Hukum Menikah Dengan Orang Yang Pernah Berzina

oleh: Muhammad Muafa

 

Menikahi wanita yang telah berzina/dizinahi atau menikah dengan lelaki yang pernah berzina/menzinahi hukumnya sah, tetapi makruh selama belum bertaubat. Jika sudah bertaubat, maka pernikahan tersebut sah tanpa ada kemakruhan.

Dalil absahnya pernikahan dua orang yang telah berzina adalah ayat berikut;

{وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ } [النساء: 24]
Dan dihalalkan bagi kalian selain itu (semua yang telah disebutkan sebelumnya-An-Nisa;24)

Juga ayat;

{وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ} [النور: 32]
“Nikahkanlah wanita-wanita yang belum menikah dikalangan kalian dan orang-orang shalih dikalangan budak-budak lelaki dan budak-budak wanita kalian. An-Nur;32)

Untuk ayat yang pertama, sebelum ayat ini, Allah menyebutkan wanita-wanita yang haram dinikahi seperti haramnya menikahi ibu, saudari, putri, mertua dsb. Setelah itu Allah menutup dengan pernyataan; “Dan dihalalkan bagi kalian selain itu (semua yang telah disebutkan sebelumnya)”.  Pernyataan tegas kehalalan wanita-wanita lain selain yang disebutkan dalam ayat bersifat umum, termasuk mencakup wanita yang pernah berzina. Karena itu sah hukumnya menikahi wanita yang pernah berzina.

Untuk ayat yang kedua, Lafadz الْأَيَامَى  (wanita-wanita yang belum menikah) maknanya bersifat umum, yang mencakup wanita yang pernah berzina maupun yang tidak pernah berzina. Karena itu berdasarkan ayat ini juga, menikahi wanita yang berzina hukumnya sah.

Adapun pendapat yang mengharamkan pernikahan dengan wanita yang telah berzina dengan beralasan surat An-Nur yang berbunyi;
{الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ} [النور: 3]
Yang sering diterjemahkan;

laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin (An-Nur;3)

maka ayat ini tidak bisa dijadkan sebagai dalil keharaman pernikahan dua orang yang telah berzina karena lafadz “يَنْكِحُ” pada ayat tersebut maknanya bukan Akad  nikah tetapi bermakna bersetubuh. Karena itu terjemahan yang tepat terhadap ayat tersebut adalah;

Laki-laki yang berzina tidak bersetubuh (dengan cara haram) melainkan dengan perempuan yang berzina, atau perempuan yang Musyrik; dan perempuan yang berzina tidak disetubuhi (dengan cara haram)  melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki Musyrik, dan yang demikian (Zina) itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin

Memaknai lafadz يَنْكِحُ  dengan makna bersetubuh (dengan cara yang haram/zina) dinyatakan dengan tegas oleh Ibnu Abbas dengan sanad Shahih dan dikuatkan oleh Ibnu Katsir.

عن ابن عباس، رضي الله عنهما: { الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً } قال: ليس هذا بالنكاح، إنما هو الجماع، لا يزني بها إلا زانٍ أو مشرك .

“Dari Ibnu Abbas tentang ayat { الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً }beliau berkata; ini sama sekali bukan (Akad ) nikah tetapi (maknanya) adalah Jimak (bersetubuh). Tidak ada yang berzina dengan wanita berzina kecuali lelaki yang berzina atau orang Musyrik (yang tidak punya iman)”

Seandainya menikahi wanita yang pernah berzina haram/tidak sah maka setiap perselingkuhan oleh salah satu pasutri harus berakibat diceraikannya secara paksa mereka dari ikatan pernikahan. Konsekuensi  ini sama dengan tidak sahnya pernikahan seorang Muslim  dengan wanita Musyrik. Seandainya ada pasangan yang menikah dalam keadaan dua-duanya Muslim , lalu di tengah jalan istri menjadi Musyrik, maka pasangan tersebut wajib diceraikan secara paksa, karena menikah dengan wanita Musyrik hukumnya haram sehingga pernikahannya tidak sah.

Masalahnya, ada hadis yang menunjukkan bahwa perselingkuhan/perzinaan pasangan tidak membuat status pernikahan menjadi batal. Misalnya hadis berikut ini;

سنن أبى داود (5/  430)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ امْرَأَتِي لَا تَمْنَعُ يَدَ لَامِسٍ قَالَ غَرِّبْهَا قَالَ أَخَافُ أَنْ تَتْبَعَهَا نَفْسِي قَالَ فَاسْتَمْتِعْ بِهَا

Dari Ibnu Abbas beliau berkata; seorang lelaki datang kepada Nabi SAW lalu berkata; sesungguhnya istriku tidak menolak tangan lelaki yang menyentuhnya. Nabi bersabda; jauhkan (ceraikan) dia. Lelaki itu menjawab; aku khawatir diriku membuntutinya (tidak sanggup berpisah dengannya). Nabi bersabda; kalau begitu bersenang senanglah dengannya.(H.R.Abu Dawud)

Lafadz لَا تَمْنَعُ يَدَ لَامِسٍ (tidak menolak tangan lelaki yang menyentuhnya) menunjukkan wanita itu tidak menolak diajak berzina oleh lelaki lain. As-Syaukani dalam Nailul Author menegaskan bahwa lafadz لَا تَمْنَعُ يَدَ لَامِسٍ secara bahasa tidak bisa diingkari bahwa lafadz itu adalah kinayah berzina. Namun ternyata Rasulullah SAW tidak menceraikan pasangan tersebut, maka hadis ini menjadi petunjuk bahwa perzinaan tidak merusak Akad  nikah.
Riwayat lain yang menguatkan;

سنن الترمذى (4/  391)
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْأَحْوَصِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ شَهِدَ حَجَّةَ الْوَدَاعِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَذَكَّرَ وَوَعَظَ فَذَكَرَ فِي الْحَدِيثِ قِصَّةً فَقَالَ أَلَا وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ لَيْسَ تَمْلِكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئًا غَيْرَ ذَلِكَ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ فَإِنْ فَعَلْنَ فَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ

Dari Sulaiman bin ‘Amr bin Al-Ahwash beliau berkata; Ayahku memberitahu aku bahwa dia menyaksikan Haji Wada’ bersama Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW memuji Allah dan menyanjungNya. Beliau memberi peringatan dan memberi nasihat. Beliau bersabda; berpesanlah kebaikan terhadap wanita, karena mereka itu laksana tawanan bagi kalian, dan kalian tidak memiliki apapun dari mereka selain itu. Kecuali mereka melakukan perzinaan yang nyata. Jika mereka melakukannya, maka tinggalkan mereka dari tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (H.R.At-Tirmidzi)

Hadis ini lebih lugas lagi menunjukkan bahwa perzinaan istri tidak membuat rusak Akad  nikah, karena Rasulullah SAW tidak memerintahkan perceraian baik sukarela maupun terpaksa.

Karena itu surat An-Nur; 3 di atas tidak bermakna haramnya/tidak sahnya menikahi wanita yang pernah berzina, tapi hanya menunjukkan celaan keras terhadap aktivitas zina itu sendiri dan secara implisit menunjukkan dibencinya/makruhnya menikahi wanita yang telah berzina, meskipun menikahi mereka tetap sah hukumnya.

Demikian pula riwayat Martsad bin Abi Martsad Al-Ghonawy yang  berkeinginan menikahi pelacur Mekah yang menjadi Asbabun Nuzul dari ayat ini. Riwayat Martsad tidak menunjukkan haramnya menikahi wanita yang berzina tetapi hanya menunjukkan dibencinya menikahi mereka selama mereka belum meninggalkan perzinaannya.

Hukum ini berlaku bagi wanita yang telah berzina dan belum bertaubat. Menikahi mereka hukumnya sah, meski tidak disukai. Adapun jika mereka bertaubat, maka tidak ada masalah lagi karena menikahi mereka hukumnya sah tanpa kemakruhan sedikitpun. Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berpendapat orang yang menikahi wanita yang telah dizinainya itu seperti orang mencuri anggur, lalu membelinya. Abubakar malah memandang bahwa menikahi wanita yang telah dizinai sebagai bentuk Taubat.

Namun keabsahan menikahi wanita yang telah berzina diikat syarat yaitu melakukan Istibro’. Istibro dalam hal ini adalah masa menunggu sebelum boleh melangsungkan Akad  nikah. Istibro’ wanita yang hamil karena berzina dilakukan dengan durasi waktu sepanjang masa kehamilannya dan berakhir pada saat melahirkan. Artinya, wanita hamil karena perzinaan baru boleh melangsungkan Akad  nikah yang syar’i setelah bayinya lahir. Jika saat hamil sudah melangsungkan Akad  nikah maka Akadnya fasid (rusak) dan harus dibubarkan. Dalil yang menunjukkan wajibnya beristibro adalah hadis berikut;

سنن أبى داود – مكنز (6/ 376، بترقيم الشاملة آليا)
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ وَرَفَعَهُ أَنَّهُ قَالَ فِى سَبَايَا أَوْطَاسٍ « لاَ تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ وَلاَ غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً ».

Dari Abu Sa’id Al-Khudry dan beliau memarfu’kannya, bahwasanya beliau berkata; wanita (Sabaya  yang) hamil tidak disetubuhi sampai dia melahirkan dan (wanita Sabaya) yang tidak hamil (tidak pula disetubuhi) sampai dia berhaid satu kali”(H.R.Abu Dawud)

Rasulullah SAW melarang mensetubuhi Sabaya hamil sampai melahirkan. Dalam kasus pernikahan, orang hanya bisa mensetubuhi jika telah melakukan Akad  nikah yang syar’i.  karena itu, hadis ini menunjukkan secara implisit dilarangnya melakukan Akad  nikah, karena Akad  nikah menjadi pintu masuk yang halal sebelum seseorang boleh menggauli seorang wanita.

Lebih lugas lagi ada riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memisahkan pasangan suami istri yang menikah setelah diketahui bahwa wanitanya sudah dalam keadaan hamil dulu sebelum menikah.

سنن أبى داود (6/  31)
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ رَجُلًا يُقَالُ لَهُ بَصْرَةُ بْنُ أَكْثَمَ نَكَحَ امْرَأَةً فَذَكَرَ مَعْنَاهُ زَادَ وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا

Dari Sa’id bin Musayyab bahwasanya seorang lelaki bernama Bashroh bin Aktam menikahi seorang wanita (yang telah hamil karena perzinaan)-lalu perawi menyebut lafadz yang semakna dengan lafadz sebelumnya dan menambah- dan beliau (Rasulullah SAW) memisahkan keduanya (dari ikatan pernikahan) H.R.Abu Dawud

Pemisahan paksa dari Rasulullah SAW menunjukkan bahwa Akad  tersebut fasid (rusak). Jadi menikahi wanita yang hamil karena zina tidak boleh sebelum dia melahirkan anaknya, atau keguguran. Diserupakan pula kebolehannya jika janin tersebut keluar dengan cara abortus, meskipun aborsi sendiri adalah maksiat baru jika dilakukakan pada janin yang telah bernyawa.
Sejumlah Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memfatwakan kebolehan pernikahan seorang lelaki dengan wanita yang dizinahinya, bahkan terlibat langsung dalam proses menikahkan. Diriwayatkan bahwa Abubakar As-Shiddiq r.a. telah menikahkan seorang lelaki dengan gadis  yang direnggut keperawanannya oleh lelaki tersebut. Al-Baihaqi meriwayatkan;

السنن الكبرى للبيهقي وفي ذيله الجوهر النقي (7/ 155)
عَنْ أَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ فِى رَجُلٍ بِكْرٍ افْتَضَّ امْرَأَةً وَاعْتَرَفَا فَجَلَدَهُمَا مِائَةً مِائَةً ثُمَّ زَوَّجَ أَحَدَهُمَا مِنَ الآخَرِ مَكَانَهُ وَنَفَاهُمَا سَنَةً.

“Dari Abu Bakar As-Shiddiq tentang seorang lelaki yang memecahkan keperawanan seorang wanita, kemudian mereka mengaku, maka Abubakar mencambuk keduanya masing-masing seratus kali, lalu menikahkan keduanya dan mengasingkan mereka selama satu tahun” (H.R.Baihaqi)

Diriwayatkan pula bahwa Umar r.a. memerintahkan menikahkan dengan normal seorang wanita yang telah berzina kemudian bertaubat dengan baik. Al-Baihaqi meriwayatkan;

السنن الكبرى للبيهقي وفي ذيله الجوهر النقي (7/ 155)
عَنِ الشَّعْبِىِّ : أَنَّ جَارِيَةً فَجَرَتْ فَأُقِيمَ عَلَيْهَا الْحَدُّ ثُمَّ إِنَّهُمْ أَقْبَلُوا مُهَاجِرِينَ فَتَابَتِ الْجَارِيَةُ وَحَسُنَتْ تَوْبَتُهَا وَحَالُهَا فَكَانَتْ تُخْطَبُ إِلَى عَمِّهَا فَيَكْرَهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا حَتَّى يُخْبِرَ مَا كَانَ مِنْ أَمَرِهَا وَجَعَلَ يَكْرَهُ أَنْ يُفْشِىَ ذَلِكَ عَلَيْهَا فَذُكِرَ أَمْرُهَا لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ لَهُ : زَوِّجْهَا كَمَا تُزَوِّجُوا صَالِحِى فَتَيَاتِكُمْ

“Dari As-Sya’bi, bahwasanya ada seorang gadis yang berzina kemudian dihukum, lalu mereka (keluarganya) berpindah, lalu gadis itu bertaubat dan bagus taubatnya serta keadaannya. Lalu dia dipinang melalui pamannya, maka pamannya merasa tidak enak menikahkannya sebelum memberitahu reputasinya, namun juga tidak suka menyebarkan hal tersebut. Maka peristiwa itu dilaporkan kepada Umar bin Khattab, maka Umar berkata; Nikahkanlah gadis itu sebagaimana kalian menikahkan gadis-gadis Shalihah kalian” (H.R.Al-Baihaqi)

Malah, keinginan umar adalah wanita yang berzina hendaknya dinikahi oleh lelaki yang menzinahinya, meskipun tidak wajib/harus demikian. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan;

مصنف ابن أبي شيبة (4/ 248)
عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ , عَنْ أَبِيهِ أَنَّ سِبَاعَ بْنَ ثَابِتٍ تَزَوَّجَ ابْنَةَ رَبَاحِ بْنِ وَهْبٍ وَلَهُ ابْنٌ مِنْ غَيْرِهَا وَلَهَا ابْنَةٌ مِنْ غَيْرِهِ فَفَجَرَ الْغُلاَمُ بِالْجَارِيَةِ فَظَهَرَ بِالْجَارِيَةِ حَمْلٌ فَرُفِعَا إلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَاعْتَرَفَا فَجَلَدَهُمَا وَحَرَص أَنْ يُجْمَعَ بَيْنَهُمَا فَأَبَى الْغُلاَمُ.

“Dari Ubaidullah bin Abi Yazid dari ayahnya, bahwasanya Siba’ bin Tsabit menikahi putri Robah bin Wahb, dan dia punya putra yang didapat dari istri yang lain, sementara istrinya juga punya putri yag didapatkan dari suaminya terdahulu. Maka putranya berzina dengan putri istrinya, dan putri istrinya hamil. Maka keduanya dilaporkan kepada Umar bin Khattab dan keduanya mengaku. Maka umar mencambuk keduanya dan sangat ingin menikahkan mereka. Namun pihak lelaki menolak.” (H.R.Ibnu Abi Syaibah)

Ibnu Abbas juga memfatwakan dengan fatwa yang senada. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan;
مصنف ابن أبي شيبة (4/ 248)
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي رَجُلٍ وَامْرَأَةٍ أَصَابَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِنَ الآخَرِ حَدًّا ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَهَا ، قَالَ : لاَ بَأْسَ ، أَوَّلُهُ سِفَاحٌ وَآخِرُهُ نِكَاحٌ.

“Dari Ibnu Abbas tentang seorang lelaki dan wanita yang berzina lalu keduanya dihukum, kemudian pihak lelaki ingin menikahi wanita itu. Ibnu Abbas berfatwa; Tidak apa-apa. Awalnya Sifah (zina), endingnya Nikah (H.R.Ibnu Abi Syaibah)

‘Ikrimah mengumpamakan pernikahan seorang lelaki dengan wanita yang dizinahinya seperti orang yang mencuri kurma, lalu setelah itu membelinya. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan;

مصنف ابن أبي شيبة (4/ 249)
عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ : لاَ بَأْسَ ، هُوَ بِمَنْزِلَةِ رَجُلٍ سَرَقَ نَخْلَةً ثُمَّ اشْتَرَاهَا.

“Dari ‘Ikrimah beliau berkata: “Tidak masalah, itu seperti seorang lelaki yang mencuri kurma kemudian membelinya” (H.R.Ibnu Abi Syaibah)

Sejumlah Tabi’in besar seperti Sa’id bin Jubair, ‘Al-Qomah, dan Umar bin Abdul ‘Aziz juga berfatwa senada. Semuanya mendukung penjelasan hukum bahwa pernikahan lelaki dengan wanita yang dizinahinya adalah sah, bahkan bisa dikatakan termasuk cara taubat dari perzinahan tersebut.

Memang ada riwayat dari Ibnu Mas’ud, Aisyah, Jabir bin Zaid dan Al-Baro’ yang menunjukkan mereka berfatwa tidak bolehnya dua orang yang berzina menikah sebelum taubat, misalnya riwayat berikut;

المعجم الكبير للطبراني (8/ 283، بترقيم الشاملة آليا)
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، وَعَائِشَةَ، قَالا:”لا يَزَالانِ زَانِيَيْنِ مَا اجْتَمَعَا”.

Dari Ibnu Mas’ud dan ‘Aisyah mereka berkata: “mereka (dua orang yang berzina) masih terus berzina selama berkumpul (H.R.At.Thobaroni)

مصنف ابن أبي شيبة (4/ 251)
عَنِ الْبَرَاءِ فِي الرَّجُلِ يَفْجُرُ بِالْمَرْأَةِ ثُمَّ يَتَزَوَّجُهَا ، قَالَ : لاَ يَزَالاَنِ زَانِيَيْنِ أَبَدًا.

“Dari Al-Baro’ tentang seorang lelaki yang berzina denngan seorang wanita kemudian menikahinya beliau berkata; mereka terus berzina selamanya” (H.R. Ibnu Abi Syaibah)

Namun ini hanya berlaku jika mereka beluam bartaubat. Jika sudah bertaubat maka tida ada masalah lagi. Lagipula  ucapan selain Al-Quran dan Hadis bukan dalil, sehingga tidak bisa menjadi dasar keharaman sesuatu. Imama As-Syafi’I mengkritik fatwa ini sebagaimana diriwayatkan Baihaqi;

معرفة السنن والآثار للبيهقي (11/ 319، بترقيم الشاملة آليا)
قال الشافعي : ولسنا ولا إياهم نقول بهذا ، هما آثمان حين زنيا ويصيبان الحلال حين تناكحا غير زانيين ، وقد قال عمر ، وابن عباس ، نحو هذا

As-Syafi’I berkata; kami dan mereka tidak berpendapat seperti ini (pendapat yang mengharamkan dua orang yang berzina menikah). (pendapat kami adalah) Mereka berdua berdosa saat berzina namun halal saat menikah dan bukan berzina lagi. Umar dan Ibnu Abbas berpendapat semakna dengan ini (H.R.Baihaqi)

About these ads

144 tanggapan

  1. assalamu’alaikum. wrwb
    ustad yang dirahmati Allah, setelah saya membaca tulisan ini, saya jadi bingung dengan kedudukan cambuk dan rajam annur ayat 2?
    menilik dari hadits2 di atas, sepertinya Rosul SAW tidak memerintahkan untuk menghukum pelaku zina. mohon pencerahannya.

    jazakallah khoiron jaza

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh.
      hukum cambuk dan rajam tetap berlaku. jika zina sudah dilaporkan atau diakui didepan penguasa dengan persaksian atau pengakuan (iqror) yang syar’i, maka hukum zina langsung diterapkan.
      namun hukuman zaina dalam islam sifatnya membebaskan, yakni membebaskan para pendosa dari dosa dan memebri jalan keluar/solusi, bukan membinasakan.
      hukuman adalah salah satu cara menebus dosa, bukan satu2nya.
      Rasulullah, karena begitu sayangnya dengan umatnya, dan tidak ingin menyakiti umatnya, beliau menginginkan para pezina itu bertaubat secara sembunyi2. karena orng yag berzina, jika dia bertaubat sungguh2 , meskipun tidak dihukum maka dosanya terhapus.
      namun keinginan Rasulullah tersebut bukan paksaan. jika seorang yg berzina lebih merasa “sreg” dan “mantap” dihukum demi membersihkannya dari dosa, maka hal tersebut boleh.
      karena itulah, awalnya Rasulullah menganjurkan taubat secara sembunyi2. namun ketika pengaku zina bersikukuh minta dihukum beliau menurutinya.
      Wallahua’lam.

      1. assalamualaikum wrh wbr…..
        pa ustadz sblmnya saya mnta maaf saya mau curhat sedikit masalah anak.
        langsung saja pa ustadz kurang lebh tiga taun yang lalu saya bercerai dengan istri saya karena istri saya terbukti selingkuh dan sekarang anak ikut mantan istri saya

  2. assalamu’alaikum ..
    ustadz ada teman saya yang bertanya ,dia pernah berzina namun lelakinya berjanji akan bertanggung jawab akan menikahinya setelah dia bekerja ..
    apakah nanti setelah menikah hubungan mereka akan tentram?dan bagaimana hukumnya? jika mereka sudah benar bertaubat nasuha apa akan di ampuni?
    terima kasih,

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah.
      tidak ada jaminan ketentraman dan berkah jika sebuah hubungan pria-wanita diawali dengan dosa.

      menikah dengan lelaki yg pernah menzinahinya sah secara fikih, namun makruh.
      kecuali jika keduanya bertaubat nashuha, maka dosa akan diampuni dan harapan rumah tangga bahagia nan berkah masih tetap ada.
      Wallahua’lam

  3. The Dark Knight | Balas

    assalamu’alaikum ustadz.

    1. Dalam berta’aruf (pengenalan) untuk menuju pernikahan, apakah diwajibkan menjawab pertanyaan ini “apakah kamu dulu pernah berpacaran?”, jika yg ditanya pernah, bukankah pacaran adalah perbuatan maksiat/aib yg wajib ditutupi.

    2. Termasuk akhlak baik tidak seorang laki2 bertanya dan memastikan pada calonnya dengan pertanyaan, “apakah kamu masih perawan?” dan memintanya untuk memeriksakan keperawannya, lalu hasil lab nya diberikan ke calon lelaki, guna meyakinkan si calon lelaki?

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      1.Tidak ada jawaban yg bersifat wajib dlm ta’aruf. yg ditanya berhak menjawab dan berhak tidak menjawab meski itu sekedar pertanyaan: “berapa jumlah bajumu?” semua maksiat memang termasuk aib, terutama yg dilakukan sembunyi2. tp jika maksiat itu diketahui banyak orng, tdk mengama membicarakannya sbg ibroh.
      2.berlebihan. duniawi sekali. tdk baik. seharusnya ckp melihat dhohirnya sj. kita dilarang menyeklidiki sesuatu yg tersembunyi dr seorang mukmin. Manusia terbaik umat ini, Rasulullah memiliki istri2 janda yg banyak.

      1. assalamualaikum wr.wb
        pak ustad saya mau bertanya tentang kejadian yg telah saya lakukan
        saya pernah melakukan zina dengan 2 wanita
        saya melakukan pada wanita pertama sejak smp dan yg kedua sejak SMA
        lalu wanita kedua hamil dan saya menikahi nya setelah anak saya dan dia lahir .
        pertanyaan saya bagaimana dengan wanita yg pertama apakah saya harus menikahinya juga sedangkan dia sudah dengan orang lain
        tolong penjelasan nya
        terima ksaih ;;;;

      2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
        Bertaubatlah. Bertaubatlah dg taubatan nasuha. Itu kewajiban pertama dan yg paling utama.
        Menyesal, menangis, bertekad tdk akan mengulangi dosa itu selamanya.
        Tinggalkan masa lalu. Jangan menjalin hubungan dg wnt itu lagi. Jk dituruti rumah tangga anda bs hancur. Putus kontak. Putus hubungan.
        Tdk ada kewajiban menikahi wanita yg telah di zinai.
        Ini juga menjadi pelajaran bg para wanita agar tdk demikian gampangnya menyerahkan kehormatannya dg janji2 lelaki. Krn dlm fikih islam, tdk ada kewajiban menikahi wanita yg telah di zinai. Wallahua’lam

  4. Assalamualaikum wr .wb. Ustad, saya seorang wanita. 1 tahun yang lalu saya sudah berencana untuk menikah, kami tidak pernah pacaran, karena memang itu prinsip saya dari dulu.kami memang dikenalkan oleh kedua orang tua. Namun, beberapa bulan sebelumnya ayah saya meninggal dunia karena sakit. Maka kami menunda pernikahan kami. Selang 70 hari,kematian ayah, calon suami saya juga diambil Alloh karena kecelakaan. Setelah itu saya berusaha untuk ikhlas Dan kembali bangkit. 1 bulan yang lalu saya mengenal seorang laki-laki. Semua orang yang mengenalnya mengatakan ia baik,ibadahnya pun rajin. Ia pun menyatakan keseriusannya, Dan sudah meminta izin pada ibu saya. Namun, beberapa hari yang lalu, ia mengaku bahwa dahulu ia pernah pacaran dengan seorang Dan melakukn hal yang hanya dilakukan oleh orang yang sudah menikah. Saat ini yang saya tahu Dan menurut pandangan beberapa orang dia orang yang baik, bahkan saat ini ia mengajar TPQ. Ustad,saya bingung apa yang harus saya lakukan. Bagi saya pengakuannya adalah ujian ketiga dari Alloh setelah dua ujian sebelumnya.hati saya bimbang, Selama ini saya bertahan sama sekali tidak pacaran,namun kini saya harus mendengar pengakuannya.kalau memang ini ujian Alloh, maka saya ingin memenangkan ujian ini. Keputusan apa yang harus saya ambil,agar bisa memenangkan ujian ini. apakah menerimanya atau tidak?mohon jawabannya ustad,,,Wassalamu’alaikum wr.wb

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh.
      sy ikut berduka atas musibah yg menimpa mbak anisa.
      semoga ketabahannya menghadapi ujian dibalas Allah dg kebaikan dunia dan akhirat.

      pacaran adl diantara tanda kurang baiknya dalam agama. apalgi zina yg termasuk dosa besar, atau pembukaan2nya.
      namun tidak bs memvonis pemuda itu sekarang adl orng yg tidak baik, karena boleh jadi dia telah bertobat sehingga benar2 menjadi orng baik.

      sy sering menyarankan kepada orng2 yg bimbang dengan calon pasangannya:
      Jika aib2 calon terbongkar sebelum akad nikah, maka boleh jadi itu adl peringatan bahwa calon tersebut kurang cocok dgnya.
      namun jk kekurangan2 tersebut diketahui setelah akad nikah, mungkin Allah berkehendak agar kekurangan itu menjadi tugas kita untuk memperbaikinya.

      sy tidak bs menyarankan secara tegas bgmn keputusannya, karena banyak faktor yg mungkin perlu dijadikan pertimbangan.
      menurut saya, cara yang paling adil adl dengan shalat istikhoroh.
      mintalah dalam shalat istikhoroh agar diberi petujuk.
      setelah shlat istikhoroh, perhatikan hati mbak anisa:
      Jika semakin mantap, maka lanjutkan. tapi jika ragu, maka batalkan tanpa ragu2 lagi. percayalah, Allah akan memberi yg terbaik untuk hambanya.

      Wallahua’lam.

      1. Terima kasih ustad,insyaalloh saya akan istikharoh, sebenarnya aib tersebut ia katakan sendiri untuk pertimbangan saya. Dia mengakui kesalahannya di masa lampau saat ia masih SMA. Dia memang ingin terbuka dari awal dan konsekuensi atas keputusan yang saya ambil ia akan terima. Mohon doa’y semoga Alloh SWT mau menunjukkan jalan terbaik untuk saya.Aaamiin

      2. Yassarallah laki. semoga Allah memudahkan.

      3. semoga saja terkabul do,a nya

      4. aamin amin ya robbal alamin…

  5. Bgmn status anak yg telah lahir dr perbuatan zina hasil perselingkuhan seorang suami?sementara wanita dan lelaki pezina itu telah menikah setelah anak itu lahir tp tak lama bercerai lg krn merasa tdk nyaman krn zina mereka krn nafsu sesaat terusap syaitan..apakah sah nasabnya kpd ayahnya?atau ttp ikut ibunya sgla nasab dan warisnya?bgmn dgn cttn dlm akta-nya?memakai nama ayah biologisnya yg pertama tlh menikahi ibunya atau nama bapa yg menikahi ibunya lg setelahnya(lelaki yg berbeda/bln ayah biologisnya)??
    Trims…

    1. Anak zina nasabnya hanya ke ibu, tidak bisa diniasbatkan pada ayah biologisnya.
      jika pd saat lahir suami sah dr wanita itu tdk mengingkari anak tsb sbg anaknya, maka anak tsb sah dinisbatkan pd suami wanita tsb dlm catatan akta kelahiran maupun scr hukum islam.
      Wallahua’lam.

      1. bagaimana jika ayah biologis yg menikahi ibunya itu tdk mau mengakuinya,dan pernikahan itu hnya sebentar lalu trjadilah perceraian..bgmn status anak tsb?

      2. terangkan kapan waktu persisnya dari pengingkaran ayah biologis tersebut. apakah saat masih dalm kandungan, baru sj lahir sudfah diingkari, setelah berumur satu bulan, satu th dll. krn ini yg menentukan status nasab anak.

      3. Ketika setelah berzina mereka berpisah,dan si wanita tdk blg kalau dia hamil,sampai anak itu lahir dia baru blg pd si pria dan meminta untuk dinikahi secara sah..si pria mengakui itu anaknya krn dia merasa prnah melakukan perbuatan itu..tp ketika mengakui blm ada ikatan pernikahan yg sah krn si wanita baru saja blg kalau dia telah melahirkan anaknya..skrg anak itu berusia 2bln,tp blm ada pernikahan krn br akan direncanakan…bgmn ketika stlh menikah nnti trjadilah perceraian krn mereka tdk merasa cocok dan pernikahan ini untuk status saja..bgmn status si anak?apakah pengakuan itu hrs terucap d hadapan org?

      4. jika demikian kisahnya, berarti nasabnya hanya bisa ke ibu, tidak bisa ke ayah. karena nasab hanya bisa dinisbatkan dengan pernikahan syar’i. seharusnya sebelum lahir sudah nikah, seingga bayi masih bisa dinisbatkan ke ayah biologis. Wallahua’lam.

      5. Oh ya ustad terima kasih penjelasannya…jd jika pernikahan itu berlanjut pun atau trjadi perceraian nasabnya ttp pd ibunya?atau hnya ketika terjadi perceraian saja nasabnya terputus?jd pencatatan dlm akta anak itu bgmn?pernikahan stlh anak itu lahir salah ya ustad?maaf. Ustad sy bnyk bertanya…
        Wallahu’alam…terimakasih sebelum dan sesudahnya

      6. benar, setelah anak lahir maka adanya pernikahan atau tidak, ada perceraian atau tidak semuanya tidak berpengaruh pada status nasab anak. nasabnya hanya bisa ke ibu.
        ini adalah penjelasan hukum fikih islam.
        untuk pencatatan akta, maka itu persoalan lain. krn pencatatan akta adalah pengakuan negara indonesia, bukan hukum fikih.
        jadi tergantung undang2nya.
        meski misalnya sistem undang2 di indonesia membolahkan anak dinasbkan pada yah biologisnya, tapi dalk hukum fikih tetap tidak sah.

        demikian ibu.

        Wallahua’lam.

      7. Lalu maaf sekali lg ustad,,apa mksd pnjelasan
        1. “jika pd saat lahir suami sah dr wanita itu tdk mengingkari anak tsb sbg anaknya, maka anak tsb sah dinisbatkan pd suami wanita tsb dlm catatan akta kelahiran maupun scr hukum islam” ..apakah itu jg sblm anak lahir? Jika anak tlh lahir pun brarti tdk berlaku,meski si ibu menikah dgn ayah biologisnya ataupun bkn scra sah?
        2. Maaf ustad,bknkah ada larangan untuk menikahi wanita hamil zina?si pria hrs menunggu sampai anak lahir jika hamil atau 1x masa haid..td ustad mnjelaskan ‘harusnya sblm lahir sdh dinikahi agar anaknya ketika lahir bs dinasabkan kpd ayahnya’..sy jd bingung,atau mgkn krng faham…
        mohon maaf ustad penjelasannya…

      8. baiklah, sy akan membuat perumpamaan agar lbh mudah difahami.
        1.seorang wanita, sebut sj A telah punya suami B. lalu A berzina dg lelaki bernama C.
        dari perzinaannya ini, A mengandung dan melahirkan anak.
        jika saat melahirkan, B tahu dan tidak mengingkari anak tersebut sbg anaknya, maka anak tsb sah nasabnya kepada B. Jika B mengingkari, dan berani sumpah LI’an, maka anak tersebut hanya boleh dinasabkan kpd A (ibunya) dan antara A dan B harus cerai dan tdk bisa nikah selamanya.
        inilah maksud statemen;
        “jika pd saat lahir suami sah dr wanita itu tdk mengingkari anak tsb sbg anaknya, maka anak tsb sah dinisbatkan pd suami wanita tsb dlm catatan akta kelahiran maupun scr hukum islam”

        jadi, suami dlm statemen tersebuta dl suami sah (B), bukan C yang merupakan patner zina dan bukan suami sah.

        jika seandainyapun setelah cerai dr B lalu A menikah dg C, maka nasab anak tetap ke ibu. tidak bs dinasabkan pd ayah biologisnya baik ayah biologis mengakui ataupun tidak.

        2.benar. maaf penjelasan sy kurang lengkap. jika sudah keburu hamil, maka hars nunggu sampai melahirkan dan nasab bayi hanya bisa dinasabkan ke ibu. maksud pnjelasan sya; jk setelah berzina, lalu menikah (padahal seharusnya msh harus menunggu haid satu kali), kemudian hamil. maka dlm kondisi ini anak masih sah dinasabkan kepada ayah biologisnya. krn pernikahan termasuk nikah fasid (krn tdk melakukan istibro’) bukan bathil.

      9. Ya ust terima kasih bnyak atas penjelasannya…semoga bermanfaat bagi pengetahuan kita smua..
        wassalam..

  6. Assallamualikum wr.wb

    ustad, saya punya teman yang semasa SMA ya pernah melakukan zina dengan pasangannya/ kekasihnya. tetapi awal ya wanita tersebut tidak mau dan menoloknya, lantaran kekasihnya menjajnjikan akan menikahinnya dan bertanggung jawab makanya hal tersebut terjadi hingga berkali2,
    yang saya ingin tanyak kan, jika mereka ini menikah karna tahun ini mereka akan melangsungkan pernikahan, apakah pernikahan ya di ridhoin ALLAh, pakan bisa dosa mereka diampunkan ALLAH SWT, karn dari wanita ya, ingin memohon ampun, dan bertaubat..

    karna dri wanita ya ingin memohon ampun, sebaiknya apa yang harus dilakukan wanita tersebut ustad?

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh.
      jika dua2anya bertaubat dg taubatan nashuha, maka mash ada harapan Allah memberkahi. tp jika blm bertaubat, mk tdk ada harapan berkah.

      dosa apapun jika ditaubati sungguh2 pasti akan diampuni.

      bertaubat adl:
      1.meninggalkan perbuatan maksiat
      2.menyesali sedalam2nya perbuatan maksiat
      3. bertekat tdk akan mengulangi lagi maksiat tsb.

      semua ini ditambah memperbanyak amal shalih semampunya.

  7. Asslamu’alaikum Ustad….
    Saya mau tanya ama ustad mengenai tentang cerita saudari dewi sebelumnya… ceritanya persis dgn kejadian pd saya..
    Saya tau istri saya berselingkuh (berzina) setelah istri saya melahirkan, saya tetap mengakui anak itu ank saya, tp istri saya minta pisah sama saya karena alasannya dia tdk pntas lagi untuk saya krn dia sdh berzina dgn org lain, padahal saya sdh memaafkannya krna sy mash syg padanya..
    Berhbung klo sy tdk craikannya dia akn berbuat yg gak2, mk dgn terpaksa sy ceraikan dia… Yg ingin saya tanyakan :
    1. Nasab anak…
    2. Perceraiaan saya dgn istri sy apa sah menrut agama ustad?
    Saya mohon Jawabannya Ustad… Terima Kasih…..

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah.
      1.nasab anak tetap sah ke bapak, krn bapak telah mengakuinya dan tdk bisa dicancel
      2.Jika sudah terucap kata talak, maka talak tersebut sah meski suami berat mengucapkannya.

  8. Assalamu’alaikum, pak. Saya mau tanya apakah benar bahwa jika kita menikah dengan orang yang pernah berzina maka anak kita nanti juga akan berzina atau istilahnya ada hukum karma? Saya juga bingung kenapa masih ada saja orang yang baik mendapat jodoh orang yang tidak baik misalnya orang yang tidak pernah berzina mendapatkan isteri yang pernah berzina. Bagaimana ini, pak? Atas jawabannya, saya nyatakan terima kasih.

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      tidak ada dalil shahih yg menunjukkan kaidah itu. ada riwayat yg bermakna demikian, tp itu hadis palsu sehingga tdk bs dijadikan dasar. jadi kaidah dan prinsip itu tidak usah dipercaya. apalagi ong berzina bs saja bertaubat.
      wallahua’lam

  9. Ass. Wr. Wb.
    Ustadz sy igin bertanya. berkenaan dengan teman saya yang melakukan zina sampai hamil, 2 bulan kemudian dinikahi sama laki-laki partner berzinanya itu. Setelah anaknya lahir dan berumur 2 tahun mereka bercerai karena sudah tidak cocok lagi, bagaimana nasab anaknya ikut ibu atau bpknya…
    terima kasih…

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      nasabnya masih sah kepada ayahnya. pernikahan fasid, syubhat dan semisalnya nasab anaknya tetap sah ke ayah sebagai mana pernikahan yg shahih (sah sempurna)
      Wallahua’lam

  10. Assalamu Alaikum Wr. Wb.
    Pak saya ingin bertanya. Saya sudah pernah berzinah. Saya tobat nasuha & berniat tanggung jawab atas perbuatan saya dengan menikahinya. Namun wanita itu menolak saya nikahi dan lebih memilih pria lain, padahal saya punya niat baik untuk tanggung jawab atas dosa kami. Dia berargumen dosa dia akan diampuni hanya cukup dengan tobat nasuha. Pertanyaan saya :
    1. Apakah saya berdosa jika tidak menikahinya?
    2. Apakah wanita itu berdosa jika menolak saya menikahinya?
    3. Saya minta nasehatnya.
    Mohon pencerahannya. Terima Kasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh. memang benar. taubat dari perzinahan memang tdk harus menikahi yang dizinahi. di zaman umar bin khattab pernah ada pasangan muda-mudi yang besrzinz, kemudian dihukum kemudian bertaubat. lalu umar meminta mereka menikah, tapi salah satu menolak. Umar tdk memaksanya. seandainya memang wajib menikahi yg dizinahi niscaya umar tdk akan tinggal diam.
      1.tdk berdosa. yg berdosa adl jk tdk mau taubat dr perzinahan tsb
      2.tdk berdosa, krn memilih suami adl hak penuh wanita
      3.lupakan segala hal yg memicu ingatan thd wnt tsb. krn menghiba2 kpd perempuan bukanlah sifat lelaki yg tangguh dan perkasa. itu hanya merendahkan diri dan kehormatan saja.

  11. asslkm.wr.wb….ustad saya mau bertanya….sebelum menikah perempuan ini pernah melakukan zina bersama pacar nya dulu,namun pada suatu hari ada seorang laki2 yang mau serius sama wanita ini,tapi wanita ini mengatakan bahwa dirinya sdh tdk perawan lagi pd sat itu wanita tsb tdk berkata jujur dia mengatakan diperkosa, lalu laki2 tsb merasa iba dan mau menikahinya, akhirnya mereka menikah,dan si wanita ini bersyukur pd Alloh SWT krn ada laki2 yang mau menikahinya. namun ditengah pernikahannya ternyata wanita ini ketahuan kebohongannya bahwa wanita ini pernah melakukan hubungan suami istri bersama mantan pacarnya,,,akhirnya laki2 yang sudah menjadi suaminya sangat marah terhadap istri nya ini, tapi suaminya tidak menceraikannya, krn suaminya sangat sayang pd nya..saat ini mereka sdh dianungrahi anak 2 cewek.yang jadi pernyataan saya bgmana perasaan suaminya setelah mengetahui ini semuanya (jika ustad sbgi suami tsb apa yang ustad lakukan). yang ke 2 bagaimana hukum si istri tsb,apakah ini aib juga bagi klrganya krn klrga suami sdh ada yang tahu, begitu juga klrga si istri, terus apa yang harus dilakukan istri tsb agar terhindar dari dosa2 masa lalunya. baik terhadap suaminya, dirinya dan seluruh klrganya apa yang hrs di lakukan.terus bagaimn kedepan nanti apakah anak2nya akan mengikuti jejak ibu nya dulu, mohon pencerahan ya ustad agar rumah tangga mereka tetap harmonis bahagia dan awet sampai maut memisahkan mereka,tlong ya ustad penjelasannya yang sejelasnya agar saya bisa memberitahu mereka.terimakasih ya ustad

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah.
      1.tentu perasaan lelaki normal sangat kecewa, marah, merasa dibohongi, merasa terusik harga dirinya, dan mungkin merasa ditipu, dst..
      namun, jika Allah maha pengampun, maka seharusnya orng yang berusaha mengikuti jejak Rasulullahpun juga berusaha memberi kesempatan jk orng mau bertaubat. yang penting taubatnya sungguh2 krn Allah, bukan sekedar meredakan marah suami, atau menyenangkannya. taubat yg tdk sungguh2 krn Allah berpeluang menim,bulkan maslaah baru yang banyak, rumit nan kompleks.
      2.istri tsb wajib bertaubat dg taubatan nashuha, menyembunyikannya, tdk mau mmebehasnya jk ada yg menanyakannya, dan menguburnya dalam2 sbg masa lalu. Istri tsb skrng hrs selalu menjaga kehormatannya, memakai jilbab dan kerurung, rajin ikut pengajian, dan menjaga shalat lima waktu. dia juga perlu banyak bersedekah, menolong sesama dan membersihkan hati dr segala penyakit hati. semua itu dilakukan dalam rangka menebus kesalahan dan dosa2nya di masa lalu. jika ini dilakukan serius, Insya ALlah rumah tangga akan harmonis, anak2 menjadi shalih-shalihah dan kehidupan menjadi tentram. syaratnya sungguh2 dan istiqomah.
      ingat, sungguh2 dan istiqomah.

  12. oya ustad satu lagi apa hukumnya jika seorang wanita(janda)tinggal satu rumah dengan orang yang sdh berumah tangga tapi dia saudara jauh banget, dia diberi tugas untuk menjaga ank2 dan mslh rumah tangga kasarnya jadi pembantu,,,krn pada sat itu istrinya laki sekolah di luar daerah..tapi setelah istrinya plg, istri nya melihat keganjilan2 dlm rhm tngga nya, seperti dia memberikan sebuah perhatian yang membuat istri nya sangat cemburu, mau memberikan baju buat laki2 tsb walaupun tdk jadi diberikan krn ketahuan istrinya, lalu banyak foto2 laki2 tsb dihp wanita (janda) sampai video rekaman saat dipantai bersama anak2nya, namun sikap si suami tetap membela krn dia berniat membantu wanita (janda) ini.?yang mejadi pertanyaan saya apa pantas istrinya cemburu berat, terus apa hukumnya ustad, terus gimana dgn suaminya itu?apa pantas wanita (janda) tsb menyimpan foto suami orang?wajarkah istrinya marah besar, mohon solusinya ya ustad. terimaksih banyak ustad atas waktu dan kesempatan untuk membalas posting saya.

    1. wanita menjadi pembantu dalam rumah tangga mubah saja selama dia menutup aurat dan menjaga kehormatan. namun jk dikhawatirkan timbul fitnah, lebih baik diberhentikan.
      cemburu adalah normal bagi wanita, namun jangan sampai melampaui batas tanpa bukti yang jelas. sementara solusinya adl; berdoa meminta kepada ALlah agar jk suami melampaui batas diberi peringatan Allah sesegera mungkin.

  13. Ustadz saya ingin bertanya …
    ini adalah tentang masa depan keluarga , Saya ada di negeri sebrang , saya sudah menikah dan memiliki satu anak , jujur hubungan rumah tangga saya kurang harmonis , dan setiap kali ada permasalahan suami saya sms dengan kalimat , kurang lebih seperti ini kalimatnya
    - ” mulai saat ini kamu saya kembalikan kepada orang tua mu ”
    - ” mulai saat ini kita bubar ”
    - ” Mulai saat ini aku ya aku kamu ya kamu ”
    - “jangan di bikin susah , cerai itu jalan terbaik ”

    bkan hanya sekedar sms yg jumlah nya melebihi 3 tapi juga lewat telp .
    yang membuat saya bingung adalah …

    setahu saya talak lewat sms/ telp itu hukum nya sah menurut hukum syarak ,
    sedangkan sms dan telp yang di berikan kepada saya itu lebih dari 3 kali , apakah sudah jatuh talak 3 , mengingat pertengkarang kami mulai 2 th yg lalu jadi masa idah say sudah habis .

    yang saya bingungkan lagi adalah , bagaimana saja menjalani kehidupan rmah tangga selanjutnya , cerai atau bagaimana mengingat saya sudah punya anak …?

    Mohon pencerahanya ustadz

    1. benar, statemen;
      - ” mulai saat ini kamu saya kembalikan kepada orang tua mu ”
      - ” mulai saat ini kita bubar ”

      jelas sebuah talak. krn sdh 3 kali mk jatuh talak 3. ibu sdh tdk bs lg mnikah dgnya sblm ibu menikah lg dg pria lain dan sdh digauli lalu dicerai scr alami. talak yg lbh dr tiga adl dosa, krn mempermainkan hukum Allah. Wallahua’lam

  14. Assalamualaikum ustadz
    Saya telah berzina dg pacar saya dan saya menyesali itu.. Saya sudah shalat taubat (semoga Allah menerima taubat saya) dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saat ini saya masih berhubungan dg dia (masih sebagai pacar). Saya ingin sekali mengakhiri hubungan ini agar tidak terjadi hal2 seperti dulu tp sy masih bimbang . Dia mau menikahi sy setelah mendapatkan pekerjaan. Apakah saya harus menunggunya karena dia yg telah berzina dg saya. Jika harus berpisah dg dia, apakah ad yang mau menerima masa lalu saya. Apakah Allah akan memberikan jodoh yang baik kepada wanita yang trlah berzina sprti saya.. Mohon pencerahannya ustad

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Alhamdulillah. Saya bersyukur ketika ilham untuk bertaubat itu dijalankan.
      Bertaubatlah dengan taubatan nasuha. Hentikan pula pacaran, karena bagian dari taubatan nashuha adl menghentikan pacaran.
      Masalah suami, wanita bebas memilih calon suami.
      Jika lelaki tsb juga taubatan nashuhah (yg bs dilihat kesalihannya minimal selama setahun) maka dia bisa dipilih menjadi suami. Jika tdk taubat, lebih baik ditinggalkan.
      Sembunyikan aib ini. Sekali2 jangan diceritakan kepada siapapun. Jk mendapat calon suami yg baik, beliau tdk usah diberitahu.

      1. Assalmualaikum.
        Ustad.. Temen saya berzinah dengan kakak kandung nya sendiri dan si kakak hamil 1 bln, dan karna mereka takut ketahuan oleh suami si kakak ini, mka di gugurkan janin nya.
        Yg saya mw tanya apakah masih bisa di maaf kan perbuatan zinah sperti ini? Dan bagemana sangsi untuk kedua nya dgan cabang bayi umur 1 bln ini yg di gugur kan.
        Mohon penjelasanya pak ustad

      2. wa’alaikumussalamwarohmatullah. Astaghfirullah. berzina adl dosa besar. apalagi dengan mahram. keduanya wajib taubat dengan taubatan nasuha. bersedekahlah sebanyak yang dimampu, berpuasalah sebanyak yang dimampu, shalatlah sebanyak yang dimampu. janin yg mash berusaia kurang dr 40 hari msh boleh digugurkan. jk lebih dr itu mk sudah termasuk pembunuhan. jd dosanya dobel. dosa zina dan dosa membunuh nyawa. Wallahua’lam.

  15. assalamualaikum wrh wbr…..
    pa ustadz sblmnya saya mnta maaf saya mau curhat sedikit masalah anak.
    langsung saja pa ustadz kurang lebh tiga taun yang lalu saya bercerai dengan istri saya karena istri saya terbukti selingkuh dan sekarang anak ikut mantan istri saya.yang saya mau pertanyakan apa yang harus saya lakukan selaku orang tua terus terang saya khawatir dengan perkembangan anak saya karena dari kelurga mantan saya adalah keluarga yang keras dan masalah bab agama boleh di katakan nol karena hmpir ga pernah solat di samping itu tutur katanya jg kurang terjaga,saya mau ajak anak ikut saya tapi ga boleh,klwpun boleh saya jg khawatir dengan mental anak saya karena setiap kali saya ktmu mantan istri pasti ngajak ribut,ters terang selama ini mantan saya dendam dan selalu ngancam baik pada keluarga saya maupun dengan istri saya yang baru.

    pa ustadz dosakah saya bila membiarkan anak saya dalam keadaan seperti itu dan apalagi masalah akherat apa yang harus saya jawab bila nanti di minta pertanggung jawabanya di hadapan ALLOH SWT,,,,,,,,
    pa ustadz apa yang harus saya lakukan, tlng mnta pencerahanya… dan sblmnya trimakasih,

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Bapak, anak masih tetap menjadi tanggungjawab ayah, meski telah bercerai. Baik dr sisi nafkah, pendidikan dll sampai anak tersebut menjadi baligh. Krn itu, meski tinggal bersama ibunya, jangan lupa untuk selalu memberi nafkah kepadanya dan berbuat baik kepadanya. Jk pakai hukum formal, bisa diperjuangkan hak asuh anak melalui pengadilan. Jk tdk mau lewat jalan itu, maka solusianya adl melakukan pendekatan ke anak, sehingga anak dg sendirinya ingin tinggal bersama ayah. Wallahua’lam

  16. Assalamualaikum.ust sy mau bertanya..ada sepasang suami istri yg telah menikah…namun si suami tsb pernah melakukan hub.intim dengan mantan pacary dlu sblm mnikah dg wanita selain mantan pacary. pertanyaanya
    1. Siapakah yg akn menjadi pendampingy di syurga??apakah mantan pacary ataukah dg istrinya yg sekarang..? Secara yg sudah di renggu kehormatannya adl mantan pacary.
    2. apakah hubungan pernikahan mereka di ridloi oleh allah sementara sblm menikah istrinya mengetahui bahwa suaminya sering berhubungan intim dg mantan pacary dlu.. n istrinyapun merasa kecewa krn slma ini dia sllu mnjga kehormatannya dlu..

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah.
      1.menurutr riwayat, hanya jika sesama shalih saja mk di akhrirat bisa berkumpul lagi di surga. jika sama2 shalih, maka wnt akan menikah dg suami yg paling baik akhlaknya dan yg paling terakhir
      2.pernikahan diridhai jk mengikuti wahyu ALlah. masa lalu jika ditaubati mk Allah akan mengampuni, jk tdk ditaubati mk pernikahan bs mendapatkan kesusahan. Wallahua’lam.

      1. Owh klo bgt trimakasih ustadz.. mudah2an ini bisa bermanfaat n di jadikn pwmbelajaran buat keduanya..aamiin

      2. Assalammualaikum udztad..
        Saya punya teman kuliah,dia pernah cerita dengan saya tentang msalahnya,dia bingung bagaimana cara mencari solusi terbaik dr mslahnya tersebut. Ceritanya begini,dia sudah lama berpacaran dengan kekasihnya itu dan sudah pernah melakukan zina berkali kali belum menikah dikarenakan bnyak pertimbangan dan akan menikah 2tahun lagi,nah ditengah hubungan mreka tman saya itu kenal dengan pria lain karena merasa kecewa karena kekasihnya selalu menunda waktu pernikahan mreka,pria tersebut sangat ingin menikahinya meskipun dia tahu status tman saya yg sudah pernah mlkukan zina dg kekasihnya,dan pria itu tetap ingan mnikahinya,yg jadi mslahnya pria itu sudah punya istri namun teman saya juga pernah satu kali dizinahi oleh pria beristri tersebut dengan alasan supaya teman saya ingin menikah dengannya dan dia sanggup menafkahi dua orang istri,tapi pak udztad teman saya bingung dikarenakan dia tidak ingin merusak rumah tangga pria itu meskipun dia juga mencintainya,apakah dia harus mengakhiri hubungannya denga pria beristri tersebut dan kembali dengan kekasihnya yg masih mau menerimanya dan akan menikahinya? Tolong pak gimana solusinya.

      3. wa’alaikumussalam warohmatullah.
        wajib bertaubat dg taubatan nashuha dr perzinaan. zina adl dosa besar, jk diremehkan dikhawatirkan bencana dan kesusahan besar akan menimpa.
        poligami sebenarnya mubah, namun mlhat proses awal yg didahului zina, sy tdk merekomendasikan lelaki seperti itu tuk jd suami.
        jd tinggalkan sj. klo diteruskn bs dianggap perusak rumah tangga orng.
        wallahua’lam.

  17. pa ustadz saya mau tanya, saya pnya kaka yg pernah berzina. keluarga laki” nya mau bertanggung jawab tapi si laki-laki nya seperti yang tidak mau bertanggung jawab, dan laki-laki itu belum mempunyai kerja, saya khawatir akan rumah tangga kaka saya nantinya.
    sedangkan saya sudah ngasih tau ke orang tua saya,seperti ini = “mah, dalam agama islam itu seorang yg sudah berzina tidak apa-apa kalau dia tidak mau menikah dengan seorang yg sudah men-zina-hi nya, asalkan seorang yg berzina itu menyesali perbuatannya dan segera bertaubat” (salahkah saya ngomong seperti itu ?! )

    .tapi orang tua saya mau tak mau ingin menikahi kaka saya karena ini aib keluarga dan takut kalau kaka saya tidak menikah apakah nanti ada yang mau dengan kaka saya (ke khawatiran orang tua)

    .dan satu lagi, laki-laki itu di usahain oleh orang tua saya untuk masuk kerja, tapi laki-laki itu malah tidak mengusahakan nya, dan pekerjaan itu pun lenyap sudah. (belum menikah sudah gitu, apalagi sudah menikah. sya takutnya dia tidak bertanggung jawab).

    solusinya gimana pa ustadz?

    1. yah seperti dilema memang. Semua akhirnya tergantung wanita. beliau inginnya menikah dg siapa. Perkataan panjenengan ke orang tua memang benar. tdk wajib orng menikah dg yang menzinahinya. jk keduanya bertaubat lalu menikah, mk itu lebih baik. namun jk lelaki tdk bertaubat, sy setuju jk wanita menikah dg lelaki yg shalih sj. lelaki shalih tdk akan mengungkit2 masa lalu. Insya Allah.

      1. terima kasih pa ustadz

      2. pa ustadz kalau ke dua nya tidak bertaubat tapi melangsungkan pernikahan, apakah nanti rumah tangga nya tidak akan tentram/ kurang rezeki nya? apakah ada hukum nya ?

      3. sy khawatir demikian. Bukan hanya tidak tentram, seret rizki, tp bs juga anak2 yg binal, susah diatur, dan ahli maksiat.

  18. Assalamu’alaikum ustadz sya ingin brtnya sya prnh berzina dng pcr sya dan saya sangat menyesal saya mengakhiri pcrn sya dan dy sudah taubat nasuha dy ingin menikahi sya tpy sya rgu tkut pernkhn kta tdk sah sya ingin menjauhi dy krna tdk ingn ingat msa lalu sya sma dy tpy ortu sya udah ska bgd sma dy smpai ortu sya blg klw sya nda sma dy sya durhaka sma ibu tpy kakak sya kurang ska sma dy menurut kk sya dy nda sholeh
    krna orang tua ingin sya menikah dgn dy scpt y stlh thn dpn kk sya menikah tlg jawaban dan nasehat y ustadz

    1. Wa’alaikumussalam waroohmatullah. Jika sudah sama2 taubat nasuha, maka lebih baik memang menikah. tetapi tidak wajib. lelaki bebas memilih. Wanita jugta bebas menolak.

  19. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
    ustad saya mau bertanya, dulu saya pernah berzina dengan pacar – pacar saya, dan saya pun sudah putus dengan mereka semua bahkan tidak ada kontak sama skali. Dan sekarang saya sudah memiliki pacar yang sangat baik dan benar2 membuat saya tahu arti dari cinta sesungguhnya.
    namun dulu diawal kami pacaran saya sempat beberapa kali melakukan hal tidak senonok (namun tidak sampai merengguh kesucian dia) pada pacar saya ini sampai akhirnya saya menyesal dan benar2 bertaubat dan tidak ingin mengulanginya lagi.
    namun ditengah pertaubatan ini (sudah berjalan 1 tahun bertaubat), pacar saya semakin lama semakin ragu kepada saya, namun saya benar2 ingin menikahi dia setelah semua yang sudah kita lalui bersama dan saya sudah menunjukkan pertaubatan saya selama kurang lebih 1 tahun belakangan ini dengan alasan :
    1. dia takut kalau pernikahan kami tidak sah karena saya dulu pernah berzina
    2. dia takut anak2 kami nanti mengikuti jejak masa lalu saya

    yang mau saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan ustad?
    bagaimana cara untuk mengurangi keraguan calon istri saya ini akan hal – hal diatas.

    jika semuanya lancar, saya berencana ingin melamar dia kurang dari 1 tahun lagi.
    mohon pencerahanya ustad

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Semua kembali pada taubat. Jika taubatnya sungguh2 niscaya akan ditolong dlm kebaikan.
      Saya menasehati agar pacaran ditinggalkan. Krn pacaran bukanlah jalan yang suci untuk memperoleh istri.
      Lelaki harus mnghargai wanita sebagaimana menghargai ibunya sendiri.
      Taubatlah sungguh2. Tinggalkan pacaran sebgaian bagian dari taubat.
      Jk Allah tahu bhw taubatnya sungguh2, Insya Allah akan diberi istri yg baik. Jk dia memang baik mk dialah yg akan jdi istri dg caraNya. Jk tdk, maka akan digantikan yg lbh baik Insya Allah.

      Wallahua’lam

  20. Assallamu’allaykm wr wb
    ustad yang mau saya tanyakan bagaimana hukum wanita yang tidak jujur kepada calon suaminya bahwa dia pernah berzina ???.

    dengan alasan tidak boleh membuka aib di masa lalu apabila dia telah berzina kepada calon suaminya/orang yang hendak menikahinya.. .dan dilandaskan pada hadits berikut

    “Setiap umatku akan diampuni kecuali orang yang melakukan jahr. Di antara bentuk melakukan jahradalah seseorang di malam hari melakukan maksiat, namun di pagi harinya –padahal telah Allah tutupi-, ia sendiri yang bercerita, “Wahai fulan, aku semalam telah melakukan maksiat ini dan itu.” Padahal semalam Allah telah tutupi maksiat yang ia lakukan, namun di pagi harinya ia sendiri yang membuka ‘aib-‘aibnya yang telah Allah tutup. (HR. Bukhori No. 6069 dan Muslim 2990 dari Abu Hurairoh Radhiyallahu’ anhu )

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Wanita yg telah berzina, kemudian bertaubat dan perzinaannya tdk diketahui umum memang tdk boleh menceritakan maksiat tsb kpd orng lain. Orng lain juga tdk boleh mengorek aib tsb. Diriwayatkan Umar pernah ditanya oleh seorang ayah yg anak wanitanya berzina, kemudian bertaubat kemudian wnt tsb dilamar lelaki. Ayah tsb bertanya apakah perzinaannya perlu diceritakan kpd lelaki pelamar itu, ternyata umar marah dan melarangnya. Wallahua’lam

  21. Assalammualaikum Wr. Wb pak Ustadz
    Maaf saya bercerita masalah yang rumit ini menurut saya.
    Saya seorang pria pernah melakukan zina dengan mantan pacar saya, dan saya menyesali itu semua.
    saya putuskan dia sebagai pacar karena saya ingin berhenti melakukan itu, saya rasa dia juga bukan terbaik buat saya karena perilaku dia, rasa sayang saya ke dia juga hilang karena jujur saya menemukan wanita yang sudah lama cocok sebagai istri menurut saya. Saya ingin bertobat nasuha dan saya ingin menjadi orang yang lebih baik lagi.

    Tapi mantan saya meminta balik pacaran dan saya harus menikahi dia, jujur saya tidak bisa menikahi atau balik pacaran bersama dia, karena beberapa alasan tadi, dan menurut saya dia berbohong telah melakukan zina itu pertama kali dengan saya, alasan saya merasakan itu karena, maaf baru kita 1 bulan pacaran, kita sudah bisa melakukan itu, dan dengan mudah nya melakukan itu, padahal saya tidak berjanji apa pun dengannya.

    Saya memang bukan pria yang baik lari dari tanggung jawab atau pun apa itu, tapi saya tidak mau menyakiti dia lebih dalam lagi, kalau saya menikahi dia pun, saya merasa tersiksa karena tidak bisa menerima dia, otomatis saya juga tidak bisa memberikan nafkah lahir batin. Menurut saya apa perbuatan yang dilakukan atas dasar terpaksa tidak akan berjalan dengan baik. Memang saya egois dan mau menang sendiri, tapi saya tidak mau menghacurkan dia lebih lagi.
    Dia mengancam segala hal ustadz, jujur kadang saya berpikir biar nama saya jelek, orang benci saya, tidak apa, asalkan saya bisa berbuat baik dengan ikhlas tidak terpaksa,dan bisa jadi orang yang patuh terhadap Allah.
    saya bingung harus bagaimana ini?

    Jujura saya sudah tidak mau aneh2 lagi, saya juga punya nazar untuk masalah ini.
    tolong pencerhannya ustadz?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Bertaubat nasuha dari zina adl menjauh dr segala hal yang mendekatkan diri padanya, termasuk pacaran.
      Pacaran bukanlah jalan yang suci untuk memperoleh pasangan hidup.
      Pasangan bukan jalan yg ditempuh para Nabi, rasul, shahabat, dan orang2 shalih untuk memperoleh pasangan hidup.
      Jadi tinggalkan pacaran, meski dengan maksud menikahi.
      Jk mau menikah, tdk perlu pacaran, tp cukup kenal wnt itu dg baik melalui orng2 sekitarnya dan persaksian perilakunya dr orng2 yg dikenalnya lalu lamarlah.

      Untuk wanita mantan pacar anda, katakan:
      Mari bertaubat nasuha dan berusaha menjadi hamba Allah yg shalih.
      Jk memang engkau memang baik untukku, pasti Allah akan mencondongkan hati kita satu sama lain dan kita akan menikah. Tp jk tdk, dengan cara apapun kita tdk akan bs bersatu.

      1. Makasih ustadz buat pencerhannya, tetapi dia meminta status kejelasan? Dan saya bilang saya tidak lari kemana mana, saya tetap ada, tapi dia memaksa untuk pacaran atau ta’ aruf, dia meminta ketemu untuk jalan2 tapi saya terus menghindar, karena saya belom siap dan tidak mau itu.

        Menurut dia, taubat bisa diterima jika kita menikah? Apakah benar ustadz itu jalan2 satunya, walaupun terpaksa dalam kondisi apa pun?

        Dia pikir saya putus untuk membuang dia, padahal saya tidak berniat seperti itu, saya hanya ingin kita jadi teman baik, dan jika suatu saat kami dipersatukan saya pasti terima, tapi saya harap dia juga bisa lepas dari saya, tapi dia pikir, saya saja menolak apalagi orang lain. Saya bilang saya bukan menolak tapi saya mencoba menerima dia tapi belom bisa, saya takut lebih menyakitinya, tapi dia tidak bisa menerimanya.

        Dia terus menekan saya, apakah sikap yang baik menurut ustadz yang bisa saya lakukan untuk saat ini?

        Terima kasih atas waktunya pak udtadz

  22. Assalammualaikum Wr. Wb pak Ustadz
    trima kasih pembahasannya banyak sekali ilmu yg saya dapat dari topik ini pak…
    karena jujur pak ustad..saya pernah mengalami apa yg saudara Ari alami..
    dan klo boleh saya sedikit bertanya pak ustad…
    saya dan pacar saya ingin memperbaiki kesalahan kita yg dulu pernah kita alami…dengan menikah..pak tetapi yg menjadi kendala pada saat ini blum ada nya restu dari orng tua pihak wanita dan terkendalanya biaya apakah Allah masih membukakan jalan yg terbaik pak ustad..untuk kita berdua?
    apakah niat saya benar pak ustad bertanggung jawab dengan menikahi pacar saya, ?

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah. Seharusnya memang segera menikah, bukan pacaran. bertaubatlah sungguh2 dengan meninggalkan semua kemaksiatan. Jika taubatnya sungguh pasti Allah akan menolong niat baik. Wallahua’lam.

  23. Assalamualaikum Wr Wb,..
    Begini pak ustad, saya punya teman yang masa lalunya kurang baik, (KACAU)
    dia, pernah berbuat ML (making love) dengan pacar”nya, yg lalu lebih dari 1 kali, selama 3 tahun, dia melakukan zina itu, dengan pasangan yang berbeda”, miris memang seperti pelacur.

    lalu 2 tahun yg lalu dia, masuk pesantern dengan tujuan ingin bertaubat, ..

    yang jadi pertanyaan saya adalah,:

    1.hukumnya Haram / Tidak jika Dia, di nikahi, ..?/?

    2.Bagaimana Saya menerima ini semua, karena saya ada rencana ingin melamarnya, ..?

    3.(sbelumnya saya minta maaf) yg namanya lebih dari 1x itu kan doyan yah, pak ustad..??

    TOLONG PAK USTAD. SOLUSINYA /BAGAIMANA BAIKNYA ..

    TERIMA KASIH

    Assalamualaikum Wr Wb,..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      1.tdk haram
      2.Jk dia bertaubat sungguh2 sy kira tdk maslah menikahinya. Orng punya masa lalu. Banyak shahabat Nabi yg punya masa lalu yg buruk. Kita tdk boleh membenci orng krn masa lalunya sementara sekrng sdh menjadi baik.
      3.kadang orng bermaksiat memang sampai berkali2. Orng yg pernah berzina memang berbahaya. Tp jk taubat sungguh2, mk semua kebiasaan akan ditinggalkan. Standarnya; lihat selama setahun, jk perilakunya baik dalam waktu minimal setahun, maka insya Allah perilakunya akan baik. Wallahua’lam

      1. Alhamdulilah, sudah 2 tahun lebih ini. perilakunya baik. semoga saja menjadi lebih baik lagi. Amin, ..

  24. Assallamu’allaykm wr wb

    Pak ustadz mohon dapat diberikan masukkan untuk masalah saya. saya adalah seorang suami, namun dalam perjalanan rumah tangga saya melakukan zina dengan wanita lain. sebenarnya saya masih sayang dengan istri saya, dan saya ingin bertobat dengan sungguh-sungguh demi istri dan anak saya. Pertanyaan saya
    1. Apakah pernikahan saya denganistri saya masih sah?
    2. Apakah haram hukumnya jika saya masih berhubungan badan dengan istri saya?
    3. Apakah secara hukum islam kami telah diceraikan dengan paksa karena salah satu psangannya melakukan zinah?
    4. Apakah yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya?

    Terima kasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      1.masih sah
      2.Tidak haram
      3.Tidak ada ketentuan dan keharusan perceraian paksa.
      4.Taubatan nasuha. Krn yg paling berbahaya saat bapak melakukan zina adl Allah murka, kemudian bapak diberi bencana dan kesusahan yg bs menguras air mata.
      Bersegeralah bertaubat. Tinggalkan wanita tsb, jangan berhubungan lg dengannya. Bergaullah dg orng2 shalih. Ikutlah pengajian2 Islam yang mengajarkan rasa takut dan rasa cinta kepada Allah dan RasulNya.

  25. assalamualaikum ustad,..dlu sya lum nikah pcran ama calon saya yg dah g perawan krn dprawani mantan tunanganya trz bubar,.stlh ito sya mencintai wanita ito dan q pun tak kontrol nafsuku smpe hub.intim sampe 10x itopun ada waktu didalam bulan suci rmadhan pd malam hari ,smpe wanita ito paginya g puasa krn g mandi junub krn takud sakit,.q lakukan trakhr sminggu lum nikah,.akhirnya kami nikah dan brumah tangga,8 bulan kmudian istriku hamil..ptyaanya,haramkah pnikahan kami dan dptkah di ampuni dosaku apalgi hubungan ito kami lakukan ada yg dibulan suci,kami sungguh sngt menyesal dan byangan dosa slalu mgejar dikala dzikir dan ibdah ,kami hrz gmana ustad..q ingin taw artinya arrohman arrohim ito,sukron,wassalamualaikum

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Zina adl dosa, bahkan dosa besar. Apalagi dilakukan di bulan ramadhan. Sy tdk bs membayangkan jk Allah murka, dengan siksa dan bencana apa yg akan dijatuhkan.
      Namun di sisi yg lain, Allah maha pengampun lg Maha penyayang.
      Waspadalah.
      Tdk diberi bencana, dan diberi kesmpatan taubat adl diantara kasih sayang Allah yg Rohman dan rohim. Jk kesempatan ini disia2akan, maka bencana dan kesusahan bs mengancam…
      Pernikahannya tdk haram, dan Allah akan mengampuni asalkajn taubatnya sungguh2. Biasrkan ketakutan itu terus ada dalam hati, jangan dihiulangkan. Krn rasa takut itulah yg mmebuat ada harapan besar dosa akan diampuni. Wallahua’lam

  26. assalamualaikum ust
    mohon pencerahan dari ust…
    saya sudah menikah selama 5tahun, dikarunia 2 orang anak perempuan dan laki-laki
    sebelum saya menikahi istri saya, saya sudah tahu bahwa banyak lelaki yang dekat dengan dia, tetapi pa ust selama pernikahan kami, istri saya sering kali bercerita tentang masa lalunya, saya sudah memberitahukannya bawhwa hal tersebut sangatlah tidak pantas…. terus terang sya merasa tidak dihargai.. sampai satu saat secara tidak sengaja saya melihat chatingan istri saya dengan mantan pcarnya yang ternyata dia pernah melakukan perzinahan, di suatu tempat di anyer, sungguh hancur hidup saya mengetahui hal itu.. dan sampai sekarang istri saya tidak pernah meminta maaf kepada sya tentang kejadian itu…
    pertannyaan saya
    1. apa yang saya harus lakukan, ustad pasti tahu perasaan laki-laki…
    2. salahkah kalau saya meninggalkan istri saya ?
    3. mengapa hal seperni ini harus saya alami ustad.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      1. Jika mencerai lebih menjaga agama, mk tdk apap2. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah merekomendasikan cerai kpd suami yg istrinya tdk menolak sentuhan lelaki lain. Jk mau membimbing dan menganjurkan taubat, maka itu juga baik.
      2. Tidak salah, tapi tetap hrs bertanggungjawab menafkahi anak2.
      3. Mungkin untuk menghapus dosa2 bapak yg hanya bapak dan Allah sj yg tahu.

  27. ustad. ane mau tanya nih.
    dulu sblm nikah, ane sempat pacaran.. model pacaranya biasa seperti anak muda jam skg, misalkan pegang2, peluk2, cium2 dll, tetapi tidak bersetubuh.

    akhirnya kami menikah. saat itu saya ingin segera mengakhiri masa pacaran karena sblm menikah, saya mulai belajar agama dan sangat risih dengan pacaran ini. berkali-kali saya bertobat, tetapi tidak kuat, akhirnya meneruskan pacaran lagi.

    niat saya menikah cuma 1 : menyucikan diri dan menghentikan perzinaan ini.
    setelah menikah, saya meminta kepada istri untuk bertobat bersama-sama. tobat karena dl pacara dan melakukan perzinaan.

    yg saya tanyakan, apakah pernikahan saya sah? jika tidak, apa yang harus sy lakukan. saat ini saya takut sekali.

    terimaksih atas jawabannya

    1. jk sdh bertaubat dg taubatan nasuha, maka bergembiralah. Mudah2an Allah mengampuni segala dosa. terkait pernikahannya maka tetap sah. Wallahua’lam.

  28. Assalamualaikum Pa ustadz.
    Terimakasih sebelumnya atas artikel ini, sangat bermanfaat.
    dan masih ada yang ingin saya tanyakan.
    pada saat saya kelas 3 smp, atau 4tahun yang lalu, iman saya benar-benar tergoda , saya pernah melakukan zina 2x dengan mantan pacar saya. dan otomatis saya sudah tidak perawan lagi.
    saya mengetahui dosa saya , dan saya tau untuk menghapus dosa saya ini saya harus mencambuk tubuh saya.
    dan sampai saat ini sya belum melakukan itu. tapi sejak kejadian zina itu, saya bertaubat tidak pernah melakukannya lagi, bahkan saya merasa pribadi saya jauh lebih baik sekarang, mulai dari berkerudung yang baik, berpakaian, beribadah, dll. saya berfikir, jika saya tidak bisa melakukan hukuman cambuk, saya berusaha untuk menebus dosa saya itu dengan pahala yang jauh lebih banyak dan pastinya dengan bertaubat. Dan saya ingin menjadi seorang wanita yang baik untuk suami saya kelak.

    kalau begitu bagaimana hukumnya? apakah di perbolehkan? jika tidak, saya harus bagai mana?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
      Hukum asal bertaubat adl diam2 dan sembunyi2. Jk Allah telah menutupi aib tersebut, maka jangan pernah membukanya kepada siappun termasuk suaminya kelak. Untuk hukuman mencambuk, yang melaksanakan hanyalah pemerintah islam. Tidak boleh dilakukan sendiri. Jika sudah taubatan nasuha, bergembiralah. Mudah2an Allah menerima taubatnya. Wallahua’lam

  29. Pacar saya mengakui sudah pernah berhubungan intim ustad 3 tahun lalu.. Saya laki-laki… Apa yang harus saya lakukan ? Apa tidak apa-apa kalo melanjutkan dan saya berncana menikahinya ? Terima kasih ustadz

    1. tidak apa2. Tp wajib taubat nasuha. Wallahua’lam.

  30. Dia sudah bertaubat ustadz… Dia melakukan itu cuman sama pacar pertamanya. Saat dia masih umur 17… Dan dia mengakui sangat menyesal, selalu marah kalo saya bertanya soal itu. Dan saat ini aku sudah berkeputusan melanjutkannya. Karena aku sayang dia dan keluarganya. Karena اَللّهُ sudah memberikan jalan ini, maka saya akan menjalaninya. Saya merasa orang tersabar, walaupun ini berat. Terima kasih ustadz.

  31. assalamualaikum ustad.
    Jujur saya sangat menyesal ustad dan menangis setiap mengingat hal ini saya telah menikah hampir 1,5tahun.3 minggu sebelum menikah saya telah berzina dengan calon suami saya dan saya tidak melakukan istibro krna tidak tau hukumnya.1 minggu stlah menikah saya hamil dan 8 bulan kmudian saya melahirkan.bagaimana status anak saya ustadz?sedangkan diluar sana banyak skali perbedaan pendapat yg membuat saya smakin bingung dan ragu..
    Apakah wajib menikah ulang?
    Terimakasih saya mohon pencerahannya.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Anaknya sah sebagai anak, dan tetap nasabnya kepada ayahnya. Pernikahannya fasid, sehingga perlu diulang lagi agar menjadi sah. Wallahua’lam

  32. Assalamualaikum pak ustad,
    saya sudah perpacaran dengan mantan pacar saya 4taun lebih dan saya sudah pernah berzinah dengan dia dan dia pun berjanji 10 tahun lagi akan menikahi saya, saya sering sekali putus nyambung dengan dia saya sebenarnya tidak ingin melakukan perzinahan saya sadar dan akhirnya saya memutuskan untuk solat taubat, dan saya pun memutuskan u/ putus dengan mantan pacar sy dengan alasan sy tidak ingin berbuat zinah lagi tetapi pacar saya kekeh tidak mau putus dengan sy dan kurang lebih 3 minggu yang lalu dia akhirnya sadar & ingin solat taubat dia ingin sy yang menjadi istrinya nanti karna sy bisa merubah dia. tp perasaan cinta dan syg saya ke dia sudah ilang begitu saja benar-benar sudah hilang tidak bisa balik seperti dulu, saya juga sempat solat istikhoroh dan saya meminta petunjuk lebih baik putus atau lanjut, tp hati saya lebih milih u/putus dan mantan sy pun memberi 2 pilihan “lanjut atau putus dan dia bilang kalau putus apakah nanti calon suamimu menerima status mu karna km sudah tidak V lagi?” itu yang membuat saya bingung pak ustad.
    pertanyaan :
    1. apa yang harus sy lakukan? apakah sy harus terus bersama sama dia tp dengan rasa terpaksa? atau saya pergi meninggalkan dia? jika saya meninggalkan dia sy juga takut calon suami saya nanti tdk bisa menerima status V saya
    Mohon solusinya ustad saya sudah bingung sekali
    Terimakasih

    1. wa’alaikumussalam warohmatullah. jk tdk mantap hentikan. lalu mintalah pd Allah lelaki yg shalih. lelaki shalih tdk akan mempermasalahkan masa lalu wanita. tutup rapat2 aib tsb. jangan cerita kpd siapapun.

  33. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Ustad, saya wanita yg sedang bimbang.
    Swaktu pacaran, saya pernah berbuat zina, dn saya amat menyesali itu. Namun atas penyesalan itulah saya bertaubat dn telah berubah 180′ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ .
    Namun hari demi hari terasa berat bagi saya, karena makin saya mendalami ilmu agama, makin saya tau bahwa pacar saya bukanlah laki2 yg baik utk menjadi imam dlm keluarga.. Dia jarang ibadah, pemarah, selalu berburuk sangka, keras kepala, berkata kasar dn bnyk hal buruk lainnya.
    Selang bbrp bulan saya mengakhir hubungan, krn iapun tidak suka dgn perubahan saya yg selalu melibatkan Allah pada tiap hal.
    Ia datang meminta kembali padaku, namun aku tidak mau krn aku sudah tau kelakuan2nya.
    Ia kerap mengancam utk membuka aib itu kepada org tua saya.
    Dan akhirnya hal itu terjadi…
    Saya sangat terpukul menyaksikan kekecewan org tua saya, sampai akhirnya saya memohon pada mantan pacar saya untuk bilang itu tak benar.
    Dan ia lakukan.
    Kembali org tua saya lega.
    Skrg kembali lg ia mengancam akan membongkar kebenaran itu kembali kepada org tua saya, yg artinya akan kembali menyakiti hati mereka.. Jika saya menolak menikah dengannya.
    Semakin saya mendekat dn minta petunjuk dari اللَّه , semakin saya yakin bahwa ia tidak baik untk saya jadikan suami.
    Saya bingung ustad, saya pasrah pada اللَّه krn semua ini karena dosa besar saya.
    Namun sayapun tidak ingin lagi menyakiti hati org tua, takut tidak dapat ridhonya dunia akhirat..
    Org tuapun sudah tidak lagi merestui hubungan kami, begitupun dengan saya yg sudah yakin tidak mau dgnnya.
    Krn saya ingin dijalan Allah.

    Banyak pengertian yang saya utarakan kepada dia utk tidak sekali2 lagi membuka aib, krn kewajiban muslim menyembunyikan aib sendiri apalagi aib org lain, juga tidak baik menikah atas dasar restu org tua yg terpaksa.
    Disini saya terbebani secara batin krn selalu diancam, aplg jika tidak mau mengikuti keingiinannya.

    Mohon solusinya..
    Afwan ustad, terlalu panajng curhatannya.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
      Sy sarankan hentikan pacaran. Putus kontak dg pria tsb. Biarkan siapapun berteriak sesukanya. Mbak fokus mensucikan diri. Tdk usah banyak bicara. Jk Allah tahu ,mba berusaha bertaubat dan mensucikan diri, maka Allah nanti yg akan membela. Ortu sendiri juga akan dibuat bs menerima dan ridha. Mintalah kpd Allah lelaki yg shalih. Insya Allah diberi jk mintanya sungguh2.

      1. Mohon doanya pak ustadz agar semua berakhir dengan baik..
        Rencana saya ingin cerita pda bapak saya, mudah2an beliau ditenangkan, paham dn diikhlaskan hatinya atas kejujuran saya.

        Saya khawatir jk beliau tau dr mantan pcr sya, beliau lebih shock.

        Mohon bantuan doanya ustad.
        Jazzakallah atas saran pak ustadz, semoga Allah melimpahkan kebaikan di dunia dan Akhirat utk pak ustadz dan keluarga. Allahumma aamiinn

  34. Assalam , ada seorang teman saya pernah berzina dg kekasihnya , lebih dr 1 kali. skrg udah putus tpi msh berhubungn (sms, fb, tlpn, bbm) . cowonya mau menikahinya tapi masih lama, stlh dy lulus. skrg dy tingkat 3 kuliahnya. tmn saya tngkt 2. minta nikah ma ortu malah dicurigai pernah melakukan ssuatu.
    cwenya udah sadar dan gamau berkhalwat (sms, tlpn, dll) tapi cowonya punya foto senonok si cewek , jadi intinya cweny diancam.

    pertanyaannya, apa yang harus dilakukan tmn saya, apakah membongkarnya k ortu? ortunya pnya darah tinggi, bsa struk kalau ada berita yang mengagetkan
    pertanyaan kedua adalah , gmana cara mengahdapi si cowo yang mengancam menyebarkan foto dan video2 nya>

    makasiiih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
      Sy sarankan hentikan pacaran. Putus kontak dg pria tsb. Biarkan siapapun berteriak sesukanya. fokuslah mensucikan diri. Tdk usah banyak bicara. Jk Allah tahu ,seorang hamba berusaha bertaubat dan mensucikan diri, maka Allah nanti yg akan membela. Ortu sendiri juga akan dibuat bs menerima dan ridha. Mintalah kpd Allah lelaki yg shalih. Insya Allah diberi jk mintanya sungguh2.

  35. Assalamualaikum warahmatullahwabarakatuh.
    Pa saya mau bertanya tentang bahasan di atas.
    Langsung aja pa inti nya sekarang saya mau menikah namun calon istri saya sudah pernah berzina dgn mantan pacarnya dan ibunya sudah mengetahuinya.
    Saya pun terima kenyataan ini namun saya tak mampu utk memberi tau ibu saya karena saya takut ibu tak menerima kenyataan ini.
    Apakah saya berdosa tidak memberi tau ibu saya tentang keperwanan calon istri saya.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
      Justru wajib tuk menutupi. Krn aib muslim/muslimah tdk boleh disebar2kn untuk menjaga kehormatannya.
      Orng bersalah punya hak untuk mendapkan kesempatan memperbaiki diri. Bukan malah dihancurkan. Wallahua’lam

  36. Assalamualaikum warahmatullahwabarakatuh.
    Pa saya mau bertanya tentang bahasan di atas.
    Langsung aja pa inti nya sekarang saya mau menikah namun calon istri saya sudah pernah berzina dgn mantan pacarnya dan ibunya sudah mengetahuinya.
    Saya pun terima kenyataan ini namun saya tak mampu utk memberi tau ibu saya karena saya takut ibu tak menerima kenyataan ini.
    Apakah saya berdosa tidak memberi tau ibu saya tentang keperwanan calon istri saya.
    Mohon penjelasannya pa ustadz biar saya bisa membina rumah tangga yang baik.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
      Justru wajib tuk menutupi. Krn aib muslim/muslimah tdk boleh disebar2kn untuk menjaga kehormatannya.
      Orng bersalah punya hak untuk mendapkan kesempatan memperbaiki diri. Bukan malah dihancurkan. Wallahua’lam

  37. Assalamualaikum warahmatullalahi wabarakatu..
    Bagaimana sekiranya saya ingin menikahi seorang wanita yang pernah melakukan zina dengan orang lain…apakah sah pernikahan kami ini menurut hukum dan tolong bagi saranan nya pak ustad…

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.sah, tapi makruh.
      jk wanita tsb taubat, maka sah tanpa ada kemakruhan. Wallahua’lam.

  38. Pak ustadtz gimana seharusnya anak perempuan yang belum menikah jaga kehormatannya

    1. Tutup aurot dengan sempurna, jangan berpakaian menggoda. Tidak usah foto2 selfie/narsis apalagi di sebarkan di media sosial. Keluar rumah saat perlu saja. Interaksi dg lelaki jika ada perlu saja. Jangan pacaran. Jk pergi jauh, usahakan jangan sendiri tp ditemani kerabat lelaki yg bs menjaga kehormatan.

  39. Sy pria yg sudah beristri dikaruniai 2 anak. Kemudian sy tergoda oleh seorg gadis yg tadinya hanya sekedar menasehati tetapi kami malah kebablasan untuk saling jatuh cinta. Lalu kami melakukan zina. kami menyesali prbuatan itu. lalu kami inisiatif bertobat dn menikah (poligami). pertanyaannya bgm pendapat secara islam jika:
    1. Sy belum yakin bs brpoligami krn kemampuan sy secara ekonomi masih sulit dgn banyaknya utang
    2. Kami takut dgn dosa2, sehingga sy khwatir gadis tsb malah bs parah keadaannya (zina dgn org lain) jk sy tdk menikahinya.
    3. jika sy tetap ingin brpoligami langkah apa yg trbaik agar klg sy (Istri & anak) tetap menerima keptusan sy.
    4. bgm menjelaskn kpd keluarga kami, baik saya dan gadis tsb.
    trimakasih banyak ust.

    1. Pologami mubah dlm islam. Tapi citra poligami dlm islam jd rusak, buruk dan bahkan hancur gara2 lelaki yg lemah ngotot berpoligami.
      Poligami boleh tp lelaki hrs kuat. Kuat ilmunya, kuat mentalnya, kuat agamanya.
      Sy memandang bpk belum kuat untuk poligami dg melihat keterjerumusan dlm zina tsb.
      Jk memaksa, mk bisa2 bapak menambah masalah yg bisa semakin meruwetkan kehidupan keluarga bahkan bs menghancurkan hidup bapak juga anak2 bapak.
      Kekhawatiran terhadap dosa hrs dilanjutkan dg taubatan nasuha. Wnt juga wajib taubatan nasuha. Bapak lemah, sebagaimana gadis itu jauh lebih lemah lg.
      Saran saya; putus interaksi /kontak/hubungan dg gadis tersebut, lalu masing2 taubat nasuha. Masing2 wajib menutup aibnya.
      Jk agama setelah taubat menjadi baik, lalu bapak menjadi “kuat” sebagaimana gadis tersebut juga menjadi “kuat” maka baru bisa dipertimbangkan poligami.

  40. Assalamu’alaykum
    pak ustad ini crita kelam saya, saat itu sy brzina dg 1wanita dan dia hamil kmudian mnikah wkt hamil dg org lain dan akadnya diulang lagi ketika anak dr hubungan zina kami lahir, suami serta keluarganya setuju untuk akad lg..
    Dan setelah dia sah dg suaminya qt melakukan hubungan itu lagi, sy baca diatas mnyebutkan aib ini tidak perlu dikatakan pada siapapun asal ditaubati nasuha?apa benar?
    Kemudian, sy punya pcr lagi yg lain,lalu berzina dan hamil ktka itu kita berhasil menggugurkan kandungannya yg brumur 2bln dan sya msh merasa d kandunganx msh tersisa blm bersih(tdk dicek medis/usg)
    disisi lain org tua saya sdh menjodohkan sy dg org lain,bgmana sy harus bersikap? Sy tggalkan pcr sy atau tdk?krena sy merasa ada tanggungan yg blm tuntas dg pcr sya ini..
    Mohon pencerahannya..

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Takutlah kpd Allah. Sesunguhnya Allah amat keras siksanya.
      Dosa yang terus dilakukan secara sadar akan membuat Allah murka dan bisa membuat seorang hamba dibinasakan secara tiba2.
      Tinggalkan pacaran, krn pacaran bukan jalan yg suci untuk memperoleh istri.
      Tinggalkan zina, krn zina adl seburuk2 cara bersenang2 dengan wanita.
      Setiap jiwa yg pernah dibunuh, maka di akhirat dia akan menuntut darah dan menjadi saksi atas pembunuhan tsb.
      Taubatlah dg taubatan nasuha. Tinggalkan semua teman buruk. Perbaiki diri minimal satu tahun hijriah. Setelah itu barulah berfikir mencari istri.

  41. ass.pak ustad.langsung aja pak…apa pendapat bapak dan hukum nya menikahi wanita yang sedang hamil muda..hamil kerena perbuatan orang lain…( contohnya ) bukan saya yg menghamili wanita tersebut..tapi saya bersedia menikah dengan dia,tapi saya sudah beristri,tolongya pak ustad yg di muliakan allah swt…

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Wanita yg hamil tdk boleh dinikahi sebelum melahirkan anaknya. Setelah lahir, baru boleh dinikahi. Wallahua’lam

  42. Assalamualaikum ustad…
    Saya mau menceritakan masalah teman saya. Ceritanya dia telah melakukan perbuatan zina dgn pacarnya. Tp belom sampai bersetubuh. Dia bs melakukan itu karena sang pacar berjanji akan menikahinya.
    Tp kemudian hub mreka merenggang dan si cow tidak mau bertanggung jawab menikahinya. Tetapi si cew tetep kekeh minta dinikahi karna cow itu yg sudah melihan dan menyentuk tubuh dan bagian intimnya.
    Kalo begitu gmn solusinya… sii cow gak mau nikahin, tp sii cew tetep kekeh minta dinikahi. Karna itu td sii cow yg udh melihat dan menyentuhnya.. apa yg harus dilakukan sii perempuan itu

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Menurut saya, lelaki macam demikian tidak layak jadi imam,suami, dan pemimpin rumahtangga yg baik. Bukalah lembaran baru bertaubat, dan tdk usah kontak lagi dg orng2 yg menyeret pd zina dan maksiat besar. Pacaran bukan jalan suci untuk memperoleh pasangan hidup. tidak usah pacaran. Pacaran adalah gaya hidup dan “sunnah” orng barat. Peluk cium kpd wanita yg tidak halal jelas hukumnya haram.Tdk usah diyakinkan lelaki itu, suami macam demikian berbahaya bagi wanita. Kalaupun berhasil menikah, dugaan kuatnya akan segera dicerai dan ditelantarkan.
      laki2 berdosa, wanita juga berdosa. Mereka telah mendekati berzina, jadi2 dua2nya tdk ada yg dibela oleh Allah dan RasulNya. Yg dibela oleh Allah dan yang akan disayang adl yg tersadar, lalu mau bertaubat, shalat lima waktu, ikut pengajian2, rajin puasa, gemar shadaqoh dan menolong sesama. Insya Allah jk Allah sudah melihat kesungguhannya dia akan diberi jodoh yg baik. Wallahua’lam

      1. Tetapi kan laki” itu yg sudah memegang dan melihat nya.. dan itu sudah terekam dimemori otaknya. Suatu saat bisa dibayangkan.. itu yg dikawatirkan sii wanita.
        Dia tetep kekeh ingin dinikahi lantaran itu. Dia sudah melakukan taubat, sholat 5 wkt, berpuasa, sodaqoh, tadarusan, dsb. Semua sudah ia lakukan.
        Bahkan dia rela dan iklas jikalau nanti dia ditelantarkan…
        Bukankah ketulusan bisa membuat hati seseorang luluh? Kata dia.. mereka berdua org baik, sholatnya rajin. Hanya saja mreka melakukan kesalahan tersebut… saya juga heran kenapa mreka bisa melakukan.
        Sekarang sii wanita bingung bagaimana meluluhkan sang pria agar mau menikahinya. Bagaimana ustad?

      2. silakan jk bersikukuh minta dinikahi. sya telah memberikan nasihat agar ditinggalkan. Tentu saja sy tdk bs memberi saran bagaimana caranya agar dinikahi. segala resiko ditanggung sendiri ya…jangan sampai penyesalan terjadi dibelakang hari.
        berdoa saja. mudah2an semua jadi baik.

  43. assalamualaikum wr.wb
    pa ustadz,
    saya sudah menikah selama 4 tahun,di karuniai 1 anak,usia 2 tahun
    hubungan kami sangat baik,tidak pernah ada cek-cok yang serius,
    namun secara tiba-tiba tgl 1 februari 2014 saya mendapat bukti suami saya berselingkuh,dia pun mengakuinya,bahwa dia berselingkuh (sampai berhubungan badan),itu dilakukan beberapa bulan yang lalu,dan “katanya” melakukannya hanya sekali, dia mengaku khilaf, sehingga dia sangat menyesal,dan berjanji tidak akan melakukannya lagi,sampai dia mencium kaki saya minta di maafkan.
    sebagai manusia biasa,saya merasa sakit hati sekali,saya rasanya masih sulit untuk memaafkan dia,saya sangat tersiksa beberapa hari ini tidak bisa tidur,karena setiap saya pejamkan mata terbayang dia ada di pelukan perempuan lain.

    pa ustadz..
    1.bolehkah saya meminta cerai,karena jujur saja setelah kejadian ini saya merasa ‘jijik’ disentuh oleh suami saya,jika pernikahan ini dilanjutkan saya takut jadi istri yang durhaka,karena tidak melayani suami dengan baik
    2.menurut pa ustadz,apa yang harus saya lakukan,untuk kebaikan saya dan anak saya

    mohon bimbingannya pa ustadz, terima kasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh
      1.belum cukup alasan untuk meminta cerai, apalagi mengklaim akan berhenti dan bertaubat. Yg membolehkan mintai cerai sebagaimana dinyatakan para ahli fikih misalnya; suami tdk memberi nafkah, impoten, punya penyakit berbahaya, gila, dll.
      2. Ide cerai mnrt sy adl emosional dan terburu2. Sy sarankan menenangkan pikiran barang beberapa bulan dan bnyk2 mendekat kepada Allah.
      maksimal berdoa; jk kelanjutan pernikahan adl baik, mohon agar Allah membenahi semua keruwetan. Jk perceraian adl jalan terbaik, mk minta agar dipisahkan secar baik2 pula.

  44. Salam ustaz.
    Saya ingin tahu apa hukum kekasih yg bersetubuh dan pasangan lelaki telah berniat nikah batin.
    Mereka belum bernikah.
    Terima kasih

    1. Itu adalah zina. Na’udubillah min dzalik.
      Segera hentikan dan taubat nashuha, jika tdk ingin mendapat bencana yg berbuah penyesalan..

  45. Assalamualaikum wr wb…
    Pak ustad saya mau bertanya .. bagaimana hukumnya menunda pernikahan karena belum ada ijin dr orangtua dgn alasan kuliah belum selsesai dan kerja blm genap setahun?aneh jg y rasanya..
    saya masih bingung karena saya ingin menikah dengan calon suami yang kebetulan orangtuanya membiayai kuliah saya sampai akhir (calon suami juga kuliah namun beda semester dengan saya). namun setelah ada pembicaraan tentang pernikahan, orang tua calon suami berjanji setelah saya lulus akan dinikahkan (walaupun anaknya belum lulus)..setelah saya lulus malah bilang lagi kalau pihak orang tua calon suami butuh waktu untuk menabung dan menunggu saya bekerja sampai genap setahun dgn alasan agar kelak menikah banyak rekan2 kerja yg hadir d pesta pernikahan..padahal saya tidak menginginkan hal yg seperti itu..sementara calon suami sangat nurut dgn orangtuanya..
    Apa yg harus saya lakukan?sementara saya seperti berhutang budi karena beliau menyekolahkan saya sampai pascasarjana, namun keinginan kami untuk menikah belum dikabulkan karena alasan2 tadi…bagaimana menurut pandangan islam mengenai masalah tadi?
    Mohon masukannya y pak ustad..trimakasih

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Untuk keabsahan pernikahan, yg menikahkan cukup ayahnya panjenengan mbak, bukan ortu calon suami. Hanya saja, jika langsung menikah memang akan menimbulkan masalah dg pihak calon mertua. Saran saya kontaklah tokoh2 agama setempat agar berkenan membantu memahamkan calon mertua tentang menyegerakan pernikahan. Bs diusulkan misalnya; yg penting sah dulu. Walimahnya/resepsi setelah ada uang. Wallahua’lam

  46. assalamu’alaikum. wrwb
    ustad yang dirahmati Allah. Saia ingin menanyakan hukumnya menikahi wanita yang sudah memiliki anak zina. Dari hasil hubungan dengan mantan pacarnya diwaktu masa lalunya. Sampai saat ini mereka tidak menjalani pernikahan. Saat ini saia berkeinginan untuk menikahi wanita tersebut. Sebelumnya saia tidak pernah berzina dengan wanita tersebut. Yang saia ingin ketahui apakah hukumnya menikahi wanita tersebut berdasarkan acuan Al Quran dan Hadist. Saia mohon untuk dibalas. Terima kasih.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Hukunya sah, tapi makruh jk wnt tsb blm bertaubat. Jk sudah bertaubat, mk sah tnpa ada kemakruhan sama sekali. Syaratnya, menikahnya adl setelah lahir anak zina. Wallahua’lam

  47. assalamu’alaikum wr.w.

    ustadz yang dimuliakan olh Allah S.W.T…
    pak saya mau curhat…mengenai msa lalu saya..
    saya dulu pernah pacaran tapi melampaui batas. saya pernah berzina dengan pacar saya yang dulu. tapi sekarang kami sudah putus karena saya dijodohkan oleh kedua orangtua saya. saya akui bahwa orang yg dijodohkan kedua orangtua saya adalah orang yang baik anak yg sholeh. Lama-kelamaan saya sayang sama beliau ini pak. 2 bulan kenal dgn beliau ini, beliau mngajak utk tunangan dan acara pernikahan kami akn diselenggarakan pada bulan mei mndatang. dia serius dlm mnjlni hubungan brsama saya. setelah 2 minggu acara pertunangan itu. saya diliputi rasa bersalah karena membohongi beliau tentang keadaan saya yg sebenarnya. saat itu dia bertanya kepada saya dan saya gak sanggup berbohong saat dia bertanya apakah saya masih perawan atau tidak?, awalnya saya berbohong. tapi akhirnya saya mengakuinya bahwa kalo saya memang sudah tidak perawan.
    beliau marah dan sangat menyesal dan sakit hati kepada saya.
    walaupun dia masih tetap bersikap baik terhadap saya sampai sekarang ini.

    pertanyaanya :
    1. apakah sikap saya ini benar? karena sudah jujur terhadap calon suami saya? saya takut suatu ketika kalo kami menikah aib itu akan muncul. Dan bukannya hubungan rumah tangga harus dilandasi rasa kejujuran?

    2. apakah saya harus bertaubat nashuha? bagaimana menurut pandangan Islam tentang kejujuran dlm membuka aib thdp calon suami?

    3. apa yg hrus saya lakukan agar calon suami saya kembali lagi seperti dulu, yang mencintai saya seutuhnya, sbntar lagi juga kan kami menikah. bagaimana menurut bapak seandainya bapak ini adalah saya.

    jujur saya bingung dgn kondisi hubungan saya saat ini. saya takut berbohong, karena dari dulu saya tidak pandai berbohong dan selalu ada saja yang ketahuan. makanya saya memilih jujur walaupun itu menyakitkan.

    Usatdz azhar idrus pernah berkata: ” walau dengan siapapun Allah jodohkan kita, bersyukurlah dengan kelebihannya dan bersabarlah dengan kekurangannya.”
    Itu slh satu yg mnguatkan saya sampai skrg, klo jodoh pasti dia bisa menerima saya apa adanya kan pak? bagaimana menurut bapak?

    1. terimakasih pak..

    2. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      1.sikap itu keliru, krn aib wajib ditutup. Jujur ada fikihnya. Tdk semua hrs dikatakan dan diumbar. Orng ketika ditanya kawannya yg tdk negrti adab misalnya:” bagaimana caramu berhubungan badan dg istrimu?” mk pertanyaan ini haram dijawab. Krn kejujuran dlm masalah ini malah bermakna membuka aurot yg dilarang Rasulullah صلى الله عليه وسلم
      2.wajib taubat nasuha. Semenjak berzina sdh wajib taubat nasuha. Tdk perlu nunggu yg lain. Diantara taubat nasuha adl tdk membuka aib sendiri pd orng lain.
      3,mnrt sy, mbak serahkan pd beliau sepenuhnya. Katakan dg jujur jk mbak mencintainya. Katakan juga penyesalan dan komitmen mbak tuk taubat nasuha. Katakan juga bhw mbak menyerahkan sepenuhnya kepada beliau. Jk msh bertahan, bersyukurlah dan jangan sekali2 mengkhianati beliau. Jk ternyata memilih lepas, maka ikhlaskan, dan berdoalah kpd Allah agar diberi ganti yg lebih baik. Wallahua’lam

  48. assalamu’alaikum. wrwb
    pak ustad…saya memiliki masa lalu yg suram..saya prnah berhubungan badan dengan pcar saya. dan sekarang saya sudah putus dengan pcar saya karena saya dijodohkan oleh kedua orangtua saya. dan saya sebentar lagi menikah. calon suami saya pernah bertanya kepada saya apakah saya mash perawan atau tidak awalnya saya berbohong. tetapi dia selalu bertanya dan mendesak saya dan saya tidak bisa berbohong lagi. saya ceritaka apa yg pernah saya alami. saya mengatakan yang sebenarnya tentang diri saay di masa lalu. Menurut bapak…apakah apa yang saya lakukan itu benar atau salah dengan mengakui aib masa lalu kepada calon suami saya? dan sekarang calon suami saya belum bisa ikhlas menerima saya sepenuhnya sebagai calon istrinya. dia merasa kecewa dan terbebani karena kami sudah lamaran. apa yang harus saya lakukan agar semuanya membaik? jujur saya bingung.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Itu salah. Harusnya aib ditutup rapat2. Tp tdk dengan berbohong.
      Sekarang pasrahkan dan ikhlaskan.
      Jk beliau mau lanjut, mk lanjutkan. Jk mau berhenti juga terima dg ikhlas, meski berat hati.
      Berikan tawaran tsb kepada calon suami. Ini lebih adil dan lebih mengarah untuk tidak membuat masalah dikemudian hari.
      Wallahua’lam.

  49. Assalammualaikum ustadz,langsung saja saya mo nanya..apakah wajib hukumnya menikahi wanita yg telah di zinahi,dan apa hukumnya jika tidak menikahinya…dan bila si lelakinya telah menikah dengan wanita lain,apakah wanita yg di zinahinya itu tetap harus ia nikahi? Mohon pencerahan nya pak…terimakasih…wassalammualaikum wr wb.

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Hukum menikahinya sah tp makruh jk blm bertaubat. Jk sdh bertaubat mk mubah tnp ada kemakruhan. Kalau umar bin Khattab lbh suka wanita ygt dizinahi menikah dg yg berzina. Tp sifatnya tdk wajib. Jk salah satu menolak mk tdk bs dipaksa. Wallahua’lam

  50. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,
    Ustad.. saya mau bertanya, saya saat ini duduk dibangku sma kls 2 saya sudah pernah melakukan hubungan dengan pacar saya dan saya udah berpacaran selama hampir 1 tahunan ini ustad, ustad saya sering menyesali perbuatan saya ini ustad, ustad saya mohon jawaban ustad bagaimana cara saya untuk bertobat. Dan pacar saya sendiri berjanji akan menikahi saya ketika lulus nnti.. ustad apakah pernikahan saya nanti akan diridhahi allah, dan bagaimana cara bertobat saya dan paar saya ustad, saya mohon jawaban ustad saya bingung ustad saya sangat menyesal dengan perbuatan saya ustan…

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
      Cara taubat;
      1.tinggalkan pacaran. Tdk usah menjalin hubungan khusus dg lelaki manapun jk blm siap menikah
      2.tinggalkan zina
      3.sesali terus dosa itu sesering mungkin. Semakin sering menangis krn itu semakin baik
      4.bertekadlah tuk tdk mengulang selamanya, meski peluang selalu terbuka
      5.banyaklah shalat, puasa, dan bersedekah
      6.ikutlah pengajian2 islam, dan bertemanlah dg orng2 shalih
      Wallahua’lam

  51. pak ustd, msu tanya. saya mengenal seorang perempuan. dia mengaku pernah melakukan zina sama mantan pacarnya, tp tidak merusak kesuciannya. trus saya tidak percaya itu, dan saya membuktikannya dengan menidurinya, memang benar kesuciannya belum rusak walaupun dia pernah melkukannya. saya bingung pak ustad. saya hrus bagaimana? tolong beri saya pencerahan? wajibkah saya menikahinya? trus apa hukumnya jika saya menikahinya?

    1. Bertaubatlah dg taubatan nasuha.
      Zina adl dosa besar.
      Tdk usah pacaran.
      Tinggalkan pacaran.
      Sudah banyak bukti bhw pacaran adl pintu zina yg paling cepat dan populer.
      Untuk menikahi, lebih baik dinikahi sbg bagian dr taubat. Tp tdk wajib.

      1. apa hukumannya jika saya tidak menikahinya? saya binggung pak ustad, menikahinya atau tidak. tapi saya kasihan. tolong pencerahan dan nasehatnya pak ustad. terima kasih.

      2. bertaubat dan nikahilah. itu yg paling baik. jk tdk mau bertaubat, jangan salahkan kecuali diri sendiri jk Allah menimpakan bencana dan kesusahan.

  52. pak ustad bagaimana caranya biar saya ikhlas menerima kekurangannya?

    1. dinia ini hanya sementara. tdk ada orng yg bersih 100% selain malaikat dan para nabi-rasul. jd selama wanita berani komitmen menjadi baik, sy kira sdh cukup. sy yakin mas Ardi juga bukanlah lelaki yang sempurna.

  53. Ass ustd., sy sedang berada dalam dilema pilihan,, sy mmliki seseorg yang sangat sya sayangi, sebut sj R,, dr awal brtemu dia sdh mnjelaskan bhwa dia prnh berhubungan diluar nikah semasa SMA,, kmudian dia mmnta sy untk mmbimbingnya,, km berhubungan sudah hampir 1thn,,bhkan berencana untuk meneruskan ke jenjang yg lebih serius,, ditengah keseriusan hub. Kami datang wanita yg dlu ny prnah di zinai dan kmdian meminta prtanggung jawaban dari R,, lalu apa yang sebaik ny sy lakukan ustad,? Apakah sy benar2 hrus meningglkan R? Atau bolehkah sya tetap bertahan dengan R hingga menikah?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Alangkah baiknya jk salam ditulis lengkap. Krn “ass’ dlm bahasa inggris sdh diketahui maknanya.
      Jk dia benar2 bertaubat, silakan melanjutkan. Ukuran taubat terlihat jk dia menjadi baik scr konstan minimal 1 tahun hijriyyah. Jk tdk serius bertaubat, baiknya tinggalkan saja. Wallahua’lam

      1. Terima kasih ustadz atas pncerahannya,, tapi ustadz Lalu bagaimana dengan wanita yang sudah di zinai oleh nya,,?

      2. tdk usah diperhatikan, krn tdk ada keharusan menikah dg orng yg dizinahi. meski afdholnya adl dinikahi. wajib dg afdhol berbeda. Walllahua’lam.

  54. assalamualaykum ya ustad..2 bulan yg lalu saya ditinggalkan oleh lelaki yg pernah menjanjikan menikah karna sudah berzina dengan saya..sungguh ketika masih bersama,saya merasa sangat hina dan berdosa,tapi saya sangat ingin dia bertanggung jawab terhadap perbuatannya.dan kini saya sudah ditinggalkan olehnya..saya bertaubat,namun di satu sisi saya merasa trrzalimi,.apakah salah jika saya merasa terzalimi karna dia mengingkari janjinya lalu saya berdoa selayaknya orang yg trrzalimi?bolehkah saya berdoa seperti itu?karena yg saya yakini dosa orang yg terzalimi tidak ada hijab di antaranya..apakah doa terzalimi bisa diulang hingga doa itu terkabul atau hanya cukup dilakukan satu kali?

    1. Wa’alaikumussalam Warohmatullah.
      Seandainya mbak diperkosa, maka benar posisi mbak terzalimi. Namun krn mbak sukarela maka tidak bs disebut terzalimi. Jadi tdk mendapatkan janji doa orng yg terzalimi.
      Bersedia dizinahi adl dosa juga. Nah, kadang2 Allah mengingatkan hamba dr perbuatan dosanya dengan cara diberi kesusahan.
      Jadi, saran saya; bangkitlah.
      Jangan larut dalam kesedihan dan sakit hati. Memikirkan masalah tersebut tdk akan mengubah kenyataan. Memaksa menikahi yg menzinahi juga belum tentu berhasil. Kalaupun berhasil bs jadi mbak nanti tdk dihormati suami dan dihina2kan krn dianggap ngejar2 lelaki.
      Taubatlah dg taubatan nasuha. Tutup aib itu rapat2. Jangan diberitahukan siapapun. Lupakan masa lalu. Jadilah wanita shalihah. Mudah2an dg menjadi wanita shalihah Allah akan mengirimkan lelaki shalih yg bs menjadi imam yg penuh tanggungjawab. Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 525 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: