman;

{وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ} [التحريم: 11]

 

 dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim (At-tahrim;11).

Namun, kadang-kadang persoalan dalam rumah tangga telah mencapai level berat sehingga sulit diselesaikan dengan baik. Karena itu Islam memberikan solusi talak. Hanya saja Allah membenci dan tidak menyukai talak meskipun memubahkannya. Talak hendaknya dijadikan solusi terakhir jika persoalan sudah tidak mungkin lagi diselesaikan dengan cara baik-baik.

Seorang wanita hendaknya juga perlu berhati-hati dalam meminta talak, karena meminta talak dengan alasan yang tidak benar adalah haram dan pelakunya diancam tidak bisa mencium baunya surga. Imam Ahmad meriwayatkan;

مسند أحمد (45/ 360)

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

 

dari Tsauban berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.”(H.R.Ahmad)

Alasan yang benar meminta Tafriq (pemisahan ikatan pernikahan oleh Hakim) yang tidak haram adalah semisal suami tidak memberi nafkah, suami gila, suami impoten, suami terkena penyakit yang berbahaya jika hidup bersama dan semisalnya. Jika sekedar kasarnya ucapan, maka hal itu belum cukup untuk membolehkan wanita meminta Tafriq. Jadi, menyikapi dengan Shobr sebagaimana direkomendasikan adalah sikap yang paling bijaksana, terlebih lagi kondisi anak yang sudah tiga, perceraian  secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan psikologi anak. Mudah-mudahan Allah memberi Taufiq katabahan. Wallahualam.

About these ads

83 tanggapan

  1. Jazakallah infonya. pas sekali untuk bekal sebelum menuju ke pelaminan.

    yg saya kurang jelas

    Pasangan hidup adalah ujian, maka bila pasangan hidup kasar itu adalah ujian.

    Seolah-olah itu tidak menganjurkan untuk mencari pasangan yang baik.
    bagaimana menurut akh Abu hauramuafa?

    1. tdk demikian maknanya. carilah pasangan yg dianggap paling baik. tp jk setelah menikahn menemukan pasangan kurang ideal, jangan mudah berfikir cerai tp hadapilah dg alas berfikir amal.Wallahua’lam

  2. bagaimana dg suami yg berkali-kali melakukan dosa besar bahkan sampe menggugurkan kandungan dr dosa itu….sedang suami belum bertobat sebenarnya

    1. subhanallah..Allahumma a’idznaa min dzaalik. mudah2an istri dikruniai ketabahan dengan cobaan berat tersebut. tidak bosan2nya mendoakan kebaikan agar suami sadar keslahnnya, bertaubat dan menjadi suami yang shalih..berdoa dengan air mata..berdoa dengan tulus..doa yang disertai air mata dan ketulusan InsyaAllah lebih didengar..Wallahua’lam.

  3. bagaimana dengan suami yang dengan mudahnya mengucapkan kata cerai karena masalah yang sepele…dan menganggap pernikahan hanyalah sebuah permainan seperti pacaran? alasan hanya karena sang istri yang sedang hamil besar tidak setuju bila suaminya pergi berlibur bersama teman2nya untuk menghilangkan rasa bosannya dengan kondisinya skarang..(suami bekerja di tempat jauh, pulang seminggu sekali), sehingga istri merasa kurang diperhatikan, saat pulang pun kadang suami lebih menghabiskan waktunya bersama teman2nya, dan kurang berbagi waktu bersama istri dan anaknya..tidak menyukai dengan istri yang selalu menanyakan kabar atau pun sekedar ingin mengajak ngobrol bersama anaknya lewat telpon..istri dianggap terlalu menekan atau membatasi kegiatan suami.

    1. tidak boleh sembarangan mengucapkan kata talak. talak yang diucapkan suami baik main main maupun serius semuanya jatuh. jika diucapkan sampai 3 kali. maka berlaku talak bain kubro, yakni ikeduanya harus tercerai dan tidak bisa menikah lagi sebelum pihak wanita menikah dengan lelaki lain, dan dicerai. Abu dawud meriwayatkan;

      سنن أبى داود – م (2/ 225)

      عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ ».

      “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga perkara, seriusnya dihukumi serius dan candanya (tetap) dihukumi serius, yaitu; nikah, perceraian, dan Rujuk (H.R.Abu Dawud).”

  4. Suami saya sudah 7 tahun berwiraswasta sehingga sehari0hari berada di rumah, sementara saya saat ini masih sbg karyawati. Menurutnya saya adalah perempuan yang genit, pecicilan, tukang tipu, tukang bohong, dan tidak mengerti dan tidak menghargai suami, karena penghasilan saya lebih besar dan mmg saya selalu terlihat ceria karena saya tidak mau orang mengetahui prilaku suami terhadap saya dan seluruh permasalahan saya. Sementara dengan suami saya tidak bisa berkomunikasi dengan baik, karena jika saya membuka komunikasi selalu jawabannya menyakitkan, contohnya kayak gitu aja kok ditanya,jadi terkadang sy bingung mau ngomong apa karena takut salah. Dan menurut dia sy adalh sumber dari tidak bisanya dia bertobat karena saya selalu membawa masalah dan membuatnya marah, sehingga dia kembali minum minuman keras. Dia sangat pencemburu dan selalu berprasangka buruk, jika suami saya telpon sementara sy sedang tidak diruangan atau sedang meeting dia akan mengulang terus menerus begitu juga jika dia sms saya terlambat menjawab dia akan secara detail menanyakan ke saya. Jika sedang marah dia tidak segan memaki, menghina saya & keluarga saya dan memukul saya. Dan jika dia sedang mabauk dia sering mengucap cerai, apakah ini sah hukumnya ? Sering sekali saya merasakan sakit yang amat sangat, namun saya mencoba untuk ikhlas dan mendoakannya dan saya menganggap ini sebagai ujian saya. Namun terkadang saya merasa lelah yang amat sangat dan ingin mengakhiri semuanya.

    1. semoga Allah mengaugerahi ibu kesabaran dan ketabahan sepanjang waktu…
      memang rumah tangga tidak akan pernah lepas dari berbagai masalah…
      ditilik dari sudut pandang kejiwaan, mungkin suami ibu merasa minder dengan penghasilannya yang lebih kecil..
      jika ini yang terjadi, maka ibulah yang harus meyakinkannya bahwa ibu, diri,cinta dan semuanya adalah untuk suami sehingga tidak perlu memikirkan hal2 kecil seperti itu…
      suami perlu diyakinkan bahwa posisi istri tidak “mengancam” dirinya…
      selanjutnya, perbanyaklah istighfar agar Allah memudahkan segala urusan.

  5. Assalmuaaikum….
    Pak, saat ini sy sdg dlm dilema
    Suami sy berhub lg dgn pacar lamany, pernikahan kami sdh hampir 9 thun dan do karuniai 3 org anak, ini sdh keempat kaliny dia khilaf, tp kali ini dia serius dn brniat menikahi pacarny, dia mrasa ijin sy utk menikah lg, tp dgn penghasilan pas2n, sulit membayangkn dia bs adil, Dan sy yakin ini hanya dorongan nafsu, dia sanggup kehilangan kluarga besar Dan menceraikn sy jika tdk diizinkn menikah, sbaikny apa yg harus sy lakukan pak, Dan sy trlanjur meminta cerai jika dia msh tetap berhub dgn pacarny, sy trtekan setiap hr melihat sms mesra mrk,besok adlh batas akhir wktu yg sy berikan pd beliau Dan sy yg akan menggugat k pengadilan…apakah sy brdosa pak?trimksh

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      semoga ibu diberi ketabahan dan kesabaran menghadapi persoalan hidup.
      jangan kalut ibu. hadapilah persoalan dengan kepala dingin.
      banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama masa depan anak-anak.
      kasihan jiwa anak-anak jika melihat orang tuanya “hancur”
      kejiwaannya bisa bermasalah dan menjadi anak yang liar.
      selebat-lebat hujan, akan ada masanya menjadi reda.
      menurut saya, ultimatum tidak perlu.
      lebih baik membawa persoalan ini ke level keluarga.
      ambillah orang yang disegani suami dari keluarganya dan keluarga ibu untuk diajak berbicara, bermusyawarah dan berdialog menyelesaikan maslaah tersebut.
      ibu juga perlu banyak-banyak istighfar, dan berdoa dalam shlat tahajjud agar dibantu Allah menyelesaikan masalah.
      mudah2an segera ada jalan keluar.

  6. Assalamu’alaikum….
    Saat ini saya sedang bingung Pak… Saya seorang Ibu Rumah tangga dengan 2 Anak. Usia pernikahan kita mendekati 7 tahun. Beberapa hari yll, saya bersama anak2 saya ke kampung halaman saya, sementara suami bertugas ke Jakarta. Sekali waktu, saya temukan slip pembayaran tiket, dan saya melihat jadwal penerbangan dia bukan ke jakarta tapi kelokasi lain. Saya tanya baik-baik dia bilang kesalahan travel saat mengeprint slip pembayaran. Allah maha besar, saya liat alamat hotel tempat dia menginap, dan saya menelpon langsung. Ternyata, memang suami saya ada dilokasi tersebut sesuai dengan jadwal slip pembayaran tiket. Saat saya tanya kembali, dia masih berbohong..Bahkan dengan Menyebut Nama Allah dia masih berbohong, akhirnya saya kasih tau alamat hotel baru dia terdiam. Bukannya mencari solusi, mengatakan yang sebenarnya kenapa dia dilokasi itu.. dia pulang dengan terdiam satu bahasa sampai sekarang, dan malah asik bersms/telp dengan wanita lain. Hati saya sakit sekali…Tidak ada perminaan Maaf sekalipun dan tidak ada rasa bersalah darinya. Apa yang harus saya lakukan…Mohon Jalan Keluarnya…

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Semoga Allah menganugerahi ketabahan dan kekuatan kepada ibu.
      Tidaklah seorang hamba diberi kesusahan melainkan Allah berkehendak agar hambanya kembali kepada Allah, bertaubat kepadaNYa dan berfikir untuk menyiapkan kehidupan sejatinya kelak sesudah mati.
      Allah berfirman;

      {وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ} [السجدة: 21]
      21. dan Sesungguhnya Aku mencicipkan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

      Kesusahan adalah tanda kasih sayang Allah kepada hamba agar hamba tersebut merenungi kehidupannya kemudian bertekad kuat untuk menempuh jalan kesalihan, jalan kesucian bukan jalan bersenang2 atau sekedar menikmati hidup.
      Jika Allah murka, maka Allah justru membuatnya senang terus didunia, lalu dibuat mati tiba2, kemudian disiksa diakhirat.
      Cobalah ibu shalat malam, kemudian pada saat sujud bacalah doa ini sebanyak2nya;
      لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ

      Tidak ada tuhan selain Engkau (ya Allah) maha suci engkau, sesungguhnya aku termasuk orang2 yang dholim.

      Bacalah sepenuh hati sebanyak2nya sampai mantap.
      Setelah itu bangkitlah dari sujud, kemudian ketika sampai sujud lagi bacalah doa tersebut sebanyak2nya.
      Demikian seterusnya sekuat ibu.

      Lebih baik jika disertai tangisan memohon.

      Doa tadi adalah doa yang dibaca nabi Yunus ketika ditelan ikan, maka Allah kasihan kepadanya dan menyayanginya sehingga dikeluarkan dari perut ikan.
      Semoga Allah melepaskan ibu dari kesusahan sebagaimana Allah melepaskan nabi Yunus dari kesusahannya.
      Wallahua’lam

  7. ass sy seorang ibu yg memiliki anak 1,usia pernikahan sy 5thn hr2 yg sy lwti selalu setiap mlm ditinggal suami hnya untuk duduk saja di kedai kopi sampai larut malam,jika sy mengajak shalat dia selalu mengalihkan pembicaraan alias menolaknya,terkadang jika anak sy ingin bermain dg ayahnya di marah2 krn wkt tdrnya kurang akibat sering bergadang,bgmn solusinya pak ustad terkadang sy mulai jenuh dg pernikahan sy yg seperti ini.

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      bersabar ibu. Insya Allah semua ada hikmahnya. hidayah bisa datang dengan tiba2.
      ibu bisa membantu mengkondisikan datangnya hidayah itu dengan memberikan teladan yag baik dengan menjadi wanita shalihah.
      kita perlu optimis, lama2 lama suami akan berfikir, ketika melihat istrinya konsisten dalam keshalihan dan menjadi istri shalihah.

  8. bagaimana jk suami gemar menyuruh istri pulang ke rumah oarang tuanya padahal masalahnya sepele saja ,apakah iu bisa dikategorikan talak??

    1. sy khawatir, usiran suami sdh termasuk talak..sehingga berlaku hukum talak. karena mengembalikan kerumah ortu bermakna melepaskan dari tanggungjawab sebagai suami dll. Wallahua’lam.

  9. Artikel yang sangat bermanfaat. Sepengalaman saya, ada falsafah Sunda dalam berumah tangga agar selalu harmonis, yaitu siling ASAH, ASIH, ASUH.

    Artinya saling mengASAH pengetahuan dan wawasan pasangan dan saling menghargai, saling mengASIHi dan saling memberi, dan saling mengASUH dan merawat hingga kakek nenek.

    Salam dari Jilbab Praktis Meidiani. Semoga sukses berumahtangga.

  10. ASsalamualaikum, saya ibu rmh tangga, alasan sy menikah dgn suami sya, karena sy telah hamil dluan.. dosa yg sngat besar y?? ihtiar…. Sangat miris rasanx hati saya selama kenal suami hingga saat ini. Mulai sbelum nikah sampai skrg, sikapnx bgt ksar, caci maki, pukulan, tamparan sudah pernah saya rasakan…. dia adalah so2k yg keras kepala, suka marah, menang sndiri, tidak punya rasa toleransi, dan mementingkan diri sendiri…. kdang trlintas ingin mengakhiri hub ini. mhon solusinya ustd

    1. Wa’alikumussalam warohmatullah.
      benar ibu. Zina adalah dosa. bahkan dosa besar.
      jika pernikahan diawali dengan dosa, maak sungguh wajar jika pernikahan menjadi “berhawa Panas”. hal tersebut boleh jadi peringatan agar seorang hamba segera bertaubat dan kembali kepada Allah.
      bertaubatlah ibu dengan taubatan nashuha. mudah2an dengan perantaraan taubat tersebut Allah berkenan melepaskan dari kesusahan rumah tangga dan suami istri menjadi orang yang shalih-shalihah.

  11. trima kasih, sy brusha unt ihtiar, sy kan berusaha untk bertobat sepenuh hati… semoga allah mengampuni dosa kami. amin

    1. Amin. Allahummaj’alna minattawwabin waj’alna minal mutathohhiriin.

  12. terimakasih untuk nasihat yang sangat bermanfaat smoga allah melimpahkan kemulian…dan untuk para istri smoga sllu sbar n tbah…

    1. Amin. Ja’alanallahu minas sholihin

  13. Assalammualaikum wr. wb
    Saya mau tanya Pak Ustad, saya anak pertama dari 3 bersaudara. Kedua adik saya masih kecil.
    Permasalahannya ada pada orang tua saya, ayah dan ibu saya memiliki komunikasi yg buruk.
    kedua orgtua saya bukanlah org berpendidikan sehingga pemikiran mereka terasa sempit.
    ayah saya org yg rajin bekerja, akan tetapi ia kurang perhatian kepada isti dan anaknya. jika ditelpon ayah suka marah atau membentak ibu, terkadang berkata kasar.
    dulu ayah pernah berselingkuh, sehingga membuat ibu hilang kepercayaan terhadap ayah. karena itu ibu sering menaruh curiga dan menanyakan yg sekiranya menyudutkan ayah.
    ibu selalu bercerita kepadaku, bahkan sepertinya ibu mengharapkan agar aku dapat menyelesaukan permasalahan ini. ibu seringkali mengungkapkan sakit hati kekecewaan dan ketidaksanggupannya terhadap ayah, tapi aku hanya bisa diam tanpa solusi.
    aku memahami posisi ayah yg selalu dituduh, disudutkan, ayah bosan dan capek. tapi ayah terlihat tdk ada respon terhadap masalag ini, ayah cendrung menghindar dg mematikan ponselnya. bahkan ayah tdk terlihat kesungguhan u/ mendirikan rumah di kampung, kami punya rumah dikota dan insyaallah akan terjual, tetapu ayah tak bergegas mengurus keperluannya.
    semsntara aku juga memahamu ibu yg sakit hati seorg istri yg tak sanggup menahan lagi rasa sakitnya, tapi sikap ibu sangat keterlaluan yg menyudutkan ayah terus menerus. jadi permasalahan yg pelik ini bisa diatasi. tapi kedua orgtuaku tak mampu mengatasinya, seperti ada kebencian dari merwka berdua
    aku bingung apa yg harus aku lakukan, apa yg harus aku katakan p .mereka. aku takut justru akan memperkeruh keadaan.
    terkadang aku berfikir agar ayah bekerja di kampung saja, karena dg bekerja di kampung pemicu pertwngkaran merwka minim. tapi darimana ayah akan memperoleh uang lebig u/ kebutuhan kulianku. ayahku bekerja sbg supir mobil tamvang.
    jadi apa yg sebaiknya saya lakykan pak Ustad,
    terimaksih swbelumnya.
    wassalam.

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah.
      banyak2 berdoalah untuk kabaikan orng tua.
      untuk ibu, ajarkanlah kesabaran dengan menyampaikan agar banyak2 brsyukur. bacalah artikel dalm blog ini yg berjudul; Menghadapi suami jahat” sampaikan isinya pada ibu.mudah2an itu bisa menjadi bahan agar masalah tdk semakin keruh.

      untuk ayah, jk bs berkomunikasi dengannya, anjurkan agar menyempatkan ikut pengajian. katakan ikut pengajian insya Allah akan membuat hati menjadi dingin. dan membuat tahu hak2 serta kewajiban suami istri.

  14. Asalamualaikum wr.wb.
    Sy udh menikah 13 thn dan meempunyai 3 org anak.Selama km berumah tangga suami sy berulang kl selingkuh tp sy selalu menerima dia kembali demi anak2 km. Tp 2 thn ini di sgt zalim kpd sy. Dia suka memukul dan mengucap kata cerai. Bahkan dia tdk peduli sy sdg sholat dia akn memaki sy dgn kata2 kasar. Anak2 sy srg menangis melihat dia memperlakukan sy dgn buruk. Sy udh berusaha tabah krn Allah. Selalu berdoa agr dia berubah. Tp sampai saat ini dia tak prnh berubah. Bahkan dia udh memakai narkoba. Terkadang sy udh ngk tahan ingin cerai aj. Tp sy kasihan dgn anak2. Apalagi uang selalu dia habiskan utk narkobanya hingga sy terpaksa hutang sana sini utk menghidupi kami. Sy jg udh malu kpd semua tetangga krn setiap dia marah suaranya dan bantingan perabot selalu kuat dan sampai di dengar ke rmh tetangga. Sy harus gimana lg menghadapi dia. Rasanya sy tak kuat menerima ujian Allah ini yg tak prnh berakhir. Sy jg tak tahu apa sebenarnya tujuan Aalh utk sy. Apakah ini ujian atau hukuman utk sy. Sy jg merasa Allah tak prnh mendengar doa sy.

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      semoga ibu segera dilepaskan Allah dr segala kesusahan.
      kadang diberi kesusahan adalah tanda cinta Allah kepada hambaNYa.
      krn dg diberi susah Allah berkehendak menaikan derajatnya dan menghapus dosa2nya.
      ibu mungkin tahu seorang wanita bernama Asiah. beliau istri fir’aun. bayangkan betapa jahatnya fir’aun. saking jahatnya fir’aun, asiah dibunuh sendiri oleh fir’aun, suaminya.
      namun krn ketabahannya, dan krn asiah selalu hanya berharap krp Allah, mka Allah mengganjarnya dengan surga.
      sampai2 kisah beliau diceritakan dalam Al-Quran.

      mintalah kpd Allah agar selalu diberi kekuatan menghadapi segala ujian.
      jk tdk kuat, boleh meminta cerai jk suami dianggap membahayakan nyawa, atau sdh tdk bertanggungjawab memberi nafkah dll.
      namun selama mash mampu pertahankan rumah tangga demi anak2.
      mintalah kepada Allah agar dimudahkan pada sesuatu yg terbaik untuk dunia dan akhirat ibu.

  15. saya diah 26 tahun sudah menikah 2tahun belum dikaruniai anak.
    di awal nikah saya berkerja, tp gaji diminta suami, ya memang untuk keperluan rumah tangga, tp mintanya kasar. dan akhirnya
    saya tidak boleh kerja, soal keuangan perhitungan sama saya, tp sama sudaranya tidak begitu. sama saya kasar, suka menghina mencacimaki saya, ringan tangan (kalau marah menyiksa saya) dan saya baru tahu setelah nikah bahwa suami saya itu tak pernah sholat. sombong, dan suka mengobral janji dan tidak ditepati, plinplan banget. jadi selama pacaran itu dia sholat, baik, dll itu cuma pura2 saja.
    disetiap perbincangan kata-katanya itu menyakitkan buat saya.
    keuangan dibatasi, waktu dibatasi, bahkan teman (wanita) sahabat saya selama bertahun2 juga diputus semua. sampai teman mengira bahwa saya sombong dll.
    terkadang saya menyerah dg sikap nya, dan ingin sekali meminta pisah.
    dan sekarang saya sakit yg harus minum obat selamanya, dan terapi terbaik adalah tidak stress. saya ingin bertahan hidup bersama suami, tapi saya juga tidak ingin tertekan setiap saya melihat suami. (karna sekarang, setiap suami plg kerja/ setiap saya berada di dekat suami saya seoalah ketakutan sama kata2nya yang keras dan takutt sekali tangannya menyiksa saya) itu semua mempengarui penyakit saya.
    semakin sering saya tertekan semakin parah pula penyakit saya.
    mungkin….. pak ustadz ada, ada amalah khusus yang bisa saya baca ketika suami meradang amarahnya.
    karena selama ini saya hanya beristigfar dlm hati agar suami cepat reda dari amarah.
    tapi ya memang reda, tp keesokan harinya lanjut lagi.
    suami saya juga suka mencari kesalahan kesalahan yang tidak saya lakukan.
    seperti orang yg kurang waras gitu, mengada2 sesuatu yg tidak ku lakukan dan memaksa saya mengakuinya.
    mohon pencerahannya..
    sebelumnya terimakasih……..

    1. cobalah ibu memperbnyak membaca doa ini saat sujud shalat;

      اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

      “ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan’AADZII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN

      artinya;
      “Ya Allah ya Tuhanku, benahilah untukku agamaku yang menjadi benteng urusanku; benahilah untukku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; benahilah untukku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan!”

      mudah2an segera mendapatkan kelepasan dari masalah rumit yang dihadapi.

  16. Assalamualaikum, subhanallah banyak sekali ilmu yang saya dapat dari tulisan di atas, terimakasih. Ada yg saya mau tanyakan Ustadz, saya istri usia 35th telah menikah selama 7,5 th sampai saat ini msh belum dikaruniai momongan meski tahun lalu saya sempat keguguran 1x. Selama usia pernikahan kami, saya adalah yg menopang semua kebutuhan kami. Suami saya adalah kameramen, awalnya membuat usaha milik keluarga. Selama 6 th mwnjalankan usaha tsb yg menjadi prioritas adalah keluarganya. Saya hanya diberi nafkah jika ada/suami merasa punya uang. Dan itupun dalam setahun maksimal 3x. Dan mohon maaf bukan bermaksud mengecilkan rejeki dr suami, nilainya tdk besar (beberapa ratus ribu) Saya tdk masalah, krn selama ini saya memiliki penghasilan yg bisa mencukupi semuanya termasuk kebutuhan baju, sepatu dsb yg branded krn suami saya seleranya tinggi. Suami saya sangat temperamental, kasar, terkadang main fisik utk masalah2 sepele. Saat ini, saya lebih bisa ikhlas, pasrah dan menganggap semua ini ujian. Namun, 1 th belakangan ini kami hijrah ke Jkt krn saya mendapatkan pekerjaan yg lebih baik. Suami sdh tdk lg terlalu intens menghandle usaha keluarga itu, hanya jika diperlukan dia pulang beberapa hari utk menyelesaikan pekerjaannya. Suami juga menjadi freelance sesuai dengan keahliannya, namun sejak kepindahan kami di jkt kurang lebih setahun baru mendapatkan beberapa kali job (mohon maaf tdk sampai 10x dalam setahun) yg alhamdulillah hasilnya bisa utk membantu meski sedikit menutupi kebutuhan kami. Oh ya ustadz, saya memiliki pinjaman di bank utk membeli kamera yg dia gunakan dan motor juga.
    Jadi, jika ada penghasilannya saya alokasikan ke situ, mohon maaf itu pun tidak setiap bulan. Total pinjamannya hampir 4jt. Sayangnya, suami saya jika sudah memberi uang kpd saya suka mengungkit2, seolah2 saya tdk berhak atas itu. Dan ustadz, suami saya ini egonya tinggi tidak mau melakukan pekerjaan di luar keahliannya, jika diajak bicara mengenai hal ini, atau saya memiliki usulan utk bisnis jawabannya selalu mwnyakitkan hati. Hal ini membuat saya merasa suami saya ini kurang ulet atau cenderung pemalas. Saya pernah beberapa bulan break dr bekerja demi mendapat momongan, sering sakit hati. Misalnya saya minta uang beli gula 10rb saja jawabannya boros amat sih. Sampai saya saat itu juga tidak berdiam diri berpangku tangan saja, saya berjualan keripik saya titip ke warung2 tetangga. Akhirnya, krn penghasilan suami tak tentu saya akhirnya jual/over kredit rumah yg saya cicil dari hasil jerih payah saya sendiri yg memang saya kontrakkan. Saya selama ini selalu menjaga martabat suami di depan Ibu dan saudara2 saya. Namun bbrp bulan lalu saya terpaksa bercerita kpd ibunda krn saya perlu uang tambahan utk membayar kontrakan, krn saat itu ada kebutuhan lain yg mendesak. Sblm saya meminjam kpd ibu saya, saya tanya suami apa bisa pinjem ke ibunya tdak? Keluarga suami adalah terpandang, dan ibunya memiliki dana di bank. Jawabannya gak bisa, kalau mau ambil ke bank repot lg gak ada supir/yg disuruh. Selalu jika ada masalah keuangan, saya berusaha menyelesaikan sendiri. Krn suami bukan tempat bersandar. Saya bahkan menjual perhiasan2 yg diberi ibu saya, hadiah perkawinan dr saudara2 saya dan termasuk seserahan perkawinan. Tapi suami tdk tahu, krn saya juga tdk berani bulang krn saya yg akan disalahkan. Kenapa penghasilan saya bisa gak cukup, pasti saya dianggap boros. Kembali ke yang td saya pinjam ibu saya, akhirnya saya bercerita sedikit kondisi saya. Saya mohon doa dr ibunda. Dan ibu saya, meski harus ke bank naik angkot pun beliau membantu saya. Subhanallah. Saya selama ini berusaha tdk menyusahkan ibunda dan selalu mencukupi ibunda, baru kali itu saya merepotkannya. Ibun saya saat bertemu suami juga sudah menasehati, agar ulet mencari nafkah. Tapi suami malah tersinggung. Dan menjadi agak dingin hubungannya dgn ibu saya. bagaimana menghadapi suami seperti ini Ustadz? Mengenai kekasarannya, dua tahun awal pernikahan saya pernah meminta dikembalikan ke orangtua dan berpisah namun saat itu ibu saya tidak memperbolehkan dan saya tidak pernah menceritakan seberapa buruk saya diperlakukan suami (dilempar cutter saat marah, diludahi, ditoyor2 di depan umum, dijambak di depan umum kalau saya salah ucap). Memang suami telah mulai berubah, namun kata2 dan temperamen tinggi. Tapi fisik kadang2 saja (disabet pake baju itu saja) tapi kata2 dan intonasi saat emosi msh dan selalu masalah sepele. Misalnya, suami tanya: jam berapa kamu ke sini? Saya jawab: itu td abis makan bakso td langsung. Dia dgn membentak dan nada tinggi yang aku tanya jam berapa? Dan itu seringkali dilakukan di depan teman2 saya. Saya merasa malu, kadang di depan staff saya suami memperlakukan saya spt itu. Saya alhamdulillah memiliki karir dan penghasilan bagus. Saya merasa Allah sayang kepada saya dengan saya msh belum dikaruniai momongan, barangkali itu salah satu penyebabnya ya Ustadz. Mohon bimbingan apa yg bisa saya lakukan?

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      Subhanallah. semoga ibu terus dan senantiasa diberi ketabahan.
      bergembiralah ibu, amal yang ibu lakukan insya Allah akan menyelamatkan di akhirat selama ibu senantiasa meniatkannya karena Allah tanpa mengungkit2.
      pemberian uang ibu pada suami, ikut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, ketabahan menghadapai suami yang dianggap kurang baik sikapnya dll adalah amal-amal shalih yang bernilai besar yang akan menghapus dosa dan menaikkan derajat.
      tabahlah terus ibu. ingat-ingatlah, mungkin dulu dimasa-muda sebelum menikah, ibu melakukan sejumlah/bebarapa dosa baik sengaja maupun tidak, besar maupun kecil, sadar maupun tidak sadar yang kemudian saat ini Allah berkehendak menghapuskan dosa2 itu dengan cara memberikan ujian yang menyusahkan hati.
      jika ibu merasa dihina, coba ingat2lah mungkin dulu pernah merasa tinggi hati, atau merasa baik, atau merasa hebat, atau yg lain. ingat2lah mungkin pernah meremehkan orng dll. bisa jadi, penghinaan yg dialami sekarang ini mungkin untuk menghapuskan dosa2 itu..
      ingat2 pula dosa2 yang lain.
      jadi saat merasa susah, berterima kasihlah kepada ALlah, seraya mengharap disucikan dari dosa dan diangkat derajat.

      masalah momongan, benar ibu. boleh jadi saat ini emmang belum saatnya diberi momongan.
      Kadang cinta kasih Allah diungkapkan dengan mencegah memiliki sesuatu,
      Sebagaimana orang sakit lambung dicegah makan pedas.
      ada sebuah hadis yg berbunyi’

      مسند أحمد (48/ 116)
      عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَحْمِي عَبْدَهُ الْمُؤْمِنَ مِنْ الدُّنْيَا وَهُوَ يَحْمِيهِ كَمَا تَحْمُونَ مَرِيضَكُمْ مِنْ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ تَخَافُونَهُ عَلَيْهِ
      Dari Mahmud bin Labid bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda; Sesungguhnya Allah Azza wajalla menghalangi hambaNya yang mukmin dari dunia, sebagaimana kalian menghalangi si sakit kalian dari makanan dan minuman (yang membahayakannya) karena kalian mengkhawatirkannya (H.R.Ahmad)

      Wallahua’lam

  17. assalamu’alaikum,,,,
    saya wahyu dari madiun, saya baru saja nikah bulan april 2013, usia pernikahan yg masih dibilang mesra2nya, tapi realita sebaliknya, kami sering bertengkar, pemicu pertengkaran karena keluarga dari suami, termasuk seorang adiknya cewek, dulu kami (saya dan adiknya cewe) bersahabat, dulu sebelum saya nikah kami dekat sekali, sering bercerita dan jalan2 berdua. setelah nikah saya mulai merubah sikap dengan tidak sedekat dulu, karna saya tidak mungkin selalu bercerita tentang apa yang terjadi saat ini, intinya lebih mengontrol diri untuk tidak sedekat dulu. tetapi penilaian suami dan keluarga suami itu jelek bahkan dibilang saya itu seenaknya sendiri, dan menjauh karna saya benci kepada adiknya. saya sudah bilang ke keluarga suami bahwa saya tidak ada apa2, cuma saya kalau diajak bicara ya saya jawab seperlunya, kalau tidak berbicara lebih baek saya diam, daripada saya salah berbicara.
    apakah tindakan saya salah dan apa yang harus saya lakukan, sikap seperti apa juga yang harus tunjukkan, sebelumnya terima kasih atas keluangan waktu

    wassalamu’alaikum wr. wb

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      saran dari suami dan keluarga hendaknya diperhatikan.
      dekat dan akrab bukan berarti menceritakan segala hal.
      dalam pendapat saya, akrab adalah baik, namun akrab yg berarti ramah, berakhlak baik,suka menolong, berwajah cerah dll.
      jk sdh urusan rumah tangga, kunci mulut rapat2. itu saja.

  18. Assalamu’alaikum. Bagaimana menyikapi suami yg memelihara anjing untuk menjaga rumah karna menurut beberapa ulama itu tidak masalah selama tidak masuk rumah, tapi saya tetap tidak suka karna sy takut ibadah sy tidak di terima. Jazakallah ustad

    1. wWa’alaikumussalam warohmatullah.
      memelihara anjing tanpa keperluan untuk berburu, menjaga ternak, atau menjaga tanaman, maka pahala amalnya setiap hari akan berkurang satu qiroth. Rasulullah bersabda;
      صحيح البخاري (8/ 122)
      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
      قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطٌ إِلَّا كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ مَاشِيَةٍ

      Barangsiapa memelihara anjing, maka setiap hari pahala amalnya berkurangs atu qiroth, kecuali anjing tanaman atau ternak (riwayat lain, anjing berburu)

      jadi, nasihatilah suami ibu dengan sabar memakai hadis ini.

  19. Assalamualaikum ustadz…
    Saya ingin bertanya, adakah doa khusus yg bisa kita amalkan agar suami lemah lembut hati dan perkataannya terhadap istri?
    Terimakasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh. doa terbaik adalah yang diajarkan dlm alquran;

      {رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا} [الفرقان: 74]

      “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
      Wallahua’lam

  20. Assalamualaikum ustad,
    Sy ibu rmh tangga sdh berumah tangga selama 28 th dan selama dr awal pernikahan kami .. Suami sy sering selingkuh .. Kalau diajak bicara mengenai kelanjutan rmh tangga kami setelah berulang2 dia ketahuan selingkuh selalu saja diam dan pergi … Apakah saya berdosa atau termasuk dalam katagori durhaka kpd suami karena sy jadi malas melayani suami d tempat tidur (krn kalau melayani dia jadi terbayang dia sdng zina dg perempuan lain) dsan sy sering minta cerai … Mohon penjelasan dan solusinya ustad … Makasih …

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Subhanallah. Semoga ibu sennatiasa diberi ketabahan..
      Tetap taatlah ibu, krn jk memang benar suai ibu demikian, dosanya ditanggung dia sendiri. Ibu jangan mengikuti untuk berbuat buruk. Tetap layanilah suami selama msh menjadi istri sahnya sambil terus berdoa. Mudah2an ada keajaiban.

  21. Assalamu’alaikum wr, wb. sya sudah berumah tangga 1 thun, dan sekarang sudah dikaruniai seorang anak yang masih dalam kandungan usia kehamilan 9 bulan. Dan suatu ketika sya membuka hp suamiku ada seorang cwek di dalam hp trsebut, a melihat kejadian itu cukup syok, tak lama kemudian sya dipukul suami sampai berdarah bagian mulut, apa yang harus a lakukan,?? Apakah a cukup diem atau minta cerai,?! Trima kasih wr,wb

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Rumah tangga ibu msh muda. Sekali2 jangan berfikir cerai. Terlalu ekstrim dan bukan solusi terbaik. Lebih baik dikomunikasikan baik2. Kalau suami merasa bersalah, mintalah janji agar tdk mengulangi lagi. Tetapi jk memang bs menjelaskan bhw itu bukan kesalahan, maka ibu bs mengatur lagi pola komunikasinya kedepan agar tdk timbul rasa saling curiga yang berlebihan. Wallahua’lam

  22. istri yang sering disiksa suami (di pukul/ditendang) lebih baik minta cerai, karena buat apa kita menikah kemudian harus mati ditangan suami, kan masih ada suami yang perilakunya baik dan lembut.
    kemudian kalau suami sering selingkuh dan berzina lebih baik juga minta cerai karena nanti kita khawatir tertular penyakit kotor.
    sebagai istri kita memang harus bersabar menghadapi semua cobaan, termasuk cobaan dari suami tapi kita juga harus ingat kita juga harus menyelamatkan diri kita dari marabahaya
    وَلَمَنِ انتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَٰئِكَ مَا عَلَيْهِم مِّن سَبِيلٍ [٤٢:٤١]
    Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

  23. Pak Ustadz.. saya mencoba google tentang ke dzaliman suami pada istri. Knp yg saya dapati :

    1. jarang sekali ditemukan ancaman kepada suami jika dzalim kpd istri. sedangkan kalau istri yg durhaka byk sekali ceramah2 soal ini.

    2. knp jarang sekali nasihat yg berimbang kpd suami dan kpd istri? akibatnya banyak suami2 yg kelakuannya td nyontoh rasulullah SAW. malah ada yg bablas.. menganggap wanita budak. pdhal Allah SWT memberikan penghormatan bagi wanita. Akibatnya.. RT islam sulit harmonis.. yg ada istri nahan hati biar dapat surga. Pak ustadz.. islam juatru tdk se dzalim ini.. Di indonesia justru ini tjd. Kita bukan zaman hindu (sebelum masehi) Pak.. dmn wanita itu budak suami. tp kita di zaman islam.. dmn wanita dan suami sama2 patut dihargai.

    3. Aneh sekali kalo nasehat buat suami jika istri durhaka ya lgs pisah ranjang, talak 1 2 3 dst. coba suami yg durhaka malah iatri disuruh nahan hati. Coba renungkan pak ustadz. Ini yg membuat mudahnya wanita2 islam di murtad kan. Krn ustadz2 sendiri membela ke laki2an nya ketimbang berimbang soal wanita dan pria.

    Mohon maaf kelancangan saya..semoga mjd masukan Pak Ustadz.

    1. terima kasih masukannya. memang demikianlah perbedaan cara fikir kita sebagai seorang mukmin dg yang bukan mukmin. Islam memerintahkan para suami mempergauli istri dengan baik, dan nabi mengatakan sebaik2 lelaki adl lelaki yg baik pd istrinya. banyak juga hadis yang melarang suami seenaknya memukul istri atau berbuat semena2. sementara untuk istri diperintahkan taat secara mutlak selain dlm hal kemaksiatan. inilah syariat Allah. namun cara pikir kita tdk seperti kaum feminis yang meminta kesetaraan menurut akalnya. kita hanya mengikuti tuntunan syariat.
      jk para ustaz merekomendasikan yg ibu sesalkan, mk mereka hanyalah menjelaskan sebagaimana tuntunan nash, bukan dari akal mereka sendiri. para ulama yg ikhlash tdk akan berani menjelaskan kecuali yg dijelaskan dalam nash.
      syariat memang menjelaskan hak suami sangat besar, namun pd sisi yg lain syariat memberikan hak penuh bg wanita tuk memilih calon suami. syariat sdh membimbing jk memilih suami perhatikan akhlak dan agamanya. jk saran ini diabaikan lalu kemudian wanita menemukan suaminya jahat, tentu ini adl resiko yg ditanggung wnt sbg akibat pilihannya.
      alangkah bijaksananya syariat Allah. Aamantu billahi warosuulih.

    2. Assalamualaikum.wr.wb. Iya betul sekali. Jarang ada ustad yg ceramahi kaumnya.padhal byk kaumnya yg dholim sm istri.mereka itu imam.sdg istri itu makmum.knp makmum yg seolah2 disalahin dan ditekan.pd hal pd kasus2 di atas yg dholim itu suaminya. Gak imbang.jd g ada solusi utk sama sama perbaiki diri utk selamatkan rmh tangga. Contoh siti asiyah .kan beliau tdk ada. anak.jk ada anakpertimbangan lbh komplek lg.krn msh ada amanah yg diemban yaitu anak.

      1. Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.
        Allahummahdinaa fiiman hadait.

  24. assalammualikum wr.wb ustad saya mau tanyak solusi tentang rumah tangga saya apakah talak akan jatuh apabila istri mengajukan syarat cerai kepada suaminya? suatu hari suami saya main taruhan judi bola, sehingga hutang di sana sini, setelah hutang itu lunas di bayar kami buat suatu kesepakatan, kalau ntar main taruhan judi bola lagi saya mintak cerai, kemudian suami saya meng iya kan itu sepertinya dalam keadaan terpaksa, sampai saat ini dia tidak mengulangi perbuatannya.. akan tetapi pada suatu hari dia membeli lotre berhadiah di sebuah warung apakah akan jatuh talak suami saya terhadap saya???? saya butuh jawabanya ustad, jawaban yang sahih…..

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah. tergantung lafaznya; Jika lafaznya misalnya seperti: “jika aku judi lagi maka JATUH TALAKku padamu” maka ini jatuh talak. Jika lafaznya seperti: “Jika aku judi lagi, maka akau AKAN menceraimu” maka yg ini belum jatuh talak. Wallahua’lam.

  25. assalamualaikum, wr. wb
    pak ustad, sya seorang ib rumah tangga dg 1 anak, saya ini istri ke 2 dari suami saya tetapi keluarga saya dan istri 1 suami saya tdak tahu tentang hal ini, suami saya tinggal bersama istri 1 dan hanya sesekali saja datang kepada saya, usia pernikahan saya sudah 8 tahun tetapi selama itu suami saya tidak pernah memberikan nafkah lahir kepada saya dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga istri 1 saja belum cukup, tetapi saya tidak petnah mengatakan semua itu kpd orang tua saya, yg mereka tahu suami saya selalu mengirimkan uang kepada saya, padahal untuk memenuhi kebutuhan hidup saya, saya harus utang sana sini, bahkan saat anak kami di rumah sakitpun tak sepeserpun suami saya membantu biaya pengobatannya, jika saya mengingatkan suami saya tentang kewajibannya dia selalu berkata iya, tpi ga pernah ada wujudnya, apa yang harus saya lakukan pak ustad, saya tidak berani minta cerai karena saya takut orang tua saya akan shock jika mereka tahu tentang yang sebenarnya, karena mereka sudah tua dan sakit sakitan, saya hanya berharap suami saya sadar dan bisa berlaku adil itu saja. terimaksih.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Doakan ibu.
      Berdoalah hingga menangis.
      Allah pasti mengabulkan doa yang diucapkan dengan sungguh-sungguh.
      Krn Allah adalah Rabb yang Maha sayang terhadap hamba2Nya.

      1. tpi sya sdah berdoa pak ustad tiap sholat mlam says hnya berharap kpda allah yg pencipta tpi sikap suami sya blum berubah mlah sekarang dia tidak pernah memberi kbar kpda saya suatu saat sya sms klo memang sdah tdak mw hidup sama sya minta cerai tpi dia tdak mw menceraikan sya dan bagaimna doa yg di dengar oleh allah itu pak ustad trimakasih.

      2. lihatlah makanan ibu dan pakaian ibu. jangan sampai memakan makanan haram atau memakai pakaian yg didapat dg cara haram.
        kemudian, lihat pula kwajiban2 yg diperintahkan Allah apakah sudah ditunaikan semua? adakah hutang shalat lima waktu? adakah hutang puasa?
        jk semua ini tdk ada, mk ibu perlu bersabar. doa itu seperti anak panah, begitu sudah dilepaskan, maka perlu waktu untuk sampai sasaran tembak. tapi pasti akan sampai. jangan tergesa2. krn Allah paling tahu kapan waktu yg tepat doa tersebut dikabulkan. tergesa2 apalagi sampai mengatakan: aku sdh berdoa tp blm dikabulkan, malah bs membuat doa yg akan segera dikabulkan menjadi diolor lagi atau malah bisa dibatalkan. wallahua’lam.

  26. assalamuallaikum bu ustazah , saya, wanita umur 20 tahun, dan suami saya berumur 27 tahun, saya menikah dengan suami saya baru 2tahun, suami saya sering berkelakuan kasar, padahal saya tidak melakukan hal trlalu fatal ,hanya karna saya bertanya kemana iya pergi , itu pasti membuatnya marah dan berkelakuan terhadap saya, bahakan dia sering melontarkan kata- kata bahwa dia ingi meskipun sudah berdua dengan saya, dia ingin kehidupanya seperti dia dulu sebelum menikah dengan saya , dia memaki saya denga kata kata kasar , memukul saya didepan umum. menendang saya, bahkan dia meneriaki saya dengan kata kata binatang, hingga meludahkan wajah saya, dan menghina orang tua saya.
    rasanya, tubuh saya ini jadi saksi bisu, seperti apa suami saya , memukuli saya, hingga ada beberapa luka, yang masih berbekas .

    bu ustazah, apa yang harus saya lakukan dengan rumah tangga ini.?? di mohon solusi nya bu ustazah , trims

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Sy laki2 mbak. Jangan salah mengira.
      Semoga Allah menganugerahi ketabahan kepada mba.
      Sy tdk berani menyarankan perceraian. Krn perceraian adalah kemenagan iblis dalam menggoda manusia.
      Sebaliknya sy menyarankan ketabahan, krn ketabahan adl jembatan cepat menuju syurga.
      Perbanyaklah istighfar dan amal shalih. Bisa jadi kesengsaraan saat ini adl penebus dosa2 dan aib mbak di masa lalu.
      Perhebat kualitas dien/agama agar doa menjadi mustajab. Doakan suami juga agar menjadi shalih dan mendapat petunjuk.
      Mudah2an segera lepas dari kesusahan.

  27. Assalamualaikum wr wb Pak ustadz.
    Saya seorang ibu rumah tangga yang sedang bersekolah di luar negri. Saya sudah menikah 5 tahun dengan 1 anak. Suami saya tidak jahat, tetapi masalah agamanya kurang sekali ustadz. Dia tetap bekerja, menafkahi kami, membayar uang sekolah saya. Bagi semua orang, suami saya itu suami yang baik. Tetapi di rumah, Perasaan saya hampa ustadz.Saya khawatir karena membesarkan anak di luar negri besar sekali resikonya jadi saya ingin menjadi tim yang kuat terutama di masalah agama. tahun2 pertama saya mengajak membaca qur’an, sholat berjama’ah, mengajak ke mesjid utk mendengar ceramah. Menyuruh sholat jumat kalau sedang tidak bekerja. Suami seperti nggak ada usaha utk menjadi lebih soleh. Menghadapi suami yang begitu saya menjadi melempem. Saat ini malah agama saya yang amburadul ustadz. sholat lima waktu sering tinggal. Sering melawan suami. sering minta cerai. Saya tahu saya berdosa sangat besar. Tapi saya udah hilang arah ustadz. Saya ingin memafkan suami dan tidak ingin membenci dia karena dia tak mau membimbing saya. apa yang harus saya lakukan ustadz? Apakah saya termasuk istri durhaka? Kalau iya, bagamana caranya bertaubat?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Bertaubatlah ibu. Keinginan ibu mulia, tp caranya harus baik.
      Agama pasangan bukan argumen untuk membuat diri menjadi tidak baik.
      Nabi nuh dan nabi luth istrinya kafir, tp itu tdk menjadi alasan kedua nabi tersebut ikut2an kafir.
      Asiah suaminya fir’aun yg sangat jahat, tp itu bukan alasan asiah ikut2an jahat.
      Sikap mengalir bersama pasangan apapun kualitas agamanya dl bagian dr tipuan syetan.
      Jd banyaklah istighfar, minta maaf kpd suami, dan perbanyak shodaqoh.
      Lalu ibu belajarlah tentang hukum2 seputar kewanitaan agar memahami hak2 dan kewajiban istri.
      Untuk suami, peran ibu cukup memberi contoh kesalihan, taat-bakti, dan banyak mendoakan.
      Mudah2an dg cara itu suami terbuka hatinya dan menjdi lebih baik lagi.
      Wallahua’lam

  28. Alangkah bahagianya menjadi suami,di dunia di sanjung istri,,di akhirat membelai bidadari,sementara wanita,,di dunia terinjak ,,di akhirat di madu.
    sejahat apapun suami,istri harus nurut walau menyakitkan hati.q yakin kepada islam,demi ALLAH q percaya kepada Tuhanq,smoga suatu saat q bs menerima semua takdir wanita

    1. Robbi, allim’na khosy-yataka qobla an nata-’allama syari’ataka..

  29. ustaz.. saya ingin bertanya pula masalah rumahtangga saya.. saya sdh bernikah 9tahun dan mempunyai 3 org anak. masalah saya suami saya malas bekerja, mengambil narkoba, suka mencuri, membohong dan yg paling teruk dia selalu sms adik kandung saya dengan perkataan yg menjijikan dengan maksud agar adik saya itu menyerahkan dara padanya. namun adik saya tidak pernah membalasnya dan tidak pernah menceritakan pada saya sehingga saya yg dpt tahu sendiri ketika melihat isi2 mesej dlm hp adik saya. selama 9 thn itu juga saya banyak kali memohon agar saya diceraikan saja memandangkan dia juga jarang sekali memberi nafkah buat saya & anak2. tp, setiap kali saya mohon diceraikan saya akan diugut bunuh oleh suami saya takut kerna suami saya itu mmg nekad. lebam kerana ditendang dan dilempar dengan barang2 sdh biasa. bukan saya saja diugut malah seisi keluarga saya. saya sayangkan keluarga saya dan saya tidak mahu mana2 ahli keluarga saya terlibat dlm permasalahan keluarga saya dan disebabkan itu saya sentiasa bertahan. suami ada masa sepertinya cuba juga berubah dan disebabkan itu saya sering mengharap suami akan berubah. tetapi itu hanya sekejap saja kerana bila suami sdh mengambil narkoba semua tabiat buruk berulang lagi. dalam setiap minggu pasti ada sekali dia mengambil narkoba. saya tahu kerana dia tidak akan tidur & makan selama beberapa hari selepas mengambil narkoba itu. namun, sebenarnya suami ada juga baiknya dan sifat penyayang pada isteri & anak2 saya dpt rasakan itu tp, itu semua hanya ketika dia bersih dr narkoba. saya ada jg bg nasihat dan semangat agar dia tinggalkan narkoba demi kebaikan rumahtangga kami dan anak2 namun, ianya hanya la sementara saja kerana suami tetap mengambil narkoba bila dia inginkan walaupun sdh berkali berjanji. saya kiranya sdh penat dan sdh tidak sanggup utk b’sabar lagi. di samping itu juga takut dgn ugutan suami. saya tidak takut mati tp, saya takut jika saya mati siapalah yg akan menanggung org tua & anak2 saya. saya sangat sendih dengan diri sendiri. tolong saya ustaz.. kadang saya juga selitkan dalam doa agar suami cepat mati saja. kerana dlm fikiran saya hanya dengan kematian suami saja. saya dan anak2 akan hidup tenang. berdosa besarkah saya ustaz dengan mendoakan suami begitu..?

    1. subhanallah…
      semoga ibu diberitaufik untuk senantiasa tabah menghadapi ujian dr suami…
      tuntutan cerai dari ibu, jika suami memang tidak menafkahi dr sisi hukum islam bisa dibenarkan.
      Bertahan agar tdk cerai demi kebaikan anak2 selama masih kuat adalah lebih baik.
      Untuk doa, jangan mendoakan kematian, krn Allahlah yg paling tahu kapan seorang hamba dicabut nyawanya.
      Lebih baik berdoalah agar ibu diampuni segala kesalahan, suami didoakan agar menajdi shalih, dan anak2ak dijadikan berbakti.
      Yakinlah ibu, selebat2 hujan, seharusnya ada masanya hujan itu menjadi reda.
      Wallahua’lam.

      1. ustaz, anak2 kami juga selalu dikasari dengan suara yg membentak2. tp, walaupun begitu, bila saja suami kembali normal dr kesan narkoba anak2 juga seperti saya yang akan mengganggap apa yg berlaku sebelum ini seperti dilupakan begitu sahaja. seperti kata ustaz “selebat2 hujan, seharusnya ada masanya hujan itu reda” dan memang itu la yg kami anak-beranak alami tp, hujan yg reda itu sepertinya tidak mahu berhenti. kerana menurut perhatian saya suami mengambil narkoba bukan disebabkan pengaruh dari rakan2 tp dr kehendak dia sendiri. bayangkan dlm hari yg sama dia menjemput saya blk kerja dan dlm perjalanan ke tmt keja suami yg belum tamat lagi dia berjanji akan terus berperlakuan baik dan membawa saya kemana saja dia pergi agar dia dpt jauhi narkoba. malangnya, tidak sampai 2 jam.. dia sdh berubah lagi. dan saya tahu dia sdh mengambil narkoba lagi kerana tidak selera makan dan x tidur. mula2 saya yakinkan diri jg dia x mungkin buat begitu lagi. malangnya, sememangnya benar kerana selama 3 mlm dia x juga tidur2 sehingga mata menjadi merah seperti biasa. jd, perlukah lagi saya terus bertahan dengan berbekalkan janji2 palsu suami utk berubah. bebanan hutang keliling pinggang yg disebabkan perangai suami juga terpaksa saya fikir seorang diri disebabkan suami sering ponteng kerja. boleh dikatakan selama 9thn lebih bersama ada beberapa kali sahaja suami memberikan duit belanja. walaupun duit belanja yg diberikan itu akan diminta balik selepas beberapa hari @ minggu kemudian. kelmarin saya tidak blk kerumah agar suami dpt memikirkan masa depan yg sepatutnya kami lalui dan saya berharap suami redha melepaskan saya tanpa ugutan lagi. berdosa ka saya ustaz tidak pulang kerumah utk menjenguk suami seperti yg selalu saya lakukan sebelum ini? adakah doa2 atau zikir yg boleh saya amalkan bagi menghadapi suami ganas agar hatinya lembut..? didahului dengan ucapan terima kasih ustaz…

      2. Sy sarankan agar ibu istikhoroh dan meminta petunjuk kepada Allah. Mintalah sungguh2 apakah lebih baik bertahan ataukah bercerai.
        Mintalah: Jika bertahan lebih baik, maka ibu meminta agar suami dibuat bertaubat dengan caraNya. Jika cerai lebih baik, mintalah agar dimudahkan juga dengan caraNya.
        Selama masih menjadi istri, usahakan memenuhi hak2 suami semampunya.
        Untuk doa perbanyaklah membaca doa berikut ini, terutama saat sujud pada shalat tahajjud di malam hari. Tidak ada batasan jumlah. Baca semampunya sampai mantap. Doa ini Insya Allah menyelesaikan semua masalah baik dunia maupun akhirat;

        اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
        “ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan’AADZII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN “
        “Ya Allah ya Tuhanku, benahilah untukku agamaku yang menjadi benteng urusanku; benahilah untukku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; benahilah untukku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan!”

        Dalil;

        صحيح مسلم (13/ 249)
        عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
        dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa sebagai berikut: “ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan’AADZII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN “Ya Allah ya Tuhanku, benahilah untukku agamaku yang menjadi benteng urusanku; benahilah untukku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; benahilah untukku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan!” (H.R.Muslim)

  30. mariawati cokogunanto | Balas

    Ass.Wr.Wb..ustad/ustadzah..sy seorg mualaf dgn 2 org anak. Perkawinan kami telah berjalan selama 12 thn,tp selama itu pula suami sy suka berbohong,berjudi,mempunyai hutang disana sini,terakhir berselingkuh dgn teman semasa SMA nya. Saya sebagai istri selalu menasehati agar suami sy mau berubah,kembali ke jalan yg benar. Saya sangat mengharapkan suami sy bs mendapatkan hidayah dari Allah. Yg ingin saya tanyakan,bgm cara sy menyikapi suami yg sk berbohong,suka meminjam uang yg akhirnya sy sbg istri ikut mers tersiksa dgn keadaan ini.bgm mengembalikan suami sy,mengajak dia utk tobat kembali ke jalanNya yg benar tanpa membuat suami sy tersinggung atau tdk dihargai sbg seorg suami. Saya menginginkan keluarga kami bs menjadi keluarga yg Sakinah,Mawaddah dan Warrohmah..demikianlah curahan hati sy,mohon ustad/ustadzah bs memberikan jalan keluar terbaik buat kami.Wassallam Wr.Wb.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Kadang orng bertaubat dr perbuatan buruk setelah diberi musibah dan kesusahan oleh Allah.
      Jd cara ini bs ibu coba:
      katakan pd suami; “wahai suamiku, tidak takutkah suamiku dengan peringatan Allah jk masih terus begini? Sungguh sy akan berdoa kepada Allah agar suamiku diingatkan oleh Allah dan segera kembali ke jalan yg benar”.
      Setelah itu ibu shalatlah malam, dan berdoalah dg sungguh2 agar Allah memberi peringatan kepada suami.
      Mudah2an jk suami benar2 diingatkan Allah, beliau teringat nasihat istrinya lalu benar2 bertaubat dan menjadia baik. Wallahua’lam

  31. Bagaimana kalau suami kalau marah sering bilang minggat. Apa berarti suami telah melakukan talag?

    1. usiran bermakna jatuh talak jika niat suami talak. jika diatnya tdk mentalak, misalnya tuk menyakiti hatinya, mk tdk jatuh talak. Wallahua’lam.

  32. Suami tdk pernah memberikan nafkah batin ke istri,setiap ditanya baik2 jawaban capek dan tdk ingin dengan alasan yg tdk jelas . suami jadi emosi dan marah dan kadang berucap kalau kamu tdk suka ya pisah saja. Kami menikah tdk dijodohkan. Apa yg harus saya lakukan ??

    1. Coba ibu perbaiki penampilan. Perhalus kulit. Persegar paras. Persintal tubuh. Perwangi bau. Permanis wajah. Mungkin suami tdk mood krn penampilan istrinya.

  33. Assalamualaikum wr wb
    mav Pak,,
    saya mau bertanya,,

    suami saya sebenernya baik pak,,
    tidak suka main perempuan,,
    hanya saja pengertiannya kurang,,
    dan senang main,, seperti main futsal, ikut organisasi dan memelihara burung,,

    saya bekerja pak membantu membayar hutang-hutang suami saya,,
    tapi dia sebagai suami tidak ada pengertiannya dan masih ingin dilayani sama seperti saat sya belum bekerja,, mencuci, memasak, gosok, ngurus anak, semua saya kerjakan,,

    suatu ketika saya pulang tidak membawakan makanan dan suami saya marah besar,, sampai hampir memukul saya,,
    tpi hal itu terjadi karena hujan dan anak sedang sakit,, jadi saya ingin cepat pulang,,

    sudah lama saya menahan pedihnya hidup dengannya dan yang ini sudah keterlaluan,,,

    bolehkah saya minta cerai karena saya tertekan,, dan seperti budak (tidak merdeka)

    saya hanya ingin bahagia pak,,

    apakah yang harus saya lakukan ??

    trima kasih pak sebelumnya,,

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Tdk boleh minta cerai ibu. Belum cukup alasnnya.
      Lebih baik berhenti kerja agar bisa full melayani suami. Kerja bagi wanita tdk diwajibkan dan tdk disunnahkan.
      Marah suami dlm pandangan sy msh wajar2 saja krn urusan manusiawi (lapar, capek, dan semisalnya)

  34. Saya juga ingin Pak hanya mengurusi anak dan suami,, namun pendidikan saya lebih tinggi dari suami,, makanya saya tidak terima di perbudak,, kalau saya tidak bantu, pendapatan suami saya tidak cukup Pak,,

    kenapa ya Pak? ko Allah menyuruh istri tunduk pada suami?
    walaupun suami gak bisa ngasih apa2,,
    jangankan dalam bentuk materi,, perhatian yang gratispun saya gak dapet,,
    waktu saya hamil, saya kan nganggur Pak,, saya di aniaya Pak,, makanya saya dendam bgt Pak,,

    Apakah ada kriteria suami yang patut di hormati atau semua suami harus di hormati ?

    lalu istri dapat apa Pak?
    hanya capeknya saja,,

    1. ibu yg semoga disayang Allah,
      Allah memerintahkan istri taat kepada suami, namun pada saat yg sama juga memberi hak kpd wanita memilih pria manapun untuk menjadi suaminya.
      Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga menegaskan hak besar wanita memilih suami, yang tarafnya adl sampai2 orangtua sekalipun tdk berhak mengintervensi pilihan putrinya.
      Dg hak besar itu, tentu saja resiko apapun wanita sendiri yg bertanggungjawab dan menanggung.
      Jk dia memilih pria hanya krn gantengnya, hanya krn semata2 cinta, semata2 kedudukan sosial, dll, mk siap2 sj jk kemudian hari kecewa krn ketidakdewasaan suami atau sifatnya yg buruk/jahat.
      Jk memilih pria dg standar yg ditunjukkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم, yakni pertimbangan agama, meski awalnya belum cinta, mk berbahagialah wanita jenis ini, krn rumah tangganya akan bahagia, dan sang wanita akan bisa melakukan ketaatan dengan ringan dan senang hati.
      Menurut dalil, hormat dan taat suami tdk melihat apkh suami itu baik atau jahat. Semuanya wajib ditaati dan dihormati.
      Jk memang hidup sdh tdk cocok, memang ada mekanisme cerai/Khulu’. Tp itu jalan terakhir, setelah semua jalan tertutup dan tdk mungkin ditempuh. Untuk minta cerai ada syarat2 yg ketat, sehingga wanita tdk bermudah2 minta cerai. Wallahua’lam

  35. Baik Pak,,

    saya mengerti,,
    suami saya mualaf Pak,,
    mungkin itu sebabnya suami saya tidak paham bagaimana memperlakukan istri dengan baik,,

    terima kasih Pak,,

  36. Melanjukan pertanyaan tgl 23 febuari,Maaf sebelumnya pak menurut teman2 dikantor saya cantik & menarik, juga ramah. Dan saya juga pernah menanyakan pada suami saya apa dia sakit, dia malah marah. Saya baca dibuku nikah kalau suami tidak memberi nafkah batin ke istri selama 3 bln berturut-turut sama aja istri di dzolimi dan bisa mengajukan cerai ke pengadilan. Apakah itu benar?? Terima kasih atas jawabannya

    1. Jk ibu memang cantik dan menarik, berrati mungkin ada faktor lain yg menyebabkan dan faktor itu hrs dicarai serta dikomunikasikan dg baik.
      Untuk batasan tdk dinafkahi batin, di zaman umar yg diberlakukan adl maksimal 6 bulan bukan 3 bulan.
      Namun kondisi tiap wanita memang bisa sj berbeda2.
      Ibu bs mengukur dirinya tdk sanggup menahan dlm jangka waktu berapa lama.
      Jk sblm menikah sdh ada perjanjian, mk itu lebih jelas. Jk blm ada mk saat ada perselisihan bs dikembalikan pd Ahli untuk menentukan apakah wanita sudah bs mengajukan Khulu’ atau belum.
      Wallahua’lam

  37. Assalamu’alaikum Ustadz..jazakaLlah sudah banyak memberi wawasan baru untuk saya. Ada yg ingin sy tanyakan,setelah membaca tulisan2 Ustad,sy jd ragu dengan status pernikahan saya..
    1. Suami sy pernah berkata “kenapa kamu pakai baju itu?kalau kamu pakai baju seperti itu lagi,kita cerai” sy anggap itu hanya bercanda,jd sy lupa beberapa kali sy pakai baju seperti itu krn terpaksa (menurutnya baju itu jelek)..
    2. Dulu dia membaca taklik talak di buku nikah..lalu saat ini dia tidak menafkahi sy dan anak2 selama 4 bulan..dan saya tidak rela krn gajinya digunakannya utk bersenang2 bersama teman2nya…dan dia juga pernah berkata menyesal dan rugi membayar mahar pada saya
    3.Saya berusaba bersabar dan tetap menjalankan kewajiban sy,juga membantunya mencari nafkah..dia sering meremehkan shalat..namun ketika sekarang anak2 mulai besar,saya takut anak2 meniru perbuatannya yg meremehkan shalat itu..saya sudah menegur tp tidak diindahkannya..akhirnya saya mengancam minta cerai..dan mungkin krn takut, dia menjawab,apapun yg bisa membuat saya bahagia,lakukan saja,termasuk mencari laki2 lain asal dia tetap tinggal bersama saya dan anak2 (rumah yg kami tempati rumah orang tua saya)
    Yang saya ingin tanyakan Ustad,,bagaimana status pernikahan saya ustad?apakah kami sudah bukan suami istri lagi?apa yg harus sy lakukan?
    JazakaLlah Ustadz..mohon bantuannya,saya sangat menunggu pencerahan dari Ustad..
    Wassalamu alaikum..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Ini adalah diantara sekian contoh, agar menjadi pelajaran bagi siapapun yg melakukan pernikahan. Setiap muslim-muslimah yg hendak menikah maupun yg telah menikah wajib memahami hukum2 fikih seputar talak, rujuk, nikah agar tidak melakukan pelanggaran disebabkan karena ketidak tahuan.
      Terkait pertanyaannya;
      Yg cukup jelas jatuh talak mu’allaq adl poin satu. Artinya, jika ibu melanggar larangan suami saat itu juga telah jatuh talak. Poin ini tdk dipedulikan apakah niatnya talak atau tidak, canda atau serius, semuanya dihukumi jatuh talaknya.
      Untuk poin kedua, sy berharap ibu berkenan menuliskan utuh sighat taklik dlm buku nikah yg ditandatangani suami, agar lbh jelas bgmn menghukuminya.
      Kalau kata2 penyesalan dan mengatakan rugi bayar mahar, ini hrs dikonfirmasi niat suami apa, niat mentalak atau sekedar menggerutu krn marah. Jk niatnya talak mk jatuh talak juga. Jk hanya menggerutu kesal mk blm jatuh talak.
      Untuk poin ketiga, hampir sama dengan poin kedua. Hrs dipastikan niat suami.
      Ketika talak sudah jatuh, istri wajib menjalani masa iddah selama 3 kali suci. Di masa iddah bs melakukan rujuk. Jk masa iddah habis dan belum melakukan rujuk, mk suami istri tercerai secara sempurna dan tdk bs kembali lagi menjadi pasutri sbelum melakukan akad nikah baru dg mahar baru, saksi dan wali. Wallahua’lam

      1. Terimakasih atas jawabannya Ustad..Taklik talaknya salah satunya berbunyi jika suami tidak menafkahi istri selama 3 bulan dan istri tidak rela dan mengadu pd hakim,maka jatuhlah talak 1…saya sudah mengadu pada orang tua dan Guru ngaji (ustad) yg biasa mengisi pengajian..menurut saya telah jatuh talak karena taklik talak tersebut,namun karena ada talak muallaq pada poin 1 yang saya lupa sudah berapa kali saya langgar,,saya jadi ragu sudah jatuh talak berapa…jika talak 3 sudah jatuh,,berarti saya harus menikah lagi dengan laki2 lain jika saya ingin kembali pada suami…sedangkan orang tua saya melarang saya untuk berpisah padahal sudah saya jelaskan duduk persoalannya,bahwa saya secara syariat sudah tertalak 3…alasan orang tua saya adalah karena malu sama tetangga,,toh saya belum mengajukan ke pengadilan agama…jadi biar saja kalian hidup begini,begitu kata bapak ibu,,bahkan bapak mengancam akan membunuh saya jika saya menikah lg…
        Jujur saja,,saya takut Ustad..saya tidak tega melihat bapak ibu saya sedih dan malu…apa yang harus saya lakukan Ustad..
        Saya sendiri sekarang takut untuk melayani suami…selain karena saya ragu dgn status pernikahan saya,,saya juga sudah lelah dengan sikap suami yang tidak peduli pada saya dan anak2..tiap kali saya ancam,dia selalu berubah jadi baik,tapi tak lama kemudian dia kembali ke sifat asalnya yg tidak peduli pada keluarga namun lebih peduli pada teman2nya…dan itu terjadi berkali2..
        Ustad,,mohon bantu saya…terimakasih Ustad..jazakaLlah Ustad..

      2. 1.selama ibu blm mengadu ke hakim mk berarti blm jatuh talak satu. Mengadu ke guru ngaji, tetangga, kerabat dll tdk membuat jatuh talak krn lafaz sighat takliknya dl mengadu kepada hakim bukan yg lain.
        2.melanggar berapa kalipun maka yg jatuh adl talak satu. Kecuali suami bilang “setiap kali engkau melanggar laranganku maka jatuhlah talak satu”. Jd krn hanya jatuh satu, maka sepertinya blm jatuh tiga talaknya. Jadi sy sarankan segera rujuk saja jk memang jatuh talak. Wallahua’lam

  38. Assalaamualaikum pak ustad saya mau tanya apakah berdoda jika saya menggagalkan rencana suami untuk berpoligami dengan istri orang? Suami selingkuh dengan istri orang dan selingkuhannya berniat cerai dr suaminya lalu sy menggagalkan rencana mrk u menikah. Suami bilang sy berdosa karna menentang suami, dia bilang kl suami salahpun seorang istri itu cukup diam jangan protes apa benar demikian pak ustad? Mohon penjelasannya

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah. Jk memang benar demikian ceritanya, perbuatan suami adl perbuatan maksiat. Krn merusak rumah tangga orng lain hukumnya haram. Mencegah perbuatan maksiat bukan dosa, tp justru berpahala. Tp ingat, jawabn ini adl jk memang ceritanya benar demikian. Krn sy blm tahu bgm cerita sebenarnya menurut versi suami. Wallahua’lam

  39. pak ustad… dr awal komentar dan jawaban2ny ke semua masalah sama yaitu suruh bersabar,berdoa dan dasar ayatny itu2 saja. dan anehnya lagi malah seolah2 menyalahkan kaum hawa dalam memilih jodoh. pak ustad sy bilangin ya, wanita ketika pacaran/sebelum menikah atau ketika dijodohkan belum tau/belum tampak sifat asli para calon suami bahkan diawal2 perkawinanpun suami bersikap baik, tapi lambat laun secara pelan2 dan pasti kelihatanlah sifat aslinya yang buruk, jadi jangan asal bicara menyalahkan kaum hawa dengan salah memilih jodoh. bagi kaum hawa mungkin yg jadi suaminy sekarang adl laki2 yang terbaik waktu itu karena belum kelihatan sifat asliny. tpi setalah menikah dan beberapa waktu barulah ketahuan sifat burukny.
    banyak kasus didunia ini istri celaka/cacat bahkan mati ditangan suaminya sendiri, bahkan anak sendiripun juga ikut dibunuh. menurut saya ya pak ustad lebih baik istri gugat cerai dari pada mati konyol ditangan suami yang kejam, karena cerai itu diperbolehkan dalam agama. kalo melihat kasusu2 yang dialami para istri yang diperlakukan kejam sama suaminy bahkan sudah membahayakan nyawa maka lebih baik bercerai. saya yakin cerai adalah merupakan pertolongan dari Alloh untuk melepaskan segala derita para istri, sebab klo tetap bertahan itu artiny sama juga berjalan ditempat tidak mau berusaha untuk kebaikan/merubah nasib ke yang lebih baik. juga mungkin cerai juga petunjuk untuk orang2 yang berbuat aniaya supaya tidak selalu berbuat buruk. mungkin dengan bercerai suami akan merasa kesepian biasanya pulang kerumah disambut senyum anak istri disediakan makanan minuman, tpi setelah bercerai tidak ada senyuman anak istri yang ditemui adalah kesunyian dan kensenyapan rumah, mungkin dengan begitu mantan suami berfikir merenung dalam kesendirianny bahwa betapa berartinya kehadiran istri dan anak dalam rumah, dengan begitu mantan suami bisa berfikir tentang keburukanny dan kekejamanny selama ini. lama kelamaan mantan suami bisa sadar dan bertaubat kepada Alloh dan meminta maaf kepada mantan istri, bisa membina keluarga lagi yang penuh kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan.
    kalo perbuatan suami didiamkan saja dan istri disuruh selalu mengalah itu artiny menghalalkan perbutan buruk suami dan tetap mengijinkan suami dalam kesesatan. dengan seperti itu suami tidak akan pernah sadar tpi malah akan semakin sombong lupa diri menganggap dirinya jagoan dan paling benar.
    jadi bagi kaum istri yang permasalahan dalam rumah tangganya sudah sagat parah dan kelakuan suami benar2 sudah keterlaluan sudah benar2 melanggar agama ( berjudi,mabuk,main wanita,tidak memberi nafkah baik lahir maupun batin,kasar, marah2, memukul mencaci bahkan lbh parah lagi mengancam jiwa) maka lebih baik mintalah cerai atau tinggalkan dia.
    sebagai kaum hawa kita jangan mudah tertipu oleh kepalsuan suami2 kita, bangkitlah bahwa wanitapun punya hak untuk dihargai, dihormati, disayangi, tujukkan pada kaum adam bahwa sangat berartinya kehadiran wanita dalam hidupny, tanpa wanita mereka tidak ada artinya. jangan biarkan suami2 kita yang buruk itu terus berbuat buruk.
    tapi para istri juga jangan terus suami baru marah sekali sudah minta cerai, atau suami mengasih uang belanja cuma sedikit terus marah cerai, kalo suami masih memberi nafkah walau sedikit tetap hormatilah. atau mungkin suami ketahuan selingkuh baru sekali tpi suami mengaku khilaf dan minta maaf tdk mengulanginya dan benar2 bertaubat ingin memperbaiki rumah tanggany maka sang istri juga wajib memaafkan. tetapi kalo suami benar2 sudah keterlaluan berzina, mabuk, judi, marah, mukul, mencaci, tidak mengasih nafkah maka tingalkanlah suami yang buruk itu. mungkin Alloh telah memberikan tempat yang lebih baik dan pengganti yang lebih baik.

    1. Diantara perbedaan terpenting antara konsultan2 barat dg konsultasi islam adlah sudut pandangnya. Barat sudut pandangnya duniawi-materi. Islam sudut pandangnya ukhrawi. Kalaupun Islam memperhatikan hal2 duniawi, agama islam tetap mengarahkannya sebagai perahu untuk menuju akhirat.

      Krn itulah, yg diperhatikan dlm setiap permaslahan bukan semata2 bagaimana meraih “bahagia”, “tentram”, “tenang’, “puas”, “adil (menurut perasaan subyektif manusia)”, “senang”,”makmur”, “jaya”, “romantis” dan semisalnya..

      Yg diperhatikan adl: bagaimana berusaha menyelesaikan masalah2 duniawi tersebut sesuai petunjuk Allah seraya memperhatikan agar apapun yg dilakukan bs menjadi amal shalih yg menghapus dosa dan menaikkan derajat.
      Menurut mata orng tdk beriman, asiyah istri fir’aun adl wanita yg paling menderita didunia. Krn berakhir dg kematian di tangan suaminya sendiri secara tragis. Namun bg orng beriman yg memandang jauh kedepan, meski asiah kelihatan menderita, itu semua hanyalah sementara, krn diakhirat dia dimuliakan Allah selamanya.

      para ulama yg benar2 mengerti ayat Alquran dan hadis nabi yg mengatur amal wanita selamanya tdk akan pernah berani merekomendasikan cerai sebagai solusi, dan menganjurkan wanita menuntut cerai kepada suami jk menghadapi masalah. Krn hal tersebut bs masuk hukum larangan merusak rumah tangga orng lain, provokator rumah tangga, dan mengajari wanita berani kpd suami yg diharamkan dalam islam. Maksimal yg akan dijelaskan hanyalah bagaiman syarat2 syar’i wnaita boleh mengajukan Khulu’ (meminta cerai).

      Sudut pandang konsultasi ini bukan semangat emansipasi yg menuntut “keadilan” dan “kesetaraan” semu yg ada dlm benak kaum feminis. Tp sudut pandangnya adl wahyu yg diturunkan Allah untuk menyelesaikan problem yg dihadapi manusia.

      Hajar, istri nabi Ibrohim saat ditinggal Nabi di mekah dg putranya Isma’il tanpa uang, tanpa bekal, tanpa teman, jika pakai sudut pandang emansipasi-feminisme-duniawi-meteri bs saja menuduh nabi Ibrahim sebagai suami yg tdk bertanggung jawab. Namun krn hajar tahu itu perintah Allah, maka hajar menerima perlakuan tersebut dg rela nan ridha.

      Krn itu, yg saya sarankan kepada siapapun yg tdk bs menerima syariat Islam: belajarlah mengenal Allah dan rasulNya terlebih dahulu sebelum mengenal syariat2Nya. Kenalilah Allah sampai benar2 cinta, takut, dan bersandar hanya kepadaNya. Cintai Rasul sampai melebihi suami, anak dan seluruh manusia. Insya Allah setelah itu semua syariat akan bs difahami dengan lapang. Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 525 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: